Malam Mingguan di Punclut

Malam minggu ini aku bersama teman-teman kontrakan dan dua teman anak Elektro jalan-jalan ke Punclut. Sekedar menghilangkan kejenuhan dalam rutinitas yang selalu dijalani. Namanya malam minggu, di Punclut sangat ramai malam itu. Saung-saung makan di sepanjang jalan di kawasan Punclut hampir semuanya kebagian pengunjung. Kami sengaja mencari tempat yang jauh, mencari saung yang agak sepi. Seperti biasa, menu kami malam itu adalah nasi merah yang menjadi khas dari saung-saung makan di Punclut ini. Lauknya memakai ayam bakar saja, ditemani dengan segelas bajigur/bandrek. Suasana malam yang dingin berkabut dan pemandangan kota Bandung di kejauhan sana dengan gemerlap lampunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata kuliner di Punclut. Kalau di Malang atau Batu, yang serupa dengan Punclut itu adalah kawasan Payung.

Pemandangan malam Bandung dari Punclut

Pemandangan malam Bandung dari Punclut

Menu nasi merah + ayam bakar

Menu nasi merah + ayam bakar

3 thoughts on “Malam Mingguan di Punclut

    1. otidh Post author

      Oalah, ini mas Pambudi toh. Siapa lagi 2 anak elektro itu kalau bukan mereka, hehe. Insya Allah nggak bahaya kok Mbud. Nggak sepi-sepi juga. Kalau malam libur biasanya ramai.

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s