Category Archives: Oprek

Emoji di Desktop

Menggunakan emoji (bukan smiley/emoticon) sudah menjadi hal yang tak asing lagi kita lakukan saat menulis pesan melalui smartphone. Pada aplikasi messaging seperti Whatsapp dan Telegram, fitur untuk menambahkan emoji dapat langsung kita kenali karena ditampilkan dalam bentuk shortcut yang memang visible di ujung kiri text box untuk menulis pesan.

whatsapp send message

Shotcut emoji di Whatsapp

Selain itu (pada Android) emoji itu bisa ditambahkan melalui fitur di dalam virtual keyboard juga. Di virtual keyboard tersebut ada shortcut bergambar yang kurang lebih sama dengan shortcut di Whatsapp tadi. Kita bisa memilih emoji dari daftar yang isinya juga sama.

emoji keyboard

Shortcout emoji di keyboard Android

Nah, selain di smartphone, di komputer desktop pun kita bisa menambahkan emoji dengan mudah. Kalau kita cari di keyboard fisik komputer kita, tentu saja nggak bakal ketemu shortcut emoji seperti di Android itu. Untuk pengguna OS Windows 8 ke atas, caranya sangat mudah. Kita bisa pakai virtual keyboard yang tersedia di Desktop. Cara membukanya seperti ini (cukup setup sekali saja)

  1. Klik kanan Taskbar
  2. Pilih “Toolbars”
  3. Pilih “Touch Keyboard”
  4. Klik ikon emoji

preview keyboard emoji

Saya baru tahu, haha 😅😅. Maklum, jarang pakai emoji kalau ngetik di desktop. Untuk pengguna OS lainnya, bisa lihat caranya di artikel WordPress ini. Saya baru ngehnya juga setelah baca artikel itu. Sebelumnya biasa copy paste dari emoji yang sudah ada di website lain aja sih. Haha. Ternyata emoji sudah tersedia juga di virtual keyboard bawaan OS.

DuinoLab starter kit

Let’s Play With Arduino

Ceritanya lagi pingin mencari hobi baru yang menghibur. Tapi gara-gara ngelihat teman yang mengunggah kegiatannya mengoprek Arduino di media sosial, akhirnya ikutan tertarik juga. Saya pun memesan Arduino starter kit dari duinolab.com di salah satu toko online. Kebetulan lagi ada diskon 14% tanggal 14 Februari kemarin.

Ada komponen apa saja di dalam kotak tersebut? Ini dia daftar komponennya:

Bagi pemula seperti saya tentunya bingung harus memulai dari mana jika dihadapkan pada komponen-komponen tersebut. Apalagi background saya dari Teknik Informatika yang memang tidak banyak berhubungan dengan komponen hardware seperti itu. Dulu cuma pernah dapat kuliah Sistem Digital yang mungkin ada sedikitlah berkaitan dengan ini.

Untungnya DunioLab.com sudah menyediakan berbagai macam tutorial projek-projek kecil menggunakan komponen-komponen yang ada di webnya. Jadi bagi para pemula yang masih tahap belajar, tentu tutorial tersebut sangat membantu.

Let’s play with arduino! 

Mencoba Google Cardboard

Sebelumnya, bagi yang belum pernah mendengar apa itu Google Cardboard, bisa cek artikel di Wikipedia ini atau di website Google ini. Penjelasan singkatnya, Google Cardboard ini adalah media untuk menonton dan merasakan aplikasi Virtual Reality (VR) atau Augmented Reality (AR) yang dijalankan pada smartphone Android.

Jadi beberapa waktu yang lalu saya membeli Google Cardboard ini di salah satu situs e-commerce. Kebetulan sedang ada diskon yang lumayan lah ketika itu. Alasan membeli Google Cardboard ini karena penasaran sih sebenarnya. Google Cardboard ini sendiri sebenarnya sudah populer setahun belakangan ini lah, atau bahkan lebih.

Ini dia penampakan packaging Google Cardboard Continue reading

putty

Mengunggah Git Repository ke Shared Hosting Menggunakan Git-FTP

Apa itu Git? Bagi para developer tentunya sudah tak asing lagi dengan kakas (tool) yang satu ini. Git adalah sebuah kakas yang memudahkan para developer untuk mengelola versi aplikasi mereka.

Bagi mereka yang bekerja dalam sebuah tim, Git ini akan sangat membantu mengolaborasikan pekerjaan antar developer. Tak perlu itu copy file secara manual antar personel.

Direktori projek aplikasi yang berisi kode dan resource lainnya yang menggunakan Git biasa disebut dengan Git repository. Bitbucket dan Github adalah contoh website penyedia hosting Git repository secara gratis. Kita bisa meletakkan kode projek aplikasi di sana. Atau bisa juga kita men-setup sendiri Git Repository di komputer kita.

Ketika aplikasi sudah siap untuk di-deploy pada stage production alias live, kita tinggal menjalankan perintah “git pull” saja di server tempat aplikasi akan live. Nah, kendalanya adalah jika kita hosting web kita pada shared hosting. 

Umumnya penyedia jasa shared hosting ini tidak menyediakan fasilitas git. Pengguna shared hosting hanya bisa Continue reading

L Camera

Memotret dalam Format RAW dengan Android Lollipop

Pasti semua sudah pada tahu lah ya sekitar sebulan yang lalu Google telah meluncurkan Operating System Android terbarunya yang diberi nama Lollipop (Android 5.0). Tapi mungkin masih banyak yang belum tahu kalau di Lollipop ini kita bisa memotret dalam format RAW.

Memang sih fitur “istimewa” itu datangnya bukan dari kamera bawaan. Bukan juga dari aplikasi-aplikasi kamera yang ada di Google Play Store macam LINE Camera, VSOCAM, Camera 360, atau sebangsanya. Melainkan masih berupa aplikasi eksperimen dari seorang (atau kelompok) developer dari Taiwan, “PkmX”, yang diunggah ke Github.

Aplikasi tersebut dia beri nama “L Camera”. Jadi apabila Anda tertarik untuk menggunakannya, silakan download APK-nya di link Github tersebut.

Kenapa saya bilang “istimewa”? Bagi mereka yang cukup mengerti tentang dunia fotografi digital, pasti mengerti apa sih keuntungan memotret dalam format RAW. Well, saya pun sebenarnya bukan orang yang terlalu mengerti fotografi. Motret aja cuma ngandalin kamera HP. Kadang-kadang saja Continue reading

Menjalankan Flash Video di Android KitKat

Sudah lama sih sebenarnya ingin share tentang cara menjalankan flash video di Android KitKat. Bagi yang sudah meng-update perangkat Android-nya ke KitKat pasti menemui masalah Flash player-nya tidak jalan. Muncul pesan yang mengatakan “This plug-in is not supported”.

Yup, baca-baca di XDA Developers, ternyata ada beberapa API yang dihapus di Android KitKat ini. Padahal API itu dibutuhkan oleh Flash Player agar dapat berjalan.

Thanks to @surviveland yang sudah melakukan modifikasi pada flash player sehingga bisa jalan di Android KitKat. Namun, web browser yang bisa mendukung flash player saat ini baru Dolphin Browser saja.

Berikut ini aku kutip dari situs XDA Developers tersebut langkah-langkah untuk membuat flash player bisa jalan di Android KitKat:

1. Unduh dan pasang Dolphin Browser

    • Download di sini
    • Pada bagian settings Dolphin Browser pastikan bahwa Dolphin Jetpack dalam kondisi on (Klik Menu>Settings).

Screenshot_2014-04-03-21-28-31

2. Unduh dan pasang flash player yang sudah dimodifikasi

    • Download di sini
    • Setelah memasang flash player, pada bagian settings Dolphin Browser pastikan bahwa Flash Player dalam kondisi on (Klik Menu>Settings>Web Content).

Screenshot_2014-04-03-21-35-01

Cukup mudah kan? Yayy… masih bisa muter flash video di Android. 😀

Visual Live Score bwf.tournamentsoftware.com menggunakan flash player

Visual Live Score bwf.tournamentsoftware.com menggunakan flash player

Nexus 4 Red Light of Death

Nexus 4 Red Light of Death

Nexus 4 Red Light of Death

Nexus 4-ku sedang ku-charge melalui USB ketika secara tiba-tiba ia mati mendadak tanpa pesan peringatan apapun. Tak ada tulisan “shutting down…” sebagaimana normalnya ketika ponsel sengaja dimatikan ataupun mati secara otomatis karena baterai lemah. Kondisi baterai saat itu tengah berada di level 70-an persen ketika sedang diisi.

Setelah mati, LED di bagian bawah memancarkan sinar berwarna merah. Fenomena yang agak janggal pikirku mengingat ini kali pertama aku melihatnya. Biasanya ketika HP di-charge dalam keadaan mati, layar akan menampilkan ikon baterai yang sedang diisi tanpa nyala lampu LED. Namun, yang kutemui saat itu, ikon baterai tidak muncul dan LED berwarna merah. Tombol power kutekan tak memberikan reaksi apapun. Begitu pula ketika tombol power dan volume down kutekan — yang seharusnya akan membuat HP masuk ke mode bootloader — ternyata juga tidak memberikan reaksi apapun.

Ada yang tidak beres nih. Khawatir juga sih kalau sampai ada kerusakan di mesinnya. Masih trauma dengan ponsel LG KP220-ku sebelumnya yang mengalami rusak mesin sehingga tidak bisa di-charge. Biaya perbaikannya hampir menyamai harga beli ponsel second itu sendiri ketika itu. Karena itu, sampai sekarang ponsel ini masih belum kuperbaiki.

Lalu aku pun mencoba googling-googling dengan kata kunci “Red LED Nexus 4”. Banyak artikel — kebanyakan dari forum XDA Developer — bertebaran mengeluhkan hal yang sama. Nah, setelah membaca artikel-artikel tersebut ada beberapa solusi yang diusulkan beberapa pengguna berdasarkan pengalaman pengguna Nexus 4 dalam menghadapi masalah tersebut, yang kurangkum sebagai berikut:

  1. Charge seperti biasa menggunakan wall charger (charger biasa, bukan wireless charger atau USB charger) selama 1 jam atau lebih. Kemudian coba tekan tombol power. Setelah itu seharusnya ponsel akan menyala. Jika tidak, tunggu beberapa saat dan coba nyalakan lagi. [source: XDA Developer, Android Central, Android StackExchange]
  2. Masuk ke bootloader dan flash ke stock ROM. [source: XDA Developer]
  3. Buka casing ponsel, copot baterai, dan charge secara manual. Metode ini cukup berisiko karena jelas akan merusak garansi. Selain itu, diperlukan tools yang lengkap untuk ‘membedah’ ponsel. [source: XDA Developer]

Sebenarnya masih ada trik-trik yang lain. Tapi kurang lebih hampir sama dengan ketiga trik di atas, cuma dengan percobaan variasi teknik yang lain.

Aku sudah mencoba tips nomor 1 dan 2. Namun tak ada perkembangan sama sekali. Bahkan, aku sudah charge selama semalaman, tetap saja tak memberikan efek apa-apa. Untuk trik no. 3 tidak aku lakukan. Selain karena aku tak memiliki peralatan-peralatan yang diperlukan, aku tak ingin merusak garansi yang masih berlaku. Oleh karena alasan itu pulalah, kemudian aku memutuskan untuk membawanya ke LG service center di BEC (Bandung Electronic Center), Bandung.

Setelah diperiksa teknisinya, katanya ada kerusakan di mesin. Cuma aku tak menanyakan lebih detail mengenai apa penyebabnya dan perbaikannya bagaimana. Yang pasti, aku harus menunggu kurang lebih sekitar 30-45 menit Nexus 4 ini diperbaiki. Data-data yang tersimpan sebelumnya ikut terhapus. Nggak masalahlah, yang penting ponsel segera bisa digunakan lagi walaupun aku harus menginstal aplikasi-aplikasi dari awal.

Di tautan XDA Developer yang kuberikan di atas sebenarnya juga ada pengguna yang memberikan teori-teori mengenai penyebab red light of death ini. Tapi belum ada jawaban yang memuaskan, dalam artian mungkin teori itu benar, tapi untuk kasus yang kualami mungkin penyebabnya berbeda karena teori mereka berbeda dengan fakta-fakta yang kutemukan untuk kasusku. Yang jelas, begitu ponselku bisa menyala lagi, persentase baterai masih berada di kisaran 70-an persen, persis dengan kondisi sebelum ponsel mati.

Hmm… adakah pengguna Nexus 4 di sini yang mengalami kasus serupa?