Author Archives: otidh

Unknown's avatar

About otidh

Muslim | Informatician | Blogger | Interisti | Kera Ngalam | Railfan | Badminton-Football-Running-Cycling-Hiking-Traveling-Book Enthusiast

Membeli Sambal Bu Rudy

Libur long weekend Imlek kemarin saya pulang ke Malang via Surabaya. Saya terpaksa harus ke Surabaya dulu karena memang sudah kehabisan tiket kereta api ke Malang. Yang tersisa ketika itu tinggal KA Mutiara Selatan ke Surabaya saja.

Kereta api yang saya tumpangi tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pukul 5.45 pagi. Sebelum melanjutkan perjalanan kembali, tiba-tiba saya kepikiran ingin beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Yang terdekat dari stasiun setahu saya ada Depot Sambal Bu Rudy.

Saya baru sekali ke sana. Itu pun 2 tahun yang lalu. Kebetulan kangen juga ingin mencoba sambalnya lagi.

Sempat nggak yakin juga sih apakah pagi-pagi jam segitu sudah buka. Googling-googling akhirnya nemu blog ini yang menyebutkan jam buka Depot Sambal Bu Rudy yang terletak di Jl. Dharmahusada 140. Ternyata bukanya jam 6.30. Wah Continue reading

Mengikuti Program WordAds

Jika ada di antara Anda yang mengamati blog saya ini (eh, emang ada ya? haha), pasti akan notice (bahasa Indonesianya yang pas apa ya?) dalam 3 bulan terakhir ini ada sesuatu yang berbeda di bagian header, kolom kanan, dan bagian bawah halaman setiap artikel. Yup betul… banner iklan.

Jadi ceritanya pada akhir tahun 2013 dulu ada kenalan saya yang meminta dipasangkan Google AdSense di websitenya. Sebelumnya, dia bertanya berapa biasanya revenue yang diperoleh dari Google AdSense. Karena saya tidak pernah mencobanya, tentu saja saya tidak bisa menjawabnya.

Saat itu pun saya jadi penasaran dan kepikiran untuk kenapa nggak ikut mencoba memasang Google AdSense di blog saya ini. Namun ternyata WordPress.com tidak mengizinkan platform iklan pihak ketiga seperti Google AdSense, OpenX, Lijit, dan lain sebagainya, dipasang di blog yang berada di bawah mereka. Kecuali WordPress di hostingan sendiri.

Saat itulah saya baru tahu ternyata WordPress memiliki platform iklan sendiri bernama WordAds. Saya pun mencoba mencari tahu mengenai WordAds ini dari Continue reading

Mengurus Refund Tiket Lion Air di Tiket.com

Saya ingin berbagi pengalaman saya mengurus refund pembatalan tiket pesawat Lion Air di Tiket.com pada bulan Oktober 2015 yang lalu. Mengenai ketentuan dan prosedur pengurusan pembatalan tiket Lion Air ini sebenarnya sudah tertera cukup jelas di halaman website Tiket.com ini. Perlu dicatat bahwa ketentuan pembatalan tiket ini mungkin berbeda pada setiap maskapai.

Ketentuan pembatalan tiket Lion Air di Tiket.com

Ketentuan pembatalan tiket Lion Air di Tiket.com

Nah, langkah-langkah yang saya lakukan memang kurang lebih seperti yang tertera di atas. Awalnya saya menelepon CS (Customer Service) Tiket.com. Saya memberitahukan kepada CS tersebut bahwa saya ingin melakukan pembatalan tiket penerbangan Lion Air saya. Ketika itu saya menelepon pada H-4 keberangkatan.

Kemudian saya diminta untuk menyebutkan order ID tiket yang hendak dibatalkan. Karena saya membeli tiket pergi dan pulang dalam transaksi yang berbeda, maka Continue reading

Mencoba Google Cardboard

Sebelumnya, bagi yang belum pernah mendengar apa itu Google Cardboard, bisa cek artikel di Wikipedia ini atau di website Google ini. Penjelasan singkatnya, Google Cardboard ini adalah media untuk menonton dan merasakan aplikasi Virtual Reality (VR) atau Augmented Reality (AR) yang dijalankan pada smartphone Android.

Jadi beberapa waktu yang lalu saya membeli Google Cardboard ini di salah satu situs e-commerce. Kebetulan sedang ada diskon yang lumayan lah ketika itu. Alasan membeli Google Cardboard ini karena penasaran sih sebenarnya. Google Cardboard ini sendiri sebenarnya sudah populer setahun belakangan ini lah, atau bahkan lebih.

Ini dia penampakan packaging Google Cardboard Continue reading

Wasted Talent

“I only just realised over the last few years that the problem was not the Coach, it was me. When I worked with a rigid tactician, I’d rebel. When I had a soft Coach, I’d take a nap. The truth is it wasn’t the fault of the Coach if I didn’t give my best. I realised it too late.”
– Antonio Cassano (quoted from Football-Italia.net)

Sebenarnya sangat jarang sekali saya membahas perihal pemain sepak bola di blog saya ini. Tapi beberapa hari yang lalu saya sempat membaca artikel hasil wawancara Antonio Cassano di sebuah artikel di Football-Italia.net. Bagi saya ada hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dari wawancara tersebut sehingga menarik untuk saya share di blog ini.

Salah satunya adalah quote di atas, berisi tentang pengakuan Antonio Cassano bahwa dia sendirilah yang sebenarnya menghancurkan karir sepak bolanya. Untuk rekaman video wawancaranya bisa dilihat di sini, tapi tentu saja dalam bahasa Italia dan tidak ada subtitle, hehe.

“For the last 10 years people have said I was a wasted talent.”

Siapa yang tak kenal Antonio Cassano? Malang melintang bermain di klub-klub besar seperti AS Roma, Real Madrid, Inter Milan, dan AC Milan. Sejak masa mudanya bermain di klub kecil Bari, orang-orang menyebutnya sebagai wonderkid, pemain muda dengan skill cemerlang yang berpotensi menjadi pemain bintang di kemudian hari. Sebagai penggemar Liga Serie A Italia, dia termasuk salah satu pemain yang saya kagumi sewaktu kecil karena Continue reading

Never Stop Learning

Berkecimpung di dalam dunia Teknologi Informasi (TI), di mana teknologi dengan cepatnya berkembang termasuk bermunculannya teknologi baru, saya menyadari betul bahwa kami-kami ini — para pelaku di dunia TI — dituntut untuk terus meng-upgrade pengetahuan dan skill kami mengenai perkembangan teknologi terkini. Jika tidak, tentu saja akan terlibas dalam persaingan yang semakin ketat.

“Unless you do something beyond what you’ve already mastered, you will never grow.”
– Ronald E. Osborne

Sebenarnya selama ini pun saya sudah meluangkan waktu untuk membaca-baca blog atau dokumentasi tentang IT dan mengikuti kuliah online di Coursera (walaupun banyak bolongnya :D). Sebagai bagian dari memotivasi diri agar bisa lebih rajin belajar lagi, saya merasa perlu membuat target terukur. Yaitu, dengan mendokumentasikan hal-hal baru yang sudah saya pelajari itu ke dalam sebuah tulisan. Seperti kata Ali bin Abi Thalib RA. :

“Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.”
– Ali bin Abi Thalib RA.

Yup, dengan mendokumentasikannya harapannya tentu akan lebih menancap di memori saya dan akan memaksa saya untuk lebih memahami hal-hal yang akan saya tulis. Tulisan-tulisan teknikal ini nantinya akan saya coba taruh di blog terpisah (masih belum dibuat blognya :D). Untuk setahun pertama ini targetnya tidak muluk-muluk. Harapannya dalam 2 minggu bisa bikin 1 artikel lah, atau 1 bulan 2 artikel. Well, bisa dibilang ini resolusi tahun 2016 lah. 🙂

View Sabana 1 dan Gunung Merapi di kejauhan

Catatan Pendakian Gunung Merbabu (Hari 2-Tamat)

Jumat, 1 Januari 2016

Pukul setengah 5 pagi saya terbangun dari tidur. Setelah kesadaran benar-benar terkumpul, saya keluar dari tenda untuk melaksanakan sholat shubuh. Temperatur di Pos 3 Merbabu ini ternyata tak sedingin seperti yang saya rasakan di Surya Kencana, Gunung Gede, pada pendakian sebulan sebelumnya. Cuaca di sini pun juga sangat bersahabat, tidak berangin dan tidak berkabut.

Seusai sholat subuh, saya menyalakan kompor sembari menunggu yang lain terbangun. Mbak Meli, mas Teguh, dan mas Jamal menyusul keluar dari tenda mereka masing-masing. Saya memasak air hangat untuk menyeduh kopi.

Sementara itu di ufuk timur, matahari berangsur-angsur mulai naik melewati horizon. Langit di sekitarnya berubah menjadi berwarna kuning keemasan.

Naik ke Puncak

Pukul setengah 6 saya, Listi, dan mas Jamal bersiap-siap untuk naik ke puncak. Kami menyiapkan makanan dan minuman pada tas kecil kami untuk bekal di jalan. Tepat pukul 5.45 kami memulai perjalanan menuju puncak Merbabu.

Ketika tengah mendaki bukit menuju Sabana 1, saya membalikkan badan dan melihat ke arah Pos 3. Masya Allah… Continue reading