Daily Archives: 1 July 2011

Nonton Langsung Final Indonesia Open PSS 2011

Akhirnya keinginan untuk menonton langsung pertandingan bulutangkis kelas dunia kesampaian juga. Yap, hari Minggu kemarin aku bersama dua orang teman (Rizky IF’07 dan Pras EL’07) pergi ke Jakarta untuk menonton pertandingan final Djarum Indonesia Open Premiere Super Series (DIO PSS) 2011.

Kami berangkat dari Cisitu pukul 6 pagi kurang menuju stasiun Hall Bandung. Kami pergi ke Jakarta dengan menggunakan KA Argo Parahyangan yang berangkat pukul 6.30. Tidak beruntung bagi kami karena tiket dengan tempat duduk kereta saat itu telah habis. Kami pun terpaksa membeli tiket berdiri. Namun, kami sudah mengantisipasinya dengan membawa koran agar bisa duduk nyaman di bawah :).

Monas

Monas

Kurang lebih perjalanan Bandung-Jakarta Gambir yang kami lalui memakan waktu 3,5 jam. Dari stasiun Gambir kami berjalan kaki menuju Monumen Nasional (Monas). Oh, ternyata pagi itu ada event besar yang diadakan di sana. Entah acara apa. Di sana kami melihat ada banyak mahasiswa Trisakti, pelajar-pelajar sekolah Jakarta, dan ada para pejabat negara juga, salah satunya adalah Pak Boediono, wakil presiden RI saat ini.

Sempat berfoto-foto sejenak dan melihat aktivitas-aktivitas yang ada (sekitar setengah jam) di kawasan Monas, kami pun melanjutkan perjalanan lagi ke kawasan Gelora Bung Karno dengan menggunakan bus TransJakarta. Ini pengalaman pertamaku naik busway di Jakarta. Perjalanan menuju Gelora Bung Karno dari shelter Monas itu memakan waktu sekitar 20 menit.

Di senayan

Di senayan

Sampai di arena Gelora Bung Karno kami foto-foto lagi. Megah juga ya kawasan Gelora Bung Karno itu. Berbagai arena olahraga ada di sana. Jadi ingat politik mercu suar yang dijalankan oleh presiden Soekarno pada masa lalu. Dan Gelora Bung Karno ini adalah salah satu hasilnya.

Puas berfoto-foto, kami lanjut berjalan lagi ke Istora Senayan yang jaraknya cuma beberapa meter saja dari posisi kami saat itu. Tampak kerumunan orang sudah memadati kawasan Istora saat itu.

Planet Badminton

Planet Badminton

Kawasan Istora telah disulap menjadi sebuah arena hiburan yang dinamai dengan Planet Badminton. Baliho-baliho bergambar jagoan-jagoan bulutangkis Indonesia, stand-stand makanan/minuman, merchandise/souvenir, perlengkapan bulutangkis, hingga lapangan bulutangkis mini semua ada di ‘planet’ tersebut.

Antrian tiket

Antrian tiket

Sementara itu, di salah satu sudut arena Planet Badminton, tepatnya di depan ticket box tampak antrian para pengunjung yang ingin membeli tiket. Kami sendiri telah membeli tiket pertandingan final ini jauh-jauh hari secara online. Tapi, kami tetap harus mengantri di tempat penukaran tiket. Hanya saja, antriannya tidak sepanjang dan selama antrian di ticket box itu. Prosesnya lebih cepat dan tiketnya pun lebih murah :).

Tiket sudah di tangan, saatnya untuk jalan-jalan di arena Planet Badminton ini sekedar melihat-melihat atau mampir ke stand yang ada. Karena rasa haus mendera saat itu akibat cuaca yang panas, kami pun mampir ke salah satu stand minuman es yang ada di sana. Betapa kagetnya kami ketika tahu harganya. Tapi mau bagaimana lagi, kami sudah duduk dan ditawari menunya. Terpaksa deh beli minuman itu. Hiks, hiks, mahal sekali harganya.

Dari stand tersebut kami beranjak menuju gedung Istora Senayan. Kami mencari-cari mushola yang ada di Istora. Setelah berputar-putar, tanya sana-tanya sini, akhirnya ketemu juga musholanya. Kami menunaikan sholat Dhuhur (dijamak sekalian dengan Ashar) dulu sebelum menonton gelaran final DIO PSS 2011 hari itu.

Suasana di dalam Istora yang ramai sudah sangat terasa ketika kami tengah berada di dalam antrian masuk ke dalam gedung. Sorak sorai penonton begitu santer terdengar hingga keluar ruangan. Padahal tribun penonton saat itu masih belum penuh. Beberapa sektor masih tampak kosong. Hanya sektor utara-barat saja yang tampak sudah mulai padat.

Alamak… ternyata baru jam 1 siang. Pertandingan pertama baru dimulai pukul 13.30 atau setengah jam lagi. Terpaksa kami menunggu sambil duduk manis di tribun di tengah riuhnya para suporter Indonesia. Di tengah hall, tepatnya di dekat podium tempat ceremony juara, ada Judika, artis yang menghibur para supporter siang hari itu dengan membawakan beberapa lagu yang tak asing lagi bagi para suporter Indonesia.

Suasana Istora saat pukul 1 siang

Suasana Istora saat pukul 1 siang

The 1st battle : All Chinese Men’s Double Final

Tak terasa setengah jam terlalui. Pertandingan pertama pun siap-siap dimulai. Penonton bergemuruh ketika Cai Yun dan Fu Haifeng memasuki lapangan. Begitu pula ketika lawannya, kompatriotnya dari China, Chai Biao dan Guo Zhendong menyusul masuk ke lapangan. Dua-duanya masuk final DIO PSS 2011 ini setelah mengalahkan dua ganda putra Indonesia. Continue reading