Tag Archives: Kontrakan

It’s Time to Move On

It’s time to move on (baca: waktunya pindahan :D).

Ya, tak terasa sudah 3 tahun aku menetap bersama 5 orang kawanku sesama angkatan IF 2007, yakni Haris, Kamal, Khairul, Adi, dan Wafi di kontrakan di jalan Sangkuriang Dalam, yang kemudian kami sebut dengan padepokan Sandal, hahaha. Kini tiba saatnya perpisahan itu harus terjadi.

Pertama, pada bulan April lalu di mana Khairul yang lulus lebih dahulu pada bulan April itu, harus pindah ke Jakarta karena ia mendapatkan pekerjaan di sana. Lalu 2 bulan kemudian,   pada minggu ketiga Juni, Kamal menyusul pindahan ke rumah yang baru dibelinya di Bandung ini. Dan kini aku dan Wafi yang pindah ke kosan yang baru di Cisitu. Adi dan Haris sementara ini masih berada di kontrakan yang lama.

Malam kemarin kami berlima — minus Adi — melakukan farewell party (ceileeh istilahnya…) dengan makan malam bersama di Abuba Steak. Keesokan harinya, alias hari ini, kami, khususnya aku dan Wafi, mulai mengemasi barang-barang untuk pindahan hari ini juga. Yup, semalam akan menjadi malam terakhir aku menginap di kontrakan ini.
Khairul menyortir barang-barangnya

Khairul menyortir barang-barangnya

Capai juga ya mengurusi pindahan itu. Apalagi alat angkut yang kami gunakan adalah gerobak dorong. Aku dan wafi PP kosan lama-kosan baru sebanyak 3 kali. Lumayan juga sih. Barangnya banyak soalnya dan cukup berat juga.
Haris beberes

Haris beberes

Mungkin dalam 1-3 tahun ke depan aku bakal masih pindah-pindah. Soalnya rencana yang kumiliki dalam kurun waktu itu masih abu-abu. Yah, mungkin kalau sudah beristri (amin… mudah-mudahan bisa menyegerakan :D), semuanya bakal lebih jelas. Setidaknya bisa memulai mencari tempat tinggal tetap, hehehe.
Anyway, waktu 3 tahun tinggal bersama kawan-kawan ini ternyata terasa sebentar. Tak terasa kami semua masing-masing sudah mulai menentukan jalan masing-masing. Walaupun kami masing-masing berpisah sudah tidak akan menetap di rumah itu lagi, tapi kenangan itu akan tetap terjaga selamanya di rumah kontrakan itu. Duh, kok jadi melankolis gini, hehehe. Lanjut beres-beres ah. 😛 

Tentang Kontrakan

Oiya, pada tulisan-tulisan sebelumnya awak kan sering menyinggung tentang kontrakan awak nih… Nah, sekarang mau awak ceritakan sedikit mengenai kontrakan awak.

Kontrakan awak terletak di daerah jalan sangkuriang Bandung. Ada 6 bujangan, termasuk awak, yang menghuni kontrakan itu. Sebenarnya baru aja kami menempati kontrakan itu. Sekitar tanggal 17 Agustus 2009 (pas hari kemerdekaan lho…:D). Enam orang itu adalah Awak, Mas Haris (teman sejak SD), Kang Adi (asal Sukabumi), Uda Khairul (dari Bukit Tinggi), Bang Wafi (Jakarta), dan Kak Kamal (dari Pekanbaru). Kebetulan kami semua satu angkatan di Teknik Informatika ITB. Sebenarnya ada satu  orang lagi “penghuni tidak tetap” di kontrakan kami, yaitu Mas Umar (Anak Elektro, alumni SMAN 3 Malang juga). Dikatakan tidak tetap karena mas Umar itu sebenarnya tinggal di Bandung, tepatnya daerah Soreang (jauh bet kan…). Karena rumahnya jauh dari kampus, makanya mas Umar sering mrnginap di kosan kami. Jangan lupa biaya sewanya ya..hehehe…

Asyik juga ternyata hidup satu kontrakan itu. Suka duka dirasakan bersama, termasuk ketika masa-masa kesulitan air itu. Ada yang unik di kontrakan awak ini. Yaitu penghuninya berasal dari latar belakang suku yang berbeda. Hanya awak dan Haris yang sama-sama berasal dari Jawa (Malang). Yang lain ada yang dari Sunda, Melayu, Minang, dan Jakarta. Tetapi kami nggak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi satu sama lain. Justru perbedaan suku dan bahasa itulah menjadi menarik untuk kami saling mempelajari satu sama lain. Sering jadi bahan candaan juga sebenarnya. Serulah pokoknya…

Air PDAM (Bag I)

Sudah dua hari ini air PDAM di daerah saya (tepatnya di daerah Sangkuriang RT 5 RW 12 Bandung) tidak menyala. Entah apa sebabnya.

Semenjak saya kos di Bandung ini saya sudah merasakan kos di 3 tempat. Semuanya memiliki masalah dengan air PDAM. Di daerah saya air PDAM menyala hanya setiap malam saja. Pagi, siang, dan sore itu jarang-jarang, seringnya tidak pernah menyala. Hal ini tentu saja berbeda dengan yang saya dapatkan di daerah asal saya (Malang) atau tempat keluarga besar saya di Sragen, yang air PDAM selalu tersedia setiap saat. Jadi, di kontrakan kami dibuat jadwal untuk mengisi air setiap harinya…:D

Tapi saya memaklumi karena Bandung termasuk daerah di dataran tinggi sehingga volume air yang tersedia tidak semelimpah daerah di dataran rendah. Saya sendiri sempat mengalami kesulitan air juga ketika liburan bersama teman-teman SMP di daerah villa Songgoriti, Batu. Volume air di sana sangat kecil sehingga kita harus benar-benar berhemat air saat itu. Oiya, sebelumnya ini cuma cerita pengalaman saya saja ya… Saya tidak menjustfikasi bahwa di seluruh kota Bandung atau Batu mengalami kesulitan air seperti yang saya alami saat ini.

Kembali ke kontrakan saya sekarang 😀 …. Karena 2 hari air tidak menyala, akibatnya bak mandi kontrakan saya pun kosong. Terpaksa kami harus menumpang mandi dan BAB di tempat lain. Jumlah orang di kontrakan kami ada 6. Saya sendiri karena pagi ini harus menjadi asisten praktikum PTI di kampus, maka saya pun pagi-pagi jam 6 berangkat ke kampus untuk mandi dulu di kamar mandi di gedung FT. Tidak lupa saya membawa handuk, sabun, sikat gigi, dan odol juga. Udah kayak mau pindahan aja… :D. Yang jelas ini jadi pengalaman pertama buat saya mandi di kampus hehehe… Meskipun sebelum-sebelumnya sudah sering menginap di kampus, tetapi urusan mandi lebih enak kalau di kosan sendiri.