Tag Archives: tarawih

Marhaban Ya Ramadan 1441 H

Petang tadi pemerintah telah secara resmi menetapkan malam ini kita telah memasuki malam awal Ramadan. Esok hari (24 April 2020) adalah hari pertama kita berpuasa.

Ramadan kali ini mungkin akan menjadi Ramadan yang tak akan terlupakan dalam hidup kita. Ramadan di kala wabah covid-19, di mana masyarakat dihimbau untuk menghindari segala bentuk kerumunan, termasuk kegiatan sholat berjamaah di masjid.

Sholat tarawih di masjid yang menjadi ciri khas ibadah keseharian umat muslim di bulan Ramadan pun terpaksa ditiadakan. Masyarakat dihimbau untuk melaksanakan sholat tarawih di kediaman masing-masing.

Ada perasaan yang aneh tentunya menjalani Ramadan dengan kondisi seperti ini. Jika dulu semangat beribadah kita di bulan Ramadan terbantu oleh suasana yang terbentuk di lingkungan sekitar kita. Pada masa pandemi ini, suasana itu mungkin tidak akan kita temukan.

Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kita untuk tetap bersemangat memanfaatkan momen bulan Ramadan ini untuk meningkatkan ketakwaan kita sebagaimana tujuan berpuasa Ramadan itu sendiri (QS. Al-Baqarah 183).

Hikmahnya mungkin Ramadan kali ini bisa menjadi momen untuk fokus mengokohkan pondasi ketakwaan dalam entitas terkecil di masyarakat, yakni keluarga. Yakni, dengan membangun iklim keilmuan dan ketaatan dalam keluarga, seperti belajar bersama-sama, membaca Qur’an bersama-sama, beribadah tarawih bersama-sama, dan sebagainya.

Di awal bulan Ramadan ini, saya ingin mengucapkan juga selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada rekan-rekan pembaca sekalian. Semoga kita semua bisa memanfaatkan bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya.

Marhaban ya Ramadan 1441 H!

Buka Puasa di Masjid Negara

Buka Puasa dan Tarawih di Masjid-Masjid di Shah Alam dan KL

Pada awal Ramadhan kemarin, dalam rangka urusan kerjaan, saya terpaksa tinggal selama 6 hari di kota Shah Alam dan Kuala Lumpur, Malaysia. Walaupun sudah beberapa kali ke Malaysia, ini pertama kalinya saya ke sana saat bulan Ramadhan.

Sebuah pengalaman yang saya sudah nanti-nantikan sebelumnya. Saya ingin sekali suatu saat bisa merasakan suasana Ramadhan di negara lain. Alhamdulillah akhirnya kesempatan itu datang juga di Ramadhan tahun ini.

Tidak ada perbedaan yang signifikan terkait durasi puasa di Shah Alam dan KL ini dengan Bandung, kota di mana saya berdomisili saat ini. Durasi puasa di Shah Alam dan KL ini hanya lebih lama 30 menitan daripada di Bandung. Di Bandung (zona GMT+7) waktu Maghrib adalah pukul 17.41 dan Subuh adalah pukul 04.34 (±13 jam). Sedangkan di KL yang berada di zona waktu GMT+8, waktu Maghrib adalah pukul 19.22 dan Subuh adalah pukul 05.40 (±13,5 jam).

Kesempatan Ramadhan pertama di negeri orang ini pun saya manfaatkan untuk mencoba suasana berbuka puasa dan sholat tarawih di berbagai masjid yang ada di sana. Berikut ini adalah 5 masjid yang sempat saya datangi untuk berbuka puasa dan sholat tarawih selama di sana.

1. Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (Shah Alam)

Menurut catatan Wikipedia, masjid ini adalah masjid terbesar di Malaysia dan yang kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia. Kabarnya masjid ini mampu menampung jamaah hingga 24.000 orang! Namanya diambil dari nama pendirinya yaitu Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah, Sultan Negeri Selangor.

Masjid Sultan Shalahuddin Abdul Aziz Shah saat maghrib

Masjid Sultan Shalahuddin Abdul Aziz Shah saat maghrib

Sayangnya, karena saya baru datang ke masjid ini saat adzan dikumandangkan, saya pun tidak kebagian hidangan berbukanya. Hanya ikut merasakan “suasana”-nya saja 😆.

Memang sangat ramai sekali jamaah yang datang.Tak pasti juga berapa jumlahnya. Tapi mungkin sampai ribuan.

Umumnya yang saya lihat mereka datang dengan keluarga. Banyak saya lihat pasangan suami istri yang duduk secara melingkar makan bersama anak-anaknya. Hidangan buka puasanya sendiri dikemas dalam tupperware-tupperware begitu. Dan menunya langsung makanan berat.

Sholat Maghrib baru dilaksanakan sekitar 15-20 menit setelah adzan. Secara umum, kultur di sini memang berbeda dari yang biasa kita temui di Indonesia. Di Malaysia ini Continue reading