Tag Archives: casino

Naik Kereta Gantung di Genting Highlands

Kesempatan pergi ke Kuala Lumpur minggu lalu saya manfaatkan untuk jalan-jalan ke Genting Highlands. Kebetulan ada waktu kosong di hari Sabtu-nya.

Dalam beberapa kali kesempatan ke Kuala Lumpur, baru kali ini saya pergi ke Genting. Ke Genting ini dalam rangka memenuhi rasa penasaran saja sih melihat Genting kayak apa.

Kebetulan teman saya yang ikut pergi bareng ke Kuala Lumpur minggu lalu itu mau diajak ke Genting. Dia sendiri motivasinya karena lebih penasaran sama sensasi naik kereta gantung (cable car).

Rencana Awal Naik dari KL Sentral

Sabtu pagi kira-kira pukul 8.30 kami berjalan kaki dari penginapan menuju terminal bus KL Sentral. Sesampainya di depan loket penjualan tiket, terpampang pemberitahuan bahwa tiket bus yang tersedia berikutnya adalah untuk keberangkatan pukul 11.30. Tiket untuk semua perjalanan bus sebelum itu sudah ludes.

Oh, meeenn… masak kami menunggu kurang lebih selama 3 jam. Kami pun googling mencari alternatif lain. Ternyata ada bus ke Genting dari Terminal Bus Pekeliling.

Akhirnya Naik dari Terminal Bus Pekeliling

Kami langsung masuk ke dalam KL Sentral dan naik LRT menuju Stasiun Titiwangsa. Tapi kami harus transit dulu di Stasiun Masjid Jamek untuk berganti dengan LRT Ampang Line.

Dari Stasiun Titiwangsa menuju Terminal Bus Pekeliling ini kita cukup berjalan kaki saja. Paling cuma sekitar 5 menit.

Terminal Bus Pekeliling

Terminal Bus Pekeliling

Kami langsung mencari loket tempat dijualnya tiket bus ke Genting Highlands. Di Terminal Bus Pekeliling ini ada beberapa jalur keberangkatan. Di sana mereka menyebutnya Continue reading

Advertisements

Backpacking Hong Kong-Shenzhen-Makau (Bag. 4): Hari ke-3, Hong Kong-Makau

Senin, 13 Januari 2014

Pagi itu waktu terasa berjalan lambat. Stamina dua orang temanku tengah drop. Kedua orang temanku masih butuh istirahat. Akhirnya rencana berangkat pagi-pagi ke Makau terpaksa diubah. Sembari menunggu mereka bangun tidur, aku memutuskan untuk mandi duluan saja agar nanti tak perlu antri mandi. Setelah mandi, menonton TV dan browsing-browsing internet di kamar saja.

Pukul 9 pagi mereka bangun. Setelah itu, mereka mandi dan kemudian kami semua mulai mengemasi barang-barang kami. Pukul 10 pagi kami check out dari penginapan. Kami mampir mencari sarapan. Setelah sarapan, mampir ke apotek yang berada di sekitaran Chungking Mansion untuk membeli vitamin.

Naik ferry ke Makau

Setelah membeli vitamin, kami berjalan kaki menuju Hong Kong China Ferry Terminal, Kowloon, yang berjarak sekitar 500 meter. Sempat agak bingung mencari letak pelabuhan ferry yang satu ini. Pasalnya petunjuk jalan menuju pelabuhan ferry ini justru mengarahkan ke dalam gedung yang penampakannya seperti hotel bintang lima.

Melihat kami kebingungan, ada seorang ibu berpakaian security yang menghampiri kami. Kami pun menanyakan lokasi pelabuhan ferry itu. Ternyata benar, jalannya melalui gedung yang seperti hotel ini. Namun untuk menuju departure hall pelabuhan kami harus naik lift menuju lantai 3.

Wow, keren banget ternyata pelabuhan ferry Kowloon ini. Interiornya benar-benar memberikan kesan lux. Mewah banget, nggak kalah sama interior bandara-bandara mewah.

Departure hall pelabuhan

Departure hall pelabuhan

Di departure hall ini ada beberapa konter penjualan tiket dari berbagai macam operator ferry. Kami membeli tiket ferry Turbo Jet dengan tarif HKD 159 per orang (kelas ekonomi). Jadwal perjalanan Turbo Jet beserta tarifnya dapat dilihat di sini.

Setelah check-in dan mendapatkan nomor kursi, kami masuk menuju ruang tunggu keberangkatan. Namun sebelumnya kami harus melalui imigrasi dulu. Proses imigrasi berjalan mulus, sebentar saja prosesnya.

Kami mendapatkan ferry dengan keberangkatan pukul 13.00. Masih ada waktu setengah jam lebih bagi kami untuk menunggu. Kami menghabiskan waktu berinternetan di ruang tunggu ini dengan smartphone masing-masing. Jarang-jarang bisa dapat akses internet sekencang di sini, hehe.

Sepuluh menit menjelang pukul 13.00, pintu gerbang menuju kapal telah dibuka. Para calon penumpang, termasuk kami, beranjak menuju kapal. Walaupun kami cuma membeli tiket kelas ekonomi, namun fasilitasnya cukup nyaman ternyata. Ruangan ber-AC, reclining seat, dan bagasi. Kursinya pun memiliki ruang untuk kaki selonjor yang cukup lega.

Di dalam kapal ferry ini penumpang nggak diperbolehkan untuk jalan-jalan jika tidak ada keperluan mendesak seperti ke toilet. Mau foto-foto di pinggir jendela? Siap-siap saja ditegur oleh petugas, hihi. Apalagi ketika kondisi ombak sedang tidak bersahabat, seluruh penumpang diwajibkan untuk tetap duduk di kursi masing-masing. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui speaker di dalam kapal.

Naik shuttle bus gratis ke Hotel & Casino Grand Lisboa

Perjalanan Kowloon-Makau ini memakan waktu 1 jam. Ada dua pelabuhan di Makau ini. Kapal ferry Turbo Jet yang kami tumpangi ini berlabuh di Macau Outer Harbour Ferry Terminal a.k.a. Macau Maritime Ferry Terminal. Lokasi pelabuhan ini ada di Macau Peninsula. Sementara pelabuhan satunya, yakni Macau Taipa Ferry Terminal, berada di pulau Taipa. Operator ferry yang berlabuh di sini setahuku ada Cotai Water Jet.

Outer Harbour Ferry Terminal (difoto dari seberang jalan)

Outer Harbour Ferry Terminal (difoto dari seberang jalan)

Setibanya di pelabuhan, kami berjalan menuju keimigrasian untuk diproses di sana. Proses imigrasi berjalan lancar. Seperti halnya Hong Kong, Makau ini juga memiliki kebijakan tidak memberikan stempel imigrasi pada paspor pengunjung negara mereka. Kami hanya diberi potongan kertas kecil yang terdapat print-out tanggal kita masuk dan tanggal batas waktu kami diizinkan tinggal di Makau ini.

Sebelum pergi meninggalkan pelabuhan, jangan lupa mengambil brosur tourist guide di main hall pelabuhan. Begitu keluar dari keimigrasian kita pasti akan melihat tempat brosur ini kok. Tourist guide ini sangat berguna, selain memuat peta Makau, yang paling penting adalah karena di dalamnya juga memuat rute-rute bus kota di Makau ini. Di Makau bus kota adalah satu-satunya transportasi umum yang tersedia, selain taksi tentunya.

Well, pikiran yang terlintas setiap kali kita menyebut Makau adalah negara ini adalah negera judi. Yup, stigma itu benar adanya. Suasana negara judi itu sudah terasa sejak kita Continue reading