Android Bootcamp di ITB

Hari Jumat kemarin (4/3/2011) Indosat Mega Media (IM2) mengadakan sebuah kegiatan yang diberi tajuk “Android Bootcamp” bertempat di gedung Aula Barat ITB. Kegiatan “Android Bootcamp” ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian sosialisasi kompetisi Android Application Contest 2011 yang diadakan oleh IM2 yang secara resmi dibuka sejak tanggal 15 Desember 2010 yang lalu (wah, aku baru tahunya sekarang). Kompetisi itu akan dilangsungkan hingga penutupan pengumpulan aplikasi pada tanggal 15 Juni 2011 atau tepat 6 bulan sejak dibuka. Selain sosialisasi kompetisi Android Application Contest, pada kegiatan itu juga diberikan training membuat aplikasi Android oleh trainer Ruly Hasibuan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8.55 ketika aku masuk ke Aula Barat. Saat itu, para peserta training sedang diarahkan untuk memasang aplikasi IDE Eclipse dan Android SDK ke laptop masing-masing. Untung aku sudah pernah menginstal sebelumnya. Tapi akhirnya aku menginstal juga Android SDK yang diberikan panitia karena ternyata punya mereka lebih lengkap. Bayangkan, ukurannya saja sampai 2 GB lebih, sudah mencakup seluruh SDK mulai Android 1.1 sampai 3.0 (Honeycomb). Sementara di laptopku baru kupasang yang Android 2.2 saja.

Sekitar pukul 10 kurang, acara resmi dibuka oleh salah seorang perwakilan pejabat IM2. Kemudian acara langsung dilanjutkan dengan training Android untuk kelas beginner. Awal-awal dijelaskan langkah per langkah mulai dari cara membuat projek Android baru di IDE Eclipse, komponen-komponen apa saja yang terdapat di file projek itu, serta dituntun pula membuat aplikasi Android sederhana HelloWorld. Pada training pertama ini para peserta memang diasumsikan sebagai beginner. Karena itu, materinya pun masih sangat dasar. Training sesi pertama berakhir menjelang waktu sholat Jumat.

Setelah break sholat Jumat, peserta disuguhkan makan siang prasmanan (masih) di Aula Barat. Alhamdulillah… jarang-jarang aku bisa makan banyak (dan gratis lagi) ini selama jadi anak kosan😀. Pukul dua siang kurang acara dilanjutkan kembali.

Peserta Android Bootcamp

Peserta Android Bootcamp

Kali ini acara menginjak pada sesi “seminar”. Acara dibuka dengan sambutan Pak Suhono, Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB. Salah satu quote dari beliau yang aku catat adalah “Inovasi berbeda dengan kreativitas. Inovasi adalah kreativitas yang menghasilkan impact bagi lingkungan di sekitarnya”. Dengan kata lain, kreativitas yang tidak memiliki impact positif, tidak bisa disebut sebagai “inovasi”.

Berikutnya, Pak Rinaldi Munir juga tidak ketinggalan memberikan sambutannya dalam acara itu. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwasannya Bandung ini adalah pusat industri kreatif. Tidak hanya seni, tetapi perusahaan-perusahaan IT atau software house pun banyak terdapat di Bandung ini.

Pak Hermanudin, Business Planning Development General Manager IM2, yang mendapat giliran bicara setelah Pak Rinaldi, pada kesempatan itu mengajak peserta training untuk berbisnis di internet dengan aplikasi Android. Beliau menjelaskan mekanisme bagaimana seorang developer mendapatkan uang dari aplikasi yang dibuatnya. Kalau aplikasi berbayar, tentu kita sudah paham bahwa si developer akan mendapatkan uang dari user yang membeli aplikasinya. Nah, kalau aplikasi gratis? Ternyata si developer juga bisa tetap memperoleh pemasukan meskipun dia melepas aplikasinya secara gratis. Caranya? Pasang iklan. Salah satunya bisa dengan menggunakan Google AdMob. Lalu bagaimana dengan pemasarannya? Dalam kesempatan itu pula beliau sambil berpromosi menyebutkan bahwa IM2 memberikan peluang bagi para developer untuk memasarkan aplikasinya dengan mengunggahnya ke situs application market buatan IM2 yang diberi nama “I-Store” (mirip android market) secara gratis.

Selain menjelaskan peluang bisnis bagi para developer, beliau juga menyinggung mengenai Android Application Contest 2011 yang diadakan oleh IM2. Beliau menjelaskan dengan cukup detail mengenai pelaksanaan kompetisi itu, termasuk besarnya hadiah dan sistem penilaiannya.

Menyambung isi seminar yang disampaikan Pak Hermanudin mengenai Google AdMob, berbicara juga pada kesempatan itu, perwakilan dari Google AdMob, Leonard Agustinus, yang menyampaikan lebih detail mengenai Google AdMob itu. Intinya sih, kalau kita ingin memasang iklan di aplikasi Android kita, kita tinggal unduh saja Google AdMob SDK lalu mengintegrasikan code iklannya ke aplikasi kita. Uang yang kita peroleh sebanding dengan banyaknya user yang mengklik iklan tersebut dari aplikasi kita. Di samping menjelaskan mengenai Google AdMob, Leonard juga memberikan tips untuk meningkatkan daya jual aplikasi kita. Caranya antara lain pasang iklan mengenai aplikasi kita atau membuat situs khusus untuk aplikasi kita (official site). Cara itu setidaknya dapat membuat aplikasi kita get discovered, yaitu orang lain tahu mengenai aplikasi kita.

Berikutnya giliran Arif Burhan, mewakili Forum Android Indonesia, berbicara mengenai Forum Android Indonesia dan mengajak peserta Android Bootcamp yang hadir pada saat itu untuk bergabung ke dalam forum yang beralamat di http://www.android-indonesia.com itu. Pada kesempatan itu, Arif juga menyampaikan mengenai perkembangan Android beserta pertumbuhan penjualan handsethandset yang mengusung OS Android dibandingkan handset lain.

Terakhir, Ibnu Sina, owner dari GITS Indonesia yang juga alumni IF ITB angkatan 2005 itu, menyampaikan testimonialnya mengenai pengalaman selama menjadi developer Android, khususnya dari segi bisnis. Dalam kesempatan itu mas Ibnu membagi tips-tips membuat aplikasi yang banyak diminati dan cara-cara mendapatkan pemasukan dari aplikasi yang dibuat itu. Aplikasi yang laris itu adalah aplikasi yang secara tepat dalam memenuhi kebutuhan user dan memiliki desain user interface yang menarik. Sementara itu, mengenai tips mendapatkan pemasukan dari aplikasi yang kita buat, selain Google AdMob, bisa dilakukan juga dengan cara bekerja sama dengan perusahaan yang memang membutuhkan aplikasi. Maksudnya, kita bisa membuatkan suatu aplikasi sesuai permintaan suatu perusahaan dan aplikasi itu kemudian dibeli oleh perusahaan tersebut. Namun, bisa juga kita membuat suatu aplikasi yang akan dilempar ke market, tetapi kita juga menawarkan kepada perusahaan untuk mencantumkan perusahaan tersebut di aplikasi kita (sebagai sarana promosi perusahaan tersebut). Sebagai contoh, aplikasi Toresto yang dibuat oleh GITS, yaitu sebuah aplikasi yang menyajikan tempat-tempat kuliner di Kota Bandung. Restoran atau tempat makan yang ingin ditampilkan dalam aplikasi itu tentunya akan membayar GITS karena membantu mereka dalam hal promosi/iklan.

Sesi seminar Android Bootcamp

Sesi seminar Android Bootcamp

Sesi seminar atau talk show itu kira-kira berlangsung hingga dua jam. Sesi training kedua yang seharusnya dijadwalkan pada pukul 15.00 pun akhirnya molor hingga pukul 4 sore lebih. Terpaksa training sesi II yang diperuntukkan untuk tingkat intermediate itu pun terpotong waktunya. Tidak banyak yang bisa disampaikan oleh Ruly dalam waktu sesingkat itu. Akhirnya, pukul 17.15 tepat sesi training Android dalam kegiatan ini berakhir.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian door prize untuk para peserta. Acara pembagian door prize ini menandai berakhirnya kegiatan Android Bootcamp pada hari itu.

Dengan adanya acara ini aku sendiri terus terang banyak mendapatkan wawasan baru. Yang jadi poin utamaku dari acara ini adalah sekarang aku jadi paham mengenai aktivitas bisnis aplikasi mobile seperti aplikasi Android itu. Khususnya, mengenai bagaimana seorang developer mendapatkan pemasukan dari aplikasi yang dibuatnya. Setelah mengikuti acara ini, tampaknya aku jadi tertarik juga untuk berkecimpung di dunia aplikasi mobile, khususnya aplikasi Android, hehehe. Handset (Alhamdulillah) sudah punya. Sekarang saatnya tidak cuma menjadi pengguna aplikasi Android, tetapi juga menjadi pembuatnya.😀

Kompetisi Android Application Contest 2010

2 thoughts on “Android Bootcamp di ITB

  1. ranov

    Assalammualaikum..
    mo nanya, dari info diatas, dengan memasukkan Google AdMob SDK ke dalam aplikasi yg dibuat, maka developer mendapatkan uang dari banyaknya user yang mengklik iklan tersebut. Yang jadi pertanyaan, apakah harus dengan mengklik iklan tersebut atau hanya dengan iklan yang lewat, developer sdh bisa menikmati hasilnya? menurut pengalaman pribadi, misal kita menjalankan game atau aplikasi di android, jarang banget lho yg mau nge-klik iklannya.
    Trims
    Wassalammualaikum..

    Like

    Reply
    1. otidh Post author

      Wa’alaikumsalam.. Saya sebenarnya kurang begitu tahu tentang sistem Google AdMob SDK ini karena belum pernah menggunakan. Tapi kalau mendengar yang disampaikan dalam workshop itu sih, yang saya tangkap memang demikian, yakni pemasukan diperoleh dari jumlah klik yang ditekan terhadap iklan diaplikasi kita. CMIIW.

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s