Tag Archives: asia tenggara

Rencana Backpacking Indochina 9D8N

Menurut Wikipedia, yang disebut Indochina itu adalah:

Indochina or Indo-China is a peninsula in Southeast Asia lying roughly southwest of China, and east of IndiaThe name has its origins in the French Indochine as a combination of the names of “India” and “China”, referring to the location of the territory between those two countries, though the majority of people in the region are neither Chinese nor Indian. It is also referred to as Mainland Southeast Asia

Jadi, kalau menurut pengertian sempit, yang disebut Indochina itu sebenarnya adalah wilayah jajahan Perancis di Asia Tenggara yang meliputi Vietnam, Kamboja, dan Laos, sehingga disebut French Indochina. Sedangkan dalam pengertian yang lebih luasnya turut meliputi Myanmar, Thailand, dan peninsula Malaysia (secara geografi wilayah Singapura juga termasuk). Dengan kata lain, Indochina itu wilayah mainland-nya Asia Tenggara.

Jadi ceritanya aku dan teman-teman sedang excited banget karena 3 hari lagi Insya Allah kami akan memulai backpacking mengunjungi negara-negara di Indochina. Bisa dibilang ini adalah backpacking Indochina jilid 2 di kelompok kecil backpacking kami. Yang jilid 1 (baca ceritanya di sini), 2 tahun lalu, aku tidak jadi ikut karena tidak bisa meninggalkan projek yang sedang kukerjakan. Makanya begitu ada kesempatan libur 2 kali dalam seminggu, aku sekalian mengajukan cuti untuk 3 hari lainnya sehingga bisa backpacking secara full.

Backpacking yang jilid 1 dua tahun lalu itu hanya 3 orang yang jadi. Mereka backpacking selama 21 hari berkeliling ke negara Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, dan Malaysia. Mereka bisa backpacking selama itu karena memang sedang berada pada masa jeda menunggu wisuda setelah sidang S1.

Untuk backpacking kali ini, awalnya menurut rencana, peserta backpacking ini hanya kelompok kecil backpacking kami selama kami kuliah dulu saja, dan yang konfirm hanya sekitar 5 orang saja. Namun, dalam perkembangannya ternyata rencana kami menyebar ke teman-teman kantor masing-masing. Coba tebak sekarang yang ikut bergabung sudah ada berapa? 22 mamen!

Well, kami tidak bisa menghalangi orang untuk jalan-jalan tentunya. Ini bakal jadi sesuatu yang menarik sekaligus tantangan tersendiri. Yang jelas nggak mungkinlah kalau ke mana-mana kami selalu jalan kompakan 22 orang. Sudah kayak study tour saja jadinya, hehe.

Akhirnya dibentuklah forum untuk mewadahi semua orang ini. Di situ kami membagi itinerary yang sudah kami rancang untuk diikuti yang lain. Di situ juga kami berbagi informasi tiket pesawat/kereta/bus dan penginapan yang hendak kami pesan. Sejauh ini sih koordinasi berjalan lancar. Intinya sih, itinerary kami kurang lebih sama, tapi jalan tetap masing-masing.

Jumlah hari yang akan kami spend untuk backpacking kali ini hanya 9 hari 8 malam (9D8N) saja. Tidak semua negara di Indochina tentunya yang akan kami kunjungi. Hanya beberapa negara saja. Ini dia rute yang akan kami lakukan.

Rute backpacking Indochina 9D8N

Rute backpacking Indochina 9D8N

Well, I do know that this sounds really ambitious. Beberapa teman mengatakan lebih baik fokus ke salah dua saja kalau cuma 9 hari mah. Thailand-Kamboja saja misalnya. Plan yang kami susun ini cenderung bakal lebih banyak habis di jalan dan sangat melelahkan.

Namun, aku pribadi sejak awal sih iyes. Nggak tahu kalau mas-mas yang lain. Memang yang kucari salah satunya adalah sensasi perjalanan antar negaranya, lintas perbatasan via darat, bukan hanya plesirnya saja. Semoga saja kami kuat menjalaninya, haha.

So, beberapa kota yang akan kami kunjungi adalah sebagai berikut:

1. Kuala Lumpur, Malaysia

Sudah 6 kali kalau tidak salah aku berkunjung ke kota ini. Sebenarnya aku ingin membuang kota ini dari itinerary. Tapi aku penasaran naik sleeper train melintasi perbatasan Malaysia-Thailand dari Kuala Lumpur ke Hat Yai.

Namun, aku tetap bakal mencoba menikmati jalan-jalan di KL ini karena kali ini aku bepergian ke sana ramaian. Tentu sensasinya bakal beda. Dan kali ini aku akan pergi ke KL sebagai seorang turis, bukan sebagai seorang yang memanfaatkan waktu luangnya saat bepergian dalam rangka urusan pekerjaan, haha.

Oh ya thanks to bung Rizky yang sudah membuat list objek yang akan dikunjungi di KL ini di blognya. Baru sadar ternyata masih ada cukup banyak tourist attraction yang belum kukunjungi di KL ini.

Sleeper Train Malaysia

Sleeper Train Malaysia (photo embedded from http://www.escapetraveler.com/)

Continue reading

Advertisements

Berkunjung ke Bandara Kuala Namu

Kuala Namu International Airport (KNIA) telah resmi beroperasi sejak 25 Juli 2013 yang lalu. Bandara yang kabarnya adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta ini memiliki desain dan fasilitas yang modern.

Ini dia beberapa foto suasana di Kuala Namu International Airport (KNIA) yang sempat kupotret sekitar sebulan yang lalu saat transit di sana dalam perjalanan menuju ke/dari Penang. Sayang euy beberapa jepretanku hasilnya blur.

1. Terminal Kedatangan

Arrival Hall

Arrival Hall

Foto di atas kupotret dengan membelakangi pintu keluar terminal kedatangan. Tempat yang ada angka “2”-nya itu adalah information center. Di balik tembok itu ada mesin komputer yang bisa digunakan oleh pengunjung bandara untuk membaca informasi interaktif mengenai Medan dan Sumatera Utara pada umumnya. Eskalator yang tampak di belakang itu adalah eskalator menuju terminal keberangkatan, tepatnya di area check-in.

Foto ini kujepret saat waktu menunjukkan hampir pukul 1 malam. Jadi banyak kios-kios yang sudah tutup. Kios yang berada di samping eskalator itu adalah kios money changer kalau nggak salah. Kios yang tampak di sebelah paling kiri foto adalah sebuah restoran. Sebelah kanan dari tempat aku memotret ini ada Alfamart yang buka 24 jam sepertinya. Saat aku tiba di sana, kios tersebut masih buka dan aku sempat membeli pop mie untuk mengisi perut.

Pintu keluar kedatangan penerbangan internasional berada di sayap kiri dan penerbangan domestik berada di sayap kanan dari arrival hall. Di arrival hall ini ada fasilitas beberapa kursi tunggu, resto-resto, musholla, dan toilet.

Keluar terminal kedatangan

Keluar terminal kedatangan

Dari arrival hall tadi begitu keluar akan tampak stasiun kereta api bandara (airport railink) di depannya. Bagus banget penataan lokasinya. Jadi buat Anda yang baru pertama kali datang ke bandara tidak perlu bingung mencari di mana stasiun berada. Di sebelah kanan pintu terminal kedatangan ini juga tersedia bus-bus DAMRI yang juga bisa menjadi alternatif pilihan untuk melanjutkan perjalanan ke kota.

Karena aku cuma transit saja di sini, jadi aku langsung jalan menuju ke terminal keberangkatan. Pada foto di atas terlihat eskalator di sebelah kiri itu kan. Itu adalah eskalator menuju ke lantai dua. Terminal keberangkatan ada di lantai tiga. Dari lantai dua ke lantai tiga ada eskalator lagi. Selain eskalator, dari arrival hall juga tersedia lift yang bisa digunakan untuk sampai ke lantai tiga.

Hotel transit

Hotel transit

Di lantai dua ada apa? Sewaktu aku ke sana, yang terlihat hanyalah penunjuk arah yang menyebutkan “hotel transit” dan “toilet”. Selain itu, aku tidak tahu. Hotel transitnya sendiri belum jadi saat itu. Biasanya hotel transit di bandara ini model hotel budget seperti Hotel Ibis yang ada di Bandar Juanda Surabaya.

2. Terminal Keberangkatan

Setelah naik eskalator dari terminal kedatangan itu hingga ke lantai tiga, kita akan mendapati selasar terminal keberangkatan. Begitu keluar dari eskalator kita juga akan melihat bagian atap dari bangunan stasiun bandara Kuala Namu.

Selasar Terminal Keberangkatan

Selasar Terminal Keberangkatan

Di selasar terminal keberangkatan ini ada beberapa bangku yang tersedia. Beberapa orang yang menginap di bandara kebanyakan memanfaatkan bangku-bangku tersebut untuk tiduran. Di selasar ini juga tersedia troli-troli yang bisa digunakan langsung oleh para calon penumpang.

Selasar terminal keberangkatan

Selasar terminal keberangkatan

3. Check-in Area

Masuk ke dalam bandara dari pintu terminal keberangkatan, kita akan langsung berada di sebuah ruangan check-in yang sangat luas. Konter-konter check-in di sana terbagi ke dalam 4 banjar (A-D). Nggak perlu bingung di konter mana kita akan check-in. Kita bisa mencari tahu di konter mana kita harus check-in melalui layar TV informasi yang tersedia di bandara. Tinggal cari konter check-in yang melayani sesuai nomor penerbangan kita.

Check-In Area A

Check-In Area A

Check-in Area B

Check-in Area B

Bagusnya area check-in di Bandara Kuala Namu ini adalah diterapkannya sistem check-in terbuka. Para pengantar boleh memasuki area ini. Hal ini memberikan kesempatan bagi para penumpang yang hendak bepergian untuk memiliki waktu lebih lama untuk bersama keluarga atau rekan-rekan yang mengantarnya. Mungkin bisa sambil ngopi-ngopi atau makan bersama di kafe/resto dalam bandara. Calon penumpang baru benar-benar harus berpisah dari sang pengantar ketika akan memasuki boarding lounge.

Selain check-in terbuka, check-in di Kuala Namu ini juga menerapkan teknologi yang disebut dengan Baggage Handling System (BHS), alias sistem penanganan bagasi otomatis. Katanya dengan sistem ini kemungkinan bagasi untuk tertukar dengan penerbangan lain hampir nihil. Hmm… aku sendiri kurang tahu pasti sih bagaimana cara kerjanya. Tapi kalau melihat “wujud”-nya yang berupa rel — terletak di belakang setiap konter check-in, sepertinya dengan sistem tersebut, bagasi penumpang bisa dihantarkan secara otomatis ke suatu tempat atau mobil yang khusus untuk menampung bagasi penerbangan tertentu.

4. Boarding Lounge

Dari area check-in menuju boarding lounge kita harus melalui palang pintu otomatis terlebih dahulu. Untuk melewatinya, kita cukup menscan barcode airport tax (bukan barcode tiket pesawat) ke palang pintu tersebut. Di sini sepertinya banyak calon penumpang yang belum mengerti. Maklum, sepertinya ini memang baru pertama kali diterapkan di bandara di Indonesia. Ada beberapa petugas yang berada di dekat palang pintu yang siap membantu para calon penumpang yang kesusahan. Yah, lama-lama pasti juga akan terbiasa sendiri.

Boarding lounge ini dibedakan antara penerbangan domestik dan internasional. Yang penerbangan internasional menempati gate 1-4 (bagian kiri dari gedung) dan penerbangan domestik menempati gate 5-12 (bagian kanan dari gedung). Untuk menuju gate 1-4 (boarding lounge penerbangan internasional), penumpang harus melalui petugas imigrasi terlebih dahulu. Baru kemudian melalui security screening, sebelum akhirnya masuk ke dalam boarding lounge. Oh ya, baru sadar proses pemindaian atau screening di Kuala Namu ini, baik untuk penerbangan internasional maupun domestik, ternyata hanya dilakukan sekali. Yakni saat akan memasuki boarding lounge saja. Enak ya.

Boarding lounge

Boarding lounge

Penampilan interior boarding lounge Bandara Kuala Namu ini sungguh elegan. Kesannya lux banget. Tidak dibedakan antara ruang tunggu internasional dan domestik. Alasnya pakai karpet warna merah yang memiliki harmonisasi perpaduan serasi dengan kombinasi warna merah maroon-putih bangku-bangku di ruang tunggu situ. Begitu pula dengan dindingnya yang terdiri atas kaca bening dan juga tembok dengan desain motif berwarna sama (kombinasi merah maroon-putih).

Sayangnya di boarding lounge ini hanya sedikit sekali tersedia colokan listrik untuk penumpang. Aku hanya menemukan satu ketika menunggu di ruang tunggu gate 2. Kekurangan lainnya adalah toilet yang berada di luar boarding lounge. Untuk ke sana, kita harus keluar melalui pintu screening X-ray tadi. Begitu kembali, mau nggak mau kita harus di-screening lagi.

Dari boarding lounge untuk menuju ke dalam pesawat, cukup enak. Kita tinggal menyusuri koridor dan garbarata lalu tiba-tiba sudah berada di dalam pesawat.

———–

Well, pembangunan Bandara Kuala Namu ini masih belum berhenti. Kabarnya Bandara Kuala Namu ini akan dipersiapkan sebagai bandara hub penerbangan internasional untuk regional Kualanamu akan menjadi bandara hub penerbangan internasional untuk regional Asia Tenggara. Selama ini peran bandara hub di Asia Tenggara lebih banyak dijalankan oleh Bandara Changi di Singapura. Jika Kuala Namu berhasil menggeser peran Bandara Changi tersebut, tentunya akan menjadi kabar bahagia bagi Indonesia karena akan memberikan tambahan yang sangat besar bagi devisa negara. Semoga saja!