Daily Archives: 30 December 2011

Mengintip Peluang Tradisi Emas Bulutangkis di Olimpiade 2012

Dengan berakhirnya turnamen India Open Grand Prix Gold 25 Desember 2011 kemarin maka berakhir sudah gelaran turnamen BWF untuk tahun 2011 ini. Sebenarnya masih ada satu turnamen lagi yang tengah berlangsung, yakni Copenhagen Master. Namun, turnamen ini sifatnya hanya invitasi alias undangan, bukan turnamen resmi BWF.

Untuk tahun ini, dari 60 gelar SuperSeries yang dipertandingkan, Indonesia hanya mampu merebut 2 gelar. Keduanya dipersembahkan oleh pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sementara itu, China menguasai perolehan gelar dengan total 45 gelar. Untuk Indonesia, prestasi tahun ini serupa dengan raihan tahun lalu.

World ranking terakhir untuk tahun ini telah dirilis oleh BWF hari kamis terakhir. Sebagai pecinta bulutangkis, aku pun gatal juga untuk memberikan sedikit analisis mengenai peluang tradisi emas Bulutangkis di Olimpiade London 2012 tahun depan. Yup, bulutangkis memang memiliki tradisi selalu menyumbangkan medali emas untuk Indonesia sejak olimpiade 1992. Nah, apakah tahun depan masih akan berlanjut tradisi itu?

Oke, sebelumnya sekedar diketahui, format turnamen yang akan diselenggarakan untuk cabang bulutangkis di olimpiade 2012 sedikit berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Sebelum memasuki babak knock-out, ada babak penyisihan grup yang mendahului.

Selain format berubah, aturan penentuan jatah pemain yang bisa mewakili suatu negara pun juga berubah. Untuk singles jatah pemain yang bisa lolos ke olimpiade adalah 38 yang akan dibagi ke dalam 16 grup. Sedangkan jatah untuk doubles adalah 16 pasangan yang akan dibagi ke dalam 4 grup. Mengenai detail format turnamen, dapat dilihat pada link ini (sumber resmi BWF). Untuk melihat penentuan jatah wakil tiap negara dan daftar pemain saat ini yang “akan” lolos ke Olimpiade dapat dilihat di link ini (thanks to @rhenzo).

Nah, sekarang jika melihat daftar ranking BWF terakhir untuk tahun ini, maka pemain Indonesia yang akan lolos adalah:

1. Men’s Singles

  • Simon Santoso [7]
  • Taufik Hidayat [9]

2. Women’s Singles

  • Lindaweni Fanetri [39]

3. Men’s Doubles

  • Mohammad Ahsan/Bona Septano [7]

4. Women’s Doubles

  • Greysia Polii/Meiliana Jauhari [8]

5. Mixed Doubles

  • Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir [4]

ket: tanda [] menunjukkan ranking dunia saat ini

Nah, jika menilik daftar pemain yang bakal lolos itu dan melihat prestasi yang ditorehkan selama tahun 2011 ini, aku menilai beberapa pemain/pasangan yang berpotensi untuk meraih medali — ya, saat ini kita bicara medali dulu lah, jangan buru-buru medali emas :p — dan diurutkan berdasarkan yang memiliki peluang paling besar adalah:

1. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Tontowi/Liliyana

Tontowi/Liliyana

Untuk Tontowi/Liliyana jelaslah kenapa aku taruh di kandidat nomor 1. Mereka satu-satunya pemain/pasangan penyumbang gelar Superseries tahun ini. Mereka juga meraih medali perunggu di World Badminton Championship (WBC) 2011, yang bisa dibilang ajang pemanasan buat Olimpiade nanti.

Mereka sempat menjadi the hottest pair in the mixed doubles pada periode April-Juni karena selalu masuk final di 4 turnamen dan meraih 3 gelar berturut-turut. Sayangnya, pasca WBC, prestasi mereka menurun. Mereka sering kalah di babak-babak awal turnamen, dan belum pernah mencicipi final Superseries lagi semenjak WBC itu.

Jumlah kekalahan mereka banyak diderita dari pasangan China. Tidak hanya dikalahkan oleh Zhang Nan/Zhao Yunlei (ranking 1 BWF), tapi juga oleh Xu Chen/Ma Jin (ranking 2 BWF), bahkan pernah juga oleh Hong Wei/Pan Pan (ranking 34 BWF). Awal rentetan kekalahan dari pemain China itu dimulai sejak final Indonesia Open Juni lalu. Dari pengamatanku dan beberapa teman yang menonton langsung final di Istora itu, kami sepakat kekalahan Tontowi/Liliyana lebih disebabkan karena taktik permainan dan kelemahan dari Tontowi/Liliyana ini sudah terbaca oleh Zhang Jun, pelatih ganda China yang juga peraih dua kali medali emas Olimpiade. Kemahiran Zhang Jun membaca taktik lawan ini patut diwaspadai. Variasi taktik mutlak diperlukan.

Jika diukur peluangnya dengan persentase, asal untuk meraih medali (emas/perak/perunggu) aku optimis peluangnya adalah Continue reading