Monthly Archives: August 2020

Setahun yang Lalu

24 Agustus 2019. Usai sholat subuh berjamaah bersama bapak di mushola RS, saya pergi menemani Bapak ke ruangan ICU tempat di mana adik terbaring. Saat itu kondisi adik sedang dalam keadaan kritis dan pernafasannya dibantu dengan selang oksigen.

Bapak seperti biasa selalu mencoba menuntun adik untuk melaksanakan sholat subuh dengan membacakan takbir sesuai urutan gerakan sholat dan Al-Fatihah. Walaupun adik terlihat dalam keadaan tidak sadar saat itu, kami berharap adik bisa mendengarnya.

Usai sholat subuh, saya mentalqin adik dengan membaca kalimat “Laa ilaaha Illa Allah”.

Beberapa menit kemudian bedside monitor menunjukkan pencatatan yang tidak biasa. Saya memanggil perawat jaga untuk menanyakan perihal itu.

Continue reading

Bepergian dengan Kereta Api di Masa Pandemi

Libur hari kemerdekaan dan long weekend yang menyusul sesudahnya ini saya manfaatkan untuk pulang kampung ke Malang. Akhirnya, saya pulang kampung (dan ke luar kota) lagi setelah sekitar setengah tahun mendekam di Bandung.

Kekhawatiran akan tertular Covid-19 atau menjadi carrier tentunya pasti ada. Namun, mumpung ada libur yang bisa dipakai lumayan panjang saat ini, jadi kesempatan ini tidak boleh dilewatkan. Entah kapan lagi libur panjang berikutnya.

Kereta Api menjadi pilihan saya yang paling nyaman dan (insya Allah) aman menurut saya untuk bepergian saat ini walaupun belum ada kereta api yang langsung ke Malang pada tanggal yang saya pilih. Saya harus transit dulu di Surabaya dan berganti kereta api lagi ke Malang.

Tiket sudah saya beli sejak sekitar 10 hari sebelum keberangkatan. Alhamdulillah masih banyak kursi kosong. Mungkin memang masih sedikit orang yang bepergian di masa pandemi ini. Atau mungkin lebih memilih naik kendaraan pribadi.

Untuk dapat diizinkan melakukan perjalanan dengan kereta api, setiap calon penumpang wajib juga untuk menyertakan surat keterangan non-reaktif pada hasil rapid test-nya. Surat ini akan diperiksa saat pemeriksaan tiket di pintu boarding.

Continue reading