Tag Archives: move on

Ketika Sesuatu Berjalan Tidak Sesuai Rencana

Dalam hidup, tidak jarang diri ini berencana, namun sesuatu yang sudah direncanakan itu, yang sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari, pada akhirnya berjalan tidak sebagaimana yang diharapkan. Hal seperti ini secara alamiah dapat memberikan dampak psikologis yang negatif.

Sebagai seorang muslim, penting untuk meyakini bahwa di balik itu Allah memiliki rencana lain yang lebih baik. Perasaan kecewa, sedih, mungkin tak bisa terhindarkan. Tapi tak perlu sampai overthinking. Memikirkan hal yang sudah lewat berlarut-larut. Membaca Al-Qur’an bisa menjadi obat untuk menghapus penyakit-penyakit hati dan pikirin yang demikian.

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِين
“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82)

Sikapi hal tersebut secara positif. Tak perlu berandai-andai hal yang telah lalu, jika begini maka akan begini, jika begitu maka akan begitu. Terkadang dengan tidak tercapainya sesuatu hal tadi, diri bisa lebih fokus kepada hal-hal lain yang lebih penting dalam hidup. Apa yang ada di depan. Tak sedikit cerita kejadian-kejadian seperti ini biasanya justru menjadi titik balik bagi seseorang. Move on. Perbaiki niat dan tujuan.

It’s Time to Move On

It’s time to move on (baca: waktunya pindahan :D).

Ya, tak terasa sudah 3 tahun aku menetap bersama 5 orang kawanku sesama angkatan IF 2007, yakni Haris, Kamal, Khairul, Adi, dan Wafi di kontrakan di jalan Sangkuriang Dalam, yang kemudian kami sebut dengan padepokan Sandal, hahaha. Kini tiba saatnya perpisahan itu harus terjadi.

Pertama, pada bulan April lalu di mana Khairul yang lulus lebih dahulu pada bulan April itu, harus pindah ke Jakarta karena ia mendapatkan pekerjaan di sana. Lalu 2 bulan kemudian,   pada minggu ketiga Juni, Kamal menyusul pindahan ke rumah yang baru dibelinya di Bandung ini. Dan kini aku dan Wafi yang pindah ke kosan yang baru di Cisitu. Adi dan Haris sementara ini masih berada di kontrakan yang lama.

Malam kemarin kami berlima — minus Adi — melakukan farewell party (ceileeh istilahnya…) dengan makan malam bersama di Abuba Steak. Keesokan harinya, alias hari ini, kami, khususnya aku dan Wafi, mulai mengemasi barang-barang untuk pindahan hari ini juga. Yup, semalam akan menjadi malam terakhir aku menginap di kontrakan ini.
Khairul menyortir barang-barangnya

Khairul menyortir barang-barangnya

Capai juga ya mengurusi pindahan itu. Apalagi alat angkut yang kami gunakan adalah gerobak dorong. Aku dan wafi PP kosan lama-kosan baru sebanyak 3 kali. Lumayan juga sih. Barangnya banyak soalnya dan cukup berat juga.
Haris beberes

Haris beberes

Mungkin dalam 1-3 tahun ke depan aku bakal masih pindah-pindah. Soalnya rencana yang kumiliki dalam kurun waktu itu masih abu-abu. Yah, mungkin kalau sudah beristri (amin… mudah-mudahan bisa menyegerakan :D), semuanya bakal lebih jelas. Setidaknya bisa memulai mencari tempat tinggal tetap, hehehe.
Anyway, waktu 3 tahun tinggal bersama kawan-kawan ini ternyata terasa sebentar. Tak terasa kami semua masing-masing sudah mulai menentukan jalan masing-masing. Walaupun kami masing-masing berpisah sudah tidak akan menetap di rumah itu lagi, tapi kenangan itu akan tetap terjaga selamanya di rumah kontrakan itu. Duh, kok jadi melankolis gini, hehehe. Lanjut beres-beres ah. 😛