Tag Archives: lari pagi

Lari Pagi Sambil Nonton Persib Latihan

Rabu pagi kemarin adalah hari libur nasional dalam rangka Hari Buruh. Saya memanfaatkan libur itu untuk lari pagi di Sarana Olahraga Ganesha (Saraga) ITB.

Tak disangka, ternyata di lapangan sepakbola Saraga pagi itu tengah ada latihan Persib. Saya baru tahu kalau Persib ternyata sekarang memanfaatkan Saraga sebagai tempat latihan juga. Maklum, saya tidak terlalu mengikuti Persib sebetulnya.

Walaupun cukup sering lari pagi di Saraga, baru kali ini saya melihat Persib latihan di sana. Padahal kalau baca di berita ini, pada bulan Februari kemarin pun Persib sudah mulai latihan di sini. Mungkin waktu saya lari saja yang tidak pas.

Ini pertama kali saya menonton sebuah tim sepakbola profesional latihan. Menarik juga bisa menonton mereka latihan dari jarak dekat.

Ketika saya lari, latihan belum dimulai. Pemain masih santai-santai. Baru kemudian mereka lari keliling lapangan sepakbola 1 atau 2 putaran. Setelah itu lanjut pemanasan ringan.

Setelah pemanasan, mereka main game bola tangan. Nggak ngerti juga apa tujuan latihan bola tangan dalam untuk seorang atlet sepakbola. Mungkin untuk relaksasi saja.

Setelah itu, latihan dilanjutkan dengan latihan taktik oleh pelatih. Sepertinya Miljan Radović yang memimpin langsung latihan taktik saat itu. Saya agak kurang jelas sih karena melihat dari jauh.

Dia tampak mengarah-ngarahkan posisi pemain. Setelah itu, para pemain pun bermain game kecil-kecilan dengan posisi gawang yang tidak biasa.

Tidak lama sih saya menonton Persib latihan. Mungkin sekitar setengah jam saja. Sehabis lari, saya langsung pulang.

Advertisements

Run To Work

Akhirnya tadi pagi nyobain juga lari ke tempat kerja alias “Run To Work”. Tapi jangan bayangkan aku berlari dengan mengenakan tas dan pakaian rapi untuk dipakai kerja. Sehari sebelumnya semua perlengkapan kerja, termasuk pakaian dan laptop, kutinggal di kantor. Aku hanya berlari dengan mengenakan kaos lari dan tas punggung kecil.

Jarak kosan dengan kantor lewat jalan ‘normal’ sebenarnya cuma sekitar 3-4 km saja. Namun, karena ingin mendapatkan jarak yang lebih jauh agar berkeringat lebih banyak, aku memilih jalan memutar lewat Dago Pojok dan Dago Atas. Lumayan bisa menambah jarak hingga 3 km.

Tiga kilometer pertama kontur jalan lebih banyak berupa tanjakan (bisa dilihat di diagram di bawah). Setelah itu, jalanan terus menurun hingga ke kantor. Berlari di jalan raya memang jauh berbeda dengan berlari di trek lari khusus. Pelari harus berhati-hati dengan lalu lalang kendaraan di sekitar. Karena itu tak heran average pace saat lari kemarin menurun hingga 6:29 menit/km. Padahal biasanya rata-rata di trek mendatar average pace sekitar 5 menit/km.

Begitu sampai di kantor, pendinginan sebentar, terus mandi. Wuih … segarnya. 😀

lari dago-cigadung

 

Pemandangan jalan dan sekitar yang dilalui

Pemandangan jalan dan sekitar yang dilalui