Pendakian Gunung Gede 2.0 (Hari 2)

Subuh itu (7/7) udara dingin terasa amat menusuk sampai ke tulang. Kami semua masih berbaring di dalam tenda berjejer-jejer seperti ikan-ikan yang sedang dijemur. Bayangkan 1 tenda kapasitas 6 orang benar-benar diisi maksimum oleh 6 orang beserta ransel-ranselnya. Jadinya mau mau selonjor atau membaringkan badan ke samping pun agak susah, haha.

Begitu terbangun, aku langsung mencoba sholat Subuh di dalam tenda. Air wudlu terasa sungguh dingin sekali. Saat itu kami terpaksa menggagalkan rencana untuk melakukan summit attack pada dini hari. Teman-teman sepertinya masih kelelahan. Selain itu, keinginan kami, khususnya aku, untuk melihat sunrise juga tidak terlalu menggebu karena sudah pernah pada pendakian sebelumnya. Justru yang belum pernah adalah menikmati pagi yang cerah di hamparan padang Edelweiss Surya Kencana🙂.

Hamparan Edelweiss

Hamparan Edelweiss di pagi yang cerah

Kami mulai mempersiapkan keperluan untuk sarapan pagi. Kala itu, sang surya telah bersinar dengan terangnya. Walaupun demikian, hangatnya sinar mentari itu tak cukup untuk meredakan dinginnya angin yang berhembus di Surya Kencana pagi itu. Karena itu kami semua masih mengenakan jaket ataupun atribut penghangat lainnya.

Beruntung pagi itu kami mendapatkan pinjaman kompor dari tenda sebelah. Kesempatan itu tidak kami sia-siakan. Kuncoro langsung menggunakan kompor tersebut untuk menanak nasi. Cukup lama kami menunggu nasi tersebut hingga matang. Ada mungkin sekitar 45-60 menit kami menunggu. Sambil menunggu itu kami menghabiskan waktu untuk berfoto-foto serta memulai packing barang-barang yang bisa dimasukkan ke dalam ransel saat itu.

Memasak nasi

Memasak nasi

Foto-foto sambil menunggu nasi matang

Foto-foto sambil menunggu nasi matang

Aktivitas tersebut ternyata benar-benar efektif untuk menunggu nasi hingga matang, hihi. Sayangnya ternyata kompornya sudah buru-buru hendak diminta balik oleh si empunya. Kami pun tak sempat merebus telor atau memasak mie instan sebagai pelengkap karena jelas tak akan terburu. Kami hanya sempat memanaskan sarden untuk lauk sarapan pagi itu. Tapi untungnya nasi yang kita masak pagi itu merupakan nasi liwet atau nasi gurih yang sudah ‘berasa’ karena bumbu-bumbu di dalamnya.

Alhamdulillah… akhirnya makan juga pagi itu. Lumayan sebagai tambahan energi untuk melanjutkan perjalanan.

Sarapan

Sarapan

Setelah makan, kami mulai membongkar tenda dan melanjutkan packing kembali. Tak lupa sampah-sampah dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam satu trash bag.

Beres packing, kami pun siap untuk melanjutkan perjalanan kembali. Namun, sebelum itu kami menyempatkan foto bersama dulu di tengah pepohonan Edelweiss.

Melanjutkan perjalanan kembali

Melanjutkan perjalanan kembali

Di tengah hamparan edelweiss

Di tengah hamparan edelweiss

Perjalanan menuju puncak Gunung Gede dari Surya Kencana ini memakan waktu kurang lebih setengah jam. Jalurnya masih sangat menanjak. Di atas ternyata sudah ramai dengan pendaki. Selain itu juga ada bapak-bapak pedagang yang berjualan minuman hangat.

Aktivitas kami di puncak? Tentu saja menikmati keindahan alam dan pemandangan yang menakjubkan dari atas sana. Tak lupa kami mengabadikan momen-momen kami berada di puncak Gunung Gede ini. Sekedar informasi saja, puncak Gunung Gede ini berada di ketinggian 2958 mdpl. Setidaknya itu yang kuketahui dari sebuah papan yang menandai puncak Gunung Gede di atas sana.

Di Puncak Gunung Gede 2958 mdpl

Di Puncak Gunung Gede 2958 mdpl

Kuncoro dan sachet-sachet minuman

Kuncoro dan sachet-sachet minuman

Dari atas puncak ini pula kami bisa melihat kawah Gunung Gede yang masih aktif mengeluarkan gas sulfur. Kami juga bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang berada dekat dengan Gunung Gede. Dan tentu saja kami juga melihat pemandangan samudra awan yang sungguh menakjubkan. Wow… masya Allah luar biasa pemandangan ini!

Kawah Gunung Gede

Kawah Gunung Gede

Samudra awan

Samudra awan

Di atas awan

Bersama di atas awan

Tak berlama-lama kami berada di puncak ini. Mungkin hanya sekitar 30-45 menit saja. Bukan waktu yang cukup untuk menikmati pemandangan dari setiap jengkal sudut di atas puncak ini. Kami terpaksa meninggalkan puncak Gunung Gede ini lebih cepat untuk mengantisipasi agar kami tidak terlalu malam tiba di kota masing-masing. Waktu menunjukkan sekitar pukul 10.30 ketika kami meninggalkan puncak Gunung Gede.

Kami mengambil jalan melalui jalur yang biasa disebut orang-orang dengan tanjakan/turunan setan karena kecuramannya. Sekitar 30 menit kami melalui turunan setan itu. Nah, setelah jalur ini seharusnya kami mengambil jalur shortcut seperti tahun lalu. Namun, aku dan Rizky agak-agak lupa di mana jalur shortcut itu. Mau tidak mau kami pun harus melalui jalur ‘normal’. Jalur shortcut itu sendiri sebenarnya untuk menghindari turunan/tanjakan berbatu yang sangat curam. Di sana ada semacam tali yang disediakan untuk berpegangan.

Turunan paling curam

Turunan paling curam

Setelah itu jalur yang dilalui sudah tak securam sebelumnya. Jalur yang dilalui selanjutnya merupakan turunan semua. Kurang lebih 40 menit kemudian sampailah kami di Kandang Badak. Kandang Badak ini merupakan kawasan yang umum menjadi tempat berkemah bagi para pendaki yang hendak ke Gunung Gede ataupun Pangrango yang naik melalui pintu masuk Cibodas. Tak jauh dari Kandang Badak ini terdapat persimpangan jalan menuju Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Di kandang badak ini kami beristirahat sebentar.

Istirahat di Kandang Badak

Istirahat di Kandang Badak

Persimpangan Gunung Gede-Pangrango

Persimpangan Gunung Gede-Pangrango

Dari Kandang Badak ini dibutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai spot ‘menarik’ berikutnya, yakni sungai air panas. Sungai air panas yang kami temui pertama memang masih sangat friendly. Orang-orang masih banyak yang mencoba merendamkan kakinya ke sungai tersebut. Namun, perpotongan dengan sungai berikutnya, airnya sungguh-sungguh panas. Jangan coba-coba untuk merendamkan kaki di sana. Saking panasnya, sungai tersebut sampai mengeluarkan uap yang cukup pekat. Kami harus menyeberangi sungai itu dengan bantuan bebatuan yang diletakkan melintasi sungai. Menyeberanginya pun juga perlu secara hati-hati jika tak ingin terpeleset karena batu yang licin itu.

Menyeberangi sungai air panas

Menyeberangi sungai air panas

Setelah ‘sukses’ melewati sungai air panas ini, selanjutnya adalah perjalanan panjang yang melelahkan. Kita harus menempuh waktu sekitar 2-2,5 jam untuk mencapai pintu keluar. Sekitar 30-45 menit sebelum pintu keluar sebenarnya ada objek air terjun Cibeureum. Namun, pada kesempatan kali ini kami tak berkunjung ke sana. Selain karena sebelumnya aku sudah pernah ke sana, kami juga mengejar waktu untuk tiba di pintu Cibodas lebih cepat. Dan Alhamdulillah kami bisa tiba sekitar pukul 15.15 di pintu masuk Cibodas.

Di sana kami beristirahat dulu sampai jam 4 sore. Duduk-duduk di warung sambil menikmati gorengan dan segelas teh. Tak lupa trash bag yang kami bawa kami buang ke tempat pembuangan sampah di dekat sana. Selain itu aku juga kembali menyerahkan SIMAKSI kepada petugas pos Cibodas sebagai laporan bahwa kelompok kami telah kembali dari pendakian ini sesuai jadwal dan tanpa ada masalah.

Sebelum pulang, kami menjama’ takhir sholat Dhuhur dan Ashar di masjid Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Setelah itu kami menaiki angkot dari kawasan wisata Cibodas menuju persimpangan Cibodas-Cipanas. Di sana kami berpisah. Khairul dan Neo kembali ke Jakarta. Sisanya, termasuk aku, kembali ke Bandung.

Alhamdulillah. Senang juga bisa berkumpul dengan teman-teman masa kuliah dan melakukan pendakian bersama-sama. Semoga kami bisa bertemu lagi dan jalan-jalan bersama kembali di lain waktu. :D (tamat)

3 thoughts on “Pendakian Gunung Gede 2.0 (Hari 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s