Tag Archives: 2012

Jadwal Badminton di Olimpiade 2012

Yak, bagi para penggemar badminton yang ingin menyaksikan perjuangan jago-jago badminton kita di olimpiade London 2012 yang akan berlangsung mulai tanggal 28 Juli hingga 5 Agustus nanti, monggo disimak jadwal pertandingannya.

Sumber: London 2012

Tanggal Nomor Jadwal Pertandingan (WIB)
28-31 Juli MS, WS, MD, WD, XD (Group stage) 14.30-17.00, 18.30-23.00, 00.30-05.00
1 Agustus MS (Round 16), WS (Round 16), XD (QF), WD (QF) 15.00-17.00, 18.30-21.00, 23.00-01.00
2 Agustus MD (QF), WS (QF), XD (SF), MS (QF), WD (SF) 15.00-17.00, 18.30-21.00, 23.00-01.00
3 Agustus WS (SF), MS (SF), XD (Bronze+Gold) 15.00-18.00, 19.30-23.00
4 Agustus MD (SF), WD (Bronze+Gold), WS (Bronze+Gold) 15.00-18.00, 19.30-23.00
5 Agustus MS (Bronze+Gold), MD (Bronze+Gold) 15.00-18.00, 19.30-23.00

Untuk keterangan lebih lengkap bisa langsung lihat jadwalnya di situs resmi Olimpiade London 2012 di sini. Untuk melihat livescore pertandingan bisa di sini.

Untuk siaran langsungnya sendiri di Indonesia, menurut rencana TVRI akan menayangkan langsung pertandingan-pertandingan Olimpiade enam jam tiap harinya, yakni pukul 15.00-17.00, 21.00-23.00, dan 01.00-03.00 WIB. Namun, sepertinya belum tentu (atau tidak selalu) cabang badminton yang akan ditayangkan. Kalaupun cabang badminton yang ditayangkan, belum tentu juga pemain Indonesia yang sedang bermain yang ditayangkan. Tergantung court mana yang merupakan TV court. 

Akan tetapi, bagi yang punya koneksi internet dewa, bisa mengunjungi situs badmintonlink. Kalau melihat kebiasaan-kebiasaan sebelumnya, setidaknya ada dua court yang akan mereka sediakan live streaming-nya. Tapi harap maklum apabila kualitas gambar dan scoresheet yang disajikan tidak sebaik di TV.

Sebagai penggemar badminton tentu aku mengharapkan persaingan yang menarik di olimpiade kali ini. Semoga ada kejutan-kejutan terjadi, dan itu dilakukan oleh pemain-pemain Indonesia yang pada olimpiade kali ini sebenarnya tidak begitu diunggulkan. Semoga pula tradisi emas dapat dipertahankan.

Akhirnya, ‘Sesuatu yang Tertunda’ itu …

Setelah sempat ‘tertunda’ selama hampir 10 bulan, ‘sesuatu’ itu akhirnya terjadi juga hari ini, Sabtu , 14 Juli 2012. Iya, alhamdulillah … akhirnya aku diwisuda juga!! 😀

Sungguh sebuah penantian panjang yang kualami. Ya bagaimana tidak, setahun lalu aku melaksanakan sidang dan euforia akan menjadi sarjana sudah kurasakan. Namun semua berubah ketika negara api menyerang, eh, berubah ketika aku tersangkut satu mata kuliah yang nilainya berubah dari T menjadi E. Itu terjadi karena miskomunikasi antara diriku dengan sang dosen. Akibatnya jumlah SKS-ku tak mencukupi untuk lulus S1. Aku pun terpaksa mengambil kuliah lagi di semester 2 tahun ajaran 2011/2012. Kenapa tidak semester 1-nya? Sebabnya, aku sudah terlanjur mengambil 0 SKS.

Mungkin wisuda ini hanya formalitas bagiku. Namun, walaupun euforia kelulusan ini tak kurasakan, tapi aku sungguh bersyukur akan berakhirnya penantian panjang ini. Sedih juga sih melepas status mahasiswa itu. Oh man … kalau dipikir-pikir banyak juga resolusiku — yang kucanangkan ketika mengawali status mahasiswa — yang belum/tidak tercapai hingga akhir status mahasiswaku ini.

Tapi setidaknya aku tak gamang lagi menjawab pertanyaan “Lagi sibuk apa sekarang?”. Dulu mau menjawab sudah kerja, tapi masih kuliah. Mau menjawab masih kuliah, tapi sudah sidang dan juga sedang bekerja. Ah, jadi harus menjelaskan lagi ke si penanya.

Kalau banyak bilang masa paling indah adalah masa SMA, mungkin itu tepat. Tapi masa menjadi mahasiswa (S1) adalah masa yang tak tergantikan. Memang sukses tidaknya perjalanan hidup ini tidak ditentukan oleh seberapa suksesnya diri ini di S1, tapi di sinilah kita benar-benar ditempa, merasakan manis-pahitnya hidup.

Ya, gelar sarjanaku ini kupersembahkan untuk kedua orang tuaku yang sudah banyak berkorban bagi anaknya, tiada henti mendoakan yang terbaik bagi anaknya siang dan malam, dan yang dengan sabar menantikan kelulusan anaknya ini.

Bersama orang tua tercinta

Bersama orang tua tercinta

Ya Allah … terima kasih atas karunia-Mu ini. Semoga gelar sarjana ini tak menjadi sia-sia. Semoga hamba-Mu ini bisa mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Amin. Bismillah!