Tag Archives: pelabuhan

Kapal untuk penyeberangan

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 1 – Yangon (Bag. 2)

Saya tidak menyangka saya disediakan sebuah kamar oleh mertua senior saya di dalam flat itu. Mereka sendiri tinggal di kamar paling atas. Saya bercakap-cakap sebentar dengan beliau perihal itinerary saya selama di Myanmar ini. Kami juga sempat mengobrol hal yang lain tentang keluarganya dan Myanmar secara umum.

Waktu masih menunjukkan sekitar pukul 11.30 saat itu. Saya dipersilahkan untuk istirahat dan mandi terlebih dahulu sebelum keluar makan siang bersama mereka.

Makan Siang di Restoran Myanmar

Sekitar pukul 12.15 setelah selesai mandi, saya berjumpa dengan kedua mertua senior saya kembali. Kami keluar makan siang bersama. Hujan rintik-rintik tengah turun ketika itu.

Kami makan siang di sebuah restoran masakan Myanmar yang terletak tak jauh dari situ. Sayang euy saya nggak mencatat nama restorannya. Tapi kalau tidak salah restoran tersebut berada di bilangan Bo Aung Kyaw Street. Kata beliau restoran tersebut menyajikan masakan halal. Oh ya, btw mertua senior saya ini seorang muslim juga.

Makan siang di restoran masakan myanmar

Makan siang di restoran masakan myanmar

Secara penampilan, masakan Myanmar ini tak jauh beda dengan masakan Indonesia. Lauk-pauk mereka seperti ikan, daging, ayam umumnya dimasak dalam bentuk kare. Cara memesan di restoran ini Continue reading

Advertisements

Catatan Perjalanan Semarang-Dieng-Yogya (Bagian 1): Karimunjawa Failed

Hari 1: Sabtu, 22 Desember 2012

Ini adalah cerita liburan Natal bulan Desember 2012 kemarin. Kebetulan ada libur panjang mulai hari Sabtu hingga Selasa, tanggal 22-25. Pesertanya adalah aku, Neo, Luthfi, Khairul, Kamal, dan Rizky.

Niat awalnya sih mau ke Karimunjawa. Jadilah sebulan sebelum hari H, kami semua membeli tiket kereta menuju Semarang. Tapi karena kami berasumsi tiket kapal dari Semarang ke Karimunjawa bisa dibeli secara go show seperti halnya kapal ke Pulau Tidung yang kami tahu. Tapi, eh sesampainya di pelabuhan Tanjung Mas Semarang, kami baru tahu kalau penjualan tiket kapal Kartini Semarang-Karimunjawa PP ini dipegang oleh satu manajemen yang untuk pembeliannya harus booking dulu supaya tidak kehabisan. Dan saat itu juga kami diberi tahu bahwa tiket kapal sudah habis.

Alternatifnya sebenarnya bisa menumpang kapal yang berangkat dari Jepara. Tapi baca-baca di internet, jadwal keberangkatan ke Karimunjawa paling akhir pukul 10.30. Waktu ketika itu menunjukkan pukul 7.30. Masih ada waktu berarti. Kami pun mencoba menelepon contact person KM Muria. Sayang, ternyata kapal hari itu semuanya telah penuh.

KM Kartini

KM Kartini

Kami pun memutuskan untuk menunggu KM Kartini hingga berangkat. Berharap ada sejumlah orang yang membatalkan perjalanannya. Pada kenyataannya memang ada sejumlah orang yang membatalkan perjalanannya. Namun tiket ‘buangan’ itu diberikan pada sebuah keluarga yang menempati urutan pertama dalam waiting list. Jadilah, rencana kami ke Karimunjawa batal.

Menunggu Ketidakpastian

Menunggu Ketidakpastian

Namun, ketika kami berjalan di dermaga, kami berjumpa salah seorang petugas pelabuhan dan menceritakan apa yang sedang kami alami saat itu. Apabila masih ingin ke Karimunjawa, beliau menyarankan untuk menumpang kapal sayur yang akan berangkat subuh esok hari. Kata beliau ongkosnya biasanya seikhlasnya saja.

“Wah, kesempatan baik nih.” kata kami.

Kami pun berencana untuk mengambil kesempatan itu. Namun, petugas kapal sayur itu baru akan tiba petang hari nanti untuk mendata calon penumpang.

Sembari menunggu hingga petang hari, kami hendak Continue reading