Monthly Archives: August 2010

Ilustrasi teh

Banyak Buang Air Kecil Saat Puasa

Mungkin sebagian dari kita sering bertanya dalam hati terheran-heran kenapa sering (ingin) buang air kecil saat puasa. Terutama beberapa menit atau jam setelah sahur. Saya pun demikian. Adakalanya saya dalam sehari bisa berkali-kali buang air kecil setelah sahur.

Kalau begitu terus, tentu saja cukup mengganggu. Bahkan, bisa-bisa kita mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan dalam tubuh.

Rasa penasaran itu akhirnya terjawab juga. Jawaban itu saya temukan dari artikel ini. Ternyata fenomena tersebut ada pengaruhnya dari menu yang kita konsumsi saat sahur. Saat sahur kita disarankan untuk menghindari minum teh manis.

Minum teh manis saat sahur boleh-boleh saja, asal jangan terlalu banyak, karena akan membuat kita lebih sering buang air kecil, karena teh itu bersifat diuretika. Yang bagus adalah minum air putih yang cukup pada saat sahur.

Berbicara tentang “diuretika”, sebenarnya saya sendiri nggak tahu (atau lupa ya sudah pernah belajar di SMP/SMA?). Maklum, pelajaran Biologi saya kurang begitu bagus di sekolah dulu, hehehe. Namun, setelah googling dan mencoba mode “saya sedang beruntung” (I’m lucky), saya pun nyasar ke artikel ini. Di artikel tersebut dijelaskan definisi diuretika adalah sebagai berikut:

Diuretika merupakan zat-zat yang dapat memperbanyak pengeluaran kemih (diuresis) melalui kerja langsung terhadap ginjal. Obat-obat lain yang menstimulasi diuresis dengan mempengaruhi ginjal secara tak langsung tidak termasuk dalam definisi ini seperti zat-zat yang memperkuat kontraksi jantung (digoksin, teofilin), memperbesar volume darah (dekstran) atau merintangi sekresi hormon antidiuretik ADH (air, alkohol).

Saya sendiri sejak menghilangkan kebiasaan minum teh atau yang manis-manis saat sahur, frekuensi buang air kecil saya menjadi “normal” lagi. Wallahu a’lam. Yang penting kita harus tetap bersyukur masih bisa buang air kecil. 😀

Selamat Datang Tahun Ajaran Baru, Marhaban Ya Ramadhan

Tepat hari Senin tanggal 9 Agustus 2010 kemarin merupakan hari perdana kuliah tahun akademik baru 2010/2011. Tak terasa ternyata sudah tiga tahun aku berkuliah di kampus “gajah” ini. Sekarang sudah memasuki tingkat empat di mana mahasiswa sudah mulai disibukkan dengan urusan tugas akhir (TA). Mulai dari mencari topik, eksplorasi, penelitian, diskusi dengan dosen pembimbing, menyusun laporan, seminar, hingga sidang. Aku sendiri kemarin sudah sempat menemui salah seorang dosen yang menawarkan topik TA.

Oiya, secara kebetulan, sehari setelah kuliah hari perdana, keesokan harinya selepas waktu maghrib beberapa media massa elektronik melaporkan bahwa hilal terlihat di beberapa lokasi di Jawa Timur (baca ini). Artinya, malam ini telah memasuki bulan baru, yaitu bulan Ramadhan 1431 H.

Kuliah tahun ajaran baru kali ini menjadi terasa berbeda. Baru dua hari kuliah, besoknya kita sudah kedatangan tamu yang amat mulia, bulan yang penuh berkah, bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim di dunia, yaitu bulan Ramadhan. Bagiku datangnya bulan Ramadhan ini menjadi kesempatan untuk meluruskan niat dalam menjalani sisa perkuliahan di ITB ini. Ibarat perang, maka inilah saatnya untuk menyiapkan segala perbekalan termasuk mengisi amunisi sebelum menghadapi satu tahun yang begitu menentukan ini. Mudah-mudahan target lulus tepat waktu bisa tercapai. Amin.

Tiket Mudik Lebaran

Kemarin pagi (5 Agustus 2010) saya membeli tiket KA Malabar kelas ekonomi plus. Sempat nggak percaya, terhitung mulai sekitar H-7 lebaran sampai H-1 (3-9 September 2010) harga tiket untuk kelas ekonomi melonjak drastis menjadi Rp 150.000. Padahal dengan harga segitu 3 tahun lalu saya naik KA Mutiara Selatan kelas bisnis dari Bandung ke Surabaya. Sekarang tarif kelas bisnis pada waktu H-7 sampai H-1 itu harganya jadi Rp 250.000 (untuk KA Malabar). Sementara eksekutifnya bertarif Rp 380.000. Melonjak gila-gilaan lah pokoknya.