Rombongan kapal lain yang sedang snorkeling (photo by Ian)

Backpacking Indochina 9D8N (Bag. 4): Day 3 – Phi Phi Island Tour

Senin, 26 Mei 2014

Menurut jadwal yang telah ditentukan pihak penyelenggara tur, kami akan dijemput dari penginapan sekitar pukul 8 pagi. Berarti kami punya waktu yang cukup untuk jalan-jalan mencari sarapan pagi itu. Waktu subuh di Ao Nang saat itu adalah 4.30, dan matahari terbit menjelang pukul 6 pagi.

Sarapan pagi

Pukul setengah tujuh pagi ketika langit sudah mulai terang, beberapa dari kami keluar mencari sarapan bersama. Setelah 5 menit berjalan kaki, di pinggir jalan utama tak jauh dari Family Mart, kami menjumpai sebuah warung makan sederhana yang penjualnya ibu-ibu dan mbak-mbak berjilbab bertampang mirip Melayu.

Cukup banyak warga sekitar yang membeli sarapan di sana. Menunya miriplah sama masakan yang biasa dijual di dekat kampungku kalau pagi-pagi. Ada bubur (bukan bubur ayam tapinya), urap-urap, sayur pecel, ayam goreng, dan jajanan-jajanan pasar.

Aku memilih menu bubur sebagai sarapanku pagi itu. Komposisi bubur ini cukup unik. Ada sayur kangkung, potongan telor asin, dan ikan patin. Rasanya lumayanlah, nggak jauh beda dengan masakan di negeri sendiri. Harganya 25 baht kalau aku tidak salah ingat.

Berangkat ke Ao Nang Pier

Setelah sarapan, kami kembali ke hostel untuk bersiap-siap tur Phi Phi Island. Aku hanya membawa pakaian ganti, handuk, dan kamera underwater untuk snorkeling.

Jam telah menunjukkan pukul 08.15, namun kendaraan yang akan menjemput kami belum datang sesuai jadwal yang dijanjikan, yakni dari seharusnya pukul 08.00. Akhirnya aku inisiatif untuk menelepon pihak Angel Tour tempat kami memesan paket tur ini. Oleh ibunya yang kemarin melayaniku, aku diminta untuk sabar menunggu sebentar lagi.

Benar saja, sekitar 10 menit kemudian kendaraan truk besar, atau yang disebut songthaew di sana, akhirnya tiba juga. Aku pun menyerahkan bukti pemesanan paket tur kami kepada mbak-mbak petugasnya yang menjemput kami. Masing-masing dari kami diberikan stiker untuk ditempel di kaos, menandakan kami peserta tur.

Kami masih harus menjemput 4 orang teman kami lagi yang menginap di J Hostel. J Hostel ini lokasinya searah menuju ke Ao Nang Pier, tempat kami akan naik boat untuk tur ini. Pas banget ternyata, songthaew ini mampu menampung kami yang berjumlah 22 orang ini.

Songthaew jemputan (photo by Ian)

Songthaew jemputan (photo by Ian)

Dermaga Ao Nang Pier

Dermaga Ao Nang Pier

Tur pun dimulai

Kami memulai tur Phi Phi Island ini dari Ao Nang Pier. Kapal yang kami naiki ternyata kapal besar yang digunakan untuk umum juga. Jadi ada beberapa orang, hampir semuanya, yang ikut menumpang kapal kami sambil membawa tas-tas besar.

Btw, kapal yang kami naiki cukup bagus. Terdiri dari dua tingkat. Di dalamnya full AC. 

Di atas kapal (photo by Putri)

Di atas kapal (photo by Putri)

Tapi nggak asyik kan kalau tur di laut tapi cuma di dalam kapal terus. Bakal sayang banget apbila pemandangan-pemandangan cantik di luar sana dilewatkan. Kami pun duduk-duduk di atas deck depan dan belakang kapal menikmati pemandangan sekitar sambil berfoto-foto.

Foto-foto di atas kapal (photo by Putri)

Foto-foto di atas kapal (photo by Putri)

Tujuan pertama kapal ini adalah ke Railay Island. Railay Island adalah sebuah pulau cantik yang terkenal dengan tebing-tebingnya yang tinggi menjulang. Karena itu, tak mengherankan bila pulau ini menjadi destinasi favorit bagi para pecinta olahraga ekstrim panjat tebing yang berkunjung ke Thailand.

Kapal kami yang cukup besar tidak dapat merapat ke pulau ini. Lagi pula memang sejatinya kapal ini tidak berniat untuk singgah di sana. Kapal hanya menjemput calon penumpang yang berasal dari Railay Island ini. Dari pantai Railay mereka naik perahu-perahu yang kemudian merapat ke kapal kami. Baru kemudian mereka naik.

Railay Island

Railay Island

Penumpang dari Railay Island

Penumpang dari Railay Island

Dari Railay Island, kapal melanjutkan pelayaran ke Phi Phi Island. Kapal menurunkan penumpang-penumpang yang ikut menumpang (ya iyalah penumpang yang menumpang, haha) tadi. Sementara kami tetap berada di atas kapal.

Setelah semua penumpang “tamu” tadi turun, kapal berlayar lagi ke pulau Ko Phi Phi Le. Di sinilah tempat Maya Bay yang terkenal karena film “The Beach” yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio itu. Sayangnya kapal kami tak merapat ke pantai tersebut. Maklum, kapal kami terlalu besar untuk dapat merapat di pantai tersebut. Selain itu, suasana pantai di sana juga sangat ramai. Banyak perahu yang tengah merapat di sana.

Rombongan kapal lain yang sedang snorkeling (photo by Ian)

Rombongan kapal lain yang sedang snorkeling (photo by Ian)

Di bagian laut yang berjarak beberapa ratus meter dari Maya Beach kami diberikan waktu oleh penyelenggara tur untuk snorkeling di sana. Sebelum itu, kami semua disajikan soft drink dan snack oleh mereka di atas kapal. Peralatan snorkeling termasuk pelampung sudah disediakan oleh pihak tur.

Air laut di situ cukup jernih. Banyak ikan nemo berkeliaran di dekat permukaan. Sayang euy, tak tampak satu bongkah karang pun di sana. Entah memang tidak ada atau berada di dasar banget.

Snorkeling rame-rame (photo by Putri)

Snorkeling rame-rame (photo by Putri)

Ian bersama ikan-ikan Nemo

Ian bersama ikan-ikan Nemo

Sekitar 45 menitan sepertinya kami snorkeling di sana. Nggak terasa lho. Kirain kami cuma sebentar di sana, ternyata sudah 45 menitan saja. Oleh pihak turnya kami dipanggil untuk naik ke atas kapal. Lagi-lagi kami disajikan soft drink. Tapi kali ini tanpa snack.

Setelah itu, kapal melanjutkan pelayaran mengelilingi pulau Ko Phi Phi Le ini. Kami diajak melihat Viking Cave yang berada di sisi balik Maya Bay ini. Sayang kami tidak turun ke sana. Kapal-kapal lain yang datang bersamaan dengan kami pun juga demikian. Pemandu tur hanya menjelaskan informasi mengenai Viking Cave ini.

Viking Cave (photo by Ian)

Viking Cave (photo by Ian)

Dari Viking Cave kapal kembali ke Phi Phi Island. Kami berlabuh di sana. Setelah itu acara berikutnya adalah makan siang. Kami makan siang di salah satu rumah makan yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara tur. Menu disajikan secara prasmanan. Ada banyak pilihannya. Dan bagi yang muslim tidak perlu cemas, sebab rumah makan ini sudah dijamin kehalalannya.

Makan siang prasmanan

Makan siang prasmanan

Setelah makan siang, kami memiliki waktu untuk mengeksplor Phi Phi Island selama kurang lebih 1,5 jam atau sampai pukul 15.15. Teman-teman yang lain umumnya lebih suka menghabiskan waktu di pantai yang memang banyak bertebaran di Phi Phi Island ini. Sementara aku, Pambudi (EL’07), Pras (EL’07), dan Hafidh (EL’08) lebih tertarik untuk trekking ke Phi Phi Viewpoint. Aku tahu mengenai Phi Phi Viewpoint ini dari blog-blog orang lain yang kubaca. Aku penasaran dengan view Phi Phi Island dari sana.

Kami sempat bertanya ke orang-orang yang kami temui ke mana rute menuju Phi Phi Viewpoint ini. Banyak yang bilang jaraknya cukup jauh. Ada yang bilang 5 km malah. Kalau 5 km, lari aja butuh sekitar waktu 30 menit. Wah, jelas nggak cukuplah waktu kami untuk ke sana.

Tapi kami tidak percaya begitu saja. Kami coba mengikuti petunjuk-petunjuk arah menuju Phi Phi Viewpoint ini sambil berjalan cepat. Kalau ternyata memang 20 menit jalan kaki nggak sampai-sampai, kami akan memutuskan balik.

Eng, ing, eng… tak tahunya setelah 15 menit kami berjalan kaki dari gapura selamat datang Phi Phi Island dan menyusuri Phi Phi Village ternyata kami sudah sampai aja di anak tangga menuju Viewpoint. Anak tangga ini lumayan panjang, mengingatkanku pada anak tangga ke kawah Bromo. Butuh 5 menit kira-kira kami menaiki anak tangga itu.

Perjuangan kami benar-benar terbayarkan. View Phi Phi Island dari viewpoint ini ternyata sungguh menakjubkan. Untaian kata-kata dan sebuah gambar mungkin tak cukup menggambarkan indahnya view di atas sana. Oh ya, untuk masuk ke Phi Phi Viewpoint ini kami dipungut biaya 20 baht per orangnya.

Ada dua viewpoint di atas sana. Viewpoint 2 berada di posisi yang lebih tinggi lagi. Jaraknya sekitar 5 menit berjalan kaki dari Viewpoint 1. Dari Viewpoint 2 ini viewnya jelas lebih lapang dan bagus. Kalau kata bule cewek yang kami temui di Viewpoint 1, view di Viewpoint 2 itu benar-benar worth the effort lah. Nggak percuma jalan kaki capek-capek ke sana. Di Viewpoint 2 ini kami sempat ketemu bule cowok dari Argentina dan sempat ngobrol-ngobrol sedikit tentang sepak bola, haha.

Di Viewpoint 1 (photo by Hafid)

Di Viewpoint 1 (photo by Hafidh)

Di viewpoint 2 (photo by Pras)

Di viewpoint 2 (photo by Pras)

Setelah puas menikmati pemandangan Phi Phi Island di Viewpoint ini, saatnya kami untuk beranjak turun. Masih ada 30 menit lagi sih sebenarnya. Tapi kami berencana untuk mampir ke salah satu toko di Phi Phi Village untuk membeli kaos.

Aku membeli 1 buah kaos bergambar Phi Phi Island seharga 175 baht dari sebelumnya 200 baht. Lebih mahal daripada 25 baht dari harga yang kudapatkan di Ao Nang sih. Tapi dari segi bahan. yang ini lebih bagus. Dan sudah malas juga sih menawar lebih ‘kejam’ karena memang buru-buru banget untuk balik ke kapal.

Menyusuri Phi Phi Village

Menyusuri Phi Phi Village

Benar saja, kami sudah ditunggu oleh penyelenggara tur di dermaga. Tapi tak tahunya anak-anak yang lain masih banyak yang belum datang, haha. Mereka masih tunggu-tungguan di gapura selamat datang ke Phi Phi Island.

Kapal sudah ramai sekali ternyata oleh penumpang-penumpang yang lain. Yup, selain rombongan kami, ada penumpang-penumpang lainnya yang hendak ke Railay Island dan Ao Nang. Jadi rute yang kami lalui sama seperti berangkat, yakni mampir dulu ke Railay Island, kemudian baru ke Ao Nang.

Kami tiba di dermaga Ao Nang Pier menjelang pukul setengah 6 sore. Setelah itu, kami diantar pulang dengan songthaew yang sama yang menjemput kami paginya. Sesampainya di penginapan, kami bersih-bersih diri.

Railay Island di sore hari

Railay Island di sore hari

Dermaga Ao Nang Pier

Dermaga Ao Nang Pier

Malamnya setelah Maghrib atau sekitar jam setengah 8-an malam kami keluar mencari makan. Kali ini kami mencari tempat makan yang dekat-dekat saja. Di Ao Nang ini banyak sekali pilihan makanan kok, termasuk rumah makan halal.

Pilihan tempat makan kami malam itu jatuh kepada warung makan terbuka di trotoar pinggir jalan dekat Family Mart atau tempat sarapan kami pagi itu. Banyak lho model-model tempat makan yang sederhana seperti ini, makannya di meja-meja yang ditata di trotoar dan tanpa atap. Sayangnya harganya ternyata sebelas dua belas dengan harga menu di Lemon Restaurant, tempat kami makan malam sebelumnya, haha. Tapi rasanya juga nggak kalah enak kok.

Habis makan malam, kami semua langsung pulang ke penginapan. Setelah itu, ada yang langsung tidur, ada yang main kartu, ada yang main biliar. Oh ya, aku lupa cerita kalau di penginapan kami ini ada fasilitas meja biliar-nya. Tapi aku kurang tahu persis berapa biaya sewanya karena nggak ikutan main. Hitungan sewanya per permainan. (bersambung)

————————————————————————————-

Pengeluaran Day 3

  • Sarapan bubur : THB 25
  • Tiket masuk Phi Phi Viewpoint : THB 20
  • Beli 1 kaos di Phi Phi Island : THB 175
  • Makan malam garlic chicken + jus : THB 120

Total = IDR 122.400

*Kurs THB 1 = IDR 360

————————————————————-

Thanks buat foto-fotonya yang dipakai di artikel ini 🙂 :
1. Putri 
2. Ian
3. Pras
4. Hafidh

————————————————————————————-

Indeks link seri artikel Backpacking Indochina 9D8N:

4 thoughts on “Backpacking Indochina 9D8N (Bag. 4): Day 3 – Phi Phi Island Tour

  1. odilia gracilliaOdilia

    Halo saya Odilia, saya udah baca cerita trip Indochinanya sape part yang terakhir ehehehehe…. Oiya mas apakah boleh saya minta rekomendasi mengingat saya juga akan trip ke negara yang sama meskipun itu buat taon depan bulan Juli pas liburan sekolah. Kebetulan saya juga akan menginap di Ao Nang backpacker juga yg uda saya booking via Agoda. Saya juga bakalan start dari KL dan ending di HCMC. Karena saya solo traveler makanya pengen siapin semuanya jauh-jauh hari biar gak kena scam karena sudah tau mana yg harus dituju dan transportasi apa yang harus saya pakai. Bila berkenan mohon bagi itin sama tips selama disana. Terimakasih

    Like

    Reply
    1. otidh Post author

      Halo, salam kenal Odilia. Btw, Ini belum selesai serial trip Indochinanya hehe. Masih ada 2 artikel lagi.

      Boleh-boleh, ntar saya bagi itinerarynya. Hmm.. untuk tips-tipsnya sepertinya bisa dibaca di masing-masing artikel saja. Kalo pergi sendiri dari sisi transportasi bisa lebih fleksibel seharusnya. Di artikel2 itu saya juga sudah ceritakan transportasi apa saja yang digunakan.

      Like

      Reply
  2. Puput

    Halo Otidh..
    Bagus ceritanya, bisa bantu2 info perjalanan.
    Waktu booking trip ke Phi Phi Island masih inget gak nama tour nya ?
    dan nama pake tour nya ?
    Terima kasih

    Like

    Reply
    1. otidh Post author

      Halo Puput…
      Waktu itu kami pesan tournya di Hat Yai. Nama tour agentnya: Angel Travel Service. Websitenya http://hatyai-angeltour.com/. Alamatnya: 118 Thanon Niphat Uthit 2 Hat Yai.

      Di sepanjang jalan Ao Nang juga banyak kok bertebarang agen-agen tour ke phi phi island gitu.

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s