nobar ganda campuran

Nobar Olimpiade di Negeri Jiran

Seminggu yang lalu tepat badminton di Olimpiade Rio 2016 tengah memasuki babak-babak yang seru-serunya. Salah satunya adalah pertandingan final ganda campuran yang tepat dilangsungkan pada hari peringatan kemerdekaan negara kita, tanggal 17 Agustus.

Babak final tersebut mempertandingkan pasangan ganda campuran kebanggaan kita, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melawan ganda campuran negeri jiran Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Kebetulan saat itu saya tengah berada di Kuala Lumpur. Saya pun menonton pertandingan final itu di sana. Saya ikutan nonton bareng di sebuah restoran mamak India muslim. Restoran tersebut memasang 2 layar proyektor, masing-masing di halaman depan dan belakang restoran. Dan juga ada beberapa TV di dalam.

Pengunjung restoran memenuhi kursi-kursi yang disediakan. Karena datang sendiri, saya pun berbagi meja dengan pengunjung yang lain.

Sepanjang pertandingan diri ini rasanya gatal untuk melemparkan kepalan tangan atau berteriak girang setiap poin diraih pasangan kita. Tapi terpaksa saya tahan karena saya pendukung Indonesia sendirian. Apalagi pasangan Malaysia tengah benar-benar dibantai oleh Tontowi/Liliyana malam itu. Penonton lainnya pun lebih banyak terdiam. 😂

Begitu pertandingan berakhir mereka langsung pulang. Sementara saya masih asyik menonton sampai penyerahan medali. 😁

nobar ganda campuran sepi

Banyak pengunjung yang sudah pulang saat penyerahan medali

Di Malaysia ini rasanya hampir semua restoran atau cafe menyetel siaran Olimpiade. Beberapa restoran sampai memasang proyektor besar di restoran mereka seperti restoran mamak yang saya datangi itu.

Pada 2 hari berikutnya saya datang lagi. Kali ini menonton big match Lee Chong Wei vs Lin Dan. Jauh lebih ramai yang datang saat itu. Saya berbagi meja lagi dengan pengunjung yang lain.

Karena tak melibatkan pemain Indonesia, saya mendukung Lee Chong Wei pada pertandingan tersebut. Saya bisa berekspresi natural menunjukkan kekecewaan saat pukulan LCW keluar atau kena smash, begitu pula tepuk tangan ketika smash LCW mematahkan pertahanan Lin Dan.

Saya sempat mengobrol-ngobrol dengan bapak yang duduk satu meja dengan saya. Beliau seorang Malaysian Chinese. Baik sekali beliau. Sebelum pertandingan berakhir, beliau membayari makanan yang saya pesan. Alhamdulillah. 😃

nobar lindan vs lcw

Nobar Lin Dan vs LCW di restoran yang sama

Orang-orang Malaysia tampak antusias mengikuti perjalanan atlet badminton mereka di Olimpiade ini. Nobar di mana-mana. Kebetulan ada 3 wakil mereka yang masuk sampai final. Sayang tak ada satupun yang mampu mengkonvertnya menjadi medali emas.

Rakyat Malaysia pun masih harus bersabar lagi menunggu datangnya emas pertama untuk negara mereka dari Olimpiade. Sementara itu negara tetangga ASEAN yang lain, Singapura dan Vietnam, baru saja meraih medali emas pertama mereka di event Olimpiade 2016 ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s