Monthly Archives: February 2011

Wingchun Mania

Berawal dari kegandrungan nonton film Ip Man mulai dari “Ip Man 1”, “Ip Man 2”, sampai “Ip Man : The Legend is Born”, tiba-tiba timbul benih-benih kesukaan pada beladiri wingchun. Benih-benih kesukaan itu ternyata bersemi setelah aku bertemu kakak sepupuku waktu lebaran tahun 2010 lalu. Kebetulan kakak sepupuku sudah lama berkecimpung di dunia wingchun ini dan saat bertemu pas lebaran kemarin, aku sempat diajari sedikit-sedikit. Wah, seru juga latihan wingchun itu.

Film Ip Man 2

Film Ip Man 2

Awal Desember 2010 tiba-tiba kakak sepupuku menghubungiku, katanya shifu-nya ingin membuka tempat latihan juga di Bandung. Kemudian dia menanyakan kemungkinan untuk mengambil tempat latihan di ITB dan memintaku untuk mengurusnya. Aku sih langsung mengiyakan karena yakin di ITB banyak tempat yang bisa digunakan, apalagi perizinannya juga sudah tidak terlalu ribet. Akhirnya resmilah dibuka latihan wingchun nagaputih pertama di luar Jabodetabek. Karena ini yang pertama di luar Jabodetabek, terpaksa staf pelatihnya harus PP Jakarta-Bandung.

Sebulan pertama ini pesertanya masih belum banyak, baru 10 orang, dan tidak hanya mahasiswa ITB saja yang ikut, tetapi masyarakat umum lainnya juga ada yang ikut. Yang berminat ikut latihan sebenarnya sudah banyak, hanya saja sebagian besar dari mereka terbentur masalah waktu.

Nah, kegandrungan terhadap wingchun itu ternyata merembet ke teman-temanku satu jurusan, ada Neo, Khairul, Adi, dan Haryus. Karena anak-anak lagi semangat-semangatnya latihan wingchun, supaya makin terasah, akhirnya kami menambah jam latihan mandiri secara bersama-sama setiap hari Rabu sore di Sabuga. Dan rencana itu ternyata memang konkret, nggak cuma omdo (omong doang). Maklumlah, anak-anak kalau punya rencana ini-itu, ujung-ujungnya sering cuma jadi wacana saja.

Yak, inilah foto-foto latihan mandiri perdana kemarin:

wingchun

wingchun

wingchun

wingchun

Salah satu video latihan wingchun nagaputih di Youtube:

My Sleep Alarm: The Bike Song

Hahaha… Bingung mau nulis apa. Akhirnya, mau share saja lagu yang aku jadikan alarm di handphone-ku untuk setiap tidurku. Akhir-akhir ini aku menggunakan lagu “The Bike Song”, sebuah lagu dari Mark Ronson & The Business Intl, sebagai alarm tidurku. Senang aja sama lagu ini karena ada ringtone suara kring-kring bel sepeda di awalnya. Selain itu, lagunya juga semangat. Cocoklah buat alarm bangun pagi. Apalagi lagunya juga mengajak kita agar hidup sehat dengan berolahraga (baca: naik sepeda pancal).

Jadi, pesan lagu ini ketika dijadikan sebagai alarm bangun tidur adalah (dalam bahasa Jawa): “Kring.. kring.. Ayo ndang tangi, ndang olahraga le..” (Ayo buruan bangun, buruan olahraga) 😀

Coba deh simak video klipnya. Kocak abis cerita di video klip itu.

Nah, apa alarm bangun tidur Anda?

Futsal Rileks dan Badminton Informatika

Sabtu ini benar-benar hari yang melelahkan buatku, tapi sehat :D!! Pagi-pagi jam 8 aku udah sampai di lapangan futsal YPKP daerah Suci sana menunggu teman-teman Rileks Futsal Club (klub futsal anak-anak aktivis thread sepakbola forum rileks.comlabs.itb.ac.id) yang belum datang. Yak, hari itu adalah hari pertamaku berkesempatan main futsal bareng (sekaligus kopi darat) anak-anak Rileks (akhirnya… :D). Sudah lama aku menantikan kesempatan ini. Tapi, selalu aja gagal gara-gara tiap hari Sabtu pagi pasti ada aja acara lain di kampus yang nggak bisa dinomorduakan oleh acara futsal ini.

Gilaa… Baru 10 menit main aku udah ngos-ngosan. Padahal waktu masih zaman keemasanku dulu (cieee..), di mana tiap pulang sekolah selalu main sepakbola panas-panasan sampai item kayak sekarang, aku kuat main sepakbola berjam-jam, nggak kalah kayak main winning eleven zaman SD dulu yang baru berhenti kalau yang punya Playstation udah bosen main sama aku :P.

Mungkin gara-gara terlalu semangat hari itu akhirnya bisa main futsal lagi. Dengan bermain lebih sabar dan mengatur nafas, akhirnya aku tetep bisa main dari awal sampai akhir pertandingan full time, hehehe… Teknik-teknik yang kupunya dulu ternyata masih belum hilang (horee…).

Senang juga bisa main bareng sama anak-anak rileks. Terus terang, semuanya baru kukenal saat itu, kecuali mas Ageng yang memang sudah kenal di Comlabs dan Thoriq yang kebetulan adik angkatanku di jurusan.

Habis main futsal

Tampang-tampang lelah habis main futsal

Selesai main futsal, aku langsung meluncur kembali ke daerah Cisitu. Yak, sesuai jadwal, mulai Sabtu ini aku ada latihan badminton rutin tiap hari Sabtu sama anak-anak Informatika 2007, di antaranya ada Rizky, Kamal, Tere, Ginanjar, Neo, Haryus, dan Dana. Kebetulan kami sama-sama pecinta badminton juga, jadi rencana main badminton rutin ini bisa konkret juga akhirnya. Jumlah itu kemungkinan masih bisa bertambah mengingat teman-teman yang lain juga ada yang berminat untuk ikutan.

Lumayan, hari itu kami bisa puas main badminton selama 3 jam, mulai dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang. Tak, tok, tak, tok… Wah, kangen dengan suara-suara raket nampol kok kayak gitu. Jadi ingat zaman SMA dulu waktu masih aktif ikut ekskul badminton, bisa main sepuas-puasnya mulai dari jam 1 siang sampai jam 5 sore di lapangan bulutangkis Aula SMA Tugu. Sudah gitu gratis lagi. Paling cuma iuran kok aja tiap bulannya. Kalau sekarang, harus patungan buat nyewa lapangan, hiks.. hiks..

Capek juga siang hari itu. Tapi rasanya super puas. Badan ini jadi segar bugar lagi. Belum lagi, besoknya masih harus latihan kungfu Wingchun yang rutin tiap hari Minggu di kampus. Sudah terbayang esoknya badan ini nggak cuma segar bugar lagi, tapi udah remeg, hihihi…

Sore hari itu aku lanjut ke acara makan-makan bareng karyawan TOKEMA dan pengurus TOKEMA yang baru di rumah makan Selasih, Cikutra. Asyik… makan-makan gratis. Di acara itu aku ikut ngasih sambutan sebagai mantan pengurus lama yang digantikan. Seru juga kangen-kangenan sama bapak-bapak karyawan TOKEMA yang sudah aku anggap sebagai orang tua dan teman selama aku menjabat pengurus. Maafkan anakmu ini ya Pak yang sudah banyak ngrepotin selama di TOKEMA… 🙂 Buat pengurus-pengurus yang baru, ingat pesan saya saat ngasih sambutan kemarin: Tentukan apa yang akan Anda cari di TOKEMA, inovasi apa yang ingin Anda torehkan dalam sejarah TOKEMA, dan terakhir, jaga semangat kalian yang sudah hebat ini sampai akhir kepengurusan!

Main Badminton Bareng Anak-Anak Comlabs

Kamis ini tanggal merah. Bingung nggak ada kerjaan. Baca-baca berita di internet, ngikutin berita tentang revolusi Mesir di TV, baca-baca dikit buku kuliah NLP, argghhh… bosen! Pingin olahraga tapi nggak ada teman.

Sampai akhirnya ada info di milis himpunan kalau ada main futsal di Cipedes. Seneng banget ada yang mau main futsal, tapi sayang aku nggak tahu tempatnya. Mau cari temen barengan, anak-anak sekosan pada nggak suka main futsal. Ya udah terpaksa pending lagi main futsalnya.

Di tengah keputusasaan kegaringan hari ini, tiba-tiba ada SMS dari mas Ageng ngajak main badminton bareng anak-anak Comlabs. Tanpa banyak menerawang ke mana-mana, aku langsung bales SMS-nya. “Makasih mas ajakannya. Insya Allah ane ikut.”

Langsung deh, malemnya habis sholat Maghrib aku langsung berangkat ke GOR Cisitu. Ternyata dalam perjalanan ke sana ketemu mas Ageng sama Seno. Beberapa menit kemudian peserta nambah lagi ada Pudel ma kang Adi. Asyik… akhirnya bisa main badminton lagi. Pukulan-pukulan smash yang sudah lama tidak aku keluarkan, akhirnya bisa tersalurkan malem ini. Hehehe…

Malam ini hasrat untuk bermain badminton akhirnya tersalurkan. Tapi bermain-main dengan olahraga tepok bulu ini nggak berhenti sampai di sini. Sabtu lusa, aku akan bermain lagi, kali ini giliran sama anak-anak Informatika 07. Hahaha… 😀

Habis main badminton

Habis main badminton