Monthly Archives: October 2012

Iseng Mencoba Twitter Header

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa Twitter kini memiliki fitur baru yang dikenal dengan istilah Twitter header. Kalau di Facebook, fitur Twitter header ini serupa dengan cover photo di profil kita. Fitur ini sudah ada sejak sekitar sebulan yang lalu.

Web magazine Mashable sempat mengupas fitur baru ini dan tips-tips untuk menggunakan Twitter header ini. Artikel mengenai tips-tips tersebut dapat ditemukan di sini » http://mashable.com/2012/09/19/twitter-header-tips/.

Dengan mereferensi dari artikel tersebut, aku mencoba membuat Twitter header sendiri, hehehe. Ini dia penampankannya:

Twitter Header

Twitter Header

Bagaimana dengan Anda? 😀

Synergy, Banyak Komputer 1 Mouse+Keyboard

Baru dikasih tahu sama teman (thanks to master Jiwo :D) tentang sebuah aplikasi bernama Synergy. Aplikasi ini berguna sekali ketika kita bekerja dengan dua komputer (PC/notebook), tetapi hanya ingin menggunakan 1 mouse dan 1 keyboard saja. 

Dua komputer 1 mouse+keyboard

Dua komputer 1 mouse+keyboard

Sekedar menekankan saja, dua komputer di sini memang literally dua komputer lho, bukan satu komputer dengan dua monitor (menggunakan mode extended monitor). Kalau yang satu itu mah, tanpa perlu memasang aplikasi ini juga sudah bisa menggunkan mouse keyboard untuk kedua layar.

Namun, konsep kegunaan aplikasi ini memang sama seperti itu. Dengan aplikasi ini, kita cukup menggunakan satu mouse dan keyboard pada salah satu komputer yang berperan sebagai server, lalu dapat menggunakannya pula di satu atau lebih komputer ‘client lainnya. Enak kan?

Caranya, cukup menggerakkan mouse hingga ke arah sisi komputer yang bertetanggaan dengan komputer kita. ‘Bertetanggaan’ di sini merupakan konsep virtual bukan secara fisik. Untuk itu kita dapat mengatur konfigurasi ‘jaringan’ kita terlebih dahulu.

Mengkonfigurasi 'jaringan' komputer-komputer yang digunakan

Mengkonfigurasi ‘jaringan’ komputer-komputer yang digunakan

Ingin mengunduh aplikasi ini? Bisa di sini » http://synergy-foss.org/download/. Tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk mengunduhnya alias gratis. Namun, tak ada salahnya apabila ingin mendonasikan $1 atau lebih untuk men-support mereka.

Catatan Waktu Lari #Mandiri4Nation

Akhirnya keluar juga pengumuman hasil lari event #Mandiri4Nation. Lumayanlah … nggak nyangka bisa finish di urutan ke-101 lari 10K dengan catatan waktu 00:52:23 (gun time) atau 00:52:04 (chip time).

Di pengumuman hasil lari yang dikeluarkan panitia itu juga tercantum usia para peserta. Nggak nyangka wanita yang sempat adu sprint denganku di KM terakhir ternyata usianya sudah kepala 3. Hebat juga beliau masih kuat di usia segitu.

Event lari berikutnya mudah-mudahan bisa masuk 100 besar. Bukan target yang harus tercapai sih. Bagiku sih yang penting ini menjadikan ini sebagai motivasi saja agar giat berlari untuk menjaga stamina dan fisik tubuh. 😀

Gambar

sumber: http://mandiri4nation.com/welcome/catatan_waktu/10K

Lari di #Mandiri4Nation

Akhirnya setelah beberapa tahun, aku ikutan lomba lari 10K lagi. Terakhir kali aku ikut lomba lari adalah pada saat SMP kelas 3. Saat itu aku ikutan kategori 10K Marathon Nasional Malang (MNM) dan finish 20 besar di tingkat sekolah.

Setelah 8 tahun berselang aku ikutan lari 10K lagi di Jakarta dalam event “Mandiri Run For Our Nation” tanggal 7 Oktober 2012 baru saja ini. Sebenarnya selama ini aku menjadikan lari cuma sebagai hobi saja. Tak pernah terpikir untuk ikutan lomba atau semacamnya. Tapi berhubung akhirnya ada seorang teman — Khairul — yang mengajak untuk ikutan event lomba lari ini, tanpa pikir panjang aku mengiyakan ajakan itu.

Sebelumnya dia sempat mengajak ikutan lari di Adidas King of The Road dan Jakarta Marathon pada bulan yang lalu. Tapi ternyata pendaftaran sudah ditutup dan ada bentrok dengan jadwal yang lain. Namun kali ini konkret juga akhirnya.

#mandiri4nation

#mandiri4nation

Jadilah event #Mandiri4Nation ini menjadi ajang comeback — yoii… bahasanya — setelah 8 tahun absen dari ajang lomba lari. Awalnya nggak yakin juga sewaktu mendaftar kategori 10K. Biasanya tiap lari sendirian, bisa dapat 5K saja sudah luar biasa, haha.

Tapi alhamdulillah, selama sebulan belakangan ini semenjak libur lebaran bisa rutin lari dengan jarak tempuh rata-rata 4-5 Km. Bahkan, dua hari sebelum perlombaan, aku memaksa latihan lari di lapangan SARAGA hingga mencapai jarak minimal 10K. Nggak nyangka sanggup juga menyelesaikan jarak tempuh 10,18 Km dalam waktu 55:32.

Catatan itu lumayan memberi kepercayaan diri buat lomba dua hari berikutnya. Target sih nggak muluk-muluk. Bisa finish 10K dalam waktu kurang dari sejam.

Sempat khawatir juga sih aku bakal kehabisan tenaga di tengah perlombaan. Soalnya dalam perjalanan menuju ke tempat lomba, aku dan Khairul sempat harus berjalan kaki setidaknya ada minimal 1K gara-gara harus memutar dari belakang gedung JCC menuju tempat garis start.

Alhamdulillah ternyata kekhawatiran itu tak terbukti. Bahkan, aku bisa memperbaiki catatan waktuku di latihan 2 hari sebelumnya. Menurut catatan aplikasi Runkeeper yang kugunakan, aku menempuh jarak 10,60 Km dalam waktu 52:02.

Sampai saat ini aku juga masih menunggu catatan waktu dari panitia yang katanya akan segera dirilis sesudah perlombaan di sini. Tapi faktanya sampai tulisan ini kubuat, belum dirilis juga. Begitu pula foto-foto selama lomba.

Seru juga ternyata ikut lomba lari itu. Adalah kepuasan tersendiri ketika bisa menyalip beberapa orang di depan. Aku salut juga sama beberapa cewek yang konsisten lari hingga 10K tanpa pernah berhenti. Kuat sekali mereka.

Setelah perlombaan, semua peserta lari mendapat kartu prabayar Mandiri E-Toll dengan saldo 50.000. Lumayan … bisa makan ‘gratis’ di food court di arena acara #Mandiri4Nation dengan kartu itu, hahaha. 😀

Hore, finish....!

Hore, finish….!

Gerbang Finish

Timer

Khairul & Neo

Khairul & Neo

Ikutan #GDG #DevFestBDG

Hari Sabtu yang lalu, 6 Oktober 2012, aku mengikuti acara Google Developer Group (GDG) DevFest Bandung yang bertempat di Hotel The Luxton, Dago-Bandung. Sebagaimana dilaporkan oleh blog GDG Bandung, acara ini diikuti oleh sekitar 140 orang peserta. Namun, aku agak heran juga sih, dari sekian jumlah itu — di luar panitia — hanya sedikit mahasiswa/alumni ITB yang mengikuti acara itu. Selain aku, ada satu orang lagi anak STI ’09 yang ikutan.

Yang pasti yang nggak ikutan akan menyesal. Soalnya tempatnya cozy lux banget. Ada coffee break dan makan siang prasmanan khas hotel berbintang, serta dapat goodies kaos dan sticker, hehehe.

Tapi bukan karena itu juga kali motivasi untuk datang ke sini. Topik-topik yang ditawarkan di acara ini menurutku cukup menarik. Ada tentang project butter Android Jelly Beans, tips membangun aplikasi Android, membangun aplikasi dengan HTML5, menggunakan Canvas di HTML5, membangun aplikasi artificial intelligence sederhana, dan perkenalan beberapa electronic frameworks.

Presentation by Tony Chan

Presentation by Tony Chan (src: foto panitia)

Dari sekian pembicara yang berkesempatan sharing knowledge pada hari itu, materi yang disampaikan oleh Tony Chan (Google Android Dev. Advocate) adalah yang paling menarik bagiku. Di sesi pertama dia menjelaskan mengenai project butter yang digunakan di Android 4.1 (Jelly Beans).Perubahan-perubahan apa saja yang terdapat pada Jelly Beans dibandingkan OS terdahulunya. Bagaimana strategi yang digunakan para engineer OS Android di sana untuk membuat proses display menjadi lebih smooth. Bagaimana fitur notifikasi di Jelly Beans sekarang lebih fleksibel dan sebagainya.

Di sesi kedua Tony menjelaskan mengenai tips-tips dalam membuat aplikasi Android, terutama dari segi desain atau layout. Materi ini sebenarnya sangat menarik dan berguna sekali bagi developer. Karena dengan mengetahui tips-tips tersebut, para developer akan mengetahui bagaimana aplikasi yang dipandang menarik oleh user. Sayang sekali, waktu untuk sesi kedua ini benar-benar terbatas sekali. 😦

Kang Imaduddin

Kang Imaduddin menyampaikan materi HTML5

Materi lain seperti HTML5 juga cukup menarik. Memberikan pandangan kepadaku mengenai pros n cons membangun aplikasi dengan HTML5, dibandingkan dengan native, dan juga hybrid. Terus terang HTML5 ini adalah hal yang baru bagiku. Aku belum banyak mengoprek di sana. Hmm … jadi tertarik untuk mempelajari lebih dalam HTML5. Terutama fitur canvas-nya yang pada pertemuan kemarin banyak sekali demo yang diperlihatkan tentangnya.

Sementara itu materi dari Pak Peb — oh ya, aku nggak nyangka kalau Pak Peb mengisi juga di acara ini — sebelumnya asa sudah pernah dapat. Kalau tidak salah, di acara Phyton Meet Up beberapa bulan yang lalu di kampus ITB. Tapi tidak pernah ada kata rugi atau bosan untuk mendengarkan materi yang sama untuk kedua kalinya. Karena biasanya yang kedua, (seharusnya) jadi lebih mengerti, hehehe.

Materi terakhir mengenai electronic frameworks. Itu merupakan materi yang benar-benar baru bagiku karena selama berkuliah di Informatika, tidak pernah bersentuhan dengan itu. Sayangnya kebanyakan framework tersebut berbayar euy. Mudah-mudahan ada waktu untuk mengoprek framework-framework itu. Seru juga sepertinya ‘bermain-main’ dengan electronic frameworks itu.

Alhamdulillah, puaslah ikutan acara kemarin. Selain dapat makanan gratis (banyak lagi, hihihi), kaos gratis, tapi yang paling penting nih … juga dapat banyak knowledge baru. 😀

Foto bersama seusai acara

Foto bersama seusai acara (src: foto panitia)