Tag Archives: sangkuriang

Kenapa Kau Modem Mobi?

Modem

Modem

Agak kecewa dengan kinerja modem M*bi Sm**tfr*n akhir-akhir ini. Entah kenapa tiba-tiba koneksi sering putus sendiri. Tidak cuma aku yang mengalami hal serupa. Teman sekosan juga mengeluhkan hal yang sama.

Pengaruh sinyal atau jaringan? Kurang tahu, dan bisa jadi. Ya, di daerah kosanku, daerah Cisitu-Sangkuriang dan sekitarnya, entah kenapa di beberapa tempat, sinyal beberapa operator seluler cukup buruk di sini. Salah satunya adalah operator modem ini. Padahal ini adalah daerah kosan mahasiswa yang potensial sekali untuk menjadi pelanggan mereka.

Tapi yang jelas, sebelumnya aku selalu nyaman menggunakan modem ini. Mungkinkah karena semakin hari pengguna yang semakin banyak? Sehingga membuat bandwidth menjadi berkurang? Oh iya, permasalahannya bukan lelet ding. Tapi koneksi yang putus-putus. Sebelumnya tak pernah seperti ini.

Alhasil karena semakin susah mendapatkan koneksi internet di kosan, ngeblog pun menjadi jarang, hehehe. Apa perlu ganti modem operator lain? Dua orang teman sekosan baru saja membeli modem operator CDMA yang lain dan tampak lancar-lancar saja. Tak ada permasalahan sinyal di daerah Cisitu-Sangkuriang ini. Streaming YouTube pun luar biasa lancarnya. Hmm … 🙄

 

Tentang Kontrakan

Oiya, pada tulisan-tulisan sebelumnya awak kan sering menyinggung tentang kontrakan awak nih… Nah, sekarang mau awak ceritakan sedikit mengenai kontrakan awak.

Kontrakan awak terletak di daerah jalan sangkuriang Bandung. Ada 6 bujangan, termasuk awak, yang menghuni kontrakan itu. Sebenarnya baru aja kami menempati kontrakan itu. Sekitar tanggal 17 Agustus 2009 (pas hari kemerdekaan lho…:D). Enam orang itu adalah Awak, Mas Haris (teman sejak SD), Kang Adi (asal Sukabumi), Uda Khairul (dari Bukit Tinggi), Bang Wafi (Jakarta), dan Kak Kamal (dari Pekanbaru). Kebetulan kami semua satu angkatan di Teknik Informatika ITB. Sebenarnya ada satu  orang lagi “penghuni tidak tetap” di kontrakan kami, yaitu Mas Umar (Anak Elektro, alumni SMAN 3 Malang juga). Dikatakan tidak tetap karena mas Umar itu sebenarnya tinggal di Bandung, tepatnya daerah Soreang (jauh bet kan…). Karena rumahnya jauh dari kampus, makanya mas Umar sering mrnginap di kosan kami. Jangan lupa biaya sewanya ya..hehehe…

Asyik juga ternyata hidup satu kontrakan itu. Suka duka dirasakan bersama, termasuk ketika masa-masa kesulitan air itu. Ada yang unik di kontrakan awak ini. Yaitu penghuninya berasal dari latar belakang suku yang berbeda. Hanya awak dan Haris yang sama-sama berasal dari Jawa (Malang). Yang lain ada yang dari Sunda, Melayu, Minang, dan Jakarta. Tetapi kami nggak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi satu sama lain. Justru perbedaan suku dan bahasa itulah menjadi menarik untuk kami saling mempelajari satu sama lain. Sering jadi bahan candaan juga sebenarnya. Serulah pokoknya…