Tag Archives: sabuga

Sepenggal Potret Wisuda Juli 2012

Dari 64 wisudawan IF & STI Juli 2012 kemarin, 8 di antaranya adalah angkatan 2007 dan 2 orang angkatan 2006. Sisanya angkatan 2008. Sebuah angka yang sepi untuk angkatan 2007 & 2006. Yup, bintang wisuda Juli ini — dan juga untuk bulan Oktober (2012) dan April tahun depan — adalah angkatan 2008.

Trust me, menjadi angkatan minoritas yang diwisuda itu sungguh tidak mengenakkan. Aku beruntung masih ada 7 orang teman seangkatan yang diwisuda bersama dengan diriku. Bagaimana dengan angkatan 2006 yang ada? Acara syukuran wisuda (syukwis) himpunan  dan arak-arakan mereka tak ikuti. Aku hanya sempat bertemu dengan kak salah seorang calon wisudawan IF 06 saat acara syukuran wisuda STEI. Itu pun ia datang karena di acara itu akan dibagikan undangan wisuda.

Wisudawan IF 2007 (minus Adi)

Wisudawan IF 2007, minus Adi (photo by Hafid IF’07)

Ketika engkau merasa sepi karena menjadi angkatan minoritas yang diwisuda, kehadiran teman-teman seangkatan yang lain — baik yang belum diwisuda ataupun sudah diwisuda — ke acara syukwis dan arak-arakan sungguh memberikan arti bagi engkau. Oleh karena itu, dari lubuk hati yang paling dalam aku sungguh berterima kasih kepada teman-teman angkatan 2007 yang telah meluangkan waktunya ke acara syukwis dan arak-arakan ini. Insya Allah, semoga kelak aku juga bisa menghadiri wisudaan teman-teman IF 2007 yang akan datang.

Bersama teman-teman plus kaprodi tercinta (photo by Ario EL'07)

Bersama teman-teman plus kaprodi tercinta (photo by Ario EL’07)

Ada bagusnya juga ya sistem tahun pertama yang menyatukan kuliah mahasiswa-mahasiswa di satu fakultas/sekolah yang sama. Manfaatnya terasa hingga wisudaan :D. Kita masih bisa saling sapa dengan wisudawan seangkatan dari prodi-prodi lain yang sefakultas/sesekolah dengan kita, hehehe. Kita jadi nggak merasa kesepian karena di prodi tetangga, teman-teman seangkatan ternyata banyak juga yang diwisuda :).

Bersama Aryan ET'07 dan Mita EL'07 (Photo by Mita EL'07)

Bersama Aryan ET’07 dan Mita EL’07 (Photo by Mita EL’07)

Seperti yang sudah-sudah, di setiap acara wisudaan ITB hampir selalu ada acara arak-arakan wisudawan oleh himpunan-himpunan mahasiswa jurusan di ITB. Tradisi itu berlanjut juga di wisudaan Juli 2012 ini. Himpunan jurusanku mengusung tema ‘Viva Las Vegas’. Dan angkatan yang mendapatkan kehormatan untuk mempersembahkan performance dalam arak-arakan kali ini ialah angkatan 2011.

Namun, ada perubahan rute arak-arakan yang diambil oleh himpunanku pada arak-arakan kali ini. Rute yang biasanya melintasi sisi barat ITB (melalui GSG-matematika-industri-mesin-penerbangan-sipil-…-labtek V), kali ini diganti melalui tengah kampus (GSG-oktagon-tvst-plaza widya-labtek V). Kalau tidak salah pertimbangan yang diambil adalah masalah waktu. Kami start dari Saraga saja ketika itu sudah pukul 15.30 dan dalam perjalanannya kami tiba di labtek V pukul 17.00 kurang sedikit. Tidak terbayang kalau mengambil rute penuh tadi.

Arak-arakan massa himpunan

Arak-arakan massa himpunan

Arak-arakan wisudawan di Plaza Widya

Arak-arakan wisudawan di Plaza Widya

Di tengah arak-arakan, tak kusangka ternyata aku berjumpa dengan dua orang adik angkatan di KOKESMA dulu yang memberikan bunga. Hiks … hiks … Continue reading

Advertisements

Ikutan Acara “Rossy Goes To Campus” di ITB

Hari Sabtu yang lalu (26 Februari 2011) aku mengikuti acara “Rossy Goes To Campus” yang mengangkat tema “Indonesia Tangguh”. Sebenarnya acara ini tidak hanya dilaksanakan di ITB saja, tetapi sebelumnya “Rossy Goes To Campus” juga sudah mengunjungi kampus-kampus besar di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Airlangga (Unair). Pada acara yang aku ikuti kemarin hadir 3 orang alumni ITB dan beberapa orang lainnya yang bukan alumni ITB sebagai pembicara pada acara tersebut.

Penampilan LSS-ITB

Penampilan LSS-ITB

Sambil menunggu acara dibuka, unit LSS-ITB (Lingkar Seni Sunda ITB) terlebih dahulu mengisi acara di atas panggung dengan performance-nya yang khas, yaitu permainan rampak kendang. Seperti biasa, mereka selalu membawakannya dengan penuh semangat dan dengan ekpresi yang lucu yang memancing tawa hadirin yang menontonnya.

Rosi masuk auditorium

Rosi masuk auditorium

Beberapa saat kemudian selepas penampilan LSS, acara dibuka dengan kemunculan Rosi di auditorium Sabuga yang disambut dengan kehebohan hadirin (btw, aku heran, kok orang-orang bisa heboh banget ya waktu dia muncul). Setelah itu, Rosi mengundang Karen Agustiawan, Direktur Utama Pertamina, untuk menaiki panggung. Pada sesi satu ini Rosi mewawancarai Karen Agustiawan mengenai karirnya sebagai Dirut Pertamina dan bagaimana perjalanannya menuju mencapai sana. Karen ternyata adalah alumni ITB juga lho. Beliau merupakan lulusan Fisika Teknik angkatan 78.

Break sejenak dengan Karen, Rosi selanjutnya mengundang Andi Mallarangeng, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, untuk naik ke atas panggung. Andi sebenarnya tanpa sengaja diundang ke dalam acara ini karena kebetulan beliau sedang menghadiri acara di ITB (kuliah umum dan pembagian sembako murah dalam rangka ulang tahun ITB). Seperti yang sudah kita duga, Andi Mallarangeng diberondong pertanyaan oleh Rosi seputar PSSI.

Sesi I ini ditutup oleh Rosi dengan meminta kedua pembicara tadi (Karen dan Andi) untuk memberikan pesan kepada para pemuda yang hadir di auditorium Sabuga itu. Dari Karen Agustiawan, beliau menyampaikan 4 hal yang harus dimiliki oleh generasi muda, sayangnya aku cuma ingat satu kata kunci saja, yaitu determinasi. Sedangkan dari Andi Mallarangeng, ada 2 hal yang harus dimiliki oleh generasi muda, yaitu excellence dan care, jadilah yang terbaik di bidang kita dan pedulilah terhadap lingkungan sekitar.

Selesai sesi I, acara dilanjutkan menuju sesi II. Sebelum itu, Unit Kebudayaan Aceh (UKA) ITB naik ke atas panggung menyuguhkan penampilan tari Saman kepada audiens. Sempat ada blooper di atas panggung ketika sarung salah seorang mahasiswa penampil tari Saman itu tiba-tiba lepas. Untungnya sarung itu cuma pelengkap saja yang digunakan bersama celana panjang, hehehe.

Pasca penampilan rancak tari Saman dari anak-anak UKA ITB, berikutnya langsung memasuki acara sesi II. Dalam sesi II ini dihadirkan Wimar Witoelar (alumni ITB), Pramono Anung (alumni Pertambangan-ITB ’82), dan Ahok (mantan Bupati Belitong Timur), orang keturunan Tionghoa pertama yang menjadi pemimpin daerah di Indonesia. Paling seru memang saat Wimar dan Pramono yang bercerita tentang masa-masa kuliahnya dulu sewaktu di ITB. Wimar punya pengalaman dipenjara karena vokal bersuara saat menjadi ketua Dewan Mahasiswa (Dema) ITB tahun 1969. Lalu, pengalaman Pramono “diluluskan” oleh rektorat karena mereka ingin cepat-cepat melihat Pramono keluar dari ITB. Di tengah wawancara Rosi sempat membacakan tweet dari salah seorang audiens dari ITB yang meminta pendapat Pramono mengenai UPT K3L yang membatasi kegiatan mahasiswa hingga jam 1 malam saja. Pramono pun menanggapi seperti ini, “Kebijakan membatasi aktivitas mahasiswa itu sama seperti masa saya dulu, dapat mematikan kreativitas mahasiswa. Kalau perlu kita panggil saja rektornya.” (kurang lebih redaksinya seperti itu, CMIIW)

Terang saja anak-anak langsung bertepuk riuh menyambut pernyataan Pak Pramono tersebut. Semoga saja benar dilaksanakan ya Pak Pramono! 😀 Di tengah-tengah acara sesi II itu, tiba-tiba Rosi mengundang satu orang lagi, yaitu Dede Yusuf, sebagai wakil gubernur Jawa Barat, yang juga mantan aktor.

Tak terasa, sesi II berakhir, dan dilanjutkan dengan break sejenak. Sebelum itu, Pak Sulistyono, ketua Eka Tjipta Foundation, memberikan bingkisan berupa Al-Qur’an kepada para narasumber kecuali Pak Ahok yang memang non-muslim. Saat break, giliran Kelompok Paduan Angklung (KPA) ITB yang tampil dengan membawakan alunan lagu Viva De La Vida milik Coldplay.

Sesi III atau sesi yang terakhir mengundang salah seorang direktur BNI ’46 yang saya lupa namanya, tapi yang jelas katanya beliau jadi direktur termuda dalam sejarah BNI ’46. Lalu, ada Tri Mumpuni, penemu teknologi mikro hidro (CMIIW), yang juga pernah diundang oleh Obama ke White House di Washington, US sana. Terakhir, ada Pak Sulistyono yang juga diundang sebagai narasumber dalam sesi III itu.

Sesi III berakhir sekitar pukul empat sore lewat sedikit. Berakhirnya sesi III itu menandai berakhirnya acara “Rossy Goes To Campus” dengan tema Indonesia Tangguh yang bertempat di gedung Sabuga ITB itu. Sebagai acara penutup, Rosi mengundang Glenn Fredly untuk naik ke atas pentas untuk membawakan beberapa lagu. Para audiens diminta oleh pengarah acara untuk maju mendekat ke panggung. Kontan saja para audiens itu langsung bangkit dari kursi masing-masing dan tiba-tiba saja depan panggung sudah dipadati kerumunan manusia. Begitu Glenn Fredly muncul dan menyanyikan lagu, kehebohan pun langsung muncul kembali.

Glenn Fredly

Glenn Fredly