Category Archives: Events

Suasana menjelang start

Trail Run di Goat Run Series 2018 – Gunung Guntur (Bag. 1)

Awal bulan April ini (8/4) saya mengikuti event lari lintas alam (trail run) Goat Run yang diselenggarakan di Gunung Guntur, Kabupaten Garut. Ini pertama kalinya saya mengikuti sebuah event lari yang diadakan di sebuah gunung.

Goat Run sendiri adalah sebuah seri event lari yang setiap tahunnya terdapat 3 perlombaan. Gunung Guntur ini adalah event pertama dari Goat Run Series pada tahun ini. Berikutnya event akan diadakan di Gunung Slamet (Juli) dan Gunung Lawu (Oktober).

Ada 2 kategori yang diselenggarakan pada setiap event. Yakni, 20 km dan 35 km. Pada penyelenggaraan di Gunung Guntur ini saya memilih untuk mengikuti kategori 20 km.

Race Pack Collection di Favehotel Cimanuk

Sabtu sore (7/4) saya berangkat menuju Garut dengan mengendarai sepeda motor dari Bandung. Sampai di Garut tepat saat masuk waktu maghrib. Saya singgah di Masjid Agung Tarogong untuk melaksanakan sholat maghrib.

Kebetulan ketika itu Garut tengah dirundung hujan deras. Karena itu usai sholat saya memutuskan untuk tetap bertahan di dalam masjid sembari menunggu hujan reda.

Setelah hujan reda, saya melanjutkan perjalanan menuju Favehotel Cimanuk, tempat mengambil race pack, yang tinggal berjarak 2 km saja. Proses pengambilan race pack berjalan sangat smooth. Semua persyaratan yang diminta, seperti surat keterangan sehat dan surat waiver, sudah saya siapkan sejak di Bandung.

Menginap di Villa D’Roemah Hampor

Usai mengambil race pack, saya pergi menuju Villa D’Roemah Hampor, penginapan yang sudah saya pesan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Lokasinya cukup dekat baik dari Favehotel maupun Kantor Bupati Garut, tempat start dan finish perlombaan.

Di penginapan tersebut hanya ada 4 kamar. Di sana saya berjumpa dengan ketiga penghuni kamar lain yang ternyata juga sesama peserta Goat Run. Mereka tengah mengobrol-ngobrol di meja makan penginapan. Saya pun ikut nimbrung mengobrol-ngobrol dengan mereka sampai jam 9 malam.

Menariknya, mereka ternyata sesama alumni almamater dengan saya juga. Ada alumni Tambang ’88, Teknik Fisika ’09, dan ada alumni Mesin ’08. Sebuah kebetulan yang tak disangka-sangka.

Foto bareng di penginapan sebelum berangkat lari

Foto bareng di penginapan sebelum berangkat lari

Mengenai penginapannya sendiri, menurut saya cukup recommended, terutama dari segi desain interiornya yang kental dengan nuansa tradisional Jawa. Furnitur yang digunakan pun dominan terbuat dari kayu. Banyak juga perabotan dengan desain antik yang menghiasi ruangan.

Meja makan tempat mengobrol di Villa D'Roemah Hampor

Meja makan tempat mengobrol di Villa D’Roemah Hampor

Hari H

Keesokan harinya, Ahad (8/4), kami pergi menuju Kantor Bupati Garut, tempat dibukanya event, dengan berboncengan sepeda motor. Kebetulan selain saya, ada satu orang lagi yang datang dari Bandung juga dengan mengendarai sepeda motor.

Ketika itu masih ada banyak waktu yang kami miliki sampai start dilakukan. Kami memanfaatkannya untuk melakukan pemanasan.

Para pelari menjelang start

Para pelari menjelang start

Sekitar setengah jam menjelang start, MC memberikan arahan agar semua peserta berkumpul di belakang garis start. Ada beberapa acara pembuka yang diadakan panitia sebelum lari dimulai, antara lain ada atraksi kambing jantan yang besar (entah apa namanya), kemudian ada acara deklarasi anti-hoax yang dipandu oleh pihak kepolisian setempat, dan disambung dengan sambutan-sambutan dari pihak yang terlibat dalam event ini. (bersambung)

Trail Run di LDB International 2018

Tiga hari setelah naik Gunung Angsi, saya diajak Ab untuk mengikuti event trail run bertajuk LDB International 2018 – Trail Run & MTB. Event tersebut diselenggarakan oleh Felda (Federal Land Development Authority) di Lurah Bilut, Bentong, Pahang. Sesuai namanya, event ini tidak hanya memperlombakan trail run saja, tetapi juga MTB.

Ini untuk pertama kalinya saya pergi ke Negara Bagian Pahang. Perjalanan ke sana ditempuh selama kurang lebih 2 jam dari Kuala Lumpur. Di Lurah Bilut inilah saya melihat gambaran pedesaan di Malaysia, yang selama ini dengan Kuala Lumpurnya, lebih dikenal dengan banyaknya gedung bertingkat.

Pada event ini, peserta MTB mendapatkan privilege untuk mulai jalan terlebih dahulu, yakni pukul 8 pagi, dan menempuh jarak 30 km. 15 Menit kemudian peserta trail run menyusul dengan menempuh rute lebih pendek, yakni 12 km.

 

Walaupun namanya trail run, kalau dihitung secara kasar, mungkin proporsinya 50% lari di jalan beraspal dan 50% lainnya baru lari di trail, tepatnya di kawasan ladang kelapa sawit yang dikelola oleh Felda. 

Meskipun demikian, rute yang dilalui cukup berat bagi saya.Apalagi saya sudah lama tidak rutin berlari. Cukup banyak tanjakan dan turunan sepanjang rute ini. Selain itu, tak jarang rute melewati tanah berlumpur dan tergenang air sehingga harus melaluinya secara pelan-pelan.

Saya sendiri akhirnya finish di urutan 116 dari 300-an peserta. Jarak yang hampir 12 km tersebut saya tempuh dalam masa kurang lebih 1 jam 20 menit.

Medali Trail Run LDB International 2018

Medali Trail Run LDB International 2018

Dari segi penyelenggaraan event, saya cukup puas sih. Dengan biaya pendaftaran RM50, dapat goodie bag dan kaos yang bahannya juga ok banget menurut saya. Persediaan air minum selama berlangsungnya event juga mencukupi. Usai lari pun peserta juga mendapatkan menu makanan berat. Worth the price lah.

Medali Finisher PBIM 2017

Lari Full Marathon Lagi di PBIM 2017

Akhir November kemarin (26/11) untuk keempat kalinya berturut-turut saya berpartisipasi dalam event lari tahunan Penang Bridge International Marathon (PBIM). Kali ini saya mengikuti kategori full marathon. Ini kali kedua saya mengikuti kategori tersebut setelah pertama kali ikutan 2 tahun yang lalu.

baca jugaKali Pertama Ikutan Full Marathon

Terbilang cukup nekat sih sebenarnya. Pasalnya tahun 2017 ini saya sudah jarang sekali lari. Event PBIM 2017 ini adalah event lari pertama tahun ini yang saya ikuti. Saya ikut karena diajak teman saya yang tengah semangat untuk ikutan lari marathon pertama kalinya.

Tapi saya bukannya tanpa persiapan sama sekali. Selepas lebaran saya mulai membiasakan lagi lari jarak jauh. Bertahap mulai dari 5 km. Bertambah terus sampai seminggu menjelang hari H saya melahap jarak 17 km. Sebuah persiapan yang agak mengkhawatirkan juga sebenarnya. Apalagi itu saya lakukan dengan tidak rutin, bahkan sempat bolong nggak lari sama sekali dalam 3 minggu.

Pada hari H-1 atau bertepatan dengan hari keberangkatan saya dan teman saya ke Penang tanpa disangka ada satu masalah menghampiri. Jadwal Continue reading

Kuliah Umum Dr. Zakir Naik di Bekasi

Alhamdulillah Sabtu malam yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk hadir langsung mendengarkan kuliah umum Dr. Zakir Naik di Bekasi, tepatnya di Stadion Patriot Chandrabaga. Ramai juga peserta yang datang pada acara itu. Ramai banget malah. Bahkan jauh melebihi jumlah tiket yang sudah ditetapkan.

Menurut salah satu media berita yang saya baca sebelum acara, tiket yang sudah dilepas tercatat sejumlah 46.000 orang, dengan 4.000 di antaranya adalah tamu undangan VIP. Namun, setelah acara saya membaca postingan salah seorang tokoh panitia di Facebook yang mengabarkan jumlahnya jauh lebih banyak dari itu, lebih dari 50.000 orang karena masih ada ribuan (bahkan puluhan ribu) orang yang terpaksa menonton di luar stadion.

Fariq Naik, putra Dr. Zakir Naik, mengawali kuliah umum dengan tema “Misconception About Islam”. Setelah itu break sholat Isya’ dan dilanjutkan Continue reading

Datang ke The Straight Path Convention 2017

Alhamdulillah 2 pekan lalu saya berkesempatan untuk hadir mengikuti event The Staight Path Convention yang digelar di Matrade Exhibition & Convention Center, Kuala Lumpur. Saya mengetahui event ini dari halaman Facebook Mufti Ismail Menk sekitar sebulan sebelumnya.

Saya tertarik untuk datang terus terang karena ingin mendengarkan secara langsung ceramah dari Mufti Menk. Selama ini saya hanya mengikuti beliau via sosial media dan YouTube saja.

Saya pun langsung mengajak seorang teman untuk mendaftar event ini. Alhamdulillah gayung bersambut. Setelah mendaftar event ini, kami segera membeli tiket penerbangan pulang pergi sekalian jauh-jauh hari, mengingat tanggal event tersebut bertepatan dengan long weekend di Indonesia.

Matrade

Matrade, tempat dilangsungkannya The Straight Path Convention 2017

Satu pekan menjelang hari H, qadarullah, teman saya mengabari bahwa dia terpaksa tidak jadi ikut karena ia baru saja diterima untuk menjadi volunteer dalam suatu program wildlife sanctuary di hutan Sumatra. Sebuah kesempatan yang menurut saya juga sayang jika dia lewatkan. Akhirnya saya pun berangkat sendiri.  

Insya Allah ini kali pertama saya mengikuti konferensi Islam internasional seperti ini. Dengan skala event yang besar pula. Juga  Continue reading

Lari Half Marathon di PBIM 2016

Hari Minggu kemarin untuk ketiga kalinya berturut-turut saya mengikuti event lari Penang Bridge International Marathon (PBIM). Pada tahun sebelumnya saya mengikuti kategori full marathon. Namun kali ini saya hanya mengikuti kategori half marathon.

baca juga: Kali Pertama Ikutan Full Marathon

Sebenarnya keikutsertaan tahun ini bisa dibilang tidak direncanakan. Saya baru mendaftar tepat pada 31 Agustus lalu gara-gara diajak teman. Ceritanya dia lagi menggandrungi olahraga lari, dan ingin sekali mencoba mengikuti event lari. Saya pun merekomendasikan PBIM ini karena dari event-event lari yang pernah saya ikuti sejauh ini, PBIM adalah yang terbaik menurut saya dari segi harga, fasilitas, dan akomodasi.

Pendaftaran PBIM 2016 sendiri sudah dibuka sejak 1 Maret 2016 untuk early bird. Early bird berlangsung hanya 2 hari saja karena ternyata kuota early bird yang disediakan sudah langsung terpenuhi. Saat kami mendaftar 31 Agustus, pendaftaran sudah memasuki stage III  (atau total sudah tahapan ke-4). Pas banget itu adalah hari terakhir pendaftaran dari seluruh stage. Hanya kategori half marathon dan 10K saja yang tersisa kuotanya.

Untuk half marathon, dari biaya early bird sebesar MYR60 (IDR186.000), sudah naik hingga MYR90 (IDR279.000) saat stage III itu. Untungnya biaya segitu pun ternyata masih jauh lebih murah daripada event lari di Indonesia, seperti Continue reading

Indihome Run

Ikut Event Lari Lagi

Setelah terakhir mengikuti Penang Bridge International Marathon (PBIM) 2015 tahun lalu, sekitar 2 minggu yang lalu saya akhirnya mengikuti event lari lagi. Wow, tak terasa hampir setahun absen ternyata.

Jika event tahun lalu saya ikut lari kategori 42 km, kini saya hanya ikut kategori 10 km. Mulai dari nol lagi.

baca jugaKali Pertama Ikutan Full Marathon

Event lari yang baru saja saya ikuti itu adalah Indihome Run. Dari namanya sudah ketahuan lah ya siapa yang mengadakan, hehehe.

Kebetulan event tersebut diadakan di Bandung. Jarang-jarang ada event lari, apalagi dengan rute 10 km, di Bandung.

Tantangan mengadakan event lari di Bandung adalah menyediakan jalan yang benar-benar steril dari kendaraan. Amat susah karena tidak cukup tersedia ruas jalan alternatif untuk kendaraan seandainya beberapa ruas jalan ditutup untuk event lari.

Karena itu sejak awal saya memang tidak menaruh ekspektasi tinggi terhadap event ini. Saya hanya ingin menikmati kembali lari di sebuah event perlombaan. Dan tentunya menjadi terpacu untuk tetap rutin melakukan olahraga lari.

Terkait penyelenggaraan event Indihome Run itu sendiri ada banyak kekurangan yang saya rasakan.

Jalan yang tidak steril tadi adalah salah satunya. Dan terkait hal tersebut saya sudah maklum. Kekurangan lainnya adalah jumlah medalinya yang (sepertinya) kurang.

Don’t get me wrong. Saya bukannya ikut lari demi mengincar medali. Ada seorang teman yang saya ajak ikut event lari, dan itu adalah yang pertama bagi dia. Sebuah medali mungkin akan memberikan kesan yang menyenangkan bagi dia.

Catatan waktunya cukup bagus sebenarnya. Ada di kisaran 1 jam lebih sedikit. Sayangnya ia tidak mendapatkan medali. Syukurnya, meskipun dia kecewa, dia masih semangat untuk ikutan event-event lari berikutnya.

Untuk saya sendiri, saya belum tahu akan ikut event lari apa berikutnya. Yang pasti saya skip event PBIM tahun ini. Demikian pula Bromo Marathon. Event lari yang lain tahun ini juga kebanyakan sudah mulai menutup pendaftarannya. Kalaupun masih buka, harga tiketnya sudah tinggi. Hmmm… kayaknya bakal menunggu tahun depan saja. 😀