Parkir Inap Motor di Bandara Husein

Minggu lalu saya untuk pertama kalinya mencoba parkir inap sepeda motor di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Biasanya saya selalu memilih untuk naik angkot atau naik taksi.

Saat itu karena suatu urusan, saya terpaksa berangkat mepet ke bandara. Menurut hitung-hitungan saya, terlalu berisiko jika saya naik transportasi umum ke bandara. Apalagi ketika itu adalah hari Jumat sore menjelang maghrib, di mana macet biasa terjadi di banyak titik di Kota Bandung.

Solusi paling praktis tentu saja naik sepeda motor. Sebelumnya memang sudah sempat tanya-tanya ke teman yang pengalaman parkir inap sepeda motor di Husein. Terakhir kali dia parkir inap tarifnya Rp15.000 per hari. Itu sekitar 1-2 tahun yang lalu, kata dia lupa-lupa ingat.

Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya saya ke bandara naik sepeda motor. Sempat kaget waktu baca pengumuman di pintu masuk parkir mengenai tarif parkir baru per 15 November 2016. Ternyata tarifnya dihitung berdasarkan durasi jam parkir.

Ini dia foto pengumuman tersebut. Mohon maklum fotonya banyak noise-nya 😂. Lokasinya memang agak gelap, jadi nggak terlalu jelas waktu difoto.

dsc_0006_01

Sepintas tanpa perlu menghitung dengan detail, sudah barang tentu per hari saya bakal habis lebih dari Rp15.000 buat parkir inap. Saya pun inisiatif mendatangi petugas pembayaran parkir.

Saya bertanya kalau parkir inap apakah ada harga khusus atau nggak. Untungnya ternyata ada. Tarifnya Rp25.000 per hari. Tapi kalau mau tetap pakai tarif normal juga terserah sih katanya, hahaha.

Karcis parkir saya pun ditandainya. Belakangan kemudian, ketika saya berjalan kaki menuju bandara, saya baru melihat spanduk yang terpasang di tempat parkir yang itinya menyebutkan bahwa untuk parkir inap harap lapor petugas. Oalaah… ternyata memang sudah diinfokan terkait kebijakan parkir inap ini.

Karena saya parkir 3 hari lebih 2 jam, saya kena tarif parkir Rp100.000 karena dihitung 4 hari. Kalau tarif normal, untuk parkir 3 hari 2 jam saya harusnya kena Rp143.500. Lumayan lah selisihnya. Jika naik taksi PP, biasanya saya menghabiskan kurang lebih Rp75.000.

Jadi, pertimbangan buat selanjutnya, apabila bepergian cuma 3-4 hari masih okelah parkir inap motor. Kalau lebih dari itu, naik transportasi umum saja lah ke bandara, hahaha. Lebih irit 😂.

 

Advertisements

4 thoughts on “Parkir Inap Motor di Bandara Husein

  1. abdul muin

    bro sesuai dgn tempat dan lokasi, yg namanya parkir inap di bandara HSN tdk ada fasilitasnya,..untuk para penumpang UMUM,.DAN setiap tarif pasti ada ketentuannya ,dan tak sebanding dgn resikonya trhdp kendaraan anda,dgn tarif 25.000,/flat.oiya gan ini bandara lo,bkn mall,hehehehe….

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s