Tag Archives: PBSI

And… The Show is On! #ThomasUber2014

Li Ning Thomas & Uber Cups 2014 akhirnya resmi dibuka kemarin. Piala Thomas dan Uber tahun ini diselenggarakan di kota New Delhi, India. Pembagian grup Piala Thomas & Uber dapat dilihat pada post saya sebelumnya di sini.

Tim Uber Indonesia mengawali perjalanan di Piala Uber dengan mengalahkan Australia 5-0 dalam babak penyisihan grup X. Sementara Tim Thomas Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dalam babak penyisihan grup A.

Sayangnya untuk babak penyisihan ini tidak ada stasiun TV lokal yang menyiarkan secara langsung perjuangan tim Indonesia. NET. TV baru akan menyiarkan mulai babak perempat final.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menyaksikan pertandingan tim Indonesia atau partai-partai negara lainnya bisa menyaksikannya melalui channel TV berbayar di Star Sports. Atau bisa juga live streaming di channel BWF di YouTube, namun perlu trik untuk mengakali restriksi “The uploader has not made this video available in your country”. Alternatif live streaming yang lain bisa di http://www.hahasport.com/ atau http://fancystreems.com/.

Ini salah satu advertisement video dari Star Sports India untuk event Thomas & Uber Cups 2014 ini. Aku suka dengan konsep video ini. Musik India dipadu dengan suara sabetan smash, berhasil merepresentasikan atmosfer event badminton yang diselenggarakan di India.

Bagi Anda yang ingin mengikuti jadwal dan hasil-hasil pertandingan secara up to date dapat mengunjungi halaman tournamentsoftware ini. Sementara untuk update berita terkait pertandingan bisa mengunjungi situs resmi Badminton World Federation (BWF) di sini atau di Badzine. Untuk berita khusus Tim Indonesia bisa mengunjungi langsung situs PBSI di sini.

Semoga saja pada event Piala Thomas & Uber tahun ini Indonesia bisa membawa pulang kembali piala yang sudah lama lepas dari Indonesia ini. Indonesia berpeluang besar menjadi juara sekaligus memenuhi nomor unggulannya di event Piala Thomas kali ini.

Advertisements

Gagal Total di Olimpiade 2012

Sedih juga mendapati kenyataan bahwa badminton pada akhirnya benar-benar gagal total di Olimpiade kali ini. Tak hanya tradisi medali emas yang gagal dipertahankan, pada olimpiade kali ini tak satupun medali diraih pula. Bahkan, salah satu pasangan kita mendapatkan hukuman diskualifikasi dari Olimpiade.

Fix, 2012 harusnya dinobatkan sebagai tahun duka cita bagi dunia badminton Indonesia. Sebelumnya Indonesia telah sukses menodai rekor selalu melaju ke semifinal Piala Thomas, dengan hanya finish di perempat final Piala Thomas 2012 pada bulan Mei yang lalu. Prestasi yang mungkin membanggakan di tahun ini mungkin adalah kembali direbutnya gelar All-England dan Indonesia Open.

Sejatinya aku masih cukup mengapresiasi prestasi ganda campuran walaupun kalah di semifinal olimpiade. Namun, ketidakmampuan untuk bangkit mereka dari keterpurukan, terutama Tontowi Ahmad yang bermain sangat buruk di partai perebutan perunggu melawan Denmark, membuatku sebagai penggemar bulutangkis kecewa.

Tapi mungkin aku sedikit maklum karena melihat beratnya beban yang mereka pikul di olimpiade ini. Tak seperti olimpiade-olimpiade sebelumnya yang target medali emas biasanya dibebankan lebih dari satu wakil, kali ini terlihat sekali beban itu hanya mereka yang memikul. Yang lain? Yang ada hanya harapan dan harapan. Yah, olimpiade kali ini benar-benar mengingatkanku to not expecting more dan be more realistic.

Berharap ada perubahan pembinaan dari PBSI, bahkan kalau perlu perombakan besar-besaran. Ada yang salah di kepengurusan kali ini.