Tugas Besar 1 Mata Kuliah Intelegensia Buatan

Akhirnya selesai juga tugas besar 1 mata kuliah Intelegensia Buatan ini. Dalam tugas besar kali ini aku sekelompok dengan teman-teman satu kontrakan minus Wafi (belum mengambil mata kuliah tersebut) plus Neo dan Aden. Topik Tugas Besar 1 ini  adalah mengenai problem solving dengan menggunakan teknik pencarian sederhana (path finding search dan constraint satisfaction problem (CSP)) untuk permainan turn-based strategy. Pembuatan modul utama dikerjakan bersama oleh perwakilan seluruh kelompok (Salutlah buat teman-teman yang sudah meluangkan diri untuk membuat modul utama ini. Keren…). Sedangkan setiap kelompok mendapatkan tugas untuk merancang sendiri-sendiri algoritma pencarian tersebut sesuai dengan strategi yang akan digunakan. Jadi untuk teknik pencarian yang sama, misal Algoritma A* (A-star), antara satu kelompok yang satu dengan kelompok yang lain akan berbeda tergantung kepada goal state yang ditentukannya. Tools yang digunakan dalam membuat permainan ini adalah Microsoft XNA 3.1 (Visual C# 2008).

Dalam permainan turn-based strategy tersebut ada dua tim yang terlibat di dalam pertandingan tersebut. Masing-masing tim dapat ditentukan komposisinya, yaitu terdiri atas 11 unit, di mana dalam tim tersebut setidaknya ada satu unit yang merupakan jenis Archer, Swordsman, Spearman, Rider, dan Medic. Selain komposisinya yang dibebaskan, algoritma yang akan digunakan dalam bertanding pun juga dapat dipilih sebelumnya. Algoritma yang harus dimiliki oleh setiap tim adalah algoritma Breadth First Search (BFS), Depth Fisrt Search (DFS), uniform cost search (UCS), Greedy, A*, dan Constraint Satisfaction Problem (CSP). Tapi saat bertanding algoritma yang digunakan hanya satu jenis saja. Aku sendiri dalam kelompokku kebagian jatah untuk merancang algoritma CSP.

Nah, setelah masing-masing kelompok telah mengumpulkan tugasnya masing-masing, menurut rencana, pekerjaan peserta kuliah Intelegensia Buatan ini akan didemokan di kelas saat kuliah tanggal 8 Maret 2010 nanti. Algoritma dan komposisi tim masing-masing kelompok akan diadu dalam sebuah turnamen round-robin di mana juaranya akan mendapatkan nilai plus-plus untuk tugas ini. Wah, menarik ditunggu nih.

Antarmuka permainan Tubes IB

Antarmuka permainan Tubes IB

Wisma UNISBA Ciburial

Masih berkaitan dengan tulisanku sebelumnya, kali ini aku mau berbagi gambaran mengenai Wisma UNISBA Ciburial ini. Diklatsar KOKESMA di wisma tersebut memang baru pertama kali. Sebelumnya kami sering mengadakan diklatsar tersebut di daerah Lembang.

Jarak wisma UNISBA ini kalau dari daerah Simpang Dago sebenarnya tidaklah jauh. Kalau naik motor, mungkin sekitar 15-20 menit sampailah. Bisa juga naik angkot Ciburial-Ciroyom ke daerah tersebut, tapi setelah sampai Ciburial harus melanjutkan dengan jalan kaki tetapi jaraknya tidak jauh. Angkot tersebut juga melewati daerah Simpang Dago.

Menurutku wisma UNISBA ini memang cocok buat mengadakan kegiatan-kegiatan sejenis diklat gitu karena lingkungan dan fasilitasnya sangat mendukung. Pertama, lokasinya berada di kawasan pegunungan. Suasananya yang dingin dan jauh dari keramaian membuat peserta diklat dapat mengikuti acara dengan fokus dan rileks. Kedua, fasilitas di sana yang cukup lengkap. Ada masjid yang cukup megah, ada ruang makan terpusat yang luas, ada asrama untuk penginapan, ada aula untuk rapat/seminar, dan ada lapangan yang cukup luas juga. Jadi, dijamin acara yang kita susun akan bisa lebih bervariasi. Yang uniknya lagi, di sana juga dipasang tali merentang dari pohon di dekat masjid ke salah satu bangunan di wisma tersebut yang posisinya lebih tinggi, yang kabarnya dapat digunakan untuk flying fox juga. Tapi, waktu kami berada di sana saat diklatsar kemarin tidak tampak perangkat untuk flying fox tersebut selain cuma tali dan tempat pendaratannya.

Ruang Makan

Ruang Makan

Masjid Wisma Unisba

Masjid Wisma Unisba

Tempat Flying Fox

Tempat Flying Fox

Banyak kegiatan diklat-diklat seperti itu yang diadakan oleh organisasi mahasiswa seperti Kabinet KM ITB yang mengadakan Diklat Aktivis Terpusat dan diklat yang diadakan Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB. Keduanya juga mengadakan di wisma UNISBA tersebut. Nah, ITB apakah punya tempat seperti itu ya? 😀

Diklatsar KOKESMA-ITB di Ciburial

Padahari Sabtu & Minggu tanggal 27-28 Februari 2010 yang lalu Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (KOKESMA) ITB mengadakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) untuk para DESF (Development & Education Student Forum) 2009 atau kalau di himpunan mungkin istilahnya sama dengan anggota muda. Diklatsar ini diadakan sebagai tahapan awal DESF 2009 untuk menjadi maganger KOKESMA. Kegiatan ini sendiri diadakan di Wisma UNISBA, Ciburial, Bandung. Acara dimulai pukul 7.30 (27/02/2010) dengan persiapan keberangkatan di Kantin Barat Laut (KBL) milik KOKESMA dan berakhir keesokan harinya (28/02/2010) pada pukul 10.15.

Aku sendiri tidak mengikuti kegiatan tersebut dari awal karena memang posisiku bukan sebagai panitia. Selain itu juga karena pada hari Sabtu paginya aku ada latihan voli di HMIF sampai jam 11 pagi dan kumpul tim sukses dan promotor calon senator HMIF Luqman Abdul Mushawwir pada jam 12 siangnya.

Baru pada pukul 17.30 aku berangkat menyusul ke Wisma UNISBA dengan mengendarai sepeda pancalku. Aku memang sudah niat ingin ke sana dengan mengendarai sepeda. Setelah mengayuh beberapa kilo dan sempat kesasar juga, akhirnya aku sampai di Wisma UNISBA, tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut tepat saat adzan maghrib sekitar pukul 18.15. Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh dari Simpang Dago. Hanya saja karena aku belum pernah ke sana dan jalannya yang terdapat banyak tanjakan, ditambah rem sepedaku yang ternyata rusak, akhirnya perjalanan jadi lama. Letih memang, tapi aku merasa jadi lebih segar karena banyak berkeringat :D.

Setibanya aku di sana, aku langsung ikut sholat maghrib berjamaah di masjid di lingkungan wisma tersebut. Habis itu acara dilanjutkan dengan makan malam. Pas sekali momennya… hehehe…

Pada pukul 21.00 para DESF 2009 melakukan persembahan masing-masing kelompok dalam acara malam apresiasi dengan mengelilingin api unggun. Wah, anak-anak DESF 2009 sangat kompak dan kreatif. Persembahan yang dihadirkan pun membuat para panitia dan anggota DESF yang lain menjadi terhibur. Kira-kira acara tersebut selesai pukul 22.45. Setelah itu, acara dipegang oleh para “SWASTA” KOKESMA alias Anggota KOKESMA angkatan 2006. Acara yang disebut “Malam Inspirasi” itu bukan acara seperti “Malam SWASTA” yang ada di himpunan-himpunan, melainkan sebuah acara di mana para “SWASTA” tersebut berbagi pengalaman dan motivasi kepada para calon maganger. Pukul 00.15 acara tersebut selesai. Para calon maganger diperlakan beristirahat di asrama masing-masing untuk mempersiapkan diri mengikuti acara berikutnya.

Para panitia dan pengurus inti KOKESMA berkumpul di aula untuk mengikuti briefing tentang acara untuk jam 2.30 pagi. Parahnya, acara yang sudah disusun tersebut ternyata gagal dilaksanakan gara-garasebagian panitia sudah tepar dan ketiduran hingga pukul 4.00. Akhirnya diadakan penyusunan ulang acara berikutnya dan diagendakan yang seharusnya pukul 2.30 menjadi 5.00 sehabis Sholat Shubuh.

Puncak acara diklatsar itu sendiri terjadi saat para calon maganger dikumpulkan di lapangan dan dimintai komitmen oleh panitia. Flow acara sempat menjadi tinggi. Namun, akhirnya antiklimaks terjadi saat ketua umum KOKESMA, Sofyan Reza, dan para ketua bidang dan ketua divisi usaha mengumumkan nama-nama maganger baru dan divisi mana dia diterima.

Pukul 10.15 seluruh peserta diklatsar dipulangkan kembali ke kampus ITB. Aku sendiri juga pulang dengan naik sepeda lagi. Kali ini jalannya banyak turunannya. Tapi karena rem sepedaku blong, akhirnya lebih banyak kutuntun sepedaku sepanjang perjalanan. Sempat kucoba menuruni jalanan dengan naik sepeda dan benar saja sepedaku tidak bisa kukendalikan, bahkan aku sempat menyalip beberapa sepeda motor. Alhamdulillah untungnya tidak ada kendaraan besar yang memakan bahu jalan, sehingga aku bisa melenggang tanpa halangan. Tapi aku kapok juga nekat mengendarai sepeda pada jalan turun berikutnya karena setiap berhenti masak aku harus mengerem pakai sandal, kalau nggak begitu mencari lahan kosong di kanan kiri jalan untuk menghentikan sepedaku. 😀

By the way… terlepas dari itu semua, setelah acara diklatsar tersebut, divisi yang kupegang, yaitu TOKEMA sendiri kebagian jatah 18 maganger baru. Wow kk wow… Banyak sekali. Memecahkan rekor tahun-tahun sebelumnya. Padahal pengurus TOKEMA jumlahnya tidak jauh dari kisaran 6-7 orang. Dampaknya pun akan terjadi kompetisi yang cukup sengit untuk memperebutkan posisi pengurus TOKEMA ini nantinya.

Okelah, yang penting sekarang aku ucapkan dulu selamat buat para DESF yang telah diterima menjadi maganger TOKEMA. Semoga kalian memang tidak salah pilih di sini. Semoga dengan menjadi maganger TOKEMA, harapan dan motivasi yang ada pada diri kalian dapat terpenuhin di TOKEMA.

Peserta diklatsar dibariskan

Tuntunan Islam dalam Berbisnis

Beberapa waktu yang lalu saat Jumatan di Masjid Salman, seperti biasa aku mengambil buletin Jumat yang disediakan. Selain “Al-Islam”, aku juga mengambil buletin Jumat “Soeara Jabal Rahmah”. Waktu itu kebetulan topiknya adalah mengenai tuntunan Islam dalam berbisnis. Menarik juga nih. Kebetulan aku jarang mempelajari untuk hal yang satu ini dan kebetulan pula aku ada interest pada hal-hal berkaitan dengan entrepreneurship.

Ada dua puluh pintu rezeki, sembilan belas pintu untuk pedagang dan satu pintu untuk pegawai.

Begitu salah satu kutipan hadits Rasulullah yang terdapat di awal buletin tersebut. Subhanallah, kalau kita pikir memang benar hadits tersebut. Seorang pedagang atau istilah kerennya sekarang, entrepreneur, tentunya dia akan memiliki banyak sumber pemasukan bagi usahanya dengan ide dan kreativitasnya serta kecerdikannya dalam memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Sementara itu, seorang pegawai sumber pemasukannya hanya dari gaji tetapnya itu. Tapi kalau pegawai tersebut juga punya usaha sampingan, bagaimana? Wah, berarti pintu rezekinya ada 20 dong hehehe… :D. Tetapi jumlah waktu luang yang terbatas yang dimiliki seorang pegawai biasanya menjadi hambatan untuk ber-entrepreneurship ria.

Nah, kemudian ada lagi hadits Rasulullah untuk para pedagang:

Sesungguhnya para pedagang besok di hari kiamat akan dibangkitkan sebagai orang-orang yang durhaka, kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah, berbuat baik dan berbuat jujur.

Mendengar sabda Rasulullah SAW tersebut para pedagang pun bertanya: “Ya Rasulullah, nukankah Allah SWT telah menghalalkan jual beli?”

Lalu Rasulullahbersabda, sebagaimana diriwayatkan oleMuslim:

Benar, akan tetapi mereka (para pedagang) sering mengucapkan sumpah, namun mereka melanggarnya, dan mereka sering berkata-kata (berpromosi), namun (kata-kata promosi) mereka bohong.

Kalau kita lihat di media massa kita sekarang, baik itu televisi, koran, radio, hingga internet pasti kita sering mendengarkan berbagai macam iklan produk-produk atau jasa. Iklan-iklan tersebut biasa dikemas dengan tampilan menarik dan kata-kata yang amat sangat meyakinkan konsumen agar membeli produk tersebut. Tetapi, tidak jarang kenyataan yang terjadi produk yang dibeli tidak sebaik yang dijanjikan pada iklan-iklan tersebut. Sebagai konsumen tentunya harus selektif dan berhati-hati dalam memilih dan membeli suatu produk tertentu. “Jangan sampai termakan iklan”, begitu kata orang-orang. Nah, sebagai pihak perodusen atau penjual pun juga demikian. Harus fair dalam berbisnis. Tidak masalah jika menggunakan kata-kata manis dalam iklannya seperti mengunggul-unggulkan produknya sebagai yang terbaik dibandingkan produk yang lain, asalkan memang kenyataannya seperti itu. Yang penting jangan sampa berbohong dalam melakukan promosi. Jika tidak, maka usahanya tidak akan berkah, sebagai mana sabda Rasulullah:

Sumpah dalam berdagang memang dapat meningkatkan penjualan tetapi (sumpah mereka) mengurangi berkah.

Begitulah Rasulullah sering mengingatkan para bisnisman agar selalu bertakwa kepada Allah, berbuat baik, dan jujur. Namun, beliau juga memotivasi para pebisnis untuk berbisnis yang amanah. Rasulullah bersabda lagi:

Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersanding dengan para Nabi, orang-orang yang jujur dan para syuhada.

Kucing yang Mampu Memprediksi Kematian

Baru saja saya membaca sebuah artikel di Republika Online yang mengabarkan bahwa ada seekor kucing yang mampu memprediksi kematian di sebuah panti jompo yang mempunyai spesialisasi mengurus para lanjut usia (lansia) yang mengalami demensia, yaitu Steere House Nursing and Rehabilitation Centre di Providence, Rhode Island, Amerika Serikat (AS). Kucing tersebut diberi nama Oscar. Dalam melakukan “praktik”-nya kucing tersebut mendatangi salah satu kamar pasien kemudian dia akan menghabiskan waktu dengan menemani sang pasien pada jam-jam terakhir sebelum kematian. Pernah suatu ketika seorang perawat menempatkan kucing itu pada seorang pasien yang diperkirakan akan segera meninggal, tetapi Oscar malah lari dan pergi duduk di samping seseorang di kamar lain.

Melihat fenomena tersebut salah seorang dokter ahli geriartri dan asisten profesor dari Brown University, Dr. David Dosa, tidak berani menjanjikan penjelasan ilmiah mengenai kemampuan “supranatural” Oscar tersebut. Menurut beliau, mungkin saja Oscar memiliki kekuatan dalam melakukan penciuman bau kimiawi terhadap sel tubuh menjelang kematian. kemampuan tersebut juga dimiliki oleh salah satu jenis anjing, yaitu mampu mendeteksi sel kanker pada manusia.

Nah, bagaimana kalau kita didatangi kucing itu? 😀 Yang jelas kematian pasti datang, hanya Allah yang mengetahuinya. Imam Ghazali pernah berkata bahwa hal yang terdekat dengan diri kita manusia adalah kematian. Tidak mungkin kita akan menjauh dari kematian.

Wallahu a’lam.

RAT Kokesma-ITB ke-26

Telah lebih dari seminggu yang lalu telah berlangsung Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (Kokesma) ITB yang ke-26. RAT itu dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu tanggal 23-24 januari 2010 bertempat di Ruang Serba Guna Planologi ITB. Acara inti pada hari pertama adalah berupa laporan pertanggungjawaban dari pengurus 2009 kepada sidang anggota. Sebelumnya acara diawali dengan berbagai sambutan dari tamu undangan, di antaranya adalah pembina, perwakilan dari dinas perkoperasian, dan dari ITB. Tamu undangan yang hadir juga berasal dari rekan-rekan mahasiswa perwakilan dari koperasi mahasiswa di Bandung. Acara hari pertama itu sendiri berlangsung cukup lama, baru selesai saat waktu telah menunjukkan pukul 23.30.

Hari kedua pun demikian, juga selesai pada jam yang sama. Hari kedua ini memiliki acara inti berupa presentasi visi dan misi serta program kerja calon pengurus baru untuk periode 2010 kepada anggota. Banyak sekali masukan-masukan berharga yang disampaikan oleh teman-teman pengurus lama dan juga mantan pengawas untuk diperhatikan oleh para calon pengurus baru. Sayangnya pada hari kedua ini, jumlah anggota yang hadir tidak banyak. Itupun sebagian tidak bertahan hingga akhir acara. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat anggota untuk mengikuti acara hingga prosesi pelantikan pengurus dan pengawas baru untuk periode 2010 beserta para stafnya.

Saya sendiri pada kesempatan tersebut diberikan amanah oleh tim formatur untuk menempati posisi sebagai Ketua Divisi Toko Kesejahteraan Mahasiswa (TOKEMA) untuk periode 2010. Sungguh amanah yang berat bagi saya karena saya harus bisa membawa TOKEMA ke depan melebihi prestasi Kak Anas TI’06, ketua divisi sebelumnya, yang berhasil memperoleh kenaikan omzet sekitar 27% dari  tahun 2008. Bismillahirrahmanirrahim…

Menatap Semester Berikutnya

Wah..wah..nggak terasa udah beberapa minggu nggak nulis blog lagi. Maklum suasana hati dan pikiran lagi nggak mendukung. Akhirnya nilai semester ini tuntas keluar semua. Hasilnya? Jauh dari memuaskan. Terus terang aku agak down waktu melihat hasil semester ini. Hasilnya nggak sesuai dengan yang kuharapkan. Takut juga kalau orang tua sampai tahu hasilnya. Jelas-jelas akan mengecewakan mereka.

Sudah dua semester ini NR-ku anjlok drastis. Aku nggak tahu apakah ini berkorelasi dengan kesibukanku di luar kuliah, atau tingkat kerajinan dan intensitas belajar yang menurun, atau faktor-faktor yang lain. Yang jelas, yang dapat aku petik dari pengalaman mengecewakanku ini adalah “ketika Anda menjadi mahasiswa, maka Anda harus menjaga semangat dan kesehatan Anda”. Aku yakin hampir semua mahasiswa pasti di awal semester selalu menyusun target untuk lebih baik dari semester sebelumnya. Hal tersebut ditandai dengan rajin datang kuliah, tidak pernah terlambat, duduk di kursi paling depan, membaca textbook setiap pulang kuliah, dsb. Nah, menjaga semangat untuk melakukan itu semua perlu dibutuhkan effort tinggi. Kebanyakan bertahan paling lama sebulan. Seandainya mampu bertahan, maka harus diimbangi juga dengan menjaga kesehatan diri sendiri. Menjaga pola makan teratur, istirahat teratur, dan olahraga teratur itu hal yang penting. Itu yang pernah kualami ketika sakit di tengah semester selama hampir seminggu akibat pola makan tidak teratur. Bertepatan dengan UTS pula. Hancur lebur semua target yang kurancang.

Namun, di balik itu semua hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa. Dulu aku pernah dijelaskan oleh musrif-ku bahwa niat berdoa itu semata-mata hanyalah demi ibadah kepada Allah SWT karena Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dan yakinlah bahwa Allah akan selalu mengabulkan doa kita (Al-Mukmin ayat 60). Tetapi jangan pernah kita beranggapan bahwa keberhasilan yang kita peroleh itu karena doa kita. Tapi yang kita yakini adalah bahwakeberhasilan (dan ketidakberhasilan) yang kita peroleh itu memang kehendak Allah yang terbaik untuk kita.

Makanya prestasiku yang menurun dua semester ini akan menjadi peringatan bagiku. Mungkin aku mulai lupa diri atas nikmat yang diberikan oleh Allah di semester-semester sebelumnya, sehingga intensitas ibadah menjadi berkurang. Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini yang telah terlena akan urusan dunia… Saatnya berubah semester depan. Bukan hanya tulisan, semoga tekad ini akan terwujud tentunya dengan kehendak Allah SWT.