Category Archives: Curhat

Social Media

FOMO, Dilema Bermedia Sosial

Sebelumnya disclaimer terlebih dahulu, saya tidak tahu apakah kata “bermedia sosial” itu tepat dalam bahasa Indonesia. Maksudnya sih ingin menyingkat kalimat “Dilema Menggunakan Media Sosial”, hehe. Kalau tidak salah, di pelajaran bahasa Indonesia pernah diajarkan bahwa imbuhan ber- itu bisa bermakna menggunakan. 😀

Oke, masuk ke latar belakang saya memilih judul di atas. Jadi akhir-akhir ini saya berpikir bahwa bermedia sosial itu semakin melelahkan. Saya menilai terlalu banyak informasi dalam berbagai ragamnya di media sosial. Jadi dalam sekali scrolling, saya akan menjumpai banyak orang membagikan artikel dalam berbagai macam topik, baik itu kesehatan, makanan, teknologi, agama, politik, dan lain sebagainya.

Dahulu di awal kemunculannya Facebook, Twitter, dan jejaring sosial yang lainnya cenderung lebih sering digunakan untuk meng-update kegiatan atau curhatan pribadi. Bermedia sosial pun kala itu Continue reading

Website ASUS Store

Pengalaman Belanja Online di ASUS Store

Beberapa hari yang lalu saya membeli sebuah smartphone di ASUS Store. Bukan untuk saya sendiri sih sebenarnya. Tetapi titipan untuk keluarga yang ada di Malang sana.

Saya memilih ASUS Zenfone 5 karena harganya terbilang murah untuk spesifikasi sekelasnya. Selain itu karena teman kantor saya juga memakainya, dan dia punya pengalaman yang cukup bagus dalam penggunaannya.

Nah, saya memperoleh info dari teman saya tersebut bahwa ASUS ternyata memiliki layanan pembelian secara online melalui website resminya. Setelah saya cek dan saya bandingkan harganya dengan harga-harga di website e-commerce lainnya ternyata masih lebih murah. Terlebih, layanan mereka free ongkos kirim untuk Kota Malang. Karena itulah saya memilih membeli di ASUS Store ini. Ketentuan lebih lengkap mengenai pengiriman dapat dibaca di siniContinue reading

Jack Of All Trades (image source: https://www.linkedin.com/pulse/what-i-wish-managers-knew-being-jack-of-all-trades-parra)

Jack of All Trades vs Master of One?

Pertanyaan ini seringkali mengganjal di benak saya. Lebih baik menjadi jack of all trades atau master of one? Menjadi generalist atau specialist? In case ada yang belum pernah mendengar istilah jack of all tradesmonggo bisa dicek definisinya di link UrbanDictionary ini. Saya kutipkan salah satu definisi yang rasanya paling enak menurut saya di UrbanDictionary tersebut:

Jack of All Trades ~ A person who is good at many things but has no particular specialty (often with master of none at the end)

Sederhananya sih, “He/She can do A, B, C, D, E, and so on, but he just isn’t that great.” Nah, kasus yang sering saya alami sih Continue reading

Totti celebration vs Lazio

Totti dan Nostalgia Masa Kanak-Kanak

Di usia yang tahun 2015 ini akan memasuki 39 tahun, Totti ternyata masih tetap garang. Terakhir tentu saja 2 gol fenomenalnya ke gawang Lazio dalam Derby Della Capitale. Gol kedua bahkan dilakukannya sambil setengah “terbang” untuk menyambut umpan silang dengan melakukan tendangan gunting. Sulit membayangkan seseorang yang sudah berusia nyaris kepala 4 untuk melakukan aksi akrobatik seperti itu.

Foto “selfie” yang kini sedang menjadi tren di dunia pun dilakukannya saat selebrasi gol keduanya. Sepertinya habis ini bakal booming selebrasi selfie setelah mencetak gol, haha. Eh, tapi jangan-jangan habis itu FIFA bakal bikin aturan kartu kuning buat yang selfie, ehehe.

Totti selfie

Totti selfie

Setelah menonton pertandingan derby Roma vs Lazio itu, saya tak bisa menahan diri untuk tidak menuliskan sesuatu terkait Francesco Totti di blog ini. Ciamiknya performa Francesco Totti kemarin telah membangkitkan imajinasi saya semasa Continue reading

Buku 2014

My 2014 In Books

Tahun 2014 ini bisa dibilang tahun semangat-semangatnya saya membaca buku, hehe. Sejak selesai kuliah, membaca buku memang menjadi hal yang jarang dilakukan. (Padahal pas kuliah baca buku juga jarang-jarang haha)

Kebiasaan buruk saya itu, setiap habis membeli buku, baru membaca setengah dari buku, saya sudah mulai bosan untuk melanjutkan membaca lagi hingga habis. Biasanya di tengah jalan suka ganti baca buku yang lain.

Nah, pada tahun 2014 ini, alhamdulillah saya bisa menyelesaikan membaca 6 buku. Sebenarnya beberapa sudah start membacanya pada tahun 2013.

Keenam buku tersebut adalah:

1. Steve Jobs: Stay Hungry Stay Foolish (oleh Jay Elliot & William L. Simon)
*Versi bahasa Indonesia dari The Steve Jobs Way: iLeadership for a New Generation*

Buku ini merupakan tulisan dari Jay Elliot, mantan senior vice president Apple. Di buku ini Jay bercerita tentang perjalanan karir seorang Steven Jobs. Bagaimana Steve Job memimpin Apple dalam membangun produk yang bersifat game-changing pada masa itu seperti Apple II dan Macintosh, keluarnya beliau dari Apple, bergabungnya beliau dengan Pixar, pengembangan iPod, iPhone, iPad, dan masih banyak lainnya. Melalui buku ini kita benar-benar bisa merasakan bagaimana visi seorang Steve Jobs dalam menghasilkan sebuah produk. Continue reading

Absen Sebulan

Wew… Rasa-rasanya sejak mulai aktif ngeblog, ini kali pertama saya absen menulis blog lebih dari sebulan. Selama bulan September kemarin tak ada satu artikel pun yang saya hasilkan. 😦

Sebuah kemunduran buat saya. Padahal saya mencoba berkomitmen untuk setidaknya menulis satu artikel dalam satu minggu.

Alasan penyebabnya sangat klasik: sibuk. Kebetulan sedang ada projek di kantor yang agak memaksa saya untuk mengerjakannya hingga malam hari. Ya karena mengejar milestone, ya karena butuh akses internet cepat juga yang itu bisa saya dapatkan di kantor.

Karena pekerjaan saya lebih banyak di depan komputer, jadi begitu pulang sampai kontrakan, sudah lelah menatap layar komputer lagi :(. Jadi nggak ada semangat buat nulis blog deh haha.

Selain itu juga koneksi internet di kontrakan yang terbatas, hanya mengandalkan tethering data dari paket internet HP saya. Faktor yang terakhir ini yang sebenarnya sangat krusial. Ini sangat memengaruhi mood saya dalam menulis blog. Sebenarnya kalau ada niat bisa saja sih ngetik di notepad dulu, terus diunggah kemudian, haha.

Padahal selama 2 bulan ke belakang, Agustus-September, ada beberapa event yang ingin saya share juga, selain tentu saja menyelesaikan seri cerita trip Indochina akhir bulan Mei lalu. Sekilas saja, jadi selama bulan Agustus-September itu beberapa event yang terlewat untuk saya ceritakan adalah:

  • 17 Agustusan di Gunung Papandayan
  • Lari 17 Km di Independence Day Run 2014
  • Lari Half Marathon di Bromo Marathon 2014
  • Berburu tiket di Travel Fair Garuda Indonesia 2014

Dalam beberapa artikel selanjutnya mungkin akan saya isi dengan cerita tentang event-event tersebut. Yuk ah, semangat menulis lagi di awal bulan Oktober ini. 🙂

Belajar Bareng vs Sendirian

Walaupun sudah nggak kuliah lagi, saya masih suka belajar — masih di bidang saya, yakni Information Technology — terkait knowledge baru yang belum pernah diajarkan di kuliah atau mendalami topik yang sebelumnya sudah diajarkan namun kurang begitu mendalam. Maklum, bidang yang saya geluti ini memang termasuk yang begitu cepat perkembangannya. Selain itu juga karena tuntutan pekerjaan juga. Saya harus up to date terhadap perkembangan teknologi informasi terkini agar solusi yang kami tawarkan untuk proyek yang sedang kami kerjakan tetap relevan dan yang terbaik.

Terasa sekali bedanya dengan belajar di kuliah dan di luar kuliah. Di dalam kuliah kurikulum belajar kita sudah tersistematis, jadi kita tinggal mengikuti saja apa yang ada dalam silabus. Kita juga masih menerima materi secara langsung dari dosen. Kalau tidak mengerti, bisa berdiskusi langsung kepada sang dosen baik di dalam maupun di luar kelas. Yang paling enak tentu saja ada banyak teman yang bisa diajak belajar dan berdiskusi bareng. Ujung-ujungnya kita bisa menyerap ilmu lebih mudah dan cepat.

Salah satu momen kuliah (coba cari saya di mana :D)

Salah satu momen kuliah (coba cari saya di mana :D) *

Nah, di kehidupan pasca kuliah ini kesempatan belajar bersama itu mahal, alias hampir susah kita dapatkan. Setiap orang punya kesibukan atau interest masing-masing. Dan nggak semuanya punya waktu luang yang sama. Alhasil saya lebih banyak belajar sendiri.

Untuk menyiasatinya saya ikutan kuliah yang ditawarkan Coursera. Sayangnya saya belum pernah berhasil tamat. Paling banter sejauh ini cuma bisa mengikuti separuh kuliah. Kendalanya memang soal waktu dan akses internet sih. Materinya kan disampaikan lewat video. Sementara saya di rumah hanya mengandalkan akses internet dari HP yang kuota paket internetnya lebih banyak berlaku untuk dini hari hingga pagi hari saja.

Sejujurnya saya masih mencari terus tips untuk belajar yang efektif di Coursera ini agar bisa mengikuti sampai akhir. Sayang sekali jika Coursera ini tidak dimanfaatkan. Kuliahnya bagus-bagus. Mungkin ada yang sudah pernah berhasil tamat? Boleh dibagi dong tipsnya hehe.

Selain lewat Coursera, saya juga ikut milis-milis atau grup-grup di social media terkait topik yang menjadi interest saya, seperti OpenNLP, Big Data, dan beberapa bahasa pemrograman. Memang tidak mungkin jika kita ikuti semua pembahasan yang terjadi. Biasanya saya baca secara berkala saja dan sengaja alokasikan waktu untuk mengikuti pembahasan yang terjadi.

Yang paling susah dari belajar sendiri itu adalah menjaga motivasi dan konsistensi. Untungnya sejak sebulan yang lalu di kantor ada inisiatif untuk membuat sharing session tiap hari Jumat. Kami bergantian sharing ilmu mengenai teknologi terbaru atau topik-topik lain yang relevan dengan pekerjaan kami.

Belajar sendiri itu memang tidak mudah. Tapi sebenarnya yang paling penting adalah menjaga kemauan untuk terus belajar itu. Sering saya lihat orang menjadikan usia dan tidak adanya waktu sebagai alasan pembenaran untuk malas belajar.

*) foto diambil dari blog Pak Budi Rahardjo