Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Bus di TBS

Membolang ke Melaka (Bag. 1): Perjalanan ke Melaka

Menyambung tulisan sebelumnya, jadi keesokan harinya (Minggu, 5/4) aku memutuskan untuk jalan-jalan ke Melaka. Cerita perjalanan ke Melaka ini aku bagi ke dalam dua artikel karena terlalu panjang.

Pada hari Minggu itu, dengan waktu yang terbatas yang kupunya, aku sempat bimbang apakah lebih baik memilih nonton final Malaysia Open 2015 saja ketimbang harus berpergian ke Melaka yang berjarak 2 jam perjalanan dari Kuala Lumpur. Selain itu, aku merasa belum lengkap info yang kudapatkan mengenai lokasi-lokasi yang must visit di Melaka dan bagaimana menentukan perjalanan pulang dari Melaka agar bisa mengejar jadwal pesawat pulang pukul 21.45 dari KLIA.

Untuk akses informasi, aku hanya mengandalkan akses internet dari WiFi hostel. Karena itu, waktu Minggu pagi itu aku manfaatkan untuk browsing-browsing memantapkan informasi yang kubutuhkan. Tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul 9. Untungnya aku sudah mandi dan packing pagi itu. Aku pun langsung bergegas check out.

Naik Bus dari Terminal Bersepadu Selatan (TBS)

Dari hostel yang berlokasi di sebelah Pasar Seni, aku berjalan kaki menuju stasiun LRT Masjid Jamek. Jaraknya cuma 500 meter saja. Dari Masjid Jamek aku naik LRT ke Stasiun Bandar Tasik Selatan. Tiba di Stasiun Bandar Tasik Selatan, aku berjalan kaki menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Antara stasiun dan terminal ini dihubungkan oleh sebuah jembatan.

Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Bus di TBS

Jadwal Keberangkatan dan Kedatangan Bus di TBS

Dari arah stasiun, begitu masuk terminal, kita akan langsung mendapati main hall terminal tempat di mana loket-loket penjualan tiket bus berada. Tak ada calo seorang pun. Kalau terminal di Indonesia, kita sudah biasa didatangi oleh orang yang menanyakan tujuan kita dan mengarahkan kita naik bus yang mana. Di sini tak ada model begituan. Semua penjualan tiket bus berbagai tujuan dilayani di loket-loket tersebut.

Aku pun langsung berjalan menuju salah satu loket yang antriannya tidak ramai. Saat itu aku melihat ada bus “Delima” tujuan Melaka yang berangkat pukul 10.15. Sayangnya saat tiba di antrian terdepan waktu tinggal menyisakan 1-2 menit saja dan oleh petugas loket dikasih tahu jadwal perjalanan ke Melaka berikutnya yang terdekat adalah pukul 10.30 dengan bus “Melor Interline”. Wah, banyak juga ternyata jadwal bus ke Melaka. Aku pun membeli tiket bus tersebut seharga 10 Ringgit.

Setelah tiket berada di tangan, aku pun langsung berjalan menuju gate tempat keberangkatan. Manajemen keberangkatan bus-bus di TBS ini sangat rapi, terasa seperti mau naik pesawat. Untuk menuju ruang tunggu keberangkatan kita harus menunjukkan tiket kepada petugas. Setelah itu, kita berjalan menuju ruang tunggu sesuai dengan gate keberangkatan yang tertera di tiket. Apabila bus sudah siap di depan gate, akan ada petugas yang memeriksa kembali tiket kita sebelum kita naik.

Bus Melor Interline tiba di depan gate

Bus Melor Interline tiba di depan gate

Saat itu hanya ada 5 penumpang yang naik bus ini termasuk aku. Wew… sepi sekali. Perjalanan Kuala Lumpur-Melaka ini ditempuh dalam waktu hampir 2 jam.

Ke Stadthuys

Bus tiba di Terminal Melaka Sentral sekitar pukul 12.30. Setelah itu aku mencari lokasi di mana bus dalam kota Melaka berada. Mulanya aku sempat bingung kok nggak ada petunjuk ke arah terminal bus kota. Yang ada cuma petunjuk ke terminal “domestik” dan “antar bangsa”.

Aku sempat mengira terminal domestik itu maksudnya bus yang ke kota-kota lain di dalam Malaysia. Sedangkan bus “antar bangsa” itu ke negara tetangga, Singapura dan Thailand. Tapi kok rasanya berlebihan kalau bus ke negara tetangga sampai dibuat terminal terpisah, secara orang yang bepergian ke sana dari Melaka kayaknya nggak bakal ramai juga. Aku baru ingat Malaysia itu sistemnya terdiri atas negara-negara bagian. Jangan-jangan yang dimaksud “domestik” itu adalah rute dalam negara bagian.

Aku pun melangkah ke terminal domestik. Betul tebakanku. Di sana terparkir bus-bus berwarna merah dengan tulisan “Panorama Melaka” dan nomor yang menunjukkan trayek masing-masing.

Tempat tujuan wisata di Melaka ini berada di daerah Stadthuys (bahasa Belanda) atau city hall dalam bahasa Inggris. Untuk mencapai ke sana kita bisa menaiki bus Panorama no. 17. Gampang sekali menemukan bus ini. Pokoknya cari saja bus yang paling ramai oleh penumpang yang naik hehe.

Di depan bus terpampang tulisan jurusan “Ujong Pasir”. Ada juga tulisan “City Hall” di depannya. Oh ya, saat naik bus ini di terminal, aku tidak langsung membayar. Tapi ada kondektur yang berkeliling untuk menarik ongkos penumpang. Bilang saja mau ke City Hall atau Stadthuys. Ongkos ke Stadthuys ini adalah 1,5 Ringgit. Perjalanan ke sana kurang lebih ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit.

Ancer-ancer bus sudah dekat dengan tujuan kita di Stadthuys adalah bus mulai melewati kawasan bangunan dengan arsitektur kolonial tempo dulu, yang warnanya didominasi merah.

Insya Allah nggak perlu khawatir kebablasan juga sih. Di Stadthuys ini banyak sekali penumpang bus yang turun. Yang naik dari sini pun juga banyak.

Christ Church Melaka

Christ Church Melaka

Begitu kita turun dari bus, akan tampak bangunan city hall a.k.a Stadthuys berwarna merah dengan arsitektur khas kolonial. Di sebelahnya terdapat Christ Church, sebuah gereja yang juga berwarna dinding merah. Di depannya terdapat taman bunga yang berwarna-warni. (bersambung)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s