Monthly Archives: May 2011

Moonwalk Ala Prince Boateng

Hari minggu dini hari kemarin, baik waktu Indonesia maupun Italia, selepas pertandingan melawan Cagliari, AC Milan mengadakan pesta selebrasi atas gelar scudetto Serie A Italia yang telah mereka raih musim ini di stadion San Siro. Uniknya dalam selebrasi tersebut juga disuguhkan penampilan tarian moonwalk khas Michael Jacksondi atas podium di tengah stadion. Namun, bukan Michael Jackson yang tampil malam itu, melainkan gelandang anyar AC Milan musim ini, yaitu Kevin Prince Boateng, yang berasal dari Ghana.

Prince Boateng April lalu memang pernah berjanji akan melakukan tarian moonwalk apabila AC Milan menjadi juara Serie A (baca di sini). Ternyata Boateng benar-benar menepati janjinya pada saat malam selebrasi itu. Tak disangka, Prince Boateng sungguh lihai dalam memeragakan tarian moonwalk tersebut, tidak kalah dengan Michael Jackson. Tak pelak, banyak sanjungan yang diberikan publik Italia dan Milanisti di dunia, termasuk rekan-rekannya di tim AC Milan terhadap penampilannya malam itu.

Bagi yang belum melihat tarian moonwalk ala Prince Boateng, bisa tonton di video Youtube ini:


Setelah 6 Tahun, Akhirnya SMA Saya Lulus 100%

Pagi ini saya membaca note yang ditulis oleh salah seorang guru saya saat di SMAN 3 Malang dulu. Note tersebut sangat singkat. Isinya begini:

NO ONE WAS LEFT BEHIND

We have been waiting for six years.
Finally, in 2011 I tell you that no one was left behind.
We have to be proud of our achievement.
Thanks a million

Hariyanto

Alhamdulillah Ya Allah… Akhirnya SMA tempat saya menimba ilmu dulu mampu meluluskan 100% siswanya setelah 6 tahun menunggu. Kalau dihitung, berarti angkatan pertama yang tidak lulus 100% dalam 6 tahun itu adalah angkatan 2005. Saat itu aku masih berada di kelas X dan akan naik ke kelas XI. Dan ‘musibah’ itu bertahan sampai 6 angkatan berturut-turut hingga angkatan 2010.

Begitu lama penantian itu. Alhamdulillah bisa terwujud tahun ini. Meskipun saya bukan lagi siswa di sana, tapi sebagai alumni saya turut bahagia mendengar kabar itu. Semoga prestasi ini bisa terus dipertahankan ke depannya. Amin. 🙂

Mendadak Libur

Hari ini tadi ada pengumuman yang benar-benar mendadak. Tapi sekali lagi, the power of social network mampu membuktikan dirinya sebaga sumber informasi tercepat pada zaman ini. Hari ini adalah hari sabtu, dan kegiatan akademik di kampus tentu saja libur. Tapi siapa yang menyangka, beberapa pimpinan ITB pagi ini melakukan rapat dan memutuskan untuk mengikuti pemerintah yang meliburkan (baca: cuti bersama) hari kerja PNS pada hari Senin, 16 Mei 2011.

Ini dia pemberitahuan resmi dari perwakilan pimpinan ITB melalui milis dosen:

Rekan-rekan ysh,
Berdasarkan rapat pimpinan ITB terbatas pagi ini,
diputuskan bahwa semua kegiatan akademik ITB
pada tanggal 16 Mei diliburkan.

Semua jadwal ujian pada hari Senin 16 Mei tsb,
secara umum dipindahkan ke hari Selasa, 24 Mei.
Saat ini sesuai jadwal 23 Mei adalah hari terakhir UAS.

Meskipun begitu, masing-2 Fak/Sek dipersilahkan
kalau diperlukan dan memungkinkan memindahkan ujian-2
pada Senin 16 Mei tsb ke beberapa hari yg dianggap
lebih sesuai sesuai kesepakatan di Fak/Sek masing-2.

Kami sangat berterima kasih seandainya teman-2
juga dapat turut menginformasikan hal ini ke dosen,
mhsw dan PNA di lingkungan Fak/Sek masing-2.

Best Wishes,

Hasanuddin Z. Abidin

16 Mei 2011

16 Mei 2011

Benar-benar pengumuman yang sangat mendadak. Keputusan mendadak dari ITB seperti ini wajar terjadi karena dari berita yang saya baca keputusan pemerintah sendiri baru keluar saat Jumat sorenya. Hari Senin tanggal 16 Mei 2011 tersebut menurut kalender memang ‘hari kecepit nasional’ karena Selasanya merupakan tanggal merah (hari raya Waisak). Nah, alasan pemerintah mengeluarkan keputusan itu adalah “dalam rangka efisiensi dan efektivitas hari kerja, hari libur dan cuti bersama, dipandang perlu ditata kembali pelaksanaannya”. Padahal dengan keluarnya keputusan mendadak seperti ini malah jadi tidak efektif menurut saya. Jadwal yang sudah direncanakan jadi kacau.

Untuk di dunia perkampusan, coba bayangkan jika pengumuman ini tidak sampai ke mahasiswa. Mahasiswa telah belajar mati-matian untuk UAS, tapi saat datang di hari Senin-nya yang didapati hanya kekecewaan saja karena kegiatan akademik diliburkan. Dari yang saya amati di jejaring sosial pun, beberapa mahasiswa tampak kecewa karena UAS hari senin dibatalkan padahal mereka sudah menyiapkan diri. Selain itu ada yang beralasan bahwa mereka harus segera menyiapkan diri untuk kerja praktek (KP) di akhir Mei, bahkan ada yang sudah beli tiket pesawat menuju tempat KP setelah UAS senin hari itu selesai.

Kebetulan saya sendiri ada UAS hari Senin itu. Tapi karena lobi teman-teman 2008 (yang memang punya kepentingan untuk KP), akhirnya UAS tetap terlaksana hari Senin di lab tempat dosen. Sebenarnya antar sedih dan senang tentang keputusan ini. Senang karena penderitaan akan cepat selesai, tapi sedih karena belum menyiapkan diri benar-benar buat UAS besok lusa :).

Mati Listrik, Ngapain Ya?

Mati listrik (ilustrasi)

Nyala lilin di kontrakan

Tumben-tumbenan sore ini tadi mati listrik hingga 3 jam, dari sekitar jam 4 sore hingga jam 7 malam. Cukup lama juga mati listrik sore ini. Termasuk yang terlama yang pernah kurasakan selama di Bandung.Dulu pernah sih, mati listrik selama itu sebelumnya, tapi itu terjadi saat malam hari di mana orang-orang sudah terlelap, jadi nggak begitu terasa, hehe.

Bingung juga tadi sore begitu pulang dari kampus sehabis UAS, dihadapkan dengan listrik mati di kontrakan. Mau balik ke kampus, tapi ngapain. Akhirnya aku ambil sisi positifnya sajalah. Aku jadi tidak menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Sudah lama juga merindukan suasana hening dan gelap seperti ini. Hitung-hitung memberi kesempatan indera penglihatan dan pendengaran ini untuk sementara dari keramaian cahaya dan suara yang hampir setiap saat ditemui (kecuali waktu tidur :P).

Kesempatan itu aku manfaatkan juga ngumpul-ngumpul bareng anak-anak sekontrakan yang beberapa memang lagi ada di rumah. Kami ngumpul di kamar Khairul yang memang lebih luas dan lebih terang. Kami pun ngobrol ngalor-ngidul ke mana-mana dan seperti biasa si Wafi selalu memancing perdebatan.

Kalau kalian gimana? 😀

INTEGRITY: Kampanye UAS Bersih

Seperti semester-semester sebelumnya, setiap memasuki masa ujian, entah itu UTS atau UAS, Keluarga Mahasiswa (KM) ITB selalu membuat baliho atau poster yang isinya tentang kampanye UAS bersih. Kampanye tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengkondisikan massa kampus ITB ini, khususnya para mahasiswa, agar mengerjakan UAS dengan sejujur-jujurnya tanpa mencontek. Baliho dan poster-poster tersebut hampir di seluruh area kampus sehingga mahasiswa dari jurusan manapun pasti melihatnya.

Program kampanye UTS/UAS bersih ini kalau tidak salah sebenarnya mulai dilakukan sejak zaman kabinet KM ITB dipimpin oleh kak Shana TI’04. Saat itu aku masih berada di tingkat II. Program itu ternyata berlanjut hingga kabinet presiden yang baru (belum ada satu bulan) terpilih, Tizar PL’07. Tapi yang membuat beda di kabinet yang baru ini adalah kreativitas mereka dalam membuat media kampanye, terutama dari sisi konten. Tagline kampanye UAS bersih yang diusung adalah “INTEGRITY: Doing what is right even when it is difficult”.

Dari sisi konten, media-media kampanye tersebut menampilkan gambar-gambar rambu-rambu lalu lintas, seperti dilarang parkir, jalan berkelok, dll dengan pesan di bawahnya. Lalu ada juga quotequote dari ‘tokoh-tokoh’ massa kampus dan juga film mengenai kejujuran, integritas, pentingnya pemuda-pemudi bangsa Indonesia yang mempunya integritas, dsb. Tapi ada satu konten yang menarik bagiku, yaitu perwakilan himpunan-himpunan mahasiswa di ITB yang masing-masing membawa sebuah kertas dengan suatu tulisan dan digabungkan ke dalam satu media sehingga menjadi sebuah pernyataan yang utuh:

Mozaik pernyataan HMJ

Mozaik pernyataan HMJ (img src: Facebook KM ITB)

Salah satu quote

Salah satu baliho berisi quote (img src: Facebook KM ITB)

Dengan adanya ‘pernyataan’ bersama yang dibuat oleh perwakilan HMJ-HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) di ITB setidaknya tergambar bahwasannya kampanye seperti ini memang didukung oleh para mahasiswa di kampus ganesha ini. Menurutku, kampanye seperti ini bagus, mengingatkan kita bahwa yang terpenting bukanlah sekedar mendapatkan nilai bagus, lulus mata kuliah, atau mendapatkan IP (indeks prestasi) tinggi, melainkan lulus dari ‘ujian’ sesungguhnya, yakni mampukah kita tetap berbuat jujur alias menjaga integritas kita walaupun sedang berada dalam kondisi sesulit apapun.

Kalau ingin nilai bagus, ya harus berusaha dari awal atau jauh-jauh hari, bukan berbuat curang saat ujian. Kampanye atau semangat seperti itu (ujian bersih) seharusnya juga diterapkan ke adik-adik di sekolah. Hal itulah yang harusnya ditekankan saat mereka akan UAN. Jangan hanya berbicara berapa persen yang lulus, tapi rasanya penting juga berbicara berapa persen yang jujur saat ujian. Karena bibit-bibit sikap korupsi itu bermula dari ketidakjujuran kita atau ketidakmampuan kita dalam menjaga integritas dari hal-hal kecil, seperti contohnya saat ujian itu. Begitulah kira-kira yang pernah disampaikan di kuliah Anti Korpusi, hehehe. 🙂

Basa-Basi Pisang Goreng

Judul di atas adalah judul sebuah film pendek yang ikut serta dalam festival film LA Indie Movie 2009. Sudah lama memang. Sudah hampir 2 tahun yang lalu. Tapi saya baru tahu film itu baru-baru ini dari teman saya, hehe. Meskipun sudah lama banget, tidak ada salahnya kan kalau saya berkomentar sedikit tentang film itu.

Bagi yang ingin menonton film tersebut, ini dia streamingnya yang dapat ditonton via Youtube:

Film besutan Ruth Redico (Yogyakarta) ini menggunakan bahasa Jawa untuk dialog pemeran-pemerannya. Bahasa Jawa yang dipakai adalah Jawa halus alias krama inggil. Tapi ada juga sih beberapa dialog yang pakai bahasa Jawa ngoko.

Kesan saya terhadap film ini adalah film ini cukup kocak dan menyentil. Apa yang disentil? Apalagi kalau bukan karakter orang Jawa yang sungkanan. Bahkan, sampai urusan makan pisang goreng pun masih sungkan-sungkan. Di mulut bilangnya mempersilakan yang lain untuk duluan (makan pisang goreng), padahal di dalam hatinya dia sendiri sangat menginginkan (pisang goreng itu). Kalau saya sih, jika sudah menyangkut urusan makanan, tidak sungkan-sungkan kalau memang saya suka dan lapar, hehe.

Di akhir film itu ada sebuah lagu penutup beraliran rap yang memiliki lirik yang mengangkat tema tentang budaya orang Jawa yang sungkanan itu. Kerennya, lagu rap itu menggunakan lirik bahasa Jawa! Ini dia kutipannya:

Basa-basi wong Jowo
Saiki dadi budoyo
Ning lambe arep ngomong opo
Njubule ning ati nduwe karep liyo

Salah sawijining
Sifate wong Jowo
Wis mbudidoyo
Soko jaman semono
Ora biso ilang
Ora biso diganti
Eh lho kok saiki malah ngisin-ngisini
Basa-basi dumadi soko rasa sungkan
Roso sungkan ning wong lan ewoh-ewohan
Wong tuwo ning enom
Cah enom ning tuwo
Biso-biso malah dadi marai molo

Walah, pancen mbingungke
Yen wis koyo ngene, suwe-suwe biso dadi padu
Cocot canyocot, malah dadi saru
Yen tangan lan sikil wis melu, ora urusanku
Ora usah tukaran, mending guyon-guyonan
Lha wong dhewe iki urip soko kekancan
Basa-basi kuwi yo mung kebiasaan
Ora basa-basi, yo ora popo tho yoo…

Nonton Maen Gedhe Loedroek ITB

Malam sabtu kemarin aku bersama beberapa teman Informatika nonton bareng maen gedhe Loedrok ITB di Aula Barat ITB. Seperti biasa, acara pagelaran Loedroek ITB ini selalu ditunggu-tunggu oleh banyak mahasiswa di kampus. Ragam penontonnya pun tidak hanya yang berasal dari suku Jawa saja, tapi juga teman-teman dari Minang, Sunda, Jakarta, dan lain-lain. Apalagi beberapa hari sebelum acara malam kemarin, sempat timbul kontroversi karena standing property acara Loedroek ITB yang ditaruh di sekitaran Boulevard memperoleh peringatan keras dari K3L ITB dan diperintah untuk dipindahkan. Gara-garanya pada standing party tersebut terdapat tulisan “Selamat Datang Putra-Putri Terbaikkaya Bangsa”. Kata-kata tersebut tentu saja menyindir kebijakan ITB yang baru saja menetapkan kebijakan uang masuk Rp55 juta untuk mahasiswa baru pada tahun ajaran 2011/2012 nanti. Tampaknya dengan adanya spoiler yang membuat kontroversi itu membuat acara maen gedhe kemarin menjadi lebih ditunggu.

Standing Property Loedroek ITB (http://twitpic.com/4rdvq3)

Standing Property Loedroek ITB (http://twitpic.com/4rdvq3)

Pada acara maen gedhe tersebut aku dan teman-teman beruntung (atau malah kurang beruntung?) mendapatkan posisi duduk di baris satu. Bagiku, jika di dalam kelas ada ‘pepatah’ bahwa posisi menentukan prestasi, maka dalam nonton acara hiburan seperti ini aku punya pepatah bahwa posisi menentukan tingkat ketertawaan, hehe. Makanya jauh sebelum acara dimulai aku dan teman-teman sudah berada di dalam antrian masuk. Dalam antrian itu aku bertemu dengan teman-teman KOKESMA secara kebetulan yang juga akan menonton maen gedhe dan akhirnya kami pun menonton bersama dari baris yang berdekatan.

Seperti biasanya, acara maen gedhe selalu diawali dengan tari Remo, tarian khas yang berasal dari Jawa Timur, lalu disambung dengan menyanyikan pantun khas Jawa yang disebut dengan kidungan. Acara kidungan selalu menarik karena selalu menyelipkan kritikan dan sindiran-sindiran teraktual terhadap mahasiswa, kampus, hingga pemerintah. Audiens pun tak jarang memberikan applaus karena keberanian mereka dalam mengangkat dan menyindir isu-isu kampus dan nasional itu.

Tari Remo

Tari Remo

Kidungan

Kidungan

Setelah acara kidungan, giliran Dharma Wanita (DW) Loedroek ITB yang unjuk gigi. Tampaknya sesi penampilan DW Loedroek ITB ini di setiap acara maen gedhe selalu mendapatkan sambutan meriah karena aksinya yang menggelitik dan membawakan lagu-lagu yang sedang ngetren dengan menggubah liriknya menjadi klop sama Continue reading