Author Archives: otidh

Unknown's avatar

About otidh

Muslim | Informatician | Blogger | Interisti | Kera Ngalam | Railfan | Badminton-Football-Running-Cycling-Hiking-Traveling-Book Enthusiast

Xu Chen/Ma Jin vs Zhang Nan/Zhao Yunlei

Nonton Langsung Final Indonesia Open 2015

Tak terasa penyelenggaraan Indonesia Open tahun ini adalah kali kelima yang kuikuti berturut-turut sejak edisi tahun 2011 yang lalu. Dan sepertinya itulah sebabnya antusiasmeku untuk menonton Indonesia Open sudah tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. Akan tetapi, sebagai penggemar badminton tetap rasanya memang ada yang kurang jika sampai melewatkan turnamen BWF Super Series Premier dengan hadiah tertinggi di dunia ini.

Pada Indonesia Open Premier Super Series 2015 ini aku hanya menonton babak final saja. Itu pun hanya sempat menonton tiga pertandingan pertama saja. Setelah tiga edisi sebelumnya selalu menonton di tribun Kelas 1, kali ini aku memutuskan untuk menonton dari tribun Kelas 2.

Menonton di tribun Kelas 2 ternyata juga cukup worth kok menurutku. Aku sengaja mengambil bangku paling atas yang menghadap lurus ke lapangan. Dari tribun paling atas itu suara riuh penonton tak terdengar Continue reading

Website ASUS Store

Pengalaman Belanja Online di ASUS Store

Beberapa hari yang lalu saya membeli sebuah smartphone di ASUS Store. Bukan untuk saya sendiri sih sebenarnya. Tetapi titipan untuk keluarga yang ada di Malang sana.

Saya memilih ASUS Zenfone 5 karena harganya terbilang murah untuk spesifikasi sekelasnya. Selain itu karena teman kantor saya juga memakainya, dan dia punya pengalaman yang cukup bagus dalam penggunaannya.

Nah, saya memperoleh info dari teman saya tersebut bahwa ASUS ternyata memiliki layanan pembelian secara online melalui website resminya. Setelah saya cek dan saya bandingkan harganya dengan harga-harga di website e-commerce lainnya ternyata masih lebih murah. Terlebih, layanan mereka free ongkos kirim untuk Kota Malang. Karena itulah saya memilih membeli di ASUS Store ini. Ketentuan lebih lengkap mengenai pengiriman dapat dibaca di siniContinue reading

Whoscall on PlayStore

Mengidentifikasi Nomor Tak Dikenal dengan Whoscall

Sejak memiliki kartu kredit, sering banget saya menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal. Nawarin asuransi ini lah, nawarin program ini lah, dan lain sebagainya. Parahnya yang menelepon saya tidak hanya dari bank tempat saya mendapatkan kartu kredit, tapi juga dari bank lain. Pernah juga dapat telepon dari orang yang mengaku ingin menyerahkan hadiah voucher hotel karena saya telah memiliki kartu kredit xxxxx.

Lama-lama kesal juga berurusan dengan telepon seperti itu. Karena itu akhirnya saya sering malas juga mengangkat telepon dari nomor tak dikenal. Namun sialnya saya pernah Continue reading

Manny Pacquiao vs Floyd Mayweather Jr.

Dunia Tinju yang Kembali Hype

Baru sadar, lama banget aku nggak mendengar berita dari dunia tinju. Memang sih aku bukan penggemar olahraga tinju, jadi nggak terlalu mengikuti. Nama petinju-petinju dunia yang masih membekas pun mereka yang terakhir kali aktif — dan juga menjadi ikon dunia tinju — hingga pertengahan tahun 2000-an, seperti Lennox Lewis, Mike Tyson, Oscar De La Hoya, Naseem Hamed.

Setelah generasi mereka aku tak lagi mengenal petinju-petinju yang ikonik dan paling ditunggu-tunggu pertarungannya. Mungkin hanya Chris John saja yang masih sering kudengar setelah itu.

Dan setelah sekian lama nggak mengikuti tinju, tiba-tiba beberapa hari yang lalu dan tentu saja hingga hari ini berita tinju menjadi headline di mana-mana. Pertarungan Floyd Mayweather Jr. vs Manny Pacquiao menjadi pertarungan paling mahal sepanjang sejarah dan disebut-sebut sebagai “The fight of the century”. Pertarungan tinju pertama yang hype di era social media. 

Apakah hype di dunia tinju ini hanya sementara? Pada masa jayanya dunia tinju telah melahirkan tokoh-tokoh kharismatik yang menjadi idola banyak orang. Mereka pun juga memiliki sisi kehidupan di luar ring yang menarik diberitakan dan menginspirasi banyak orang. Siapa yang tak kenal Muhammad Ali dan Mike Tyson? Mereka yang bukan penggemar tinju pun hampir pasti pernah mendengar nama mereka.

* sumber gambar: hdwallpapersmart.com
Nepal Earthquake

Duka Cita untuk Nepal

Sedianya awal bulan Mei nanti aku bersama 3 orang temanku akan berpetualang ke Nepal. Kami berencana untuk melakukan trekking di salah satu pegunungan di sana. Namun, qadarullah, tepat 10 hari sebelum keberangkatan, yakni Sabtu kemarin (25/4), terjadi gempa bumi yang dahsyat di dekat Kathmandu, ibukota Nepal.

Tiket perjalanan ke Nepal sudah kami beli sejak setahun yang lalu. Yup, kami sengaja membeli setahun sebelumnya karena memang ketika itu AirAsia tengah mengeluarkan promo yang cukup murah ke Nepal untuk keberangkatan setahun yang akan datang. Saat ini kami tengah menunggu opsi yang diberikan AirAsia untuk refund, reschedule, atau reroute.

Akibat peristiwa gempa yang besarnya mencapai 7,8 SR ini, 1000-an orang dikabarkan telah meninggal dunia. Infrastruktur rusak parah. Jalan raya terputus.

Dharahara atau yang dikenal juga dengan Bhimsen Tower, landmark Nepal yang didirikan pada tahun 1832 dan mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai world heritage juga roboh. Bahkan, kabarnya 200 orang tengah berada di dalam menara tersebut ketika gempa terjadi. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Begitu pula di Gunung Everest dikabarkan beberapa pendaki meninggal dunia akibat tertimpa longsoran es yang diakibatkan oleh gempa.

Longsoran es di Everest Base Camp [embedded from AlJazeera]

Longsoran es di Everest Base Camp [embedded from AlJazeera]

Saat ini aku hanya bisa berdo’a untuk penduduk Nepal agar diberikan kekuatan untuk melewati musibah ini. Semoga Nepal sesegera mungkin kembali pulih.

Sungai Melaka

Membolang ke Melaka (Bag. 2-Tamat): 3 Jam di Melaka

Di Stadthuys inilah petualanganku menyusuri kawasan heritage Melaka dengan berjalan kaki dimulai. Setelah foto-foto sejenak di Stadthuys, aku menyeberang jalan. Di seberang terdapat kincir angin yang mirip banget dengan yang biasa ada di Belanda. Namun yang ini sepertinya cuma replika aja sih.

Kincir Angin

Kincir Angin

Di sini sesaat aku bingung mau melangkah ke mana lagi. Ada perempatan di hadapan. Mau belok kanan, kiri, atau lurus. Banyak turis lain yang berjalan kaki ke tiga arah itu.

Sayangnya aku tidak bisa menggunakan smartphone yang kupunya karena tak ada koneksi internet untuk melihat maps atau browsing. Namun, beruntung di seberang Stadthuys tampak sebuah Continue reading

Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Bus di TBS

Membolang ke Melaka (Bag. 1): Perjalanan ke Melaka

Menyambung tulisan sebelumnya, jadi keesokan harinya (Minggu, 5/4) aku memutuskan untuk jalan-jalan ke Melaka. Cerita perjalanan ke Melaka ini aku bagi ke dalam dua artikel karena terlalu panjang.

Pada hari Minggu itu, dengan waktu yang terbatas yang kupunya, aku sempat bimbang apakah lebih baik memilih nonton final Malaysia Open 2015 saja ketimbang harus berpergian ke Melaka yang berjarak 2 jam perjalanan dari Kuala Lumpur. Selain itu, aku merasa belum lengkap info yang kudapatkan mengenai lokasi-lokasi yang must visit di Melaka dan bagaimana menentukan perjalanan pulang dari Melaka agar bisa mengejar jadwal pesawat pulang pukul 21.45 dari KLIA.

Untuk akses informasi, aku hanya mengandalkan akses internet dari WiFi hostel. Karena itu, waktu Minggu pagi itu aku manfaatkan untuk browsing-browsing memantapkan informasi yang kubutuhkan. Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 9. Untungnya aku sudah mandi dan packing pagi itu. Aku pun langsung bergegas check out.

Naik Bus dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS)

Dari hostel yang berlokasi di sebelah Pasar Seni, aku berjalan kaki menuju stasiun LRT Masjid Jamek. Jaraknya cuma 500 meter saja. Dari Masjid Jamek aku naik LRT ke Stasiun Bandar Tasik Selatan. Tiba di Stasiun Bandar Tasik Selatan, aku Continue reading