Tag Archives: tumbuhan

Daun caisim

Panen Mentimun dan Caisim Pertama

Alhamdulillah setelah genap 2 bulan sejak menanam benih mentimun, saya sudah bisa menikmati buah pertama yang dipanen. Pada awal Maret kemarin saya sudah bisa memetik satu buah mentimun.

Buah mentimun yang dipanen

Sayangnya hanya 1 buah yang hasilnya baik. Buah mentimun lainnya hasilnya tidak bagus. Buahnya tidak berkembang dengan baik dan bentuknya cacat. Setelah itu tak lama kemudian tanaman mentimun saya semuanya mati. Entah apa penyebabnya.

Salah satu buah mentimun yang cacat

Selain mentimun, saya juga mulai panen daun caisim. Alhamdulillah daunnya hijau dan lebar-lebar. Beberapa kali saya petik dan saya masak sebagai campuran mie rebus. Rasanya renyah.

Setiap kali dipetik, tumbuh daun-daun baru lagi yang hingga hari ini masih terus berlangsung. Alhamdulillah teman-teman kantor dan akang yang bantu bersih-bersih kantor juga bisa ikut menikmati hasilnya.

Daun caisim yang hijau dan lebar siap dipanen

Di dua bulan pertama hobi berkebun ini, saya jadi banyak belajar juga. Banyak tanaman saya yang tidak tumbuh dengan baik. Saya menduga karena faktor kurangnya cahaya matahari dan kadar air di dalam tanah yang terlalu tinggi.

baca juga: Mencoba Hobi Berkebun

Maklum, tanaman tersebut berada di tempat yang terhalang atap sehingga tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Selain itu, setiap kali hujan tanah di area tanaman tersebut tergenang air hujan.

Karena itu ketika menanam caisim dan tanaman lainnya saya segera cari area lain yang lebih mendukung. Alhamdulillah hasilnya memuaskan. Perbedaannya jauh drastis.

Sekarang selain caisim, saya juga tengah menanam kangkung, tomat, dan cabai. Semoga bisa tumbuh dengan baik juga. Mungkin 1-2 bulan lagi akan kelihatan hasilnya.

Advertisements
Tanaman Mentimun

Mencoba Hobi Berkebun

Sekitar 2 bulan belakangan ini saya sedang asyik menggeluti hobi berkebun. Sejauh ini ada beberapa jenis benih tanaman yang sudah saya tanam. Ada bayam hijau, bayam merah, timun, tomat, cabai, pakcoy, dan caisim. Saya membeli benih-benih tersebut di toko online IPB Mart di sebuah website e-commerce.

Kenapa tiba-tiba kepikiran untuk berkebun? Jadi ceritanya sekitar 3 bulan yang lalu kantor saya baru saja pindah tempat. Di tempat yang baru ini pekarangannya luas banget dan cukup banyak tanah yang kosong juga.

Terus saya kepikiran untuk memaksimalkan lahan yang ada. Yakni, dengan menanaminya. Awalnya bingung mau menanam apa. Inginnya yang nantinya bisa dipanen dan bisa dimakan.

Saya pun browsing di situs-situs e-commerce mencari inspirasi benih apa yang banyak dijual dan tentunya harganya juga murah. Akhirnya saya menemukan lapaknya IPB Mart itu. Mereka menjual paket berbagai macam benih. Ya sudah saya beli di sana. Kebetulan ada bonus panduan menanam dan polybag juga.

Benih-benih siap disemai
Benih-benih siap disemai

Dari benih-benih yang saya beli itu, ada beberapa yang baru pertama ini saya menanamnya. Jadi perlu melihat-lihat panduan bagaimana menanam dan merawatnya.

Mau tidak mau saya memang jadi belajar cukup banyak hal. Mengingat-ingat kembali pelajaran Biologi di sekolah dulu. Hehehe.

Hal baru yang saya pelajari salah satunya adalah tentang pemupukan. Saya baru tahu kalau ada pupuk cair untuk daun dan buah. Jadi bukan hanya pupuk yang ditaburkan atau dicampur ke tanah. Jenis pupuk cair untuk daun ini cara pemakaiannya adalah dengan disiramkan ke daun, tepatnya di bagian bawahnya, karena pada bagian bawah daun itu terdapat stomata (mulut daun) yang dapat menyerap pupuk tersebut.

Hal lainnya yang saya pelajari adalah tentang lanjaran atau ajir. Saya baru tahu kalau tanaman mentimun perlu dibuatkan lanjaran agar ia bisa tumbuh tegak. Dalam pertumbuhannya ia akan mengeluarkan tangkai-tangkai yang akan diikatkan dengan sendirinya pada tali-tali lanjaran agar bisa menopang pertumbuhan batangnya.

Lanjaran untuk tanaman mentimun
Lanjaran untuk tanaman mentimun

Sungguh menyenangkan melihat tanaman yang kita tanam bisa tumbuh mulai dari benih kemudian membesar dari hari ke hari. Setiap kali saya suntuk dalam aktivitas bekerja di kantor, saya refreshing sejenak dengan jalan-jalan ke pekarangan mengamati tanaman-tanaman saya.

Saya mengamati dengan detail tanaman-tanaman tersebut, mendapati bagaimana ia yang kemarin masih berupa benih, sekarang sudah tumbuh kecambahnya. Bagaimana ia yang kemarin masih memiliki dua lembar daun, sekarang bertambah satu lagi dengan bentuk tulang daun yang berbeda dari dua daun sebelumnya

Bayam-bayam mulai berkecambah
Bayam-bayam mulai berkecambah

Mendapati bagaimana semakin hari batangnya tumbuh besar dan tinggi serta membentuk banyak cabang. Bagaimana bunganya yang kemarin mekar sekarang perlahan mulai layu dan bakal buah mulai tumbuh dari ujung batangnya.

Bakal buah mentimun
Bakal buah mentimun

Mungkin terdengar aneh, tapi entah mengapa selalu ada perasaan bahagia yang saya rasakan setiap kali mengamati pertumbuhan tanaman-tanaman saya itu. Ada perasaan bangga dan haru melihat tanaman yang saya tanam beberapa minggu lalu saat masih berupa biji sekarang sudah tumbuh besar dan mulai menghasilkan buah. ūüôā

Jalan-Jalan Malam di Gardens By The Bay

Masih seputar kegiatan jalan-jalan ke Singapura 2 minggu yang lalu (12-14 April). Kali ini aku ingin bercerita sedikit tentang Gardens By The Bay yang sempat kukunjungi pada malam hari kedua.

Aku mengetahui ada objek tourist attraction dengan bangunan-bangunan berbentuk seperti jamur raksasa ini dari beberapa teman yang menge-share foto-foto jalan-jalannya di Singapura. Dari situ kemudian aku mencari tahu ternyata nama tempatnya adalah Gardens By The Bay.

Sungguh wow sekali bangunan-bangunan yang disebut “Supertree” ini. Tingginya berkisar antara 25-50 meter. Jumlahnya cukup banyak, ada 18 supertree dari informasi yang kubaca.¬†Dari kejauhan keberadaan supertree-supertree tersebut memang tampak seperti sebuah hutan raksasa futuristik seperti di film-film genre sci-fi.

Singapore flyer dan supertree

Singapore flyer dan supertree

“Pepohonan” raksasa itu di malam hari memancarkan lampu-lampu berwarna-warni sehingga menampilkan pemandangan yang cukup cantik.¬†Sayang euy, kamera HP-ku tak cukup mumpuni untuk menangkap view Supertree di malam hari¬†yang cantik itu.

Hmm… jadi penasaran, dari mana sih sebenarnya inspirasi bentuk Supertree ini? Kalau dilihat-lihat lagi, sepertinya bentuk Supertree ini lebih mirip sama pohon Darah Naga (Dragon Blood Tree) yang merupakan tumbuhan endemik di Pulau Socotra, Yaman. Pohon Darah Naga ini memiliki bentuk seperti payung dengan kanopi di atasnya. Coba deh bandingkan kedua foto berikut:

Bagaimana? Mirip kan?

Btw, aku baru tahu belakangan bahwa kanopi yang berada di puncak Supertree ini memiliki beberapa kegunaan. Aku pikir Supertree dan kanopinya ini hanya berguna sebagai tempat tumbuh beberapa jenis flora. Ternyata ada kegunaan lingkungan lainnya juga, antara lain mengumpulkan air hujan, membangkitkan listrik tenaga surya, dan menyerap panas. Lebih lengkapnya bisa dibaca di ulasan CNN ini.

Untuk mencapai lokasi Gardens By The Bay ini, kita bisa menaiki MRT dan turun di stasiun Bayfront. Kalau dari Bugis, tinggal naik MRT jalur biru ke arah Chinatown saja. Tak perlu berpindah jalur. Begitu keluar dari stasiun Bayfront yang berada di underground kita akan melihat gedung hotel Marina Bay Sands dari bagian belakang(?) dan Gardens By The Bay.

Marina Bay Sands terlihat dari pintu keluar stasiun Bayfront

Marina Bay Sands terlihat dari pintu keluar stasiun Bayfront

Ada apa saja sih di Gardens By The Bay ini selain supertree-supertree itu?¬†Well,¬†kalau aku boleh nyatakan dalam satu kalimat singkat saja, “It’s all about floras”. Karena memang itulah misi yang ingin dicapai Singapura, yakni¬†membentuk¬†image¬†sebagai “city in a garden”.

Malam itu aku berusaha menikmati setiap jengkal pemandangan di dalam area Gardens By The Bay ini. Aku mengamati supertree-supertree ini sambil duduk-duduk di satu area di mana banyak orang-orang berkumpul dan bercengkerama satu sama lain. Di bagian bawah setiap supertree terdapat bangku yang mengitari supertree itu sebagai tempat duduk-duduk untuk pengunjung.

Antar supertree ini, sebenarnya beberapa di antaranya terdapat skyway yang menghubungkan satu sama lain. Di atas situ pengunjung bisa melihat berbagai macam flora. Untuk bisa naik ke atas situ, pengunjung harus membayar tiket masuk. Penjualan tiket untuk sightseeing di skyway itu ditutup pukul 8 malam. Namun, malam itu skyway tengah ditutup karena sebelumnya saat maghrib diguyur hujan.

Saat aku tengah duduk-duduk santai di bawah salah satu supertree, tiba-tiba lampu-lampu yang menerangi Supertree dipadamkan semua. Beberapa detik kemudian supertree-supertree itu berubah menjadi panggung pertunjukan musik. Supertree-supertree ini seolah hidup dan berperan sebagai penari-penarinya dengan memainkan warna-warni cahaya lampu mengikuti alunan musik. Belakangan aku baru tahu di Gardens By The Bay ini tiap malam memang rutin memainkan pertunjukan yang diberi nama The OCBC Garden Rhapsody ini.

Warna-warni lampu dari Supertree

Warna-warni lampu dari Supertree

Namun, sejujurnya musik yang diputar saat itu terdengar sangat familiar. Musik tersebut terdengar seperti orkestra paduan angklung. Jadi penasaran siapa dan dari mana pengisi musik ini. ūüėÄ

Tidak terlalu mengasyikkan sebenarnya berjalan-jalan di taman malam-malam. Kalau di pelajaran Biologi kan katanya saat malam hari tumbuhan tidak berfotosintesis dan bernafas menghirup oksigen. Makanya suasana taman saat itu terasa anget-anget gitu. Ya, selain faktor cuaca di Singapura tentunya yang memang panas. Rasanya badan ini lengket dengan keringat. Maklum, biasa di wilayah sejuk seperti Malang dan Bandung, jadinya merasa kurang nyaman dengan¬†cuaca¬†di Singapura ini, hehe. #BukanGaya ūüėõ

Trek salah satu taman

Trek salah satu taman

Selain itu, nggak enaknya keliling di dalam Gardens By The Bay saat malam hari itu karena suasananya yang agak remang-remang gitu. Pandangan kita menjadi kurang luas. Jadi kurang cocok saja kalau malam-malam ingin melihat-lihat flora-flora di sana.

Paling cocok memang duduk-duduk saja foto-foto pemandangan cantik gemerlap lampu yang ditampilkan oleh supertree-supertree di sana. Kalau ada kesempatan ke sana lagi, mungkin bakal nyobain ke sana siang-siang. Masih ada Flower Dome dan Cloud Forest, dan themed garden lainnya yang belum sempat kukunjungi juga di sana.