Kawah Cibuni Rengganis

Berendam Air Panas Belerang di Kawah Cibuni Rengganis

Sabtu minggu lalu (19/1) saya bersama teman-teman kantor jalan-jalan ke salah satu tempat wisata di kawasan Ciwidey, Bandung Selatan, yakni Kawah Cibuni atau dikenal juga dengan nama Kawah Rengganis. Kawah Cibuni ini berada tidak jauh dari Situ Patengan, salah satu tempat wisata yang sangat terkenal di Ciwidey.

Kami datang menjelang waktu Dhuhur. Saat itu, Kawah Cibuni ini tidak begitu ramai didatangi pengunjung. Cuaca agak sedikit mendung.

Tidak ada tiket yang dipungut untuk memasuki kawasan wisata ini. Kita hanya dikenakan biaya parkir sepeda motor sebesar Rp5.000 per motor.

Sebelum ini, menurut penuturan teman saya yang sudah 2 kali pergi ke sana, ada biaya tiket masuk yang dikenakan. Ketika itu memang Kawah Cibuni masih dikelola oleh perusahaan swasta. Namun pengelolaan itu sekarang diserahkan ke warga karena perusahaan tersebut rupanya tidak mengantongi izin.

Sepintas topografi Kawah Cibuni ini mengingatkan saya pada kawah di Gunung Papandayan. Asap belerang mengepul dari beberapa lubang di sela-sela bebatuan kapur berwarna kekuningan. Warna kuning itu sepertinya dihasilkan karena batu terpapar asap belerang secara terus-menerus.

baca juga: 17 Agustusan di Gunung Papandayan

Topografi Kawah CIbuni
Topografi Kawah CIbuni

Asap belerang dan uap air yang keluar dari lubang-lubang kawah itu turut memanaskan air sungai yang melewatinya. Air tersebut selain membentuk beberapa air terjun mini, juga ditampung ke dalam sejumlah kolam.

Kita bisa berendam di kolam-kolam yang ada tersebut. Airnya cukup panas. Bahkan di beberapa area, menurut cenderung sangat panas malah. Kolamnya tidak dalam. Hanya setinggi pinggang orang dewasa.

Salah satu kolam air belerang di objek wisata Kawah Cibuni
Salah satu kolam air belerang di objek wisata Kawah Cibuni
Salah satu kolam air belerang di kawasan wisata Kawah Cibuni
Salah satu kolam air belerang di kawasan wisata Kawah Cibuni

Selain kolam untuk berendam, ada juga tempat untuk luluran lumpur. Untuk dapat luluran lumpur ini, kita dikenakan biaya Rp5.000 per orang.

Menurut ibu yang mengumpulkan lumpur untuk luluran itu, luluran lumpur memiliki khasiat untuk mengencangkan kulit dan menghilangkan penyakit rematik. Saya kurang tahu betul apa khasiatnya sebenarnya. Saya dan teman-teman mencoba luluran lumpur ini hanya untuk fun saja.

Oh ya, lumpurnya panas banget, fresh dari salah satu lubang kawah belerang. Perlu menunggu sampai agak hangat agar bisa dilulurkan ke kulit kita.

Walaupun dikelola oleh warga, fasilitas yang tersedia di lokasi wisata Kawah Cibuni Rengganis ini terbilang cukup lengkap. Mungkin memang peninggalan dari pengelola sebelumnya.

Di sekitar kolam terdapat saung-saung yang bisa digunakan untuk bersantai atau meletakkan barang bawaan. Tidak ada biaya yang dikenakan untuk memakai saung tersebut.

Beberapa saung di kawasan wisata Kawah Cibuni
Beberapa saung di kawasan wisata Kawah Cibuni

Ada toilet juga yang tersedia di dekat kolam air panas. Untuk memakai toilet itu kita dikenakan biaya Rp2.000.

Bagi yang beragama Islam, tidak perlu khawatir jika ingin menunaikan sholat. Ada 2 mushola yang tersedia. Yang satu berada di dekat kolam air panas. Yang satunya lagi berada di dekat parkiran.

Selain itu, kita tidak perlu khawatir akan kelaparan di sana. Di sekitar area parkir terdapat banyak warung makan. Kala itu kami menyempatkan diri untuk makan siang di salah satu warung di sana. Harga makanannya relatif bersahabat untuk ukuran makanan di tempat wisata.

Kami memesan nasi lalapan dengan lauk ayam dan tahu. Sambelnya mantap banget pedasnya. Kami sampai minta tambah karena ketagihan. Haha.

Makan siang di salah satu warung di kawasan wisata Kawah Cibuni
Makan siang di salah satu warung di kawasan wisata Kawah Cibuni
Beberapa warung yang terdapat di objek wisata Kawah Cibuni
Beberapa warung yang terdapat di objek wisata Kawah Cibuni

Bagi rekan-rekan yang ingin berkunjung ke sana, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung dengan mengendarai sepeda motor dan jika kondisi jalan lancar. Kawah Cibuni ini berada di sisi kiri jalan, kira-kira 1-2 km dari kawasan wisata Situ Patengan. Di sisi kiri jalan tersebut terdapat papan bertuliskan “Situs Kawah Cibuni” dan pangkalan ojeg.

Papan tulisan "Situs Kawah Cibuni" di pinggir jalan
Papan tulisan “Situs Kawah Cibuni” di pinggir jalan
Jalan naik menuju Situs Kawah Cibuni
Jalan naik menuju Situs Kawah Cibuni

Dari pinggir jalan itu kita masih perlu masuk ke dalam lagi kira-kira 1 km. Sayangnya hanya sepeda motor saja yang bisa melalui jalan tersebut. Jalannya pun masih berbatu. Bagi rekan-rekan yang naik kendaraan roda empat bisa memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan raya itu dan naik ojeg ke Kawah Cibuni atau bisa juga berjalan kaki.

Objek wisata Kawah Cibuni ini menurut penuturan bapak pemilik warung yang kami singgahi, buka 24 jam. Banyak juga pengunjung yang datang pada malam hari dan berendam air panas di sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s