Monthly Archives: October 2010

Penambang Pasir di Kali Cikapundung

Foto ini aku ambil saat main ke kosan teman di Taman Hewan (belakang CiWalk). Dari jam 8 pagi saat aku datang sampai jam 12 siang saat pulang, beliau masih setia menambang pasir dan batu-batuan dari sungai Cikapundung itu. Sesekali saat beliau mendapati sampah-sampah seperti botol plastik yang hanyut di sungai langsung beliau pungut dan dikumpulkan di pinggir kali.

Maaf kualitas fotonya tidak begitu bagus. Maklum, dipotret dengan kamera HP dengan fitur standar. 😀

TOKEMA dalam Pasar Seni ITB 2010

Sudah berselang waktu sekitar dua minggu Pasar Seni ITB 2010 dilaksanakan (10 Oktober 2010) saya baru bisa menuliskan report-nya sekarang. Maklum, terkendala dengan kesibukan yang lain, keterbatasan waktu, hingga ketersediaan koneksi internet (sok sibuk banget ya kayaknya… :D).

Sebelumnya terus terang, saya tidak bisa berkomentar banyak tentang Pasar Seni ITB 2010 karena dalam pasar seni ini saya benar-benar terfokus ke stan TOKEMA saja. Kebetulan saya sebagai pengurus TOKEMA ikut menjaga stan dan mempersiapkan segala kebutuhannya. Saya sendiri tidak sempat menikmati jalan-jalan ke stan-stan atau wahana-wahana yang lain. Makanya tidak heran kalau foto-foto hasil jepretan saya berkisar antara anak-anak KOKESMA/TOKEMA atau suasana sekitar stan TOKEMA saja. Tapi satu kata saja dari saya untuk menggambarkan acara Pasar Seni ITB 2010 kali ini: RAMAI!!!

Ternyata benar kata-kata bapak-bapak dan ibu karyawan TOKEMA bahwa pasar seni ITB 2010 selalu ramai pengunjung. Bahkan, untuk sekedar istirahat sebentar di stan TOKEMA pun susah. Pengunjung tiada henti mampir ke stan TOKEMA minta dicarikan kaos ini-itu. Lelah memang hari itu. Persiapan sendiri sudah dilakukan efektif mulai H-3. Pada H-1 anak-anak juga mulai mempersiapkan dekorasi, pelabelan barang, penataan layout dll.

Membuat backdrop

Membuat backdrop

Melabeli barang

Melabeli barang

Waktu loading barang ke stan sendiri dilakukan mulai jam 6 sore selepas Maghrib hingga pukul 7 malam pada hari Sabtunya. Berhubung barang-barang sudah dimasukkan ke dalam stan, akhirnya dialokasikanlah beberapa anak untuk menjaga stan pada malam harinya. Terpaksa teman-teman harus rela berdingin-dinginan di dalam stan hingga pagi hari.
Continue reading

Titian Karir Terpadu ITB 2010

Kebetulan saya dapat email dari milis himpunan, forward dari milis Agendan Ganesha, yang isinya kurang lebih tentang kapan dan di mana Titian Karir Terpadu ITB 2010 akan dilaksanakan serta daftar partisipannya dari perusahaan apa saja. Akan saya salin juga di bbawah ini. Mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari pekerjaan. 😀

————-

List Perusahaan yang sudah konfirmasi mengikuti Titian karir terpadu ITB 2010 yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 – 17 Oktober 2010 @Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) ITB:

Sponsor Platinum: BRI

Sponsor Gold: ExxonMobil Indonesia

Sponsor Silver:

1. Weatherford Indonesia
2. Oberthur Card System
3. Total Indonesie
4. Kartuku
5. PGS
6. Danone
7. Pamapersada
8. CHEVRON
9. United Tractors
10. Accenture
11. Bank Permata
12. Berau Coal
13. The Jakarta Pos
14. Contact Singapore

Partisipan:

PT. Prima Vista Solusi;PT. Fajar Mas Murni; Telkom Group; PT. Telkomsel; XL Axiata; PT. Pusaka Tradisi Ibu; Astra International; Serasi Auto Raya; PT. Thiess Indonesia; PT. Advance Marketing and Services; Artajasa; KBR Engineers Indonesia; PT. Novell Pharmaceutical Laboratories; Blue Bird;  Triyakom; PT. Bank OCBC NISP Tbk; Baker Hughes; BNI; WorleyParson; Infineon Batam; Shell Indonesia; PT. Yasulor Indonesia; Unilever; PT. Danpac Futures; Bank Bukopin; PT. Holcim Indonesia; PT Amerta Indah Otsuka; Glaxo Smith Kline; Toshiba Corporation; Bank Mandiri; Experd; PT. Bank DBS Indonesia; PT. Freeport Indonesia; Wilmar Group…..

Masih ada kemungkinan perusahaan terus bertambah..

Wisma Parahyangan, Indonesia Railway Museum & Gallery

Sore ini sehabis UTS aku menyempatkan mampir ke Wisma Parahyangan yang berada di utara kampus ITB. Sebenarnya sudah hampir 4 bulan yang lalu Wisma Parahyangan yang awalnya adalah rumah dinas pegawai PT KA kemudian diubah penggunaannya menjadi Indonesian Railways Museum & Gallery itu diresmikan. Tetapi aktivitas “permuseuman”-nya baru tampak akhir-akhir ini, tepatnya setelah libur lebaran.

 

Pintu masuk Wisma Parahyangan

Pintu masuk Wisma Parahyangan

 

Sayangnya tidak ada informasi semisal papan pengumuman yang menandakan bahwa tempat tersebut adalah museum kereta api dan terbuka untuk umum. Aku sendiri memberanikan masuk setelah di depan museum tersebut dipasang banner ada pameran galeri foto bertema kereta api karya seseorang (aku lupa namanya) dan ada tulisan “masuk lewat sini” di dekat pintu gerbangnya.

Saat masuk, disambut oleh dua orang penjaga yang ramah dan aku diminta untuk mengisi buku tamu. Awalnya kukira isinya cuma foto-foto doang. Ternyata sudah lumayan banyak koleksi benda dan informasi berkaitan dengan operasional dan sejarah perkeretaapian Indonesia yang dipajang di dalam dan lluar area Wisma Parahyangan tersebut.

Beberapa koleksi itu di antaranya adalah:

 

Papan tulisan dan foto mengenai sejarah stasiun

Papan tulisan dan foto mengenai sejarah stasiun

 

 

Perlengkapan PPKA (Semboyan 40)

Perlengkapan PPKA (Semboyan 40)

 

 

Lemari karcis

Lemari karcis

 

 

Rel Kereta Api

Rel Kereta Api

 

Itu baru sedikit saja yang aku tampilkan di blog ini. Koleksi lainnya masih banyak lagi. Ada album cerita-cerita tentang sejarah dan arsitektur stasiun-stasiun di Pulau Jawa. Ada tulisan mengenai jenis-jenis lokomotif. Ada koleksi mesin penanggalan karcis. Bagi Anda yang suka dengan dunia perkeretaapian, coba deh berkunjung ke museum ini.

Lomba Masak Antar Himpunan

Pada hari Jumat tanggal 1 Oktober 2010 (011010, weww… tanggal biner nih…) yang lalu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio 8EH ITB mengadakan lomba masak antar himpunan jurusan di kampus. Yang bikin acara ini menjadi lebih menarik karena di tengah rangkaian acara ada demo masak chef (lebih tepatnya artis mungkin :p) Farah Quinn di lapangan Campus Center ITB.

Kebetulan pada jam tersebut aku ada janji bertemu dengan dosen pembimbing TA jadi tidak bisa melihat acara tersebut. Tapi aku masih sempat melihat lomba masak berlangsung dan mengikuti menit-menit terakhir sebelum waktu yang disediakan untuk lomba masak kloter 1 habis. Tampak teman-teman perwakilan himpunanku, HMIF, sedang mempercantik hidangan mereka.

 

Teman-teman perwakilan HMIF di lomba masak

Teman-teman perwakilan HMIF di lomba masak

 

Di saat waktu semakin mendekati batas yang telah ditentukan ternyata tampak masih ada himpunan lain yang masih memasak, menggoreng sesuatu.

 

Stand masak himpunan lain

Stand masak himpunan lain

 

Akhirnya waktu yang telah dialokasikan telah habis. Seluruh peserta lomba masak harus menghentikan aktivitasnya. Sementara itu, tampak hidangan masakan HMIF sudah siap.

 

Hidangan dari HMIF

Hidangan dari HMIF

 

Setelah lomba masak berakhir, sebagian besar mahasiswa laki-laki yang beragama Islam langsung beranjak ke masjid Salman ITB untuk segera melaksanakan ibadah Sholat Jumat. Tak disangka, tiba-tiba dari seberang jalan terdapat kerumunan orang-orang beriringan menuju stand lomba masak. Ternyata ada Farah Quinn bersama panitia akan melakukan penilaian langsung terhadap masakan-masakan yang telah dihidangkan peserta lomba.

 

Iringan Panitia dan Farah Quinn

Iringan Panitia dan Farah Quinn

 

Oiya, di akhir acara diumumkan para pemenang lomba masak antar himpunan ini. Ternyata HMIF mendapatkan gelar juara I. Wah, selamat ya teman-teman para chef HMIF!!