Tag Archives: YouTube

Belajar Al-Qur’an di Bayyinah TV

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, sebagaimana yang Allah tegaskan pada QS. Yusuf ayat 2 (dan dikatakan juga pada ayat dan surat lainnya), bahwasannya Al-Qur’an Allah turunkan dalam bahasa Arab. Karena itu, idealnya cara yang paling baik dalam usaha memahami Al-Qur’an adalah dengan menguasai bahasa Arab itu sendiri terlebih dahulu.

Banyak makna yang hilang ketika memahami Al-Qur’an dari terjemahan. Apalagi dalam bahasa Indonesia. Salah satu yang krusial adalah bahasa Indonesia tidak mengenal tenses. Padahal, di dalam ayat Al-Qur’an ada beberapa penggunaan kata kerja dalam bentuk past tense dan present tense. Bentuk tense itu krusial dalam menunjukkan pesan yang ingin disampaikan.

Lalu soal pilihan kata. Sebagai contoh, kata الْيَمِّ (al-yammi) digunakan dalam QS Al-Qasas ayat 7 ketika menyebut ‘sungai’ dalam cerita bayi Nabi Musa yang dijatuhkan oleh ibunya ke sungai Nil. Ada beberapa varian kata ‘sungai’ dalam bahasa Arab, tapi kata tersebut yang dipilih karena memang ia lebih dari sekedar sungai. Kata tersebut bermakna ‘sungai yang dalam’ atau bisa juga ‘sungai yang mematikan’.

Lalu ada kata الْحَمْدُ (al-hamdu) pada kata الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ yang diterjemahkan menjadi ‘segala puji’ (all praise). Makna yang lebih lengkapnya seharusnya adalah ‘segala puji dan terima kasih/syukur’ (all praise and thanks). Jadi kataالْحَمْدُ bermakna dua kata tersebut dalam satu kesatuan.

Adanya gap bahasa yang sangat signifikan itu saya sadari setelah mengikuti kajian Ustadz Nouman Ali Khan di internet. Hal itu tidak saya peroleh ketika belajar di madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah dahulu. Atau mungkin guru sudah menjelaskan, namun tidak memberikan awareness kepada kami sebagai murid mengenai gap bahasa tersebut.

Dari kajian Ustadz Nouman Ali Khan itu, saya jadi berusaha lebih memahami lagi Al-Qur’an dari aspek linguistik yang lain, bukan hanya belajar cara membaca (tilawah) atau memahami terjemahannya saja. Ada banyak aspek linguistik yang dibahas oleh Ustadz Nouman Ali Khan. Di antaranya adalah terkait pilihan kata, susunan ayat, transisi yang digunakan Allah dalam menceritakan sesuatu dan meminta kita agar mengambil pelajaran darinya, dsb.

Kajian Ustadz Nouman Ali Khan itu bisa kita ikuti melalui program Bayyinah TV yang diasuh beliau dan tim di website http://bayyinah.tv/. Ada aplikasi Androidnya juga kok (di sini). Jadi enak kan, daripada bengong saat menunggu atau dalam perjalanan, bisa dapat ilmu mendengarkan kajian beliau melalui HP.

Selain itu, di YouTube juga ada kok channel Bayyinah Institute, tepatnya di https://www.youtube.com/channel/UCRtiU-lpcBSi-ipFKyfIkug. Tapi yang di YouTube biasanya berupa potongan-potongan saja, lengkapnya tetap ditaruh di Bayyinah TV.

Banyak wow moment yang saya dapatkan saat mengikuti kajian beliau. Banyak hal yang baru saya ketahui tentang pemahaman Al-Qur’an dari kajian beliau ini. Yang disampaikan beliau sejatinya juga sudah dibahas oleh ulama-ulama tafsir terdahulu kok. Tapi yang saya suka dari beliau adalah cara beliau menyampaikan yang begitu terstruktur dan disertai contoh-contoh sehingga memudahkan saya untuk memahami. 😊

Advertisements

And… The Show is On! #ThomasUber2014

Li Ning Thomas & Uber Cups 2014 akhirnya resmi dibuka kemarin. Piala Thomas dan Uber tahun ini diselenggarakan di kota New Delhi, India. Pembagian grup Piala Thomas & Uber dapat dilihat pada post saya sebelumnya di sini.

Tim Uber Indonesia mengawali perjalanan di Piala Uber dengan mengalahkan Australia 5-0 dalam babak penyisihan grup X. Sementara Tim Thomas Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dalam babak penyisihan grup A.

Sayangnya untuk babak penyisihan ini tidak ada stasiun TV lokal yang menyiarkan secara langsung perjuangan tim Indonesia. NET. TV baru akan menyiarkan mulai babak perempat final.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menyaksikan pertandingan tim Indonesia atau partai-partai negara lainnya bisa menyaksikannya melalui channel TV berbayar di Star Sports. Atau bisa juga live streaming di channel BWF di YouTube, namun perlu trik untuk mengakali restriksi “The uploader has not made this video available in your country”. Alternatif live streaming yang lain bisa di http://www.hahasport.com/ atau http://fancystreems.com/.

Ini salah satu advertisement video dari Star Sports India untuk event Thomas & Uber Cups 2014 ini. Aku suka dengan konsep video ini. Musik India dipadu dengan suara sabetan smash, berhasil merepresentasikan atmosfer event badminton yang diselenggarakan di India.

Bagi Anda yang ingin mengikuti jadwal dan hasil-hasil pertandingan secara up to date dapat mengunjungi halaman tournamentsoftware ini. Sementara untuk update berita terkait pertandingan bisa mengunjungi situs resmi Badminton World Federation (BWF) di sini atau di Badzine. Untuk berita khusus Tim Indonesia bisa mengunjungi langsung situs PBSI di sini.

Semoga saja pada event Piala Thomas & Uber tahun ini Indonesia bisa membawa pulang kembali piala yang sudah lama lepas dari Indonesia ini. Indonesia berpeluang besar menjadi juara sekaligus memenuhi nomor unggulannya di event Piala Thomas kali ini.

Mengunggah Video ke YouTube

Beberapa minggu belakangan ini lagi, sambil mengisi waktu luang, aku iseng mengumpulkan video-video rekaman traveling yang sudah pernah kulakukan dan mengunggahnya ke YouTube. Sebenarnya ada beberapa video rekaman yang berasal dari teman juga sih, terus kugabungkan menjadi satu dengan punyaku.

Yaa… ini juga sambil iseng-iseng belajar editing video juga sih sebenarnya. Jadi jangan kaget kalau hasilnya sungguh amatiran, hehe.

Btw, dari pengalaman sebelumnya sempat kena isu copyright sih waktu mengunggah video photo story pendakian Semeru dua tahun lalu dengan backsound lagu Nidji berjudul Di Atas Awan. Lalu waktu aaku mengunggah video atraksi Symphony of Lights-nya Avenue of Stars, Hong Kong, aku kena copyright juga gara-gara di dalam acara Symphony of Lights ini ada musik yang diputar. Kalau untuk yang ini sih memang nggak bisa dicegah sih, haha.

Nah, gara-gara hal ini kemudian akhirnya aku baru tahu ternyata YouTube memiliki “stok” audio yang bisa dipergunakan secara bebas di video yang kita unggah. Koleksi audio-audio itu ada di sini  https://www.youtube.com/audiolibrary. Banyak kok pilihan audionya. Sudah dikelompokkan berdasarkan genre (pop, rock, regae, dll), mood (happy, romantic, sad, funky, dll), instrument (guitar, drum, piano, dll), atau filter berdasarkan durasi. Asyik kan?

YouTube Audio Library

YouTube Audio Library

Oh ya, jangan berharap bakal menemukan lagu-lagu komersial di YouTube Audio Library itu ya, hihi. Itu lagu-lagu free saja sih soalnya. Malah jarang sekali ada lagu yang ada suara orang nyanyinya di sana.

Baiknya YouTube ini, selain ada koleksi audio gratis, juga ada fitur editing on-the-fly :). Salah satunya adalah ketika video selesai diunggah, YouTube bisa mendeteksi apakah ada efek shaky camera di video itu. Jika ada, YouTube menawarkan untuk menetralkan efek shaky tersebut. Selain itu, kita juga bisa memberikan efek macam-macam layaknya Instagram. Kita bisa saat itu juga melihat hasilnya di preview video.

Asyik juga nih YouTube. Btw, ini alamat channel saya di YouTube youtube.com/otidh. Ini salah satu video yang aku unggah di sana. Video ini adalah dokumentasi pendakian Gunung Gede yang aku lakukan bersama beberapa teman-teman kuliah setahun yang lalu. Di video ini aku juga memanfaatkan free audio yang disediakan YouTube.

Pekerjaan: Tukang Unggah Video YouTube

Alkisah beberapa bulan yang lalu, secara viral ada beberapa teman membagikan link video di YouTube berjudul “Candy Crush The Movie (Official Fake Trailer)” yang diupload oleh seseorang dengan akun bernama nigahiga. Video itu menurutku sangat lucu dan menghibur. Karena itu aku kemudian penasaran siapa nigahiga ini. Aku pun men-subscribe akun dia dan mengikuti video-video terbaru yang diunggahnya ke YouTube. Pendapatku masih sama, video-videonya benar-benar lucu dan menghibur.

Video-video yang diunggahnya konsisten mendapatkan 3-7 juta views. Bahkan, ada salah satu videonya yang ditonton hingga 13 juta views. Total subscriber-nya sendiri mencapai angka 10 jutaan.

Melihat cara dia berkarya, yakni mengunggah video secara berkala … wait … what … hampir setiap minggu(!!!), timbul pertanyaan dalam diriku, “Kok ada ya orang yang seniat ini kegiatannya setiap minggu cuma bikin video dan upload ke YouTube.” Video-video yang Ryan Higa — nama asli pemegang akun — dkk buat itu bukan video parodi asal-asalan. Ada ide dan alur cerita yang mereka susun. Ada pembagian peran yang mereka lakukan. Ada kostum dan make-up untuk memperkuat karakter di dalam cerita. Ada penyuntingan video dengan menyisipkan efek animasi untuk membuat parodi lebih menghibur. Hanya dua kata yang cukup untuk mewakili apa yang mereka lakukan itu: niiaatt abisss!!

Dan di YouTube, orang-orang seperti Ryan Higa ini sangat banyak. Maka tak heran bila kemudian dewasa ini sering kita dengar istilah Seleb YouTube. Orang-orang yang meraih popularitasnya setelah video-video yang diunggahnya ngehit di YouTube.

Aku pun penasaran, sebenarnya apa sih yang mungkin dikejar orang-orang ini. Googling, googling, googling … eh, dari hasil “ngupload” video itu mereka bisa menerima pendapatan (Revenue) ratusan ribu hingga jutaan dolar pertahunnya. Besarnya revenue yang mereka dapat itu tergantung dari jumlah view yang mereka hasilkan dari video mereka. Coba deh, lihat Infographic di bawah ini:


Image source: MoneySupermarket

Faktanya, sejak YouTube meluncurkan program yang disebutnya dengan nama “YouTube Partner Program” pada April 2012, setiap pengguna YouTube berpeluang untuk mendapatkan uang dengan jalan memonetisasi videonya. Yakni, dengan mengizinkan YouTube untuk menampilkan iklan di video kita. Jadi sebenarnya iklan yang muncul di video YouTube itu tak akan muncul jika sang uploader tidak mengizinkannya. Untuk mengaktifkan iklan tersebut, pengguna dapat melakukan pengaturan di bagian Monetization di akun YouTube-nya.

Walaupun demikian, tidak semua video bisa dimonetisasi. Ada kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh YouTube yang harus dipatuhi oleh uploader. Intinya adalah orisinalitas dan tidak melanggar copyright orang lain. Video diperbolehkan untuk menggunakan musik milik orang lain selama pengunggah bisa membuktikan bahwa ia sudah mengantongi izin dari pemiliknya. Penjelasan lebih detail mengenai kriteria-kriteria tersebut bisa dibaca langsung di sini. Untuk mengetahui lebih detail mengenai YouTube Partner Program termasuk hal-hal berkaitan dengan monetization bisa mengunjungi tautan ini.

Memang berapa sih bagaimana menghitung revenue yang diterima oleh sang pengunggah video? Well, sejauh ini tak ada pernyataan resmi yang dirilis oleh YouTube terkait itu. Namun, sesuai yang dikatakan oleh Infographic di atas, dipercaya bahwa untuk iklan pre-roll video (cuplikan iklan yang tayang sebelum video diputar) bisa menghasilkan setidaknya $5.00 untuk setiap 1000 views. Sedangkan iklan banner dipercaya dapat menghasilkan $0.80-$1.00 untuk setiap 1000 views. Oleh karena itu tak mengherankan bila pada awal tahun ini, PSY dengan Gangnam Style-nya, yang jumlah view-nya mencapai 1,2 miliar kala itu, dikabarkan oleh orang Google sendiri (FYI bagi Anda yang belum tahu, YouTube adalah milik Google) mampu memperoleh $8 juta dari iklan. Wow!!

Well, makanya tak mengherankan bila ada orang-orang yang sampai rutin meluncurkan video secara berkala ke YouTube dan konten videonya pun dibuat dengan sangat serius. Entah itu video parodi seperti nigahiga, video remake lagu seperti AlexGMusic7, video tutorial atau kursus, dan lain sebagainya. Kalau sudah begitu, jangan heran di era sekarang apabila kita menanyai seseorang pekerjaan dia apa, kemudian dijawab: Tukang Unggah (Upload) Video YouTube! Hehehe… Nggaklah. Rasanya jawaban “YouTube Artist” lebih elegan dan keren. 😀