Tag Archives: wisma unisba

Wisma UNISBA Ciburial

Masih berkaitan dengan tulisanku sebelumnya, kali ini aku mau berbagi gambaran mengenai Wisma UNISBA Ciburial ini. Diklatsar KOKESMA di wisma tersebut memang baru pertama kali. Sebelumnya kami sering mengadakan diklatsar tersebut di daerah Lembang.

Jarak wisma UNISBA ini kalau dari daerah Simpang Dago sebenarnya tidaklah jauh. Kalau naik motor, mungkin sekitar 15-20 menit sampailah. Bisa juga naik angkot Ciburial-Ciroyom ke daerah tersebut, tapi setelah sampai Ciburial harus melanjutkan dengan jalan kaki tetapi jaraknya tidak jauh. Angkot tersebut juga melewati daerah Simpang Dago.

Menurutku wisma UNISBA ini memang cocok buat mengadakan kegiatan-kegiatan sejenis diklat gitu karena lingkungan dan fasilitasnya sangat mendukung. Pertama, lokasinya berada di kawasan pegunungan. Suasananya yang dingin dan jauh dari keramaian membuat peserta diklat dapat mengikuti acara dengan fokus dan rileks. Kedua, fasilitas di sana yang cukup lengkap. Ada masjid yang cukup megah, ada ruang makan terpusat yang luas, ada asrama untuk penginapan, ada aula untuk rapat/seminar, dan ada lapangan yang cukup luas juga. Jadi, dijamin acara yang kita susun akan bisa lebih bervariasi. Yang uniknya lagi, di sana juga dipasang tali merentang dari pohon di dekat masjid ke salah satu bangunan di wisma tersebut yang posisinya lebih tinggi, yang kabarnya dapat digunakan untuk flying fox juga. Tapi, waktu kami berada di sana saat diklatsar kemarin tidak tampak perangkat untuk flying fox tersebut selain cuma tali dan tempat pendaratannya.

Ruang Makan

Ruang Makan

Masjid Wisma Unisba

Masjid Wisma Unisba

Tempat Flying Fox

Tempat Flying Fox

Banyak kegiatan diklat-diklat seperti itu yang diadakan oleh organisasi mahasiswa seperti Kabinet KM ITB yang mengadakan Diklat Aktivis Terpusat dan diklat yang diadakan Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB. Keduanya juga mengadakan di wisma UNISBA tersebut. Nah, ITB apakah punya tempat seperti itu ya? 😀

Diklatsar KOKESMA-ITB di Ciburial

Padahari Sabtu & Minggu tanggal 27-28 Februari 2010 yang lalu Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa (KOKESMA) ITB mengadakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) untuk para DESF (Development & Education Student Forum) 2009 atau kalau di himpunan mungkin istilahnya sama dengan anggota muda. Diklatsar ini diadakan sebagai tahapan awal DESF 2009 untuk menjadi maganger KOKESMA. Kegiatan ini sendiri diadakan di Wisma UNISBA, Ciburial, Bandung. Acara dimulai pukul 7.30 (27/02/2010) dengan persiapan keberangkatan di Kantin Barat Laut (KBL) milik KOKESMA dan berakhir keesokan harinya (28/02/2010) pada pukul 10.15.

Aku sendiri tidak mengikuti kegiatan tersebut dari awal karena memang posisiku bukan sebagai panitia. Selain itu juga karena pada hari Sabtu paginya aku ada latihan voli di HMIF sampai jam 11 pagi dan kumpul tim sukses dan promotor calon senator HMIF Luqman Abdul Mushawwir pada jam 12 siangnya.

Baru pada pukul 17.30 aku berangkat menyusul ke Wisma UNISBA dengan mengendarai sepeda pancalku. Aku memang sudah niat ingin ke sana dengan mengendarai sepeda. Setelah mengayuh beberapa kilo dan sempat kesasar juga, akhirnya aku sampai di Wisma UNISBA, tempat dilaksanakannya kegiatan tersebut tepat saat adzan maghrib sekitar pukul 18.15. Jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh dari Simpang Dago. Hanya saja karena aku belum pernah ke sana dan jalannya yang terdapat banyak tanjakan, ditambah rem sepedaku yang ternyata rusak, akhirnya perjalanan jadi lama. Letih memang, tapi aku merasa jadi lebih segar karena banyak berkeringat :D.

Setibanya aku di sana, aku langsung ikut sholat maghrib berjamaah di masjid di lingkungan wisma tersebut. Habis itu acara dilanjutkan dengan makan malam. Pas sekali momennya… hehehe…

Pada pukul 21.00 para DESF 2009 melakukan persembahan masing-masing kelompok dalam acara malam apresiasi dengan mengelilingin api unggun. Wah, anak-anak DESF 2009 sangat kompak dan kreatif. Persembahan yang dihadirkan pun membuat para panitia dan anggota DESF yang lain menjadi terhibur. Kira-kira acara tersebut selesai pukul 22.45. Setelah itu, acara dipegang oleh para “SWASTA” KOKESMA alias Anggota KOKESMA angkatan 2006. Acara yang disebut “Malam Inspirasi” itu bukan acara seperti “Malam SWASTA” yang ada di himpunan-himpunan, melainkan sebuah acara di mana para “SWASTA” tersebut berbagi pengalaman dan motivasi kepada para calon maganger. Pukul 00.15 acara tersebut selesai. Para calon maganger diperlakan beristirahat di asrama masing-masing untuk mempersiapkan diri mengikuti acara berikutnya.

Para panitia dan pengurus inti KOKESMA berkumpul di aula untuk mengikuti briefing tentang acara untuk jam 2.30 pagi. Parahnya, acara yang sudah disusun tersebut ternyata gagal dilaksanakan gara-garasebagian panitia sudah tepar dan ketiduran hingga pukul 4.00. Akhirnya diadakan penyusunan ulang acara berikutnya dan diagendakan yang seharusnya pukul 2.30 menjadi 5.00 sehabis Sholat Shubuh.

Puncak acara diklatsar itu sendiri terjadi saat para calon maganger dikumpulkan di lapangan dan dimintai komitmen oleh panitia. Flow acara sempat menjadi tinggi. Namun, akhirnya antiklimaks terjadi saat ketua umum KOKESMA, Sofyan Reza, dan para ketua bidang dan ketua divisi usaha mengumumkan nama-nama maganger baru dan divisi mana dia diterima.

Pukul 10.15 seluruh peserta diklatsar dipulangkan kembali ke kampus ITB. Aku sendiri juga pulang dengan naik sepeda lagi. Kali ini jalannya banyak turunannya. Tapi karena rem sepedaku blong, akhirnya lebih banyak kutuntun sepedaku sepanjang perjalanan. Sempat kucoba menuruni jalanan dengan naik sepeda dan benar saja sepedaku tidak bisa kukendalikan, bahkan aku sempat menyalip beberapa sepeda motor. Alhamdulillah untungnya tidak ada kendaraan besar yang memakan bahu jalan, sehingga aku bisa melenggang tanpa halangan. Tapi aku kapok juga nekat mengendarai sepeda pada jalan turun berikutnya karena setiap berhenti masak aku harus mengerem pakai sandal, kalau nggak begitu mencari lahan kosong di kanan kiri jalan untuk menghentikan sepedaku. 😀

By the way… terlepas dari itu semua, setelah acara diklatsar tersebut, divisi yang kupegang, yaitu TOKEMA sendiri kebagian jatah 18 maganger baru. Wow kk wow… Banyak sekali. Memecahkan rekor tahun-tahun sebelumnya. Padahal pengurus TOKEMA jumlahnya tidak jauh dari kisaran 6-7 orang. Dampaknya pun akan terjadi kompetisi yang cukup sengit untuk memperebutkan posisi pengurus TOKEMA ini nantinya.

Okelah, yang penting sekarang aku ucapkan dulu selamat buat para DESF yang telah diterima menjadi maganger TOKEMA. Semoga kalian memang tidak salah pilih di sini. Semoga dengan menjadi maganger TOKEMA, harapan dan motivasi yang ada pada diri kalian dapat terpenuhin di TOKEMA.

Peserta diklatsar dibariskan