Monthly Archives: March 2019

Big Bad Wolf Indonesia 2019

Berburu Buku di Big Bad Wolf 2019

Sebelum datang ke acara Story Night Jakarta 2019 beberapa minggu lalu, pada siang harinya saya menyempatkan diri untuk mengunjungi bazar buku Big Bad Wolf (BBW) 2019. BBW ini bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.

Ini adalah penyelenggaraan kali keempat setelah yang pertama dulu pada 2016. Sebelum ini saya belum pernah sama sekali datang ke Big Bad Wolf. Karena itu mumpung datang ke Jakarta, dan bertepatan dengan event BBW, saya pun menyempatkan untuk melipir ke Tangerang. Apalagi transportasinya cukup mudah.

Transportasi ke Big Bad Wolf

Setelah naik kereta api dari Bandung, saya menyambung naik kereta rel listirik (KRL) dari Stasiun Jatinegara menuju Stasiun Manggarai, lalu menyambung lagi KRL ke Stasiun Tanah Abang, dan terakhir oper KRL ke Stasiun Cisauk (KRL Commuterline Maja-Tanah Abang). Btw, ini pengalaman pertama saya naik KRL ke daerah BSD. Lumayan jauh juga perjalanannya.

Sesampainya di Stasiun Cisauk, saya kemudian berjalan kaki menuju Terminal Intermoda BSD. Kerennya, Stasiun Cisauk dan Terminal Intermoda BSD ini terintegrasi melalui skywalk. Jadi jalan kaki pun sangat nyaman.

Petunjuk jalan Skywalk di Stasiun Cisauk
Petunjuk jalan Skywalk di Stasiun Cisauk

Di Terminal Intermoda BSD ini ada bus gratis yang disediakan penyelenggara BBW pulang-pergi menuju ICE. Frekuensinya kurang lebih setiap 10-15 menit sekali. Praktis ya.

Continue reading
Advertisements
Tubagus Futsal Club

Futsal Lagi Setelah Sekian Lama

Malam Jumat kemarin saya main futsal lagi setelah sekian lama. Saya main bersama teman-teman kantor di Tubagus Futsal Club.

Btw, ini kali pertama saya main futsal di sana. Malah saya baru tahu ada lapangan futsal di daerah Tubagus Ismail, Bandung. Sejak kuliah saya dan teman-teman paling sering biasanya main di lapangan YPKP.

Bagus juga ternyata tempatnya. Parkirannya luas banget. Padahal lokasinya berada di dalam kompleks perumahan.

Ada 2 lapangan rumput sintetis di sana. Per jamnya 150 ribu rupiah. Sebelum main kami sholat maghrib dulu dan waktu sewa kami terpotong sekitar 10 menit. Yang harusnya kami selesai jam 7 malam, oleh pengelolanya kami dikasih tambahan waktu sampai jam 19.10. Baik ya.

Malam itu lumayan enakan mainnya walaupun sudah lama tidak nendang bola lagi. Kemarin saya bisa mencetak 3 gol dan beberapa assist. Skor pertandingan 11-9 kalau tidak salah. Banyak ya. Hahaha.

Daun caisim

Panen Mentimun dan Caisim Pertama

Alhamdulillah setelah genap 2 bulan sejak menanam benih mentimun, saya sudah bisa menikmati buah pertama yang dipanen. Pada awal Maret kemarin saya sudah bisa memetik satu buah mentimun.

Buah mentimun yang dipanen

Sayangnya hanya 1 buah yang hasilnya baik. Buah mentimun lainnya hasilnya tidak bagus. Buahnya tidak berkembang dengan baik dan bentuknya cacat. Setelah itu tak lama kemudian tanaman mentimun saya semuanya mati. Entah apa penyebabnya.

Salah satu buah mentimun yang cacat

Selain mentimun, saya juga mulai panen daun caisim. Alhamdulillah daunnya hijau dan lebar-lebar. Beberapa kali saya petik dan saya masak sebagai campuran mie rebus. Rasanya renyah.

Setiap kali dipetik, tumbuh daun-daun baru lagi yang hingga hari ini masih terus berlangsung. Alhamdulillah teman-teman kantor dan akang yang bantu bersih-bersih kantor juga bisa ikut menikmati hasilnya.

Daun caisim yang hijau dan lebar siap dipanen

Di dua bulan pertama hobi berkebun ini, saya jadi banyak belajar juga. Banyak tanaman saya yang tidak tumbuh dengan baik. Saya menduga karena faktor kurangnya cahaya matahari dan kadar air di dalam tanah yang terlalu tinggi.

baca juga: Mencoba Hobi Berkebun

Maklum, tanaman tersebut berada di tempat yang terhalang atap sehingga tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Selain itu, setiap kali hujan tanah di area tanaman tersebut tergenang air hujan.

Karena itu ketika menanam caisim dan tanaman lainnya saya segera cari area lain yang lebih mendukung. Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Perbedaannya jauh drastis.

Sekarang selain caisim, saya juga tengah menanam kangkung, tomat, dan cabai. Semoga bisa tumbuh dengan baik juga. Mungkin 1-2 bulan lagi akan kelihatan hasilnya.

Story Night Jakarta 2019

Story Night Jakarta 2019

Setelah setahun yang lalu, Ahad kemarin (10/3) ustad Nouman Ali Khan hadir kembali ke Jakarta untuk mengisi kajian. Beliau membawakan sebuah kajian bertajuk “Story Night: Miracles”. Acara tersebut diadakan di Balai Kartini dengan durasi kurang lebih 3,5 jam. Alhamdulillah saya berkesempatan hadir mengikuti acara tersebut.

baca juga: Mengikuti Kajian NAK – Reconnect with Quran

Story Night sendiri adalah sebuah program yang diselenggarakan oleh Bayyinah, sebuah lembaga yang didirikan oleh beliau untuk mengajak umat Islam agar lebih tertarik untuk belajar dan mengkaji Al-Quran, terutama dari segi bahasa. Story Night juga adalah sebuah rangkaian world tour yang diadakan di berbagai negara. Bahkan pada malam sehari sebelum di Jakarta ini, ustad Nouman Ali Khan juga berbicara di Kuala Lumpur, Malaysia.

Ustad NAK berdialog dengan hadirin sebelum acara
Ustad NAK berdialog dengan hadirin sebelum acara

Malam hari itu ustad Nouman membawakan kisah Nabi Musa AS yang termaktub dalam QS. Asy-Syu’ara. Nabi Musa AS adalah seorang Nabi yang namanya paling banyak disebut di dalam Al-Qur’an. Ada banyak kisah dari beliau yang bisa kita ambil hikmahnya.

Come Back Stronger

Masih teringat kisah Musa ketika beliau memohon perlindungan kepada Allah dari makar usaha pembunuhan yang akan dilakukan oleh petugas keamanan Mesir. Nabi Musa pun kemudian selamat dari makar tersebut setelah melarikan diri ke padang pasir dan bermukim di Madyan.

Continue reading