Monthly Archives: November 2018

Tiket.com Kudus Relay Marathon

Lari di Tiket.com Kudus Relay Marathon 2018

Pada tanggal 21 Oktober yang lalu saya pergi ke Kudus untuk mengikuti event lari Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018. Saya tertarik mengikuti event ini karena saya belum pernah menjejakkan kaki sama sekali di Kabupaten Kudus. Jadi motivasi saya mengikuti event ini sebenarnya selain ikutan lari juga sekalian mengeksplorasi Kudus. Cerita mengenai jalan-jalan di Kudus nanti akan saya tulis di artikel terpisah.

Alhamdulillah saya mendapatkan harga early bird pada event ini. Sempat bimbang apakah akan ikut yang kategori 10K atau Half Marathon. Karena seminggu sebelum hari H event TKRM 2018 ini saya ada lari Relay 8 di ITB Ultra Marathon 2018 (baca ceritanya di sini), jadinya saya memilih 10K saja supaya bisa lebih santai.

Sabtu pagi H-1 dari Bandung saya menaiki KA Ciremai Ekspres menuju Semarang. Dari Semarang saya melanjutkan perjalanan dengan naik travel jurusan Pati. Turun di alun-alun Kudus sekitar pukul 16.30, saya kemudian berjalan kaki menuju Pendopo Kabupaten Kudus yang terletak di sebelah utara alun-alun untuk mengambil race pack.

Isi race pack-nya lumayan juga. Selain (tentu saja) mendapatkan BIB, kaos lari, dan tas, saya juga mendapatkan Continue reading

Advertisements
Leaderboard ITB Ultra Marathon 2018 Relay 16

Inspirasi dari Para Senior di ITB Ultra Marathon 2018

Pengalaman mengikuti ITB Ultra Marathon 2018 kemarin menyisakan beberapa hal yang masih menancap di benak saya. Yang paling berkesan tentu saja saya kagum banyak senior, terutama angkatan 90 ke bawah, yang berpartisipasi dalam event ini.

Tim peserta event relay ITB Ultra Marathon ini yang saya amati setidaknya bisa dibedakan menjadi 3 berdasarkan latar belakang anggota timnya. Pertama, tim satu angkatan ITB. Kedua, tim jurusan/program studi. Ketiga, tim UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau komunitas lain di ITB.

baca juga: Lari di ITB Ultra Marathon 2018

Biasanya dari nama tim bisa dikenali ini nama tim angkatan kah, atau jurusan kah, atau UKM kah. Dan saya lihat cukup banyak angkatan 90 ke bawah yang membentuk tim satu angkatan ITB.

Kekaguman saya terhadap senior itu didasari karena melihat semangat dan kesolidan mereka. Alumni yang tidak ikut berlari pun ikut datang sebagai tim pendukung. Mereka biasanya stand by di Water Station dan sebagian ada juga yang mengawal pelari.

Jumlah itu semakin bertambah banyak ketika hari terakhir di lokasi finish, di kampus ITB. Event ITB Ultra Marathon ini tampak seperti acara reunian bagi mereka.

Kekaguman saya bertambah sangat besar karena selain solid, para senior di kategori relay 16 ternyata juga berhasil finish di urutan 5 besar dari 101 tim peserta. Masing-masing angkatan 87 (posisi 2) dan angkatan 85 (posisi 5). Luar biasa ya.

Mengutip dari salah satu senior, bagi mereka pada usia segitu bisa tetap sehat dan fit adalah sebuah pencapaian. Bukan lagi finansial atau jabatan.

Tidak mengherankan sih prestasi yang diraih para senior itu. Kebetulan saya bergabung dalam grup Strava jurusan jadi bisa melihat bagaimana frekuensi latihan mereka. Latihan mereka memang sangat intensif. Catatan waktu lari marathonnya juga bagus-bagus.

Benar-benar menginspirasi sih bagi saya. Investasi tidak hanya perkara finansial saja. Kebiasaan lari (dan olahraga yang lain) itu adalah sebuah investasi juga. Usia dan kesibukan tidak bisa menjadi alasan. Kebiasaan itu bisa diperoleh jika ada kemauan yang keras dari dalam diri.