Category Archives: Curhat

Untung Ada Paspor Lama

Masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya tentang perpanjangan paspor, beruntung sekali ketika itu saya meminta paspor lama saya kembali. Keberadaan paspor lama ini ternyata sangat menolong saya di perjalanan ke luar negeri saya yang pertama dengan paspor baru.

Jadi ceritanya bulan lalu saya hendak pergi ke Malaysia dengan paspor baru. Seperti biasa sebelum terbang, saya datang ke konter check-in. Petugas AirAsia mengecek paspor saya dan tujuan saya. Setelah itu dia terlihat ragu untuk meng-issue boarding pass saya.

Petugas AirAsia: “Berapa lama di Malaysia?”
Saya: “Seminggu mbak.”
Petugas AirAsia: “Ada tiket pulang nggak?”
Saya: “Wah, belum beli mbak.”
Petugas AirAsia: “Saya nggak bisa issue boarding pass kalau nggak ada tiket pulang.”
Saya: (Dalam hati saya bergumam biasanya tanpa nunjukkin tiket pulang juga nggak apa-apa. Kayaknya saya tahu nih penyebab keraguan mbaknya.)
Saya: “Ini bukan pertama kali saya ke luar negeri kok mbak. Ini paspor lama saya (sambil menunjukkan paspor lama saya).”
Petugas AirAsia: (Membuka-buka paspor lama saya, dan Continue reading

Berganti-Ganti Kereta

Pada musim arus balik lebaran kali ini saya (sempat) tidak kebagian tiket kereta api. Mulanya terpikir untuk naik bus malam saja dari Malang ke Bandung. Namun melihat berita mengenai kemacetan parah di Brexit (Brebes Exit), jadi berpikir seribu kali untuk naik bus. Tapi saya bahkan tak perlu sampai berpikir dua kali untuk naik bus. Karena saat mengecek ketersediaan tiket beberapa PO bus, ternyata sudah pada sold out.

Sementara itu tiket pesawat saya cek juga sudah mencapai minimum 1,3 juta. Akhirnya pilihan terbaik memang tetap kereta api. Sebenarnya pada tahun-tahun sebelumnya saya pun juga beberapa kali kehabisan tiket kereta api dari kampung saya ke Bandung. Tapi selalu saja dapat tiket sisa hasil pembatalan tiket orang lain.

Namun kali ini saya tidak beruntung seperti tahun-tahun sebelumnya. Saya dapat tiket sisa, tapi dari Jogja. Lumayanlah. Tinggal mikir gimana cara sampai Jogjanya.

Dari Malang ada Continue reading

Sakit Saat Puasa

Sejak beberapa hari yang lalu kondisi fisik kurang bersahabat. Awalnya mengalami radang tenggorokan dan bersin-bersin. Setelah 2 hari berlalu, alhamdulillah radang tenggorokan menghilang sejak terapi minum air jeruk.

Namun, datang sakit berikutnya. Pilek, batuk, dan badan meriang. Mandi sampai menggigil. Karena itu, hari Minggu kemarin saya terpaksa bed rest untuk memulihkan kondisi. Alhamdulillah meriang menghilang. Namun, pilek dan batuk masih menghinggapi hingga kini.

Dan terakhir gigi terasa ngilu. Padahal gigi dalam keadaan baik-baik saja. Sempat bingung juga. Nah ini yang kemudian memancing rasa penasaran saya apakah ngilunya ada hubungannya dengan sakit yang saya alami. Googling, googling, googling, baru tahu ternyata itu gejala sinusitisLumayan pengetahuan baru, haha.

Saya kutip dari artikel iniSinus adalah rongga pada bagian dalam tulang pipi dan di atas tulang rahang atas (maxilla) yang berhubungan dengan rongga hidung (nasal cavity). Pada kondisi normal, sinus ini terisi oleh udara. Pada saat kita mengalami influenza, allergi oleh serbuk bunga, atau iritasi bahan-bahan kimia, maka sinus ini akan terisi oleh lendir (mucus). Upaya mengeluarkan lendir melalui hidung tak selalu berhasil, sehingga lendir yang menumpuk di situ menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Kondisi inilah yang dinamakan dengan sinusitis.

Pas banget sakit ini terjadi pas momennya pas lagi bulan puasa. Nafsu makan menjadi berkurang. Tapi alhamdulillah sejauh ini sakit ini tidak sampai membuat saya tidak berpuasa.

Dalam kondisi seperti ini, tentu menjadi diingatkan kembali begitu berharganya nikmat sehat. Mau ngapa-ngapain ada pilek dan batuk yang menjadi penghambat dalam beraktivitas. Sangat mengganggu, tapi tetap harus disyukuri, masih diberikan kekuatan untuk beraktivitas. Alhamdulillah.

Pilah-Pilih Siaran Sepak Bola

Kebetulan lagi momennya Euro 2016 dan Copa America Centenario. Hampir tiap hari selama bulan puasa ini selalu ada siaran sepak bola. Terutama saat babak grup.

Namun, tak seperti dulu ketika masih jaman sekolah atau kuliah, saya bisa mengikuti turnamen dengan menonton beberapa pertandingan. Untuk Copa America Centenario, saya tak menonton satu pertandingan pun. Berita yang saya baca tentang Copa America Centenario ini hanya ketika Brazil gagal lolos babak grup karena kalah oleh gol tangan Tuhan Peru dan Lionel Messi yang 3 kali berturut-turut gagal membawa Argentina juara setelah kalah tragis di final.

Sedangkan Euro 2016, saya baru menonton 3 pertandingan Italia di babak grup saja. Sejak kecil saya memang selalu mendukung Italia di setiap event internasional apapun. Maklum anak generasi 1990-an, mulai menonton sepakbola saat Serie A tengah jaya-jayanya. dan sampai sekarang masih belum berpaling ke lain liga, termasuk timnasnya. Ketika Italia kalah, ya berakhir sudah turnamen tersebut bagi saya, kecuali Continue reading

Mampu Memahami

Sebenarnya saya memiliki pantangan bercerita mengenai kehidupan orang di blog ini. Tetapi cerita yang dialami teman ini termasuk sesuatu hal yang mungkin agak langka. Saya mencoba untuk tidak bercerita dengan detail, tapi semoga bisa dapat poinnya.

“Jangan sama dia.”

Begitu kata-kata yang diterima oleh calonnya teman saya itu dari teman-temannya. Beberapa minggu yang lalu saya bertemu dengan teman lama saya ini. Lama tak berjumpa, kami saling bercerita kabar masing-masing. Salah satunya, dia bercerita mengenai perjalanannya dalam mencari pasangan hidup.

“Wew, tega sekali teman-temannya. Kenapa mereka sampai bilang gitu mas?” tanya saya padanya.

“Ya sampeyan tahu sendirilah mas, aku orangnya agak freak.”

Jujur, saya terkejut ketika teman saya mengatakan itu. Bertahun-tahun mengenalnya, tak terbersit sedikit pun anggapan seperti itu dari saya dan teman-teman yang lain.

Saya lebih cenderung menyebutnya sebagai seseorang yang cukup unik. Of course in a positive way. Bukankah tiap orang memang punya keunikan masing-masing?

Dia sangat likeable di kalangan teman-temannya. Banyak unexpected things yang dia lakukan atau katakan. Sangat sering kami dibuatnya tertawa. Karena itu saya tidak pernah menyangka kalau dia akan menyebut kata itu atau ada orang lain yang menganggapnya seperti itu.

“Makanya mas, aku bersyukur sekali akhirnya menemukan wanita yang bisa memahami diriku. Walaupun dia diomongi gitu sama teman-teman kantornya, dia cuek saja.”

Di kalangan teman-teman, sudah menjadi rahasia umum bahwa teman saya satu ini cukup gigih perjuangannya dalam mencari pendamping hidup. Beberapa kali patah hati. Pernah ditikung teman sendiri. Bela-belain terbang jauh-jauh dari pulau seberang untuk berkunjung ke rumah wanita yang dikejarnya. Namun sayangnya ia belum bertemu jodohnya.

Beruntunglah dia akhirnya sekarang telah menemukan sosok wanita yang menurutnya bisa memahami dirinya. Itu adalah hal yang paling ia syukuri dari calonnya itu. I’m happy for him. Semoga mereka diberikan kelancaran hingga pernikahannya nanti.

 

 

Ketika Sesuatu Berjalan Tidak Sesuai Rencana

Dalam hidup, tidak jarang diri ini berencana, namun sesuatu yang sudah direncanakan itu, yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, pada akhirnya berjalan tidak sebagaimana yang diharapkan. Hal seperti ini secara alamiah dapat memberikan dampak psikologis yang negatif.

Sebagai seorang muslim, penting untuk meyakini bahwa di balik itu Allah memiliki rencana lain yang lebih baik. Perasaan kecewa, sedih, mungkin tak bisa terhindarkan. Tapi tak perlu sampai overthinking. Memikirkan hal yang sudah lewat berlarut-larut. Membaca Al-Qur’an bisa menjadi obat untuk menghapus penyakit-penyakit hati dan pikirin yang demikian.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِين
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)

Sikapi hal tersebut secara positif. Tak perlu berandai-andai hal yang telah lalu, jika begini maka akan begini, jika begitu maka akan begitu. Terkadang dengan tidak tercapainya sesuatu hal tadi, diri bisa lebih fokus kepada hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup. Apa yang ada di depan. Tak sedikit cerita kejadian-kejadian seperti ini biasanya justru menjadi titik balik bagi seseorang. Move on. Perbaiki niat dan tujuan.

Dobi Layan Diri

Sudah seminggu ini saya berada di Kuala Lumpur. Masih ada 1 minggu lagi yang akan dijalani. Sementara itu stok pakaian yang saya bawa hanya cukup untuk dipakai selama 1 minggu. Mau tidak mau, pakaian kotor yang menumpuk pun harus dicuci selama berada di sini.

Kebetulan di dekat tempat saya menginap ada satu tempat laundry. Namanya OTouch Laundry. OTouch ini adalah sebuah perusahaan laundry yang telah memiliki 6 outlet yang tersebar di beberapa area di Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Berbeda dengan tempat laundry yang jamak saya temui di Indonesia, tempat laundry ini menggunakan model self-service laundry atau yang dalam bahasa Melayu dikenal dengan istilah dobi layan diri 😀Di Barat model servis laundry seperti ini sudah lumrah. Sering kan kita lihat di film-film, orang datang ke tempat laundry membawa pakaian, lalu mencuci pakaiannya menggunakan mesin cuci sendiri.

Terus sambil menunggu, biasanya mereka membaca koran, majalah, atau buku bacaan. Film Deadpool yang kemarin sempat ramai pun ada scene di mana Deadpool sedang mencuci kostumnya di tempat self-service laundry. :mrgreen:

Nah, ini pengalaman pertama saya melakukan self-service laundry. Maaf ya agak katrok, hal begini saja sampai diceritakan, hahaha.

Anda bisa mencuci di OTouch Laundry ini kapan saja. Sebab outletnya buka 24 jam. Saya sendiri ketika itu datang pagi-pagi ke outlet yang berada di daerah Sri Petaling. Saya langsung masuk ke dalam. Saat di dalam, saya agak kikuk. Saya tidak tahu harus mulai dari mana. Untungnya di Continue reading