Monthly Archives: December 2014

Buku 2014

My 2014 In Books

Tahun 2014 ini bisa dibilang tahun semangat-semangatnya saya membaca buku, hehe. Sejak selesai kuliah, membaca buku memang menjadi hal yang jarang dilakukan. (Padahal pas kuliah baca buku juga jarang-jarang haha)

Kebiasaan buruk saya itu, setiap habis membeli buku, baru membaca setengah dari buku, saya sudah mulai bosan untuk melanjutkan membaca lagi hingga habis. Biasanya di tengah jalan suka ganti baca buku yang lain.

Nah, pada tahun 2014 ini, alhamdulillah saya bisa menyelesaikan membaca 6 buku. Sebenarnya beberapa sudah start membacanya pada tahun 2013.

Keenam buku tersebut adalah:

1. Steve Jobs: Stay Hungry Stay Foolish (oleh Jay Elliot & William L. Simon)
*Versi bahasa Indonesia dari The Steve Jobs Way: iLeadership for a New Generation*

Buku ini merupakan tulisan dari Jay Elliot, mantan senior vice president Apple. Di buku ini Jay bercerita tentang perjalanan karir seorang Steven Jobs. Bagaimana Steve Job memimpin Apple dalam membangun produk yang bersifat game-changing pada masa itu seperti Apple II dan Macintosh, keluarnya beliau dari Apple, bergabungnya beliau dengan Pixar, pengembangan iPod, iPhone, iPad, dan masih banyak lainnya. Melalui buku ini kita benar-benar bisa merasakan bagaimana visi seorang Steve Jobs dalam menghasilkan sebuah produk. Continue reading

Lost Islamic History

[Book] Lost Islamic History

Judul : Lost Islamic History: Reclaiming Muslim Civilisation From The Past
Pengarang : Firas Alkhateeb
Penerbit : Hurst & Company, London
Tahun Terbit : September 2014
Tebal : ix + 217 halaman
Cover : Softcover

Awalnya saya mengetahui “Lost Islamic History” ini hanya dari Facebook. Saya suka mengikuti status-status yang dipos di halaman Facebook-nya. Selalu ada info menarik yang dibagikan oleh pengelola akun tersebut. Kebanyakan adalah informasi terkait sejarah Islam yang baru saya ketahui. Atau informasi yang sebelumnya sudah pernah saya dengar sekilas, namun baru saya ketahui detailnya.

Karena itu, ketika saya mengetahui ternyata Lost Islamic History telah diterbitkan dalam sebuah buku, saya pun tertarik untuk memilikinya. Karena baru saja diterbitkan, tentu saja baru ada versi bahasa Inggrisnya saja. Pemesanannya pun saat itu yang saya tahu hanya ada di Amazon atau website penerbitnya (Hurst Publisher – London). Di toko buku Gramedia belum ada. Namun, sebulan yang lalu dapat info dari teman, ternyata Continue reading

Masih Adakah Tempat Di Bumi yang Terbebas dari Polutan?

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah postingan di Facebook dari akun KEEP BALI CLEAN tentang kondisi laut di sekitar Tanah Lot, Bali. Saya sudah lama nggak pernah main ke Bali. Terakhir kali ke sana akhir tahun 2011, dan sempat ke Tanah Lot juga. Agak mencengangkan menurut saya pemandangan yang tersaji di dalam foto-foto ini.

Secara kebetulan sebulan sebelumnya, saya sempat membaca sebuah artikel di BBC yang judulnya Are there any pollution-free places left on Earth?, yang kemudian saya terjemahkan menjadi judul artikel ini. Mungkin pertanyaan tersebut terasa cukup hiperbolik, tapi sangat tepat untuk kita jadikan sebuah refleksi.

Bahkan di sebuah tempat yang terpencil sekalipun, yang menurut kita hampir mustahil orang (biasa) ke sana, walaupun ada, juga ada sampah. Siapa yang menyangka di Everest Himalaya, sebuah gunung yang sangat tinggi nan dingin bersalju, sampah pun menumpuk di sana.

Tumpukan sampah di Everest, Himalaya [photo embedded from BBC]

Well, bumi kita memang sangat luas. Tempat yang terbebas dari polutan itu mungkin masih ada, terutama yang belum terjamah oleh manusia. Namun, itupun Continue reading

Pajangan tengkorak hewan-hewan yang sudah mati

Trip ke Kawah Ijen & TN Baluran (Bag. 2-Tamat): Safari di Africa Van Java

Minggu, 9 November 2014

Perjalanan ke Taman Nasional Baluran

Dari Paltuding kami bergerak menuju ke destinasi berikutnya: Taman Nasional Baluran. Di tengah perjalanan kami mampir makan (menjelang) siang di Warung Nelayan Blambangan.

Rumah makan ini berada di tepi Selat Bali. Meja tempat di mana kami makan langsung menghadap ke Selat Bali. Daratan yang tampak di seberang adalah Taman Nasional Bali Barat.

Menu yang tersedia di rumah makan Nelayan Blambangan ini, sesuai namanya, tentu saja beraneka seafood. Tapi terus terang termasuk mahal sih harga menu di sana buat kantong kami, hiks, hiks, hiks. Nggak apa-apalah sekali-sekali.

View dari rumah makan. Pulau Bali tampak di seberang. (foto oleh Putri)

View dari rumah makan. Pulau Bali tampak di seberang. (foto oleh Putri)

Setelah makan siang, kami langsung meluncur ke Taman Nasional Baluran. Secara administratif TN Baluran ini sebenarnya masuk wilayah Kabupaten Situbondo. Namun, akses ke sana lebih dekat dijangkau dari Banyuwangi daripada dari Situbondo. Gerbang masuk Taman Nasional ini berada tidak jauh dari perbatasan Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi.

Tiket masuk TN Baluran ini adalah Rp7.500 per orang (weekend). Sedangkan tiket masuk kendaraan roda empat adalah Rp15.000. Setelah membayar tiket masuk, kami masuk ke dalam area taman nasional. Tujuan kami adalah menuju ke Bekol yang berjarak 12 km dari pos masuk.

Perjalanan ke Bekol

Perjalanan ditempuh dalam waktu 1 jam. Waktu tempuhnya bisa selama itu karena jalan yang kami lalui memang rusak parah. Selain itu juga mobil sengaja tidak melaju kencang agar kami bisa melihat view sekeliling selama perjalanan.

Sepanjang perjalanan ke Bekol itu tersaji view hutan dengan pepohonan jati yang mengering di kanan kiri jalan. Musim kemarau yang cukup panjang membuat daun-daun pohon-pohon jati tersebut berguguran.

Namun, uniknya Continue reading

Fenomena Api Biru (foto oleh Pras)

Trip ke Kawah Ijen & TN Baluran (Bag. 1): Berburu Api Biru

Minggu kedua bulan November yang lalu aku dan beberapa teman melakukan trip ke Kawah Ijen dan Taman Nasional (TN) Baluran yang terletak di Banyuwangi, Jawa Timur. Total ada 9 orang yang ikut.

Sebenarnya ada 12 orang yang konfirmasi ikut, bahkan sudah membeli tiket PP. Namun, seminggu sebelum hari H ada 3 orang yang satu per satu mengundurkan diri karena ada keperluan yang tidak bisa ditinggalkan.

Dari 9 orang itu, 7 orang adalah “alumni” backpacking Indochina bulan Mei yang lalu. Ide jalan-jalan ini juga spontan keluar begitu saja sewaktu kami meetup sambil buka bersama bulan Ramadhan yang lalu.

Perjalanan ke Banyuwangi

Karena kota domisili kami berbeda-beda, kami pun berangkat terpencar. Aku dan Gin berangkat dari Bandung. Yang lain ada yang join di Jogja, Surabaya, dan Banyuwangi langsung.

Aku dan Gin naik KA Kahuripan dari Stasiun Kiaracondong, Bandung, pada hari Jumat malam, 7 November. Tiba di Jogja keesokan harinya pukul 4.40.

Di Jogja bergabunglah Putri dan Helen, teman baru kami. Selanjutnya kami naik KA Sri Tanjung tujuan akhir Banyuwangi. Kereta berangkat pukul 7.20.

KA yang kami tumpangi tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 13.30. Di sana kereta singgah agak lama. Pasalnya lokomotif harus dipindah ke rangkaian belakang karena kereta hendak berganti jalur rel ke selatan, ke arah Sidoarjo. Di Surabaya Gubeng bergabung lagi 3 orang, yakni Pambudi, Listi, dan Zaki.

Setelah itu kereta melanjutkan perjalanan kembali. Kami sampai di Stasiun Karangasem — satu stasiun sebelum stasiun akhir Banyuwangi Baru — jam 9 malam, telat hampir 1 jam dari jadwal seharusnya. Saat kami tiba, hujan deras menyambut kami. Untungnya hujan tidak berlangsung lama.

TIba di Stasiun Karangasem (foto oleh Putri)

TIba di Stasiun Karangasem (foto oleh Putri)

Di Stasiun Karangasem rombongan kami menjadi lengkap dengan bergabungnya Pras dan Rizky yang sudah tiba lebih dulu. Rizky langsung cabut dari perjalanan dinasnya di Denpasar, sedangkan Pras naik KA Mutiara Timur yang tiba sore di Karangasem.

Perjalanan ke Paltuding

Di Stasiun Karangasem juga telah menunggu mobil rental yang menjemput kami. Kami sudah memesan mobil rental ini beberapa hari sebelumnya via telepon. Mobil yang kami sewa jenis Elf dengan kapasitas 10 orang penumpang plus driver.

Malam itu kami tidak langsung menuju ke Paltuding — daerah tempat Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen berada. Kami Continue reading

putty

Mengunggah Git Repository ke Shared Hosting Menggunakan Git-FTP

Apa itu Git? Bagi para developer tentunya sudah tak asing lagi dengan kakas (tool) yang satu ini. Git adalah sebuah kakas yang memudahkan para developer untuk mengelola versi aplikasi mereka.

Bagi mereka yang bekerja dalam sebuah tim, Git ini akan sangat membantu mengolaborasikan pekerjaan antar developer. Tak perlu itu copy file secara manual antar personel.

Direktori projek aplikasi yang berisi kode dan resource lainnya yang menggunakan Git biasa disebut dengan Git repository. Bitbucket dan Github adalah contoh website penyedia hosting Git repository secara gratis. Kita bisa meletakkan kode projek aplikasi di sana. Atau bisa juga kita men-setup sendiri Git Repository di komputer kita.

Ketika aplikasi sudah siap untuk di-deploy pada stage production alias live, kita tinggal menjalankan perintah “git pull” saja di server tempat aplikasi akan live. Nah, kendalanya adalah jika kita hosting web kita pada shared hosting. 

Umumnya penyedia jasa shared hosting ini tidak menyediakan fasilitas git. Pengguna shared hosting hanya bisa Continue reading

Hari Belanja Online Nasional dalam Google

Harbolnas dan Godaan Belanja

Kemarin Jumat tanggal 12-12-2014 merupakan Hari Belanja Online Nasional atau yang biasa disingkat dengan Harbolnas. Tahun ini adalah pelaksanaan yang ketiga kalinya sejak pertama pada tahun 2012. Lebih lanjut tentang Harbolnas, bisa dibaca di Wikipedia pada link ini.

Di beberapa negara lain sebenarnya ada perayaan semacam ini, seperti Black Friday dan Cyber Monday yang diadakan saat momen Thanksgiving. Namun, hanya Cyber Monday yang memang dikhususkan untuk mempersuasi orang berbelanja online.

Lalu kenapa sih ada event-event seperti itu. Nggak rugi apa mereka yang jor-joran ngelempar “Great Deals”, “Best Buy”, dan sejenisnya untuk produk-produk yang mereka jual. Ini ada penjelasan menarik dari Dan Holliday, mantan retailer manager di Walmart, di Quora tentang “What Are the Economics Behind the Black Friday Sales?”

Well, inti dari penjelasannya adalah dengan adanya event tersebut orang-orang akan terdorong untuk “be in that moment” karena  Continue reading