Tag Archives: stasiun tawang

Halte BRT Stasiun Tawang

Naik BRT Trans Semarang Stasiun Tawang-Terminal Mangkang

Saya ingin berbagi pengalaman saya 2 minggu lalu ketika berada di Semarang dan ingin melanjutkan perjalanan ke Solo dengan bus. Setidaknya ada 3 macam transportasi umum yang saya ketahui bisa digunakan dari Semarang menuju Solo sebenarnya. Selain bus, ada kereta api dan travel.

Saya sebenarnya memulai perjalanan ini dari Bandung. Karena rencana perjalanan yang sangat mendadak hari itu, saya tidak bisa mendapatkan tiket kereta api atau bus yang langsung ke Solo. Tiket yang masih tersedia saat itu hanyalah tiket kereta api ke Semarang. Ya sudah apa boleh buat.

Saya turun di Stasiun Semarang Tawang. Idealnya setelah itu saya menyambung perjalanan dengan kereta api ke Solo. Tapi waktu kedatangan saya di Stasiun Tawang tidak pas dengan jadwal keberangkatan kereta api yang ada. Jadwal yang terdekat berselisih 4 jam. Bus pun menjadi opsi saya.

Saya cukup buta dengan Kota Semarang. Untuk mencari tahu cara naik bus ke Solo, saya mengandalkan informasi di internet. Dari hasil googling di internet saya tahu bahwa terminal besar bus di Semarang sudah pindah dari Terboyo ke Mangkang, yang lokasinya sangat jauh di ujung barat Semarang. Di Google Maps jaraknya tercatat 21 km dari Stasiun Tawang.

Untungnya ada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang melayani rute tersebut walaupun tidak langsung. Kita bisa naik dari halte BRT depan Stasiun Tawang, tepatnya sebelah kanan pintu masuk stasiun.

Di sana saya naik bus koridor IV jurusan Terminal Cangkiran. Kemudian transit di halte BRT Imam Bonjol Udinus — dekat Tugu Muda/Balai Kota Semarang — dan selanjutnya ganti naik bus koridor I jurusan Terminal Mangkang. Tarifnya Rp3.500 saja. Perjalanan Stasiun Tawang-Terminal Mangkang ini kurang lebih mengambil masa 45 menit, termasuk waktu transit menunggu bus berikutnya.

Ini adalah pengalaman pertama saya naik BRT Trans Semarang. Sistemnya sama saja seperti bus TransJakarta. Kita cukup bayar Rp3.500 dan bisa berpindah-pindah bus tanpa perlu membayar lagi. Namun dibandingkan dengan TransJakarta, halte-halte Trans Semarang ini tidaklah terlalu besar dan tidak semua ada petugasnya.

Soal Terminal Mangkang, walaupun terminal ini dari luar tampak megah, sayangnya terkesan tidak terawat. Banyak tanaman liar yang tumbuh di halaman depan bangunan utama. Untuk naik bus tujuan Solo/Yogyakarta pun kita bukannya masuk ke dalam terminal. Tapi menunggu bus yang ngetem di pintu keluar terminal yang berada di sisi timur.

Belakangan saya baru tahu sebetulnya untuk naik bus tujuan Solo ini kita bisa juga naik dari pertigaan Sukun yang jaraknya sekitar 19 km dari Stasiun Tawang karena dari Terminal Mangkang bus akan melewati pertigaan Sukun juga.

Dari Terminal Mangkang jaraknya masih jauh juga ke pertigaan Sukun, yakni 25 km. Jadi lumayan menghemat waktu juga kalau kita langsung nyegat di sana. Cuma risikonya mungkin bus bisa saja sudah terisi penuh dari Terminal Mangkang sehingga kita tidak akan kebagian kursi. Tarif bus patas Semarang-Solo ini adalah Rp30.000.

Catatan Perjalanan Semarang-Dieng-Yogya (Bagian 1): Karimunjawa Failed

Hari 1: Sabtu, 22 Desember 2012

Ini adalah cerita liburan Natal bulan Desember 2012 kemarin. Kebetulan ada libur panjang mulai hari Sabtu hingga Selasa, tanggal 22-25. Pesertanya adalah aku, Neo, Luthfi, Khairul, Kamal, dan Rizky.

Niat awalnya sih mau ke Karimunjawa. Jadilah sebulan sebelum hari H, kami semua membeli tiket kereta menuju Semarang. Tapi karena kami berasumsi tiket kapal dari Semarang ke Karimunjawa bisa dibeli secara go show seperti halnya kapal ke Pulau Tidung yang kami tahu. Tapi, eh sesampainya di pelabuhan Tanjung Mas Semarang, kami baru tahu kalau penjualan tiket kapal Kartini Semarang-Karimunjawa PP ini dipegang oleh satu manajemen yang untuk pembeliannya harus booking dulu supaya tidak kehabisan. Dan saat itu juga kami diberi tahu bahwa tiket kapal sudah habis.

Alternatifnya sebenarnya bisa menumpang kapal yang berangkat dari Jepara. Tapi baca-baca di internet, jadwal keberangkatan ke Karimunjawa paling akhir pukul 10.30. Waktu ketika itu menunjukkan pukul 7.30. Masih ada waktu berarti. Kami pun mencoba menelepon contact person KM Muria. Sayang, ternyata kapal hari itu semuanya telah penuh.

KM Kartini

KM Kartini

Kami pun memutuskan untuk menunggu KM Kartini hingga berangkat. Berharap ada sejumlah orang yang membatalkan perjalanannya. Pada kenyataannya memang ada sejumlah orang yang membatalkan perjalanannya. Namun tiket ‘buangan’ itu diberikan pada sebuah keluarga yang menempati urutan pertama dalam waiting list. Jadilah, rencana kami ke Karimunjawa batal.

Menunggu Ketidakpastian

Menunggu Ketidakpastian

Namun, ketika kami berjalan di dermaga, kami berjumpa salah seorang petugas pelabuhan dan menceritakan apa yang sedang kami alami saat itu. Apabila masih ingin ke Karimunjawa, beliau menyarankan untuk menumpang kapal sayur yang akan berangkat subuh esok hari. Kata beliau ongkosnya biasanya seikhlasnya saja.

“Wah, kesempatan baik nih.” kata kami.

Kami pun berencana untuk mengambil kesempatan itu. Namun, petugas kapal sayur itu baru akan tiba petang hari nanti untuk mendata calon penumpang.

Sembari menunggu hingga petang hari, kami hendak Continue reading