Category Archives: Curhat

TOKEMA dalam Pasar Seni ITB 2010

Sudah berselang waktu sekitar dua minggu Pasar Seni ITB 2010 dilaksanakan (10 Oktober 2010) saya baru bisa menuliskan report-nya sekarang. Maklum, terkendala dengan kesibukan yang lain, keterbatasan waktu, hingga ketersediaan koneksi internet (sok sibuk banget ya kayaknya… :D).

Sebelumnya terus terang, saya tidak bisa berkomentar banyak tentang Pasar Seni ITB 2010 karena dalam pasar seni ini saya benar-benar terfokus ke stan TOKEMA saja. Kebetulan saya sebagai pengurus TOKEMA ikut menjaga stan dan mempersiapkan segala kebutuhannya. Saya sendiri tidak sempat menikmati jalan-jalan ke stan-stan atau wahana-wahana yang lain. Makanya tidak heran kalau foto-foto hasil jepretan saya berkisar antara anak-anak KOKESMA/TOKEMA atau suasana sekitar stan TOKEMA saja. Tapi satu kata saja dari saya untuk menggambarkan acara Pasar Seni ITB 2010 kali ini: RAMAI!!!

Ternyata benar kata-kata bapak-bapak dan ibu karyawan TOKEMA bahwa pasar seni ITB 2010 selalu ramai pengunjung. Bahkan, untuk sekedar istirahat sebentar di stan TOKEMA pun susah. Pengunjung tiada henti mampir ke stan TOKEMA minta dicarikan kaos ini-itu. Lelah memang hari itu. Persiapan sendiri sudah dilakukan efektif mulai H-3. Pada H-1 anak-anak juga mulai mempersiapkan dekorasi, pelabelan barang, penataan layout dll.

Membuat backdrop

Membuat backdrop

Melabeli barang

Melabeli barang

Waktu loading barang ke stan sendiri dilakukan mulai jam 6 sore selepas Maghrib hingga pukul 7 malam pada hari Sabtunya. Berhubung barang-barang sudah dimasukkan ke dalam stan, akhirnya dialokasikanlah beberapa anak untuk menjaga stan pada malam harinya. Terpaksa teman-teman harus rela berdingin-dinginan di dalam stan hingga pagi hari.
Continue reading

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H

Allohuakbar… Allohuakbar… Allohuakbar… Walillahilhamd…!

Setelah melalui satu bulan pembinaan/tarbiyah di bulan Ramadhan, hari ini tibalah kita pada hari kemenangan di hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H. Ramadhan dan hari raya tahun ini terasa spesial karena beberapa ormas Islam terkemuka di negeri ini beserta pemerintah memulai dan mengakhiri puasa Ramadhan secara bebarengan. Aku masih ingat beberapa tahun yang lalu, aku pernah memulai puasa lebih dahulu dan pernah juga berhari raya lebih dahulu dibandingkan keluarga dan teman-teman di sekolah karena mengikuti rukyatul hilal global. Tapi alhamdulillah tahun ini ternyata bisa bebarengan bersama keluarga dan teman-teman.

Ada tradisi yang unik di negeri kita ini setiap menyambut hari raya Idul Fitri. Apalagi kalau bukan mudik dan bersilaturrahim ke keluarga, tetangga, teman-teman, dan rekan-rekan sejawat. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin inovatif dan canggih, kini budaya itu melebar menjadi saling berkirim ucapan maaf dan selamat hari raya melalui SMS, email, dan yang lagi heboh sekarang ini adalah facebook dan twitter. Bahkan budaya mengirim SMS saat lebaran sepertinya sudah bergeser menjadi ngemention teman di twitter dan nge-wall atau nge-tag di facebook. Terbukti sekarang aku sudah jarang menerima SMS lebaran ๐Ÿ˜ฆ (ya mesti aja, lha wong hp-ku lagi bermasalah :p) .

Berbicara tentang silaturrahim, ada sebuah artikel menarik tulisan terbaru Ustadz Abdullah Gymnastiar (Aa’ Gym) di website Eramuslim (klik di sini). Beliau menuturkan bahwasannya silaturrahim itu bukan hanya ditandai dengan saling berbalasan salam tangan atau memohon maaf belaka. Bila mencermati dari asal katanya, yakni shilat atau washl, yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-rahiim yang berarti kasih sayang, maka silaturrahim diartikan sebagai menghubungkan kasih sayang antar sesama. Silaturahim juga bermakna menghubungkan mereka yang sebelumnya terputus hubungan atau interaksi, dan memberi kepada orang yang tidak memberi kepada kita. Dan juga silaturahim ditandai dengan hubungan dengan hati, yakni keluasan hati. Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Saw, bahwa beliau bersabda, “Yang disebut bersilaturahim itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus” (HR Bukhari).

Tapi yang pasti silaturrahim tidak hanya dilakukan menunggu hari raya saja. Silaturrahim itu sifatnya kontinu, harus terus dilakukan. Menjaga hubungan persaudaraan dan pertemanan yang sudah terjalin agar tetap tersambung. Rasulullah SAW mengatakan dalam H.R Bukhari dan Muslim, โ€œBarang siapa yang ingin rizkinya diluaskan dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah menghubungkan tali silaturahim.โ€

Di hari kemenangan ini saya ingin mengucapkan kepada saudara-saudara sesama muslim,

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H

ุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ , ูˆูŽุฃูŽุญูŽุงู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒ

Taqobbalallohu minna waminkum wa ahalahullohu ‘alaik (Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu)

Ilustrasi teh

Banyak Buang Air Kecil Saat Puasa

Mungkin sebagian dari kita sering bertanya dalam hati terheran-heran kenapa sering (ingin) buang air kecil saat puasa. Terutama beberapa menit atau jam setelah sahur. Saya pun demikian. Adakalanya saya dalam sehari bisa berkali-kali buang air kecil setelah sahur.

Kalau begitu terus, tentu saja cukup mengganggu. Bahkan, bisa-bisa kita mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan dalam tubuh.

Rasa penasaran itu akhirnya terjawab juga. Jawaban itu saya temukan dari artikel ini. Ternyata fenomena tersebut ada pengaruhnya dari menu yang kita konsumsi saat sahur. Saat sahur kita disarankan untuk menghindari minum teh manis.

Minum teh manis saat sahur boleh-boleh saja, asal jangan terlalu banyak, karena akan membuat kita lebih sering buang air kecil, karena teh itu bersifat diuretika. Yang bagus adalah minum air putih yang cukup pada saat sahur.

Berbicara tentang “diuretika”, sebenarnya saya sendiri nggak tahu (atau lupa ya sudah pernah belajar di SMP/SMA?). Maklum, pelajaran Biologi saya kurang begitu bagus di sekolah dulu,ย hehehe. Namun, setelah googling dan mencoba mode “saya sedang beruntung” (I’m lucky), saya punย nyasar ke artikel ini. Di artikel tersebut dijelaskan definisi diuretika adalah sebagai berikut:

Diuretika merupakan zat-zat yang dapat memperbanyak pengeluaran kemih (diuresis) melalui kerja langsung terhadap ginjal. Obat-obat lain yang menstimulasi diuresis dengan mempengaruhi ginjal secara tak langsung tidak termasuk dalam definisi ini seperti zat-zat yang memperkuat kontraksi jantung (digoksin, teofilin), memperbesar volume darah (dekstran) atau merintangi sekresi hormon antidiuretik ADH (air, alkohol).

Saya sendiri sejak menghilangkan kebiasaan minum teh atau yang manis-manis saat sahur, frekuensi buang air kecil saya menjadi “normal” lagi. Wallahu a’lam. Yang penting kita harus tetap bersyukur masih bisa buang air kecil. ๐Ÿ˜€

Selamat Datang Tahun Ajaran Baru, Marhaban Ya Ramadhan

Tepat hari Senin tanggal 9 Agustus 2010 kemarin merupakan hari perdana kuliah tahun akademik baru 2010/2011. Tak terasa ternyata sudah tiga tahun aku berkuliah di kampus “gajah” ini. Sekarang sudah memasuki tingkat empat di mana mahasiswa sudah mulai disibukkan dengan urusan tugas akhir (TA). Mulai dari mencari topik, eksplorasi, penelitian, diskusi dengan dosen pembimbing, menyusun laporan, seminar, hingga sidang. Aku sendiri kemarin sudah sempat menemui salah seorang dosen yang menawarkan topik TA.

Oiya, secara kebetulan, sehari setelah kuliah hari perdana, keesokan harinya selepas waktu maghrib beberapa media massa elektronik melaporkan bahwa hilal terlihat di beberapa lokasi di Jawa Timur (baca ini). Artinya, malam ini telah memasuki bulan baru, yaitu bulan Ramadhan 1431 H.

Kuliah tahun ajaran baru kali ini menjadi terasa berbeda. Baru dua hari kuliah, besoknya kita sudah kedatangan tamu yang amat mulia, bulan yang penuh berkah, bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim di dunia, yaitu bulan Ramadhan. Bagiku datangnya bulan Ramadhan ini menjadi kesempatan untuk meluruskan niat dalam menjalani sisa perkuliahan di ITB ini. Ibarat perang, maka inilah saatnya untuk menyiapkan segala perbekalan termasuk mengisi amunisi sebelum menghadapi satu tahun yang begitu menentukan ini. Mudah-mudahan target lulus tepat waktu bisa tercapai. Amin.

Ikutan Reuni Akbar MTsN Malang I

### Tentang Perjalanan ###

Pada postingan blog sebelumnya saya sempat menceritakan kebingungan saya dalam memutuskan mau ikutan acara reuni yang mana, antara reuni SMAN 3 Malang di Jakarta atau reuni MTsN Malang I di Malang. Semuanya serba mendadak. Pagi itu (Jumat, 23 Juli 2010) sebelum berangkat ke tempat kerja part-time saya, tiba-tiba saya kepikiran untuk pulang ke Malang demi mengikuti reunian MTsN Malang I (biasa disingkat Matsanewa). Akhirnya dengan memantapkan niat, saya pun menyusun rencana kepulangan saya ke Malang. Saya berencana untuk membereskan pekerjaan sebelum pukul 15.00 agar bisa naik KA Malabar yang langsung tujuan ke Malang dengan jadwal keberangkatan pukul 15.30 dari Stasiun Bandung.

Sayangnya, ternyata pekerjaan saya baru beres sekitar pukul 15.45. Saya sempat bimbang, apakah jadi pulang ke Malang atau nggak. Daripada kelamaan mikir, ya udah saya langsung ke stasiun Bandung dari tempat part-time saya itu dengan pakaian masih rapi dan cuma membawa tas seadanya. Karena saya udah begitu ngebet pulang, saya pun nggak masalah saat akhirnya memutuskan naik KA Mutiara Selatan (Mutsel) yang tiketnya hampir dua kali lipat dari kelas ekonomi yang ada pada KA Malabar. Bahkan sekalipun nggak dapat tiket tempat duduk (maklum, beli tiketnya saat 30 menit menjelang keberangkatan), saya tetap membelinya. Tapi lumayan, selama sekitar 3 jam lebih saya dapat tempat duduk karena pemilik kursi yang saya duduki itu baru naik dari Tasikmalaya.

Saya turun di Stasiun Jombang saat waktu menunjukkan pukul 5.35. Sudah cukup terang ternyata (di Bandung, masih belum terang jam segini). Selanjutnya saya beralih naik Bus Puspa Indah jurusan Malang. Perjalanan selama 2,5 jam ke Malang saya habiskan dengan tidur di dalam bus. Maklum, capai juga naik kereta nggak dapat tempat duduk itu.

Sampai di terminal Landungsari, Malang, waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 8.30. Sebenarnya rencana awal, saya mau langsung ikutan acara reuni yang hari pertama, yaitu main futsal antara alumni vs guru. Sayangnya, saya baru tahu dari twitter teman katanya harus registrasi dulu. Saya pun nggak jadi datang langsung ke Matsanewa. Lagi pula saya juga masih merasa capai. Saya memutuskan untuk langsung pulang ke rumah.

### Acara Reuni ###

Ahad, 25 juli 2010. Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 9.15 ke MTsN Malang I. Tidak lupa sekalian saya membawa tas saya untuk langsung kembali ke Bandung sore harinya.

Sesampainya di Matsanewa, saya banyak mendapati wajah-wajah asing bagi saya yang kelihatan lebih muda dari saya ๐Ÿ˜† (sudah berasa tua aja… hahaha). Sepertinya anak-anak yang saya temui ini kebanyakan memang alumni yang baru lulus. Berarti sekarang mereka masih SMA.

Saya mencoba masuk ke dalam sekolah. Woww… Sekolah saya ini sekarang isinya bangunan semua. Kebun pohon jati yang ada di samping masjid juga sudah nggak ada. Semua bangunan yang ada di sana, sudah bertingkat tiga semua sepertinya. Pembangunan gedung masih tampak terus dilakukan.

Gedung MTsN Malang I

Gedung MTsN Malang I

Orang saya kenal yang pertama kali saya temui adalah adik kelas saya, Yanu, yang sebenarnya saya kenal justru saat menjadi adik kelas saya di SMAN 3 Malang. Kami sempat ngobrolngobrol sebentar, saling bertukar kabar. Tapi saya malah menanyakan kabar-kabar teman SMA yang lain, karena kebetulan kami sama-sama aktif di Sie Kerohanian Islam saat di SMA. Di tengah obrolan, saya melihat ada Mas Sani, kakak kelas saya di MTsN Malang I, SMAN 3 Malang, dan ITB, yang sebenarnya juga saya kenal justru saat kami sama-sama kuliah di ITB. Saya sempat menyapa dia.

Secara kebetulan pula, saat saya menghampiri Mas Sani, teman-teman seangkatan saya di Matsanewa dulu ternyata sedang bercengkerama di dekat saya. Kami pun saling sapa. Seiring berjalannya waktu, akhirnya teman seangkatan saya (alumni 2004) semakin banyak yang datang dan mayoritas ternyata berasal dari kelas saya! (kelas 3 G). Mangstabz

Tapi secara keseluruhan, teman-teman angkatan 2004 yang datang jika boleh dipersentase, mungkin hanya sekitar 15-20% (seingat saya total angkatan kami sekitar 250-280 siswa). Sangat sedikit.

Rasanya seperti kembali ke masa 6 tahun silam saat masih berseragam putih-biru. Sifat, sikap, dan style teman-teman yang datang kebanyakan masih sama seperti dulu… hahaha… :mrgreen: Tapi, ada juga yang penampilannya berubah banget. Bahkan salah seorang teman ada yang sampai berkomentar, “Wah, arek-arek iki penampilane wes koyok artis ae…”.

Kami saling bercerita dan bertukar kabar mengenai kondisi, kegiatan, dan kesibukan masing-masing, dan menanyakan kabar teman-teman yang kebetulan tidak bisa hadir saat itu.

Beberapa teman seangkatan

Beberapa teman seangkatan

Di tengah-tengah acara, tepatnya di atas panggung acara, dilakukan peresmian pembentukan ikatan alumni Matsanewa. Sayangnya, anak-anak tampak kurang tertarik untuk mendekat ke panggung atau duduk di bawah terop. Masing-masing sibuk ngobrol sendiri-sendiri mengambil tempat di setiap penjuru sekolah. Yah, namanya juga melepas rindu… :D. Akhirnya acara peresmian tersebut kurang begitu mendapat perhatian. Saya sendiri juga nggak tau apa ya nama ikatan alumninya… wah parah… ๐Ÿ™„

Peresmian Ikatan Alumni Matsanewa

Peresmian Ikatan Alumni Matsanewa

Acara ditutup dengan salam-salaman antara mantan siswa dengan para guru yang hadir. Sayang, tidak banyak guru yang hadir pada acara itu. Sebelumnya, mantan kepala sekolah saya dulu, Bu Mamiek, memberikan sambutannya kepada para alumni yang datang dilanjutkan doa penutup dari Pak Muji, guru PPKn kami dulu. Saya sendiri sangat bersyukur, ternyata hingga detik ini masih hafal dengan nama-nama guru-guru yang pernah mengajar saya. Saya juga masih bisa mengingat saat-saat mereka mengajar di kelas.

Di antara guru-guru yang hadir itu, ada Pak Luthfi, guru Qur’an Hadits sewaktu kelas satu. Beliau sangat rajin keliling-keliling kelas, mengoprak-ngoprak siswa agar segera berangkat ke masjid. Pernah ada kejadian lucu waktu saya kelas dua. Ceritanya, saya dan beberapa teman sudah sholat dhuhur duluan. Kami pikir, waktu itu nggak ada kegiatan sholat dhuhur berjama’ah satu sekolah karena habis kegiatan class meeting. Tiba-tiba ada Pak Luthfi yang datang ke kelas kami dan ngoprak-ngoprak agar ke masjid. Kami disuruh sholat berjama’ah lagi… hihihi… ๐Ÿ™‚

Lalu ada Pak Yusuf, guru Olahraga dan juga Kesenian. Saya masih ingat saat-saat saya dan teman-teman masih kelas satu dihukum dijemur di halaman parkir sekolah gara-gara kabur dari kegiatan merangkum praktek manasik haji kakak-kakak kelas tiga dan malah bermain sepak bola di lapangan MAN 3 Malang (sekolah sebelah). Kami berpanas-panasan dan disuruh berdiri dengan satu kaki. Itu benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Benar-benar menyesal saya saat itu.

Salam-salaman

Salam-salaman

Kembali lagi ke acara reunian. Sehabis bersalam-salaman, kami seangkatan foto-foto bersama dan lucu-lucuan di atas panggung. Habis foto-foto, lanjut lagi ngobrol sendiri-sendiri dan sebagian juga ada yang ke kantin.

Saya ikutan juga pergi ke kantin. Weww (tercengang)… Kantin boleh berubah interiornya (jadi lebih rapi dan bagus), tapi ibu kantin yang jualan di sana ternyata masih sama seperti waktu aku sekolah dulu… Biaya sekolah di Matsanewa juga boleh jadi bisa dibilang mahal, tapi harga makanan dan minuman di kantin itu termasuk murah lho… (ataukah ini gara-gara saya yang sudah lama tinggal di Bandung melihat harga makanan yang mahal akhirnya menganggap harga di kantin itu murah? :P)

Hahaha… Jadi inget masa-masa SMP dulu. Setiap istirahat makan di kantin bersama teman-teman. Waktu itu nasi pecel masih seribuan (murah banget kan.. 8)).

Habis makan, saya sholat dhuhur dulu di Masjid Al-Fajr, masjid yang ada di lingkungan MTsN Malang I. Tidak banyak berubah interior dalamnya. Tempat wudlunya pun masih tetap. Kolam tempat cuci kaki yang dulu pernah dipakai buat main ciprat-cipratan air (bahkan juga buat nyeburin teman) juga masih ada.

Sesudah sholat, saya sempatkan mengunjungi kelas 3G, kelas terakhir saya di MTsN malang I. Interiornya tidak banyak berubah, masih sama. Bahkan saya juga yakin, jumlah kursi dan meja pun sepertinya tidak beda jauh dengan sewaktu saya masih belajar di sini dulu. Di bagian belakang kelas masih ada space kosong yang dulu biasanya dipakai bermain-main oleh saya dan teman-teman. Tapi sekarang ruangan kelas 3G yang dulu dipakai untuk kelas 8E.

Kelas 3G

Kelas 3G

Saya juga sempat memotret teras depan kelas 3G. Banyak kenangan buat kami teras bersejarah ini. Di teras ini dulu saya memimpin teman-teman untuk berbaris sebelum masuk kelas. Di teras ini juga kami bermain-main dan bercanda mengisi waktu kosong pelajaran atau saat istirahat. Bagi sebagian teman, teras ini juga sangat “berjasa” bagi mereka dalam “membantu” mereka untuk segera “pulang” dari sekolah. Yup, teras ini bisa disebut merupakan “shortcut” untuk kabur dari sekolah… hehehe… ๐Ÿ˜† Biasanya saat hari sabtu, atau jam-jam tidak efektif, teman-teman kabur lewat teras ini, lompat ke sekolah sebelah (MAN 3 Malang). Biasanya habis itu mereka main ke rental komputer buat main game multiplayer yang waktu itu memang lagi booming.

Teras depan 3G

Teras depan 3G

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 14.15. Saya pun pamitan kepada teman-teman. Lalu dari sekolah MTsN Malang I, saya langsung ke stasiun siap-siap pulang naik KA Malabar. Waktu sekitar tiga jam lebih bersama-sama teman-teman membuat saya kembali merasakan sensasi masa-masa SMP dulu.

Matsanewa Angkatan 2004

Matsanewa Angkatan 2004

Software Fileย Recovery

Beberapa waktu yang lalu saat saya sedang ngoprek-ngoprek kompie saya, tanpa sengaja ternyata yang saya lakukan membuat 2 hard drive saya tidak terbaca. Setelah coba googlinggoogling, tetap tidak menemukan solusi atas permasalahan yang saya hadapi. Akhirnya dengan terpaksa saya memformat ulang hard disk saya. Saya pun memutuskan untuk menginstal ulang OS lagi. Data-data di hard drive lain yang masih terbaca saya amankan dahulu.

Sesudah selesai install ulang, saya mencoba menginstal beberapa software recovery yang direkomendasikan oleh teman dan hasil googling juga, antara lain “File Scavenger” (versi 3.2), “Pandora Recovery” (versi 2.1.1), dan “Recover MyFiles” (versi 2.27).

Pertama, saya mencoba yang File Scavenger itu. Menurut teman saya itu, ini adalah software recovery terbaik yang pernah dia gunakan. Setelah melakukan proses scanning/searching yang begitu lama (saya menggunakan mode long dalam melakukan pencarian file), akhirnya muncul daftar file yang telah terhapus. Yang membedakan software ini dengan software recovery lainnya yang saya sebutkan di atas itu adalah daftar file ditampilkan secara lengkap beserta struktur direktorinya (path). Selain itu, File Scavenger juga hanya mencari file dengan kriteria yang sudah kita tentukan pada textbox “Search for”.

Tapi sayang, software tersebut sering gagal dalam me-recover file-file yang terhapus.ย  Sebenarnya file yang di-recover sudah muncul kembali sesuai dengan struktur direktori tempat dia di mana berasal. Akan tetapi kebanyakan file tersebut mengalami corrupt, bahkan untuk file audio seperti mp3, beberapa lagu terpotong-potong dan bergabung menjadi satu file. Jadinya kayak ndengerin lagu campursari (maksudnya lagunya kecampur-campur gitu… :lol:).

File Scavenger

File Scavenger

Mengingat kata teman saya bahwa software File Scavenger adalah yang terbaik menurutnya, saya sempat pesimis file-file saya dapat kembali. Tapi saya tetap mencoba software recovery yang lain. Berikutnya adalah “Pandora Recovery”. Berbeda dengan keduaย software recovery yang lain,ย  Pandora merupakan freeware alias gratis..tis.. (nggak perlu mbajak :D).

Dalam hal pencarian file, Pandora memang berbeda dengan File Scavenger. Dalam melakukan scanning, Pandora tidak menggunakan informasi yang terdapat pada Master File Table (MFT) sehingga namaย file padaย daftar yang ditampilkan tidak sesuai dengan nama file sesungguhnya. Kita akan mendapati nama file dengan format “<jenis file> (<letak sektor / offset>)”, semisal “JPEG Image (3934104)”. Selain nama file, informasi mengenai date-modified dan file-path tempat di mana file berada juga tidak dicari. Untuk image file, sebelum di-recover, kita sudah bisa preview gambarnya seperti apa. Yang hebat dari Pandora, seluruh file yang ia temukan dapat di-recover dengan sempurna. Tapi sayangnya, tipe file yang bisa di-recover terbatas. Tipe file berjenis video (*.avi, *.wmv, *.mpg, *.mp4, dsb.), text file (*.txt, *.cs, *.c, *.java, dsb.),ย ย dan file kompresi berekstensi rar ternyata tidak didukung.

Pandora

Pandora

Masih belum puas, saya googling mencari software recovery yang dapat mengembalikan file-file dengan ekstensi yang saya sebutkan di atas, khususnya textfile karena banyak file-file pemrograman saya yang ikut terhapus. Akhirnya, saya menemukan dan mencoba menggunakan software Recover My Files.

Ternyata proses pencariannya sama dengan Pandora. Hanya saja, jenis file yang didukung lebih banyak, bahkan bisa dibilang sangat banyak. Tapi sayang, file *.fla dan *.swf tidak didukung. Terpaksa harus saya ikhlaskan filefile flash saya… ๐Ÿ˜ฆ (lho, ikhlas kok terpaksa… ย :wink:).

Akhirnya dengan Recover My Files, file-file kodingan saya dapat dikembalikan. Tetapi karena file di-recover tidak sesuai nama asal dan path-nya, saya harus memeriksa satu-satu untuk mengetahui file apakah itu dan kira-kira ada di folder project mana. Untuk jenis video, file-file yang memiliki durasi sekitar 10 menit ke bawah, kemungkinan besar dapat di-recover dengan sukses. Sedangkan untuk file dengan durasi di atas itu, berdasarkan pengalaman saya, kemungkinan besar maksimum hanya sekitar 5 menit awal yang dapat dikembalikan… 8)

Recover My Files

Recover My Files

Yang perlu diperhatikan adalah ketika kita ingin me-recover file sebaiknya jangan membuat file baru di harddisk kita karena ditakutkan ia akan meng-overwrite file yang ingin kita cari.

Link download (dari situs resminya):

– Pandora Recovery (Freeware): http://bit.ly/5k7AUR
– File Scavenger : http://bit.ly/asxpoQ
– Recover My Files : http://bit.ly/aW5y77

Reuni Akbar SMP dan SMA

Minggu depan, atau tepatnya tanggal 24 Juli 2010, secara kebetulan ada acara temu alumni MTsN Malang I di Malang, bebarengan juga dengan acara musyawarah nasional (Munas) dan temu alumni SMAN 3 Malang di Jakarta. Keduanya sama-sama merupakan tempat di mana aku bersekolah dulu. Info ini aku dapat dari salah satu situs jejaring sosial, pengumumannya kurang lebih sebagai berikut:

Munas & Reuni Akbar Ikatan Alumni SMAN 3 Malang (Ikasmariagitma):

” For information to all alumni member .. ” …Reminder
—————————————————-======
” WORO-WORO”
…Kepada Yth,
PENGURUS IKASMARI AGITMA
* Cabang : Malang, Surabaya, Bandung, Jakarta, Batam, Yogyakarta.
=============================================
Dengan hormat,
Bersama ini kami beritahukan bahwa Dewan Pengurus Pusat IKASMARI AGITMA bermaksud mengadakan :
โ€œMUNAS II & REUNI AKBAR Th. 2010 pada :
* SESI I
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Juli 2010
Pukul : 08.00 s/d 13.00 wib
Acara : MUNAS ( Pemilihan Ketua Umum )
Tempat : Gedung Pertemuan ” Bima Sakti “
Perum Triloka – AU, – Belakang MBAU
Jl.Raya Pasar Minggu ..
Jakarta Selatan
** SESI II
Hari/Tanggal : Sabtu, 24 Juli 2010
Pukul : 18.00 s/d 23.00 wib
Acara : Reuni Akbar … Silaturahmi Lintas Angkatan ( SILINA )
Tempat : Gedung Persada – Halim Perdana Kusuma…
Jakarta Timur …
ps : Tiket = Rp 50.000 / orang .. **di Tempat …
Kepada rekan-rekan pengurus cabang dimohon meneruskan informasi ini kepada seluruh anggotanya masing-masing.
Nara Sumber : Nani AK Subronto ( Ketua Eksekutif )
Salam,
Pudjiasmanto
Humas – DPP .
—————————-
…. nb : mohon di sebarkan ke teman teman alumni … TQ .. ***
Reuni MTsN Malang I (Oiya, nama ikatan alumninya apa ya…?):

Assalammualaikum Wr. Wb.

alhamdulillah, setelah sekian lama berdiskusi dan saling share dengan pihak MTsN Malang satu, akhirnya saat ini kami bisa sampaikan bahwa

Reuni Akbar MTsN Malang I dilaksanakan pada:

Hari : Sabtu, 24 Juli 2010
Waktu : 07.00 โ€“ 10.00
Acara : Pengakraban

dan

Hari : Minggu, 25 Juli 2010
Waktu : 09.00 โ€“ Selesai
Acara : Puncak Acara

Yang acara reunian SMA cuma sehari doang, sementara itu acara reunian yang MTs dua hari. Seandainya dua-duanya sama-sama di Malang, jelas aku sempatkan pulang ke Malang. Tapi sekarang lagi kerja praktek di Bandung. Sebenarnya bisa saja sih pulang Jumat, trus Ahad balik lagi ke Bandung. Tapi aku juga pingin datang reuni akbar SMA di Jakarta. Tapi melihat yang paling besar kemungkinan teman-teman seangkatan untuk datangnya, ya yang reunian MTsN itu karena yang satunya kan tempatnya di Jakarta, jauh dari Malang, jadi mungkin akan sedikit teman-teman seangkatanku yang ke sana. Wah, jadi bingung… ๐Ÿ˜€