Tag Archives: lari malam di Bandung

Lari Malam di Gasibu

Gasibu menjadi tempat favorit saya untuk lari pada 1-2 bulan belakangan ini. Sebabnya karena saya lebih mudah untuk meluangkan waktu lari pada malam hari daripada pagi hari.

Apalagi pada bulan Ramadan kemarin lari pagi hari bukanlah sebuah opsi. Seminggu setidaknya 1 atau 2 kali saya berlari di Gasibu setelah salat Tarawih. Kebiasaan itu saya coba teruskan pasca Ramadan ini.

Dibandingkan lari di Saraga (Sarana Olahraga Ganesha) — tempat favorit lari saya biasanya — lari di Gasibu lebih murah. Hanya keluar duit Rp3.000 saja untuk parkir sepeda motor. Sedangkan di Saraga, kita perlu mengeluarkan duit untuk tiket masuk Rp4.000 (hari biasa) atau Rp5.000 (Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional) dan Rp2.000 untuk parkir sepeda motor.

Baca juga: Lari Malam di Saraga

Selain itu sepertinya tidak ada istilah jam tutup di Gasibu ini. Saya pernah lari di Gasibu hingga jam 10 malam, dan bahkan hingga pukul 22.30, dan Gasibu masih cukup ramai orang pada jam segitu. Karena itu, berlari di Gasibu sangat fleksibel bagi saya yang sering pulang kantor pukul 7 atau 8 malam. Sementara itu Saraga hanya buka hingga pukul 9 malam, dan pada Ramadan kemarin hanya buka hingga pukul 6 sore saja.

Mengenai fasilitas tempat penitipan, saya tidak terlalu yakin apakah di Gasibu ada atau tidak. Saya pernah melihat beberapa orang menitipkan tasnya di pos petugas keamanan. Tapi saya tidak pernah mencobanya. Saya biasanya lari dengan membawa tas kecil.

Lari malam di Gasibu cukup menyenangkan, tapi tidak pada pagi hari. Pada pagi hari ramai sekali pengunjung yang berolahraga di Gasibu ini. Susah untuk jogging atau sekedar jalan kaki berkeliling di lintasan trek lari yang tidak begitu lebar itu. Karena itu, untuk lari pagi hari, opsi favorit saya masih di Saraga.

Advertisements
Lapangan Saraga

Lari Malam di Saraga

Kemarin untuk pertama kalinya saya mencoba lari di Saraga (Sarana Olahraga Ganesha) saat malam. Seringnya saya di Saraga cuma lari pagi dan kadang-kadang saja lari sore saat weekend atau bulan puasa.

Kemarin, usai pulang dari kantor ba’da Isya’, saya langsung bergerak menuju Saraga. Sebelum berangkat kantor hari itu, saya memang sudah menyiapkan baju dan sepatu untuk lari dari rumah. Jadi pulang dari kantor bisa langsung lari. Barang bawaan saya titipkan di tempat penitipan yang disediakan oleh pengelola (biaya Rp1000).

Kayaknya Saraga buka sampai jam 9 malam ini belum lama deh. Sebelumnya, jam buka Saraga cuma dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Saya masih ingat dulu ketika lari sore di Saraga, sering mendengar pengumuman yang mengingatkan pengunjung bahwa lapangan akan ditutup pukul 6 sore.

Entah sejak kapan perubahan jam buka yang baru ini diterapkan. Saya sendiri mengetahuinya dari beberapa kesempatan lari pagi sebelumnya di mana announcer mengumumkan bahwa Saraga buka sampai pukul 9 malam.

Catatan lari Runkeeper

Catatan lari Runkeeper

Enak juga ternyata lari malam. Habis suntuk karena pekerjaan, pikiran dan raga jadi rileks setelah berlari. Mungkin karena didukung juga oleh suasana yang gelap, sepi, sejuk, dan angin sepoi-sepoi di sekitar.

Sehabis pulang dari lari, tidur malam pun jadi lebih nyenyak. Sepertinya memang betul apa yang dikatakan oleh artikel ini mengenai manfaat lari malam. Selain membuat tidur malam menjadi lebih berkualitas, lari malam juga bisa menjadi lebih kencang dari biasanya.