Monthly Archives: November 2019

Race Pack BTS Ultra 100 2019 30K

Lari Lintas Alam 30K di BTS Ultra 100 (Part 1/2)

Akhirnya kesampaian juga impian saya untuk lari di kawasan kaldera Bromo. Pada tanggal 3 November yang lalu saya berpartisipasi di ajang Bromo Tengger Semeru (BTS) Ultra 100 kategori 30K. Ada 4 kategori yang diperlombakan pada ajang ini, yaitu kategori 170K, 102K, 75K, dan 30K. Karena saya masih tergolong pemula di dunia trail running ini, saya pun mendaftarkan diri di kategori 30K saja.

Pendaftaran

Pendaftaran sudah dibuka sejak bulan Mei 2019. Kala itu masih periode early bird. Untuk kategori 30K, biayanya Rp600.000, atau 80% lebih murah daripada harga reguler sebesar Rp750.000. Bagi Anda yang ingin mengikuti event BTS Ultra 100 berikutnya tahun depan, follow IG-nya di @btsultra supaya tidak ketinggalan info early bird-nya nanti.

Transportasi

Dari Bandung saya naik kereta api menuju Surabaya. Kemudian oper naik bus patas ke Probolinggo dari Terminal Bungurasih. Tarif bus patas Surabaya-Probolinggo ini adalah Rp30.000. Perjalanan cukup cepat karena lewat tol. Sekitar 1 jam saja.

Dari Probolinggo saya naik elf ke Cemoro Lawang. Hari itu saya kurang beruntung karena harus menunggu lebih dari 5 jam sampai akhirnya elf berangkat. Detail kisahnya ada di sini.

Saya tiba di Cemoro Lawang ketika waktu menunjukkan pukul 19.15. Saat itu hujan tengah turun dengan cukup deras.

Panitia sendiri sebetulnya juga menyediakan jasa shuttle. Tapi sayangnya jadwal keberangkatan dari Surabaya hanya ada sampai hari Jumat. Sementara saya datang hari Sabtu.

Akomodasi

Ketika tiba Sabtu malam di Cemoro Lawang, saya belum booking penginapan sama sekali. Begitu turun dari elf saya langsung muter-muter mencari penginapan. Agak repot juga sih karena ketika itu tengah hujan lumayan deras.

Saya sempat memasuki beberapa penginapan untuk menanyakan apakah ada kamar kosong. Semuanya penuh. Maklum, dengan jumlah peserta mencapai 1105 orang, tentunya tingkat okupansi penginapan-penginapan di Cemoro Lawang ini pun menjadi sangat tinggi. Belum termasuk dengan wisatawan reguler.

Untungnya saya tak perlu menghabiskan waktu berlama-lama juga sampai akhirnya mendapatkan penginapan. Ada seorang bapak yang menawarkan rumah kosong persis di sebelah Warung Sederhana Bromo untuk ditempati.

Iya rumah, bukan kamar. Harganya Rp500.000 per malam. Di dalamnya ada banyak tempat tidur. Sayangnya saya hanya berdua dengan orang bule Irlandia yang bareng saya waktu naik elf. Tentunya agak berat juga dengan biaya segitu. Kami tawar menjadi Rp400.000 dan alhamdulillah bapaknya mau.

Malamnya setelah itu, hujan masih terus mengguyur. Tak disangka di kamar yang kami tempati atapnya bocor. Bocornya pun terbilang cukup parah. Desa Cemoro Lawang yang sudah dingin pun menjadi semakin dingin dengan kondisi kamar yang basah itu.

Race Pack Collection

Batas waktu pengambilan race pack untuk kategori 30K adalah pukul 9 malam itu. Tanpa banyak membuang waktu, setelah meletakkan tas di penginapan, saya bergegas untuk berjalan kaki menuju Lava View Lodge untuk mengambil race pack. Dari penginapan saya jaraknya tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 5-7 menit berjalan kaki.

Saat mengambil race pack, setiap peserta diminta untuk menyerahkan surat keterangan dokter dan menunjukkan mandatory gears yang disyaratkan oleh panitia. Saya tidak membawa surat keterangan dokter ketika itu. Untungnya pihak panitia menyediakan dokter di lokasi untuk medical check-up. Saya pun diperiksa saat itu juga.

Saat pemeriksaan mandatory gears, panitia akan menyebutkan item-item yang perlu ditunjukkan satu-persatu. Setelah itu baru kita akan mendapatkan race pack. Isi race pack yang saya peroleh saat itu terdiri atas kaos race, BIB, tas kecil dari Hoka One One, minuman kotak V-Soy, dan beberapa voucher belanja dari sponsor, salah satunya dari Hoka One One. (bersambung)

Elf Probolinggo-Cemoro Lawang

Elf Probolinggo-Cemoro Lawang (Bromo)

Dua minggu lalu saya mengikuti event lari Bromo Tengger Semeru (BTS) 100 Ultra. Sesuai namanya, event ini diadakan dengan mengambil jalur lintasan lari di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Race central-nya berada di Lava View Lodge, Desa Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Bagi Anda yang pernah ke Bromo — khususnya yang datang dari arah Probolinggo — tentunya nama Desa Cemoro Lawang ini terdengar sangat familiar. Cemoro Lawang adalah sebuah desa yang yang menjadi pintu gerbang menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Banyak penginapan juga di sana.

Untuk mencapai Cemoro Lawang ini kita bisa menggunakan transportasi umum dari Terminal Probolinggo, seperti yang saya lakukan kemarin waktu datang ke event BTS 100 Ultra itu. Moda transportasinya berupa mobil elf atau dikenal juga dengan sebutan bison.

Ini kali pertama saya mencoba naik elf dari Terminal Probolinggo ke Cemoro Lawang. Yang sebelumnya pernah saya coba adalah jalur kebalikannya saja, yakni dari Cemoro Lawang ke Terminal Probolinggo (baca ceritanya di sini).

Nah, melalui tulisan ini, saya ingin memberikan beberapa info kondisi terkini yang semoga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan pembaca dalam merencanakan perjalanan ke sana kelak.

1. Lokasi Elf

Elf jurusan Cemoro Lawang ini dapat Anda temui di Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Lokasinya tidak persis di dalam terminal, tetapi berada di luar, tepatnya di sisi selatan.

Kalau Anda dari dalam terminal, Anda perlu berjalan keluar kemudian belok ke arah kiri. Anda akan menemui elf-elf yang parkir berjajar di tepi jalan raya. Itulah elf-elf jurusan Cemoro Lawang. Sementara di Cemoro Lawang, terminal elf ini berada di pertigaan dekat sebuah warung bernama “Warung Sederhana Bromo”.

2. Jadwal Elf

Tidak ada jadwal yang pasti kapan elf akan berangkat. Elf biasanya baru akan berangkat jika sudah dipenuhi penumpang. Tentunya ini akan menjadi petaka bagi Anda yang pergi sendirian.

Continue reading