Tag Archives: badminton

[VIDEO] Tolah-Toleh Ala Wasit Badminton

Ada yang menarik saat siaran langsung final ganda putra France Open Super Series 2011 yang berlangsung 2 minggu yang lalu. Dalam siaran itu sempat ada tayangan replay yang menunjukkan “lirikan mata” wasit (umpire) partai final tersebut kala mengamati pertandingan yang berlangsung. Hm

Ya, tanpa tersadar mata dan kepala seorang wasit badminton akan secara reflek mengikuti arah gerak shuttle cock ke mana pun pergi. Lucu juga ngeliat video itu. Kalau pertandingan bulutangkis yang temponya pelan mungkin nggak akan begitu kelihatan. Tapi ini pertandingan antara Cai Yun/Fu Haifeng vs Jung Jae Sung/Lee Yong Dae yang notabene peringkat 1 & 2 dunia. Banyak pukulan smash dan drive kencang yang dilancarkan kedua pasangan. Mau nggak mau “tolah-toleh”-nya jadi lebih sering dan cepet dong, hehehe. Capek nggak sih? 😀

[VIDEO] Fu Haifeng Teaches You How To Smash

Ada video bagus nih buat kita yang mau belajar bagaimana caranya melakukan smash yang mantep di bulutangkis. Shuttler yang dijadikan model untuk melakukan smash adalah si Fu Haifeng. Bagi pecinta bulutangkis tentu nama dia sudah tak asing lagi. Dialah pemegang rekor smash terkencang di dunia saat ini. Dulu sih rekornya 334 km/jam. Tapi kalau tidak salah, dia baru saja memecahkan rekor lagi di Singapore Open Juni 2011 kemarin, sekitar 350 km/jam. Kenceng banget nggak tuh … 🙂

Sayangnya video itu menggunakan narasi bahasa Mandarin. Nggak ada subtitle-nya pula. Yang nggak ngerti bahasa Mandarin seperti diriku ini tentu cuma bisa manggut-manggut saja, hihihi. Tapi buat yang mau belajar cara jumping smash, bisa memerhatikan cara si Fu Haifeng melakukan jumping smash di video ini.

Mantep abis lah smash-an si Fu Haifeng ini. So powerful! Bunyinya udah kayak letusan peluru aja. Jadi, kalau di badminton benda yang dipukul itu biasa disebut dengan shuttle cock, nah setelah di-smash sama si Fu Haifeng, shuttle cock itu berubah menjadi shuttle bullet, hehehe. 😆

Di video itu juga ditunjukkan gerak lambat jumping smash Fu Haifeng. Jadi kelihatan bangetlah step-step mulai dari lompat, posisi kaki, posisi tangan, posisi raket, dan ayunan raket, sampai tumpuan ketika jatuh setelah lompat. Bagus banget buat referensi kita-kita yang main badminton cuma untuk menyalurkan hobi atau sekedar memeras keringat dan bukan anggota klub badminton tertentu. Hmm … jadi tidak sabar untuk mempraktikkan nih. 😀

Raket Badminton Baru

Sebulan yang lalu aku membeli raket badminton baru. Yeyy … akhirnya aku punya raket badminton juga :D. Selama ini aku selalu main dengan raket yang sudah kupinjam selama 4 tahun atau selama aku kuliah di Bandung ini. Raket yang bermerek Yonex dengan seri B-650 itu kupinjam dari kakak kelas SMA-ku yang juga berkuliah di ITB dan sampai sekarang belum kukembalikan. Wah parah … hahaha.

Yonex B-650

Yonex B-650

Bingung juga sewaktu akan memilih raket baru itu. Yang jelas incaranku adalah raket yang lebih ringan dari yang raket yang biasa kupakai itu (Yonex B-650) agar tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga saat mengayun raket. Pilihanku akhirnya jatuh ke raket Li-Ning Super Series 98 (SS98). Alasannya, aku ingin mencoba raket merek lain selain Yonex dan Li-Ning cukup punya nama karena merupakan sponsor resmi tim nasional bulutangkis China dan beberapa negara lainnya seperti Thailand dan Singapura.

Namun, raket-raket Li-Ning ternyata mahal juga ya. Aku kira karena produk China banyak yang murah, raket Li-Ning juga murah-murah. Di toko tempat aku beli raket waktu itu, raket Li-Ning paling murah itu 250 ribuan. Sedangkan Yonex yang paling murah sekitar 150 ribuan. Hmm … sempat bimbang juga sih. Akhirnya nggak apa-apalah aku beli raket Li-Ning yang SS98 itu. Saat kucoba dan kubandingkan di toko sih, raket Li-Ning yang SS98 ini memang sangat ringan dibandingkan yang Yonex seharga 150 ribuan itu.

Li-Ning SS98

Li-Ning SS98

Tapi ada yang beda ternyata sama raket Li-Ning SS98 yang baru kubeli itu dibandingkan raket Yonex B-650 yang biasa kupakai sebelumnya. Selain lebih ringan, raket Li-Ning SS98 itu juga lebih panjang. Setelah baca di sini, Li-Ning SS98 itu ternyata panjangnya 67,3 cm atau berselisih sekitar 1 cm dengan raket Yonex-ku yang lama.

Memang sih cuma selisih 1 cm doang. Akan tetapi, tetap saja butuh adaptasi dengan raket itu ternyata. Awal-awal pakai raket SS98 ini sering sekali saat aku buat smash gagal menyeberangi net. Tapi enak sih raket ini ringan, jadi nggak perlu banyak keluar tenaga saat melancarkan pukulan.

Portal Badminton Tournament Video Sharing

Berawal setelah menonton event Piala Sudirman 2011 yang ditayangkan di televisi, gairahku terhadap badminton pun bangkit lagi. Sudah lama aku tidak mengikuti perkembangan berita bulutangkis. Terakhir kali adalah saat Indonesia kalah di final Piala Thomas 2010 melawan China 0-3.

Jujur, dengan keringnya prestasi yang diraih oleh tim bulutangkis Indonesia saat ini membuatku rindu pada masa kecilku dulu di mana Indonesia ketika itu benar-benar digdaya di dunia bulutangkis, khususnya bagian putra. Pada masa itu setiap ada turnamen bulutangkis seperti Thomas & Uber Cup, Indonesia Open, Olimpiade atau turnamen bulutangkis lainnya yang ditayangkan di televisi, dapat dipastikan demam bulutangkis melanda masyarakat. Di mana-mana orang main bulutangkis, termasuk aku dan teman-teman tetanggaku saat itu. Kami juga membuat turnamen sendiri dengan setiap anak mewakili satu nama jagoan bulutangkisnya ketika itu. Nyatanya saat itu banyak sekali nama jagoan-jagoan bulutangkis Indonesia yang bisa kita ‘pilih’ sampai kita bingung sendiri, hehehe.

Yah, itu tadi sekedar intermezzo saja. Untuk mengobati rasa rindu itu dan mengingat dunia internet sekarang sudah semakin ramai, aku pun iseng-iseng mencari video-video rekaman pertandingan bulutangkis dunia melalui media search engine mbah Google. Barangkali ada yang juga iseng mengunggahnya di internet. Alhamdulillah, ternyata ada satu portal situs berbagi file (file sharing) yang menyediakan koleksi pertandingan bulutangkis mulai dari tahun 1980-an sampai yang terbaru (2011). Alamatnya ada di sini.

Aksi-aksi jagoan bulutangkisku seperti Ricky-Rexy yang juara Men Doubles di Olimpiade 1996, Indonesia yang secara heroik mengandaskan China 3-0 di Thomas Cup 2000 dan Malaysia 3-2 di Thomas Cup 2002 pun juga ada. Tidak perlu password khusus untuk bisa mengakses portal tersebut karena sudah diset public. Namun, ada beberapa video yang dikompres dengan diberi password. Untuk tahu password-nya, teman-teman harus menjadi anggota dulu di BadmintonCentral.com.

Mengenai kualitas video, ada macam-macam. Tapi jangan berharap terlalu tinggi. Namun lumayanlah buat bernonstalgia dengan menonton pertandingan-pertandingan klasik masa lalu. Enjoy it! 🙂

Screenshoot pertandingan Tony-Rexy di Thomas Cup 2000

Screenshoot pertandingan Tony-Rexy di Thomas Cup 2000

 

Futsal Rileks dan Badminton Informatika

Sabtu ini benar-benar hari yang melelahkan buatku, tapi sehat :D!! Pagi-pagi jam 8 aku udah sampai di lapangan futsal YPKP daerah Suci sana menunggu teman-teman Rileks Futsal Club (klub futsal anak-anak aktivis thread sepakbola forum rileks.comlabs.itb.ac.id) yang belum datang. Yak, hari itu adalah hari pertamaku berkesempatan main futsal bareng (sekaligus kopi darat) anak-anak Rileks (akhirnya… :D). Sudah lama aku menantikan kesempatan ini. Tapi, selalu aja gagal gara-gara tiap hari Sabtu pagi pasti ada aja acara lain di kampus yang nggak bisa dinomorduakan oleh acara futsal ini.

Gilaa… Baru 10 menit main aku udah ngos-ngosan. Padahal waktu masih zaman keemasanku dulu (cieee..), di mana tiap pulang sekolah selalu main sepakbola panas-panasan sampai item kayak sekarang, aku kuat main sepakbola berjam-jam, nggak kalah kayak main winning eleven zaman SD dulu yang baru berhenti kalau yang punya Playstation udah bosen main sama aku :P.

Mungkin gara-gara terlalu semangat hari itu akhirnya bisa main futsal lagi. Dengan bermain lebih sabar dan mengatur nafas, akhirnya aku tetep bisa main dari awal sampai akhir pertandingan full time, hehehe… Teknik-teknik yang kupunya dulu ternyata masih belum hilang (horee…).

Senang juga bisa main bareng sama anak-anak rileks. Terus terang, semuanya baru kukenal saat itu, kecuali mas Ageng yang memang sudah kenal di Comlabs dan Thoriq yang kebetulan adik angkatanku di jurusan.

Habis main futsal

Tampang-tampang lelah habis main futsal

Selesai main futsal, aku langsung meluncur kembali ke daerah Cisitu. Yak, sesuai jadwal, mulai Sabtu ini aku ada latihan badminton rutin tiap hari Sabtu sama anak-anak Informatika 2007, di antaranya ada Rizky, Kamal, Tere, Ginanjar, Neo, Haryus, dan Dana. Kebetulan kami sama-sama pecinta badminton juga, jadi rencana main badminton rutin ini bisa konkret juga akhirnya. Jumlah itu kemungkinan masih bisa bertambah mengingat teman-teman yang lain juga ada yang berminat untuk ikutan.

Lumayan, hari itu kami bisa puas main badminton selama 3 jam, mulai dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Tak, tok, tak, tok… Wah, kangen dengan suara-suara raket nampol kok kayak gitu. Jadi ingat zaman SMA dulu waktu masih aktif ikut ekskul badminton, bisa main sepuas-puasnya mulai dari jam 1 siang sampai jam 5 sore di lapangan bulutangkis Aula SMA Tugu. Sudah gitu gratis lagi. Paling cuma iuran kok aja tiap bulannya. Kalau sekarang, harus patungan buat nyewa lapangan, hiks.. hiks..

Capek juga siang hari itu. Tapi rasanya super puas. Badan ini jadi segar bugar lagi. Belum lagi, besoknya masih harus latihan kungfu Wingchun yang rutin tiap hari Minggu di kampus. Sudah terbayang esoknya badan ini nggak cuma segar bugar lagi, tapi udah remeg, hihihi…

Sore hari itu aku lanjut ke acara makan-makan bareng karyawan TOKEMA dan pengurus TOKEMA yang baru di rumah makan Selasih, Cikutra. Asyik… makan-makan gratis. Di acara itu aku ikut ngasih sambutan sebagai mantan pengurus lama yang digantikan. Seru juga kangen-kangenan sama bapak-bapak karyawan TOKEMA yang sudah aku anggap sebagai orang tua dan teman selama aku menjabat pengurus. Maafkan anakmu ini ya Pak yang sudah banyak ngrepotin selama di TOKEMA… 🙂 Buat pengurus-pengurus yang baru, ingat pesan saya saat ngasih sambutan kemarin: Tentukan apa yang akan Anda cari di TOKEMA, inovasi apa yang ingin Anda torehkan dalam sejarah TOKEMA, dan terakhir, jaga semangat kalian yang sudah hebat ini sampai akhir kepengurusan!

Main Badminton Bareng Anak-Anak Comlabs

Kamis ini tanggal merah. Bingung nggak ada kerjaan. Baca-baca berita di internet, ngikutin berita tentang revolusi Mesir di TV, baca-baca dikit buku kuliah NLP, argghhh… bosen! Pingin olahraga tapi nggak ada teman.

Sampai akhirnya ada info di milis himpunan kalau ada main futsal di Cipedes. Seneng banget ada yang mau main futsal, tapi sayang aku nggak tahu tempatnya. Mau cari temen barengan, anak-anak sekosan pada nggak suka main futsal. Ya udah terpaksa pending lagi main futsalnya.

Di tengah keputusasaan kegaringan hari ini, tiba-tiba ada SMS dari mas Ageng ngajak main badminton bareng anak-anak Comlabs. Tanpa banyak menerawang ke mana-mana, aku langsung bales SMS-nya. “Makasih mas ajakannya. Insya Allah ane ikut.”

Langsung deh, malemnya habis sholat Maghrib aku langsung berangkat ke GOR Cisitu. Ternyata dalam perjalanan ke sana ketemu mas Ageng sama Seno. Beberapa menit kemudian peserta nambah lagi ada Pudel ma kang Adi. Asyik… akhirnya bisa main badminton lagi. Pukulan-pukulan smash yang sudah lama tidak aku keluarkan, akhirnya bisa tersalurkan malem ini. Hehehe…

Malam ini hasrat untuk bermain badminton akhirnya tersalurkan. Tapi bermain-main dengan olahraga tepok bulu ini nggak berhenti sampai di sini. Sabtu lusa, aku akan bermain lagi, kali ini giliran sama anak-anak Informatika 07. Hahaha… 😀

Habis main badminton

Habis main badminton