Bandung, menjelang siang hari ini Selasa, 20 April 2010 sekitar pukul sepuluh, wanita yang tidak diketahui namanya berkunjung ke salah satu kontrakan mahasiswa di daerah sangkuriang dalam, menunjukkan tanda-tanda hendak melahirkan. Mahasiswa yang menempati kontrakan bertanya-tanya terlebih ketika wanita itu berusaha memaksa memasuki kamar salah satu mahasiswa yang berada di lantai dua, yaitu Khairul Fahmi (KF). Namun tentu saja Khairul Fahmi tidak menginginkan hal tersebut sehingga dia langsung mengunci kamarnya.
Setelah sekian lama erangan si wanita tersebut tak tertahankan lagi, akhirnya hati Khairul pun luluh dan bersedia memberikan tempat – meskipun bukan kamarnya – untuk wanita tersebut agar dapat mempersiapkan kelahirannya. Namun pada akhirnya wanita tersebut yang masih misterius identitasnya tersebut memilih untuk melahirkan di lantai satu yang ternyata anaknya kembar lima.
Kini kelima anaknya telah ditempatkan di tempat yang telah disiapkan Khairul sebelumnya. Salah seorang reporter sempat bertanya kepadanya seputar hal ini. “Maaf, no comment”, kata Khairul menolak menanggapi peristiwa tersebut. Kelima anak tersebut sekarang masih tertidur tanpa nama. Meskipun demikian kejadian ini masih belum dilaporkan ke polisi setempat untuk menemukan tempat tinggal atau keluarga wanita tersebut. Bukan hanya karena wanita tersebut masih dalam keadaan labil, melainkan juga karena wanita tersebut ternyata diketahui sebagai seekor kucing biasa. (diadaptasi dari kisah nyata, dari blog teman satu kontrakan, Kamal Mahmudi)
Si ibu kucing tenang bersama anak-anak yang baru dilahirkannya
Subhanallah, beruntung sekali temanku satu ini, Andi Hendra Paluseri. Dia termasuk ke dalam pemenang under the crown, program promosi “hadiah di balik tutup botol coca-cola” (bukan bermaksud promosi lho…). Sudah lama sebenarnya dia cerita kalau di KBL (Kantin Barat Laut) ITB yang diketuainya dia menemukan tutup botol dengan hadiah tiket ke piala dunia 2010. Sayang juga ya, orang yang sudah membelinya tapi tidak tahu kalau tutup botolnya ternyata berhadiah… :D. Belum rezekinya.
Tutup Botol Piala Dunia
Nah, teman-teman di Kokesma dan STEI, bahkan mungkin di seantero ITB sekarang lagi heboh-hebohnya setelah si Andi ini masuk berita Detik Bandung kemarin. Padahal dia sudah sekitar dua minggu yang lalu mengganti profile pict di facebook-nya dengan tutup botol “keberuntungan”nya itu. Tetapi teman-teman tidak ada yang menyadari maksud si Andi itu.
Saking hebohnya, bahkan di milis Elektro, teman-teman di prodinya sampai ada yang iseng-iseng mencoba menawar hadiah yang didapat Andi itu. Tawaran tertinggi sementara ini “hanya” 7,5 juta rupiah. Tapi sepertinya Andi tidak terlalu menanggapi ulah teman-temannya itu. Hadiah bisa menonton perempat final hingga final (kalau tidak salah) piala dunia 2010 dan jalan-jalan di Afrika Selatan, tentu akan menjadi pengalaman yang tidak terbayarkan. Apalagi ini diperoleh gratis..tis..tis.. Hehehe…
Selamat ya Andi…! Ingat jangan lupa akhir semester ini kita sudah mulai kerja praktek lho… hohoho…
Anda berada di luar kota? Ingin tetap mendengarkan siaran radio favorit di kota asal Anda? Streaming Radio Online (via internet) adalah solusinya. Saat ini sudah banyak radio di Indonesia yang merambah dunia maya dengan menyediakan layanan streaming radio online ini. Untuk mendengarkan siaran radio online itu selain dapat melalui webcast, ada juga yang bisa didengarkan melalui winamp, i-tunes ataupun windows media player.
Untuk yang bisa diputar di winamp, alamat/url file streaming radio tersebut dapat kita tambahkan melalui menu File > Play URL (Ctrl + L). Untuk webcast bisa langsung kita putar dari web browser. Tapi, untuk beberapa stasiun radio mengharuskan kita untuk menginstall media player untuk bisa mendengarkan secara streaming.
Sayangnya untuk Kota Malang tidak banyak radio (yang kuketahui dari hasil pencarian search engine) yang menyediakan fasilitas streaming. Yang kuketahui cuma radio MasFM, Makobu, dan RCBFM saja. Dari ketiga stasiun radio itupun aku hanya pernah bisa terhubung dengan RCBFM. Sedangkan untuk kedua stasiun radio lainnya selalu gagal terkoneksi. Mendengarkan siaran radio RCBFM cukup untuk mengobati kerinduanku kepada kampung halaman. Aku bisa mendengar suara logat atau bahasa khas kera-kera Ngalam, bisa mengikuti perkembangan Kota Malang dan Arema khususnya.
Kita juga bisa mendengarkan streaming radio dari kota lain di Indonesia. Ada dari Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bandung, Bali, dan lain-lain. Seru kan…
Ingin mendengarkan tausiyah dan menambah tsaqofah islamiyah, lantunan Qur’an, atau nasyid? Perlu kita coba dengarkan beberapa stasiun radio seperti Radio Rodja Bogor, MQ FM, Radio Muslim, dan Radio Hang Batam. Di saat kita surfing di dalam dunia maya browsing tugas-tugas, kita bisa juga sambil mendengarkan siaran streaming radio-radio tersebut. Insya Allah siaran radio mereka sangat bermanfaat bagi kita.
Terhitung sejak 30 April 2010 nanti, PT KA akan resmi mengoperasikan kereta api jurusan Bandung-Malang. Kereta Api yang diberi nama KA Malabar (kepanjangan dari Malang-Bandung Raya) ini akan menggunakan rangkaian kereta api bekas KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta Gambir yang akan dihentikan operasinya tanggal 27 April 2010. Kabarnya, KA Parahyangan dihentikan karena rendahnya okupansi kereta tersebut sehingga PT KA terus merugi pada trayek tersebut. Sebelum memutuskan untuk mengubah relasi Jakarta Gambir-Bandung menjadi relasi Malang-Bandung, PT KA melakukan polling terlebih dahulu pada website resminya, dan ternyata lebih dari 90% peserta polling menyetujui rencana relasi Bandung-Malang itu. Oiya, sedikit out of topic, nama Malabar yang dipilih sebagai nama kereta api Bandung-Malang ini mengingatkanku kepada nama sebuah hutan kota di Kota Malang yang letaknya di dekat jalan Ijen.. 😀
Kembali lagi. Nah, tentunya berita ini akan menjadi kabar gembira bagi warga Malang dan sekitarnya yang ingin bepergian ke Bandung, dan juga sebaliknya. Bagi pecinta kereta api seperti aku ini tentunya sangat menyambut baik dengan adanya kereta api langsung jurusan Malang-Bandung PP. Sebelumnya aku dan sebagian teman mahasiswa asal Malang yang berkuliah di Bandung biasa menggunakan jasa KA Mutiara Selatan untuk pulang kampung ke Malang, turun di Jombang kemudian oper bus Puspa Indah ke Malang. Alternatif lainnya naik KA Mutiara Selatan turun di Surabaya oper KA Malang Ekspres (sekarang sudah dihapuskan) atau KA Ekonomi Penataran Surabaya-Malang. Pernah juga sekali-kali naik yang KA Turangga (eksekutif). Kalau mau yang jauh lebih murah, naik KA Ekonomi Kahuripan (Rp 35.000) turun di Kediri oper bus Puspa Indah (Rp 18.000) ke Malang. Tetapi yang repot itu kalau mau pergi ke Bandung-nya. Capai juga kalau harus ke Surabaya atau Jombang dulu untuk naik kereta api ke Bandung. Makanya dengan adanya kereta langsung Bandung-Malang PP ini tentu akan sangat menguntungkan.
Menurut rencana KA Malabar ini akan berangkat dari Bandung pukul 15.30 dan tiba di Malang pukul 8.11. Sebaliknya, berangkat dari Malang pukul 15.30 dan sampai di Bandung pukul 8.37.
KA Malabar ini rencananya akan tersusun atas 2 gerbong eksekutif, 3 gerbong bisnis, 2 gerbong ekonomi plus, dan 1 gerbong barang (mungkin untuk jasa titipan paket). Aneh juga komposisinya. Benar-benar komposisi gado-gado. Satu rangkaian bisa sampai terdiri atas 3 kelas gerbong berbeda. Definisi ekonomi plus ini juga baru dengar. Dulu ada sih istilah bisnis plus (pernah dipakai pada KA Gajayana di awal peluncurannya). Harga tiket kelas ekonominya tergolong sangat mahal. Mudah-mudahan pelayanan untuk penumpang kelas ekonomi plus ini sesuai juga dengan “kemahalan tiketnya”.
Hmmm…. Apakah kebijakan rangkaian dengan 3 kelas itu adalah dalam rangka mensurvei karakteristik pasar jalur Bandung-Malang. Bisa jadi, ke depannya kereta ini hanya akan terdiri dari kelas bisnis-eksekutif, eksekutif saja, atau ekonomi saja seperti kereta-kereta yang ada saat ini. Jadi penasaran. Patut disimak keberjalanannya bagaimana nantinya. Mudah-mudahan kereta api ini bisa tetap terawat dan terus melayani masyarakat kota Malang, Bandung, dan sekitarnya. Bukan MALABAR = Malah Bubar. Tanggal 30 April 2010 nanti harus datang langsung nih ke stasiun Hall Bandung untuk ikut menjadi saksi peristiwa bersejarah ini.
Oiya, selama masa promosi, tarif untuk KA Malabar ini adalah Rp 200 ribu untuk eksekutif, bisnis Rp 130 ribu, dan ekonomi Rp 80 ribu. Sesudah tanggal 15 Juni 2010, tarif akan kembali normal, yaitu Rp 220 ribu untuk eksekutif, bisnis Rp 150 ribu, dan ekonomi Rp 90 ribu. Kereta pertama akan diberangkatkan pada tanggal 30 April 2010 jurusan Bandung-Malang.
Spanduk promosi KA Malabar
Dengan keberadaan KA Malabar ini tentu akan mengancam moda transportasi lain yang melayani trayek Malang-Bandung, yaitu bus malam. Harga tiket bus malam Bandung-Malang sendiri relatif mahal, terutama untuk kantong mahasiswa. harganya saat ini mencapai lebih dari 200 ribu rupiah. Bahkan saat hari raya, lonjakan harganya bisa mencapai 100%. Dengan kondisi seperti itu tentu saja masyarakat akan lebih memilih menggunakan jasa kereta api untuk bepergian karena lebih murah dan perjalana dengan kereta api lebih menyenangkan.
Pertanyaan ini sebenarnya ditanyakan oleh dosen kepada kami saat kuliah IF3094 atau Komunikasi Antar Personal (KAP) hari ini tadi. Hmm… pertanyaan yang sebenarnya kedengaran cukup simple. Yang terbayang oleh kami di kelas (kebetulan kompak sekali pikiran kami kali ini :D) kalau kata “grup” itu akrab dengan frase “grup band” dan kalau kata “tim” itu akrab dengan frase “tim sepakbola”.
Tapi cuma itu yang terbayang. Ketika ditanyakan lagi apa perbedaan grup dan tim, kami semua kebingungan menjawabnya. Terus dosen kami mencoba menjawab bahwa perbedaannya adalah kalau dalam tim itu posisi semua anggotanya selalu tetap, sedangkan kalau dalam grup setiap anggotanya dapat bertukar peran di mana seseorang kadang-kadang berperan sebagai leader, sementara yang lain mungkin ada yang sebagai notulen, atau anggota biasa. Hmmpfh… tapi aku belum cukup puas dengan pendapat beliau itu. Lalu selesai kuliah aku mencoba mencari-cari referensi yang dapat menjelaskan perbedaan grup dan tim itu dengan jawaban yang memuaskan. Karena aku sendiri penasaran. Kedua kata itu memiliki makna yang serupa, sering kita gunakan sehari-hari, bahkan kita pertukarkan kedua kata itu, tetapi kita sendiri tidak tahu apa perbedaannya. Atau jangan-jangan tidak ada perbedaannya, alias sama saja?
Ada suatu istilah yang sering kita dengar, yaitu team building. Aku pribadi belum pernah mendengar istilah group building. Orang juga lebih sering berkata, “bisakah grup/kelompok ini menjadi sebuah tim?” Secara tersirat dapat dimengerti ada perbedaan di situ antara grup dan tim. Kekuatan dari suatu tim itu terletak dari kesamaan tujuan dan saling keterikatan antar individu di dalam tim, sedangkan kekuatan grup terletak pada kesungguhan anggotanya untuk mengikuti komando dari pemimpin grup itu.
Seringkali jauh lebih mudah membentuk grup dibandingkan membentuk sebuah tim. Misalkan di dalam suatu ruangan ada banyak orang dengan berbagai latar belakang. Dari orang-orang tersebut kita dapat membentuk grup, mungkin dapat berdasarkan usia, jenis kelamin, bidang keahlian, dan faktor-faktor kesamaan lainnya. Membentuk sebuah grup berdasarkan kesamaan tadi itu memang mudah, tetapi tidak menjamin efektifitas dari sebuah grup itu sendiri. Dinamika antarpersonal dalam kelompok dapat membuat tugas seorang group leader menjadi lebih sulit.
Di sisi lain, membentuk tim memang lebih sulit. Dalam mebentuk tim tidak melihat kesamaan anggota, tetapi melihat kepada ketrampilan masing-masing anggota untuk melengkapi satu sama lain. Dalam tim bisnis saja misalnya, ada anggota yang berperan sebagai akuntan, salesman, eksekutif perusahaan, dan sekretaris. Setiap anggota tim memeiliki fungsi masing-masing di dalam tim itu. Oleh karena itu, dalam jarang sekali diberikancukup banyak ruang untuk terjadinya konflik karena akan menggangu fungsionalitas anggotanya.
Ada karakteristik lain yang dapat lebih menggambarkan perbedaan grup dan tim. Keberhasilan dalam sebuah grup biasanya hanya diukur dari hasil akhirnya. Misalkan saja nih grup belajar bareng untuk menghadapi ujian. Berhasil atau tidaknya belajar bareng itu dilihat dari bagaimana nilai ujian anak-anak itu.
Sementara itu, keberhasilan sebuah tim meskipun diukur dari hasil akhir juga, tetapi tetap dilihat bagaimana proses untuk mencapai hasil akhir itu. Sebuah tim investigasi kecelakaan merupakan sebuah contoh yang baik dari tim yang dinamis di dunia nyata. Setiap anggota tim bertugas untuk mengevaluasi satu aspek dari kecelakaan itu. Tim ahli pada adegan rekonstruksi kecelakaan tidak harus berkonsultasi dengan tim ahli pada bukti forensik, misalnya. Anggota tim menggunakan kemampuan masing-masing untuk mencapai hasil kohesif. Dalam proses tersebut mungkin ada anggota tim bekerja sebagai fasilitator, dan itu tidak harus seorang pemimpin tertentu.
Karakteristik lainnya adalah dalam membentuk sebuah grup mungkin hanya mengambil beberapa menit saja, tetapi pembentukan tim yang baik bisa jadi butuh waktu dalam hitungan bulan atau bahkan tahunan. Setiap anggota grup/kelompok memiliki peluang yang besar untuk melepaskan diri dari grup setiap saat ketika jasa atau perannya sudah tidak diperlukan lagi misalnya. Sedangkan dalm tim seorang anggota yang tidak serius dapat menghambat fungsionalitas anggota tim lainnya untuk bekerja secara efektif, sehingga tidak aneh jika dalam membentuk tim dibutuhkan waktu yang lama karena proses untuk membentuk anggota yang memiliki kesetiaan yang sangat kuat untuk tim dan mampu berkomunikasi dengan baik antar anggotanya itu memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Hmm.. entah ada angin dari mana tiba-tiba aku ingin mengenang lagi masa SMP, masa-masa pencarian jatidiri kalau kata guru BP/K (Badan Psikologi/Konsultasi) dulu. Oiya, aku menjalani pendidikan SMP itu di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Malang I.
Aku bersyukur sekali memilih MTsN Malang I sebagai tempat pendidikanku selepas lulus SD. Di saat teman-teman SD-ku yang lain di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Malang I memilih SMP Negeri favorit seperti SMPN 3, SMPN 1, dan SMPN 5 Malang, aku memilih MTsN Malang I sebagai tujuan pendidikan berikutnya. Untuk alumni MIN Malang I ketika itu bisa langsung diterima juga bila mendaftar ke MTsN Malang I.
Selain itu, alasan lain yang menguatkanku untuk melanjutkan ke MTsN Malang I itu karena sahabat terbaikku juga ingin masuk MTsN Malang I. Tetapi saat masa orientasi siswa (MOS) di MTsN Malang I, aku tidak menemui sahabatku itu, hingga kemudian aku mendapatkan kabar dari seorang teman bahwa ia sudah diterima di SMPN 3 Malang. Aku sempat merasa kecewa sih awalnya. Tetapi seiring berjalannya waktu aku mulai menikmati hari-hariku di MTsN Malang I.
Kenapa ya… yang aku rasakan saat sekolah dulu pertemanan kami menjadi erat selalu diawali dengan bermain sepakbola bareng. Fenomena seperti itu aku temui juga saat masuk SMA. Dalam permainan sepak bola itu kita bergembira dan tertawa bersama. Mungkin karena di permainan sepakbola itu kita harus bisa bekerja sama dengan teman setim kita, jadi mau tidak mau kita harus mengenal dengan baik karakter teman kita satu tim itu.
Kembali lagi. Di MTsN Malang I ini aku sempat mendapatkan peringkat 1 kelas paralel di pada caturwulan 1 kelas 1 SMP. Itu pertama kalinya aku mendapatkan peringkat 1 selama sekolah 😂. Tetapi setelah caturwulan 1 itu seingatku aku tidak pernah meraihnya lagi selama SMP, kecuali saat lulus saja yang alhamdulillah bisa mendapatkan NEM tertinggi di MTsN Malang I. Maklum, selama SMP itu aku lebih banyak bermain daripada belajar.
Di MTsN Malang I ini menurutku gurunya gaul-gaul 😁, sangat dekat dengan muridnya. Mungkin karena kebanyakan dari mereka memang masih muda. Tanpa mengurangi rasa hormat, bahkan kadang-kadang kami berhubungan dengan guru itu seperti menghadapi seorang teman. Sering kami bercakap menggunakan bahasa Jawa ngoko, yang sebenarnya hanya digunakan kepada teman sebaya atau orang yang lebih muda saja (kalau yang ini jangan dicontoh). Yang paling kuingat adalah Pak Handri atau kami akrab memanggil beliau dengan Mr. Hand. Beliau mengajar pelajaran Ekonomi. Yang masih kuingat dari beliau adalah kalau ketemu aku, beliau sering mengajak main “pukul-pukulan” 😂.
Selain Mr. Hand, aku juga sangat dekat dengan Pak Saiful, guru sejarah yang acapkali mengajakku diskusi tentang sejarah Indonesia dan dunia. Lalu aku juga beruntung memiliki wali kelas seperti Bu Rima dan Bu Ratna, mereka seperti ibu kami sendiri di sekolah. Kebetulan waktu itu aku sempat menjadi ketua kelas saat kelas 3 jadi merasakan sekali perhatian beliau-beliau ini.
Seperti fenomena pada umumnya, masa-masa SMP ini juga masa-masa seseorang mulai menyukai lawan jenis. Jadi ingat, salah satu motivasi menjadi ketua kelas saat kelas 3 sebenarnya juga itu sih untuk menarik perhatian dia 😛. Pernah juga aku mendaftar audisi penyiar radio sekolah, Fajar FM namanya, gara-gara dia juga ikutan. Hahaha… cuma modal nekat aja. Tapi nggak tahunya lolos juga. Mungkin karena ibu guru yang nyeleksi itu sudah kenal aku dengan baik.
Selama di MTsN Malang I ini aku juga mempunyai beberapa sahabat dekat, di mana kami sering barengngalor ngidul di sekolah. Sayangnya, saat lulus SMP, kami semua menyebar. Aku diterima di SMAN 3 Malang, Himma memilih SMAN 1 Malang, Adi memilih SMA Telkom Malang, Bibi memilih MAN 3 Malang, Zaki memilih SMKN 4 Malang, dan Riand memilih SMAN 8 Malang. Kami bertemu lagi saat kelas XI SMA, sayangnya peristiwa itu terjadi saat pemakaman salah satu sahabat baikku juga (alm) Fajar yang saat itu bersekolah di SMAN 1 Malang.
Tidak banyak foto SMP yang kumiliki. Mungkin karena saat itu belum booming HP berkamera. Tetapi waktu SMP aku punya kebiasaan mencatat buku harian karena terinspirasi salah seorang kakak sepupuku. Jadi, pengalaman-pengalaman selama SMP itu, sedih, gembira, seru, dan kocak masih bisa cukup kuingat sampai saat ini.
Salah satu foto yang kupunya adalah saat kami sekelas berekresai ke tempat wisata air terjun Coban Rondo di Pujon, Kabupaten Malang dalam rangka perpisahan kelas SMP menjelang wisudaan.
Sebenarnya program acara TVRI ini sudah ditayangkan sebulan yang lalu. Tapi aku baru mengetahuinya dari tulisan temanku dalam note facebook-nya. Maklum anak kosan… nggak ada TV di sini… hehehe… :D. Dalam tulisannya ia memuji-muji sikap TVRI yang kritis terhadap tingkah Amerika. Aku pun penasaran, memang seperti apa acaranya. Apalagi selama ini media massa di Indonesia yang kuamati tidak ada yang berani secara tegas mengkritik atau mengungkap ketidakadilan yang dilakukan Amerika Serikat (USA). Nah, temanku itu kemudian memberikan link untuk mengunduh video rekaman siaran TVRI tersebut. Alamatnya di sini http://www.youtube.com/watch?v=QhJoPwLiSWM.
Program acara TVRI itu sendiri ditayangkan tepatnya pada tanggal 14 Maret 2010 (sebulan yang lalu) pukul 9-10 malam. Program acara itu bernama “Laporan Internasional”. Tetapi pada edisi kali itu cukup menarik karena membahas tentang sikap-sikap Amerika Serikat terhadap persoalan nuklir Iran, Korea Utara, dan Israel.
Dalam tayangan tersebut narator mengatakan bahwa Amerika Serikat adalah pemerintah yang munafik, kontradiktif dengan kebebasan yang selalu didengung-dengungkannya, karena di satu sisi melarang Iran untuk membangun reaktor nuklir yang tujuan sebenarnya dipergunakan untuk sumber energi dan pengembangan isotop untuk pengobatan kanker, tetapi di sisi lain Amerika Serikat malah membiarkan Pakistan dan India mengembangkan nuklir untuk militer, belum lagi dukungannya terhadap Israel yang diperkirakan sebagai pemilik hulu ledak nuklir terbesar di dunia. Padahal, Iran sendiri telah tergabung dalam perjanjian Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT), yaitu perjanjian pengembangan nuklir untuk tujuan damai, sebaliknya Pakistan dan India malah tidak bergabung dengan NPT tersebut.
Alasan yang sama juga dikemukakan oleh Korea Utara yang oleh pemerintah Amerika Serikat mereka diminta untuk menghentikan program nuklirnya. Bagaimana Pyongyang (Korea Utara) bisa mempercayai Amerika Serikat dan mau menghentikan program nuklirnya jika di saat yang sama Amerika Serikat dengan penuh keagresivitasannya malah memamerkan kekuatan angkatan bersenjatanya yang salah satu pesawat perangnya justru telah dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Selain itu juga di saat bersamaan Amerika Serikat semakin intens melakukan kerja sama berupa latihan militer gabungan dengan tentara Korea Selatan. Hal itu menunjukkan betapa sesungguhnya Amerika Serikat tidak bermaksud mengehntikan krisis nuklir di Semenanjung Korea, sebaliknya malah semakin meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea itu.
Ada kalimat bijak yang cukup menarik dari Abraham Lincoln: “You may fool all of the people some of the time, you can even fool some of the pople all of the time, but you can notfool all of the peopleall of the time” (Abraham Lincoln). Serapih apapun kebohongan, kepalsuan, kecurangan, dan muslihat yang disembunyikan Amerika Serikat, pasti suatu saat akan terbongkar. Amerika Serikat memiliki sejarah panjang pendudukan, invasi, operasi-operasi rahasia, dan penggulingan pemerintahan negara lain. Semua itu dilakukan untuk memenuhi agenda mereka yaitu menguasai sumber daya dan ekonomi dunia. Amerika Serikat tidak akan bisa mengelabuhi semua orang untuk selamanya terhadap aksi yang mereka lakukan. Selalu ada kepentingan rahasia di balik setiap aksi yang dilakukan Amerika Serikat.
Salah satu cuplikan siaran TVRI Laporan Internasional 14 Maret 2010
Aku pribadi benar-benar sangat salutlah dengan program acara TV ini karena begitu tegas, keras, dan berani dalam menyuarakan kebenaran dan mengkritisi sikap Amerika. Hal itu ditunjukkannya di dalam program ini dengan penggunaan kata-kata seperti munafik, hipokrit, pembohong, penyebar teror yang sebenarnya, dan sering mengintimidasi negara lain, untuk menggambarkan pemerintah Amerika Serikat. Mudah-mudahan sikap kritis TVRI terhadap Amerika ini diikuti juga oleh “pemiliknya” yaitu pemerintah RI yang selama ini cenderung adem ayem saja terhadap sikap Amerika Serikat. Semoga semua orang di TVRI tetap istiqomah dalam menyuarakan kebenaran seperti ini.