Libur Kuliah, Masak-Masak

Liburan kali ini memberikan saya waktu luang yang lebih. Memang selama liburan ini saya mengisinya dengan menjalani kerja praktek setiap hari Senin-Jumat di Telkom RDC Bandung. Tetapi setidaknya tidak ada beban pekerjaan yang harus dikerjakan di rumah. Beda dengan saat hari-hari kuliah. Kegiatan sehari-hari di rumah pasti selalu saja ada tugas kuliah yang dikerjakan. Maklum, di jurusan tempat saya kuliah, khususnya saat tingkat 3 kemarin, memang lagi bejibun tugas besar.

Nah, mumpung lagi liburan seperti sekarang ini, niat untuk memasak pun muncul lagi. Hitung-hitung menghemat pengeluaran juga. Sebab, harga makanan yang dijual di dekat daerah kontrakan saya memang cukup “menguras” kantong. Memang paling enak itu makan masakan sendiri, meskipun rasanya nggak sesedap makanan yang dibeli di warung hehehe… Tapi dengan masak sendiri itu saya bisa bereksperimen menemukan rasa yang pas buat lidah saya sendiri.

Sebenarnya saya hanya bisa memasak sedikit saja. Paling yang jadi favorit saya adalah bikin nasi goreng, omelet, atau sekedar nggoreng tahu tempe saja.

Kalau dipikir-pikir memang mahal nasi goreng yang biasa dijual malem-malem di daerah dekat kontrakan saya. Udah gitu rasanya manis. Kurang sesuai dengan selera lidah saya. Makanya saya biasanya minta nggak usah pake kecap kalau beli. Saat ini nasi goreng di Bandung yang sesuai dengan lidah saya baru Nasi Goreng Wong Solo saja yang ada di Balubur. Mungkin karena memang saya berasal dari Jawa.

Tapi, kalau memang mau berhemat ngekos di Bandung, mending masak makanan sendiri aja, atau setidaknya masak nasi sendiri  terus lauknya beli di warung. Cukup menghemat itu. Sebab, kalau saya perhatikan rata-rata harga makanan di sini memang lebih mahal dibandingkan dengan rata-rata harga makanan dari daerah asal saya (Malang).

Bumbu untuk nasi goreng

Bumbu untuk nasi goreng

Nasi goreng

Nasi goreng

Siapa Sebenarnya Pembuat Millatfacebook?

Mungkin di antara kita masih ada yang bertanya-tanya siapakah sebenarnya pemilik atau pembuat Millatfacebook, situs jejaring sosial muslim yang menyerupai Facebook itu. Saya sendiri pertama kali mengetahui situs Millatfacebook.com dari sebuah artikel yang dimuat di Eramuslim pada tanggal 29 Mei 2010 dan kemudian juga menemukan artikel yang kurang lebih sama dalam bahasa Inggris dari situs Zahipedia. Kedua situs tersebut menyatakan bahwa Millatfacebook dibuat oleh sekelompok anak muda yang ahli dalam bidang IT dan pemiliknya bernama Usman Zaheer. Tetapi pada hari Kamis kemarin (10/06/2010) kebetulan saya membaca note seorang teman di Facebook yang ternyata salinan dari blog orang lain (saya lupa alamatnya klik di sini), menyatakan kecurigaan terhadap pihak di balik pembuat atau pemilik Millatfacebook ini. Dikatakannya bahwa tidak ada bedanya Millatfacebook dengan Facebook yang dianggap sebagai media dari antek-antek Barat atau Yahudi (CIA & Mossad) untuk mengorek informasi dan mengawasi para member jejaring sosial tersebut, khususnya aktivis muslim. Alasan di balik kecurigaan itu adalah fakta bahwa server situs millatfacebook.com ini berada di USA. Cara mengetahuinya adalah dengan melakukan tracking IP, dengan langkah-langkahnya kurang lebih sebagai berikut:

1. Ping situs millatfacebook.com

Ping millatfacebook.com

Ping millatfacebook.com

2. Dari situ kita bisa mendapatkan IP address dari millatfacebook.com. Selanjutnya kita bisa melakukan tracking IP tersebut dengan memanfaatkan situs ipaddresslocation.org dengan memasukkan IP tersebut pada textfield “IP Locator. Berikut adalah hasilnya:

Lokasi IP Millatfacebook.com

Lokasi IP Millatfacebook.com

Nah, dari hasil tracking tersebut diketahui ternyata server Millatfacebook.com berada di Texas, USA, dan situs ini menggunakan jasa perusahaan Lakota Data sebagai penyedia web hosting-nya. Memang tidak semua perusahaan mengelola website-nya menggunakan web hosting sendiri. Facebook adalah contoh perusahaan yang memiliki web hosting sendiri. Sementara itu, beberapa penyedia jasa web hosting di Indonesia sendiri sebagian juga ada yang server-nya berada di USA. Jika mau ditelusuri, mungkin saja ada juga website Islami lainnya yang menggunakan server dari USA. Setiap orang tentunya memiliki pertimbangan masing-masing dalam memilih web hosting.

Saya ambil contoh website Toko Kesejahteraan Mahasiswa (TOKEMA) milik Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa ITB yang beralamat di www.tokema.net (bukan bermaksud promosi lho… :D). Website tersebut menggunakan jasa perusahaan penyedia jasa web hosting Q****s yang berdomisili di Indonesia, akan tetapi server-nya ada di USA. (Untuk mengecek situs lainnya, dapat menggunakan langkah-langkah yang sama seperti yang disebutkan di atas).

Nah, karena sebab itulah (server berada di USA), beberapa orang mencurigai misi terpendam di balik peluncuran Millatfacebook ini. Ada yang menganggap ini buatan Facebook juga, untuk merangkul kaum muslim.

Saya pun yang awalnya hanya membaca informasi ini dari beberapa artikel berita saja, sekarang menjadi penasaran ingin tahu lebih banyak lagi mengenai siapakah sebenarnya “aktor” di balik Millatfacebook ini. Berawal dari sebuah tulisan di situs wikipedia, kemudian saya mendapatkan nama-nama anggota tim pendirinya dan beberapa link ke situs-situs lain yang memberikan informasi lebih banyak mengenai pembuatan Millatfacebook. Mereka adalah Azhar Siddique (seorang advokat), Arslan Ch, Abbas, Imran, Mohsin, dan Salman (sumber: http://www.millatfacebook.com/core-team/). Sedangkan pemiliknya, sebelumnya di awal sempat disebutkan bahwa ia bernama Usman Zaheer, lebih tepatnya ternyata bernama Omer Zaheer Meer. Untuk mengenal lebih dekat dengan beliau, mungkin bisa membaca blognya langsung, yaitu http://omerzaheermeer.wordpress.com/. Membaca beberapa tulisannya dan halaman about-nya dapat diketahui bahwa beliau adalah seorang profesional dalam bidang keuangan dan manajemen. Banyak sekali sertikasi dan pengakuan dari lembaga-lembaga terkait mengenai kapabilitas beliau. Tak heran jika beliau yang memegang kendali perusahaan Millatfacebook ini sekarang. Dalam blog tersebut beliau juga banyak menceritakan mengenai Millatfacebook, meliputi beberapa latar belakang didirikannya, perbandingannya dengan Facebook, hingga berbagai serangan yang dilancarkan oleh CIA dan Israel terhadapnya. Selain blog di wordpress tersebut, beliau juga memberikan informasi mengenai Millatfacebook melalui pengumuman yang akan muncul pada halaman home akun kita dan juga melalui blog di Millatfacebook juga atas nama akun Peace_for_Allah. Orangnya sangat tanggap dalam membalas segala komentar dari kita. Silakan saja langsung tanyakan kepada beliau jika masih penasaran dengan Millatfacebook.

Setelah membaca tulisan-tulisan beliau itu Insya Allah saya pun menjadi semakin yakin bahwa Millatfacebook ini memang dibuat secara ikhlas untuk menyatukan umat muslim di seluruh dunia ini dan menunjukkan bahwa umat muslim pun tidak kalah dalam pengetahuan dan teknologi saat ini. Semoga Allah selalu memudahkan gerak dan langkah kita.

Joy Ride by KA Argo Peuyeum

Pagi ini aku bersama kedua temanku berangkat dari kontrakan sekitar pukul 7.20 menuju Stasiun Ciroyom. Kami berencana untuk jalan-jalan ke Cianjur naik kereta api lokal Ciroyom-Cianjur atau yang biasa disebut oleh masyarakat dengan nama KA “Argo Peuyeum”. Kurang tahu juga kenapa kok kereta ini dinamakan dengan “Argo Peuyeum”. Kata “Argo” itu sendiri biasa digunakan untuk nama kereta api kelas eksekutif. Sementara rangkaian “Argo Peuyeum” ini hanya terdiri atas dua gerbong kelas ekonomi yang ditarik oleh lokomotif jenis BB. Sedangkan kata “Peuyeum” mungkin diambil dari kata “Cipeyeum”, salah satu nama stasiun yang dilalui kereta api ini.

Awalnya kami kira, kami sudah tertinggal kereta karena dari informasi yang kami dapat dari salah satu forum katanya KA ini berangkat pukul 7.50. Kami sendiri sampai di Stasiun Ciroyom pukul 7.55. Ternyata rangkaian KA “Argo Peuyeum” masih stabling di jalur dua, dalam posisi siap untuk diberangkatkan. Aku pun langsung lari ke loket untuk membeli karcis. Di sana tertera jadwal keberangkatan KA Lokal Cianjur yang ternyata berangkat pukul 8.10. Murah sekali ya ternyata tiket KA Argo Peuyeum ini. Cukup Rp 1.500,- saja  sudah dapat bepergian Bandung-Cianjur.

Karcis KA Argo Peuyeum

Karcis KA Argo Peuyeum

Argo Peuyeum siap diberangkatkan dari jalur dua

Argo Peuyeum siap diberangkatkan dari jalur dua

Harus sabar memang kalau naik KA Argo Peuyeum ini. Laju KA ini rata-rata hanya sekitar 20-40 km/jam saja. Mungkin disebabkan karena harus melalui medan yang penuh tanjakan dan kondisi rel yang tidak mendukung.

Belum lagi ditambah KA yang penuh sesak oleh penumpang dan sering berhenti di “stasiun-stasiun” kecil. Stasiun yang sudah tidak aktif, seperti Stasiun Meleber (kalau tidak salah), tetap disinggahi KA ini. Padahal stasiun itu bangunannya sudah tidak terawat. Tidak ada petugas KA di sana. Selain itu juga, sekali atau dua kali KA ini tiba-tiba berhenti di tengah jalan, padahal tidak ada stasiun di sana. Ternyata ada penumpang yang mau turun di situ :D!!

Kalau dipikir-pikir, wajar saja KA ini bisa melakukan hal “seenaknya” mengingat KA ini adalah satu-satunya KA yang melintasi petak Padalarang-Cianjur (diteruskan sampai Lampegan). Jadi tidak perlu khawatir akan terjadinya persilangan dengan KA lain.

Sepanjang petak Padalarang-Cianjur itu kita dapat melihat pemandangan pegunungan yang indah dan sungai Citarum.

Panorama sepanjang perjalanan

Panorama sepanjang perjalanan

Perjalanan

Perjalanan

Melintasi sungai Citarum

Melintasi sungai Citarum

Tiba di Stasiun Cianjur waktu telah menunjukkan sekitar pukul 10.05. Perjalanan KA “Argo Peuyeum” ini tidak berhenti di sini. KA masih melanjutkan perjalanan hingga Stasiun Lampegan. Tetapi penumpang yang masih berada di dalam gerbong dapat dihitung dengan jari karena mayoritas memang turun di Stasiun Cianjur ini. Kami sendiri juga ikut turun di Cianjur. Sambil menunggu KA berikutnya yang akan berangkat pukul 13.03, kami jalan-jalan dulu di Cianjur.

Stasiun Cianjur

Stasiun Cianjur

KA melanjutkan perjalanan ke Lampegan

KA melanjutkan perjalanan ke Lampegan

Kami kembali ke stasiun Cianjur sekitar pukul 12.35. Ternyata KA sudah stand by di jalur dua Stasiun Cianjur. Padahal di GAPEKA harusnya datang di Cianjur dari Lampegan pukul 12.57. Akhirnya terpaksa menunggu lama keberangkatan KA ke Bandung dari dalam kereta. Seharusnya KA Argo Peuyeum ini pemberhentian terakhir adalah di Stasiun Ciroyom. Tetapi kami ikut meneruskan perjalanan ke Stasiun Hall Bandung karena KA ini memang akan stabling di dipo Stasiun Bandung untuk menantikan jadwal perjalanan terakhir ke Cianjur sorenya.

KA Argo Peuyeum langsir di Stasiun Hall Bandung

KA Argo Peuyeum langsir di Stasiun Hall Bandung

Kerja Praktek Minggu Pertama

Akhirnya sempat juga aku menulis tentang pengalaman kerja pertama ini. Jadi ceritanya pada liburan semester ini (bagi yang berlibur :D), yaitu bulan Juni-Juli 2010, aku bersama dua orang teman seangkatan di tempat kuliah, kebetulan satu kontrakan juga, yaitu Khairul dan Kamal, melakoni kerja praktek di Telkom RnD Center di Jl. Gegerkalong Hilir 47 Bandung. Rencana awal sebenarnya kami ingin kerja praktek di Telkom yang di Surabaya karena kedua temanku itu yang ingin menjajal Jawa Timur. Namun, ternyata setelah apply proposal di sana, kami mendapat balasan bahwa mereka sudah tidak menerima mahasiswa KP lagi karena sudah penuh.

Kami memulai kerja praktek di Telkom RnD itu pada tanggal 1 Juni 2010. Pada pertemuan pertama itu kami mendapatkan briefing dari pembimbing mengenai project yang akan kami kerjakan selama KP. Project itu kurang lebih intinya adalah melakukan sinkronisasi basis data address book untuk layanan SIP Phone. Pada briefing itu kami dijelaskan mengenai alur kerja bagaimana kira-kira aplikasi yang harus kami buat itu berjalan.

Setelah briefing selesai, kami diberikan kesempatan untuk mengoprek komputer server di salah satu lab (yang selanjutnya menjadi ruang kerja kami :D) yang ada di gedung tempat kami KP itu. Dalam oprek kali itu kami banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang belum pernah kami temui di bangku kuliah. Salah satunya adalah kami berkenalan dengan eXist” XML Database.

Karena baru pertama kali ini kami bertemu dengan “eXist” XML Database, kami pun mencoba mengoprek aplikasi tersebut untuk mendapatkan pemahaman lebih dalam. Kami juga mencoba mensimulasikan alur yang telah dijelaskan oleh bapak pembimbing kami sebelumnya. Saat asyiknya mengoprek, tiba-tiba secara tidak sengaja, ada salah satu database yang terhapus karena terjadi misunderstanding mengenai fungsi button dan textfield yang ada pada aplikasi “eXist” tersebut.

Kami pun melapor kepada pembimbing kami dan meminta maaf atas kesalahan tidak disengaja ini. Beliau kemudian meminta kami untuk melakukan recovery database yang terhapus tersebut. Mengingat database ini adalah database yang akan kami gunakan untuk project KP kami, maka mau nggak mau memang database ini harus kembali lagi entah bagaimana caranya. Kalau tidak begitu, tentu project kami ini tidak dapat dikerjakan. Kami pun mencoba menelusuri seluruh file yang ada di dalam folder tempat aplikasi itu diinstall, berharap siapa tahu dalam aplikasi “eXist” ini terdapat history yang mencatat database yang pernah dibuat. Kebanyakan dari file itu adalah berupa file biner, ketika dibuka di text editor, muncul berupa karakter-karakter aneh. jadinya agak susah untuk menemukan struktur atau isi dari database yang ada.

Tak terasa hari pertama itu waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Kami meminta izin kepada pembimbing untuk melanjutkan pekerjaan recovery database itu esok hari. Setelah itu kami pulang. Di kos Khairul mencoba untuk menghubungi si pembuat aplikasinya langsung, yaitu Wolfgang Meier, melalui fasilitas chatbox yang telah disediakan. Saat itu, Khairul pada intinya menanyakan apakah mungkin melakukan recovery database yang sudah terhapus. Wolfgang sempat memberikan angin segar ketika menyatakan bahwa aplikasinya ada mekanisme untuk itu dengan menelusuri file dom.dbx yang ada di folder aplikasi “eXist”. Sayangnya, ternyata mekanisme itu berjalan saat database mengalami crash saja, dan dia tidak yakin kalau database yang terhapus itu bisa dikembalikan lagi.

Besoknya (hari kedua) kami mencoba lagi menelusuri file-file yang ada dengan teliti. Database memang sudah dipastikan tidak mungkin dikembalikan lagi, tetapi setidaknya kami bisa menemukan history mengenai struktur database yang hilang itu karena kami tidak ingat sama sekali.

Di tengah kami mengoprek, Bapak pembimbing kami datang kemudianmembukakan aplikasi openIMS yang memanfaatkan database “eXist” itu. Ternyata di sana terdapat skema XML dari database yang terhapus. Setelah itu dari skema XML itu kami menerjemahkannya menjadi struktur data XML. Sesudah didapatkan struktur data XML-nya, kami membuat database yang baru kemudian mengunggah contoh file XML dengan struktur data seperti yang baru saja didapatkan itu ke dalam database “eXist”. Untuk memeriksa apakah struktur data itu benar, maka kami mengujinya melalui aplikasi client dengan mencoba menambahkan teman baru kepada salah satu address book dan, alhamdulillah, ternyata berhasil. Lega, akhirnya persoalan database ini “beres” juga. Hari berikutnya, waktu KP di kantor kami manfaatkan untuk mendeploy aplikasi untuk sinkronisasi database itu.

Berdiskusi

Berdiskusi

Mengoprek

Mengoprek

Millatfacebook.com, Situs Jejaring Sosial Muslim Tandingan Facebook

Millatfacebook.com bisa jadi merupakan situs jejaring sosial muslim pertama yang pernah ada. Sebelumnya aku pernah mendengar kabar akan ada situs jejaring sosial muslim beralamat nahnumuslim.com, tapi hingga saat ini situs tersebut belum diisi apa-apa. Namun, saat ini situs jejaring sosial muslim yang ditunggu-tunggu itu akhirnya rilis juga.

Pendirian situs ini dilatarbelakangi oleh munculnya sebuah fan page di facebook bernama “Everybody Draw Mohammed Day!” (EDMD). Kemudian, pemerintah pakistan melalui otoritas telekomunikasinya memblokir situs facebook tersebut. Pada tanggal 20 Mei 2010 yang lalu muncul sebuah ajakan untuk memboikot facebook melalui sebuah fan page yang bernama “AGAINST Everybody Draw Mohammed Day!”. Akhirnya sehari kemudian fan page EDMD tersebut ditutup oleh facebook. Tidak hanya sekali itu muncul grup atau fan page yang menyebarkan kebencian terhadap Islam. Sementara itu, grup-grup yang mengajak persatuan Islam dsb. ditutup oleh facebook.

Akibat perilaku diskriminasi tersebut, maka muncullah niatan dari sekelompok anak muda profesional di bidang IT dari kota Lahore (Pakistan) untuk mendirikan sebuah situs jejaring sosial muslim. Pemilik situs millatfacebook.com, Usman Zaheer, mengatakan bahwa situs jejaring sosial buatan mereka adalah pesaing dari Facebook dan timnya berusaha menempatkan yang terbaik untuk membuat MillatFacebook menjadi salah satu situs sosial yang besar dan sukses di dunia.

Halaman depan millatfacebook.com

Halaman depan millatfacebook.com

Tampak di halaman depan millatfacebook itu terdapat sebuah tagline yang mengatakan “MillatFacebook helps you connect and share with more than 1.57 billion Muslims and Sweet people from other Religions”. Dari tagline tersebut jelas sekali harapan ke depannya MillatFacebook ini dapat menjadi media interaksi di dunia maya bagi umat Muslim dan juga umat agama lain yang tidak memusuhi kaum Muslim.

Millatfacebook memiliki nama, tampilan dan fitur yang sangat mirip dengan Facebook. Tambahan kata “millat” itu sendiri diambil dari bahasa Urdu yang biasa digunakan untuk merujuk kepada negara. Dalam MillatFacebook ini setiap pengguna dapat menuliskan pesan di dinding temannya. Situs ini juga memungkinkan pengguna mengirim foto, email, video, dan juga melakukan chat. Yang agak unik adalah dalam pengaturan profil terdapat isian mengenai diri kita apakah “smoker” & “drinker”. Tapi ada hal yang lebih unik lagi dan menurutku itu keren sekali, yaitu konten Term of Use MillatFacebook tersebut:

Only Terms of using this website are:

1) You must respect Humanity
2) You must respect Believes of all People
3) No Disrespect to anyone

Thanks,

millAtfacebook Team

Saat ini akses terhadap situs MillatFacebook memang terasa sangat lambat, belum secepat facebook. Hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh pihak pengembang MillatFacebook. Mereka saat ini sedang melakukan upgrading MillatFacebook. Selama proses itu dilakukan, akses akan berjalan lambat. Sekedar informasi, pengguna MillatFacebook sekarang sudah mencapai angkai 19.000 orang. Termasuk angka yang fantastis untuk ukuran situs yang baru saja lahir.

Menarik untuk menantikan bagaimana sikap resmi facebook terhadap kemunculan situs yang menyerupainya ini. Ada kekhawatiran facebook akan menuntut MillatFacebook dengan alasan plagiasi atau melanggar hak cipta. Tetapi sebenarnya jika kita mengeksplorasinya, kita akan menemukan user experience yang berbeda dari facebook yang sudah kita kenal. Jadi kalau menurutku sih seharusnya MillatFacebook itu bisa dikatakan legal.

Terakhir, yang jelas aku senang sekali ada sebuah situs jejaring sosial muslim yang tidak kalah bagusnya dengan facebook. “Well done guys. You have made a great alternative for the whole Muslim ummah (nation)!”

Main Pac-Man di Google

Dalam rangka ulang tahun game Pac-Man yang ke-30 perusahaan pembuat game Pac-Man bekerja sama dengan Google menyediakan layanan game Pac-Man yang bisa langsung dimainkan oleh para pengguna di halaman Google. Game Pac-man ini bisa dibilang game yang sangat klasik. Waktu masa kecilku dulu, game ini bisa dikatakan primadona bagi kami. Hampir di setiap vendor game console seperti SPIKA, SEGA, NINTENDO, bahkan di home-nya VCD pun ada game ini. Sayangnya game Pac-Man ini muncul di Google hanya untuk dua hari ini saja (21-22 Mei 2010). Lumayanlah bisa buat membunuh waktu di kala bosan browsing… Hehehe…

Dalam permainan ini juga disuguhkan backsound yang khas Pac-Man banget seperti di game aslinya. Kita juga bisa bermain berdua dengan mengklik tombol “Insert Coin” atau “Masukkan Koin” sebelumnya. Oiya, kalau permainan berhenti (game over) maka halaman tersebut akan otomatis di-redirect ke halaman pencarian Google dengan kata kunci “PAC-MAN 30th Anniversary”. Selamat bermain Pac-Man!

Halaman Google dengan Game Pac-Man

Halaman Google dengan Game Pac-Man

Buku-Buku Pun Bisa Diperoleh dengan Gratis

Membeli buku? Wah, mungkin kata-kata itu susah ditemukan dalam kamus mahasiswa sekarang. Bayangkan saja harga buku kuliah, semisal Fisika Dasar Ha***day saja (waktu zaman aku masih tingkat 1 dulu) harganya Rp 120.000,-. Itu baru satu mata kuliah. Belum lagi untuk mata kuliah yang lain. Bisa jadi satu semester kita harus keluar uang lebih dari setengah juta untuk membeli buku (ditambah lagi membayar SPP satu semester). Bahkan, aku masih ingat dulu ingin membeli buku Concepts In Engineering terbitan Mc***w Hill karena melihat ukurannya yang jauh lebih tipis daripada buku fisika dasar Ha***day tadi, eh ternyata perkiraanku salah. Harganya sampai tiga kali lipatnya! Wow kk wow… Untungnya, alhamdulillah, ada perpustakaan jurusan sehingga kita bisa tetap membaca buku referensi. Kalau ngotot tetap ingin punya buku sendiri, ya terpaksa fotocopy. Yah… buku murah memang hanya mimpi. Benar kata orang, pengetahuan itu mahal harganya. Untuk memperolehnya pun ikut-ikutan mahal.

Tetapi ternyata jika kita mempelajari sejarah, buku murah, bahkan buku gratis, itu pernah terjadi pada masa kekhalifahan Islam, tepatnya pada masa Khalifah Al-Makmun. Beliau yang bernama asli Abdullah bin ar-Rasyid bin al-Mahdi (putera dari Khalifah Harun ar-Rasyid dan saudara khalifah sebelumnya, al-Amin) adalah khalifah dari Bani Abbasiyah yang berkuasa pada tahun 813-833 Masehi. Beliau merupakan seorang negarawan yang sangat menghargai orang-orang yang berilmu. Pada masa beliau berdiri lembaga ilmiah pertama di dunia yang dinamakan Darul Hikmah.

Pada masa beliau itu ilmu pengetahuan benar-benar mencapai puncaknya. Buku-buku dibayarkan oleh negara kepada penulis dengan emas seberat buku yang ditulis. Buku tersebut kemudian dipasarkan dengan gratis atau seharga minimal sekadar mengganti ongkos cetak. Sedangkan penulisnya tidak perlu lagi menerima bayaran atau royalti dari penerbit. Salah satu penerjemah yang terkemuka pada masa khalifah al-Makmun adalah Hunain ibn Ishaq (809-877 M), seorang filsuf berbakat sekaligus pakar fisika yang. Beliau dibayar oleh khalifah al-Makmun dengan emas seberat kitab-kitab ilmu pengetahuan yang ia salin ke bahasa Arab.

Semua orang berhak untuk memperoleh buku-buku tersebut ketika isinya adalah ajakan pada kebaikan ataupun ilmu pengetahuan. Pengetahuan bukan milik kalangan tertentu saja. Bahkan ketika seseorang memiliki suatu pengetahuan atau informasi yang bemanfaat bagi kemaslahatan bersama, ia wajib untuk menyebarkannya.

Oleh karena itu, setiap orang berhak untuk menggandakan suatu buku dengan cara apa pun. Tidak akan ada penulis atau penerbit yang merasa dirugikan karena konsumen menggandakan tanpa seizin mereka. Bahkan sebaliknya, mereka akan sangat mendorong setiap orang untuk sama-sama menyebarkan buku dan isinya tersebut. Tidak ada lagi orang yang berteriak-teriak menuntut ganti rugi karena bukunya disalin atau digandakan tanpa seizinnya. Alasannya adalah hak cipta, padahal intinya ia berteriak karena dirugikan secara materi. Hal ini memang biasa terjadi di alam Kapitalisme karena memang segala sesuatu selalu dinilai secara materi.

Dalam sistem Islam yang begitu menghargai ilmu pengetahuan, kaya tidaknya seorang ulama/ilmuwan tidak bergantung dari laku tidaknya karya mereka di pasaran. Khalifah akan memberikan imbalan lebih dari cukup kepada pengarang, penerjemah dan ilmuwan agar mereka bisa hidup layak. Bila kehidupan terjamin maka konsentrasi dan dedikasi menjadi lebih fokus untuk pengembangan ilmu pengetahuan demi kemajuan Islam dan kemaslahatan umat manusia. Tak heran bila saat itu, wilayah kekhilafahan Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan dan teknologi mengalahkan peradaban lainnya di zaman itu, melahirkan banyak ilmuwan dan ulama yang terkenal akan ketinggian ilmunya semisal al-Farabi (ahli filsafat), Ibnu Khaldun (sejarawan dan ahli sosiologi), Ibnu Sina (dikenal sebagai”Bapak Kedokteran Dunia”), al-Zahrawi (penemu alat bedah modern pertama), dan masih banyak lainnya.

Tapi sayang sekali, hari ini orang-orang berprestasi dengan keahlian di bidang sains dan teknologi, kurang pendapat perhatian dan penghargaan yang semestinya di negeri ini. Bahkan acara-acara televisi di negeri ini banyak diisi hiburan-hiburan yang sia-sia. Padahal televisi itu dapat menjadi media penyebar pengetahuan yang efektif dan murah, bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat. Di negara maju saat ini, orang-orang cerdas begitu dihargai, karena mereka sangat mengerti bahwa boleh jadi satu orang berilmu lebih berharga dibandingkan dengan seribu orang bodoh.

Sumber: voa-islam, dudung.net, wikipedia