Outbound di Grafika Cikole

Hari Ahad minggu kemarin (14/4) saya bersama teman-teman kantor mengadakan acara jalan-jalan ke Lembang. Tepatnya di Terminal Wisata Grafika Cikole. Di sana kami bermain paintball dan permainan outbound lainnya.

Seperti jalan-jalan sebelumnya ke Ranca Upas, kali ini kami juga motoran ramai-ramai ke Cikole. Bedanya kali ini perjalanan tak sampai sejauh ke Ranca Upas.

Baca juga: Camping di Kampung Cai Ranca Upas

Gerbang pintu UPI menjadi meeting point kami. Setelah semuanya komplit, pukul 8.30 kami meninggalkan UPI menuju ke Grafika Cikole.

Tidak semuanya ikut meeting point di UPI. Teman-teman yang dari Cimahi janjian langsung ketemu di Grafika Cikole karena memang melalui rute yang berbeda.

Kumpul di depan UPI
Kumpul di depan UPI

Pagi itu jalan menuju Lembang cukup padat di beberapa titik. Terutama menjelang Farm House. Selepas itu jalanan relatif lebih lengang, apalagi selepas Alun-Alun Lembang.

Kurang lebih waktu tempuh perjalanan kami adalah 30 menit untuk sampai di Grafika Cikole. Tak lama kemudian rombongan dari Cimahi tiba juga di Grafika Cikole.

Grafika Cikole ini menempati area berupa hutan pinus. Di dalamnya selain terdapat aneka permainan outbound, juga terdapat beberapa taman tematik dengan aneka pernak-perniknya, serta area perkemahan, baik itu berupa tenda biasa maupun glamping (glamour camping).

Area glamping
Area glamping

Tidak ada ongkos tiket masuk yang dikenakan kepada kami ketika memasuki kawasan. Mungkin karena nama kami sudah terdaftar di buku tamu sebagai tamu permainan paintball.

Dua hari sebelumnya kami memang sudah melakukan reservasi permainan paintball melalui WhatsApp kepada pengelola dan membayar DP 50%. Berdasarkan pengamatan saya ketika itu, untuk pengunjung yang hanya berniat jalan-jalan saja di dalam kawasan, dikenakan tiket masuk sebesar Rp15.000.

Pagi itu kami tidak langsung bermain paintball. Kami mencoba berbagai permainan outbound lainnya terlebih dahulu.

Daftar aktivitas outdoor di Grafika Cikole
Daftar aktivitas outdoor di Grafika Cikole

Kami membeli tiket terusan seharga Rp50.000/orang untuk dapat menikmati 4 wahana meliputi Flying Fox PP (250 meter), Jembatan Goyang (20 meter), Jembatan Tali 2 (20 meter), dan Turun Tebing (ketinggian 15 meter). Tapi sayang, pada hari itu Jembatan Tali 2 sedang tidak dapat digunakan.

Jembatan Goyang menjadi wahana pertama yang kami coba. Sekali permainan, wahana ini dapat menampung maksimal 6 orang, tergantung berat badan peserta.

Meniti tali di Jembatan Goyang
Meniti tali di Jembatan Goyang

Kita harus berjalan meniti seutas tali dari satu ujung ke ujung lainnya sejauh 20 meter. Di antara permainan outbound yang lain, ini yang paling seru dan menegangkan menurut saya.

Seru karena bisa bermain beramai-ramai. Menegangkan karena tentu saja kita harus berjalan meniti tali di ketinggian. Semakin menegangkan karena oleh petugasnya atau kadang teman kita yang iseng tali tersebut digoyang-goyang sehingga membuat kita terombang-ambing.

Jika tidak bisa menjaga keseimbangan, kita bisa terjatuh. Tapi tenang saja. Di sana kita dibekali peralatan safety. Jadi tidak perlu terlalu khawatir. Btw, lumayan kemeng juga ya tangan saya berpegangan pada tali ini. Haha.

Usai main jembatan goyang, berikutnya kami mencoba wahana Turun Tebing. Yang ini kayak wall climbing, tapi cuma bagian turunnya saja.

Setelah itu kami lanjut ke permainan Flying Fox. Ini wahana paling favorit di antara pengunjung Grafika Cikole sepertinya. Antriannya paling panjang. Ada dua jalur flying fox. Masing-masing panjangnya 125 meter. Mainnya cepat saja. Yang lama menunggu gilirannya.

Flying fox
Flying fox

Paintball menjadi wahana penutup kami hari itu di Grafika Cikole. Biaya main paintball adalah Rp85.000/orang. Tiga hari sebelumnya saya sudah melakukan reservasi untuk 20 orang. Sayang hari itu 2 orang lagi tidak bisa bergabung.

Dalam permainan paintball ini setiap orang dibekali pakaian bercorak militer, rompi, goggle, helm, dan senjata. Setiap senjata berisikan 40 peluru. Karena ada 2 orang yang tidak jadi ikut, jatah peluru mereka akhirnya dibagi rata kepada 18 orang lainnya.

Sebelum bermain, kami mendapatkan briefing mengenai bagaimana cara menggunakan senjata dan diberi tahu mengenai jarak aman untuk menembak. Setelah itu dibentuklah 2 tim untuk bertanding.

Sebelum bertempur
Sebelum bertempur

Medan bermain paintball ini mengambil sedikit area hutan pinus yang ada di kawasan Cikole. Ada pagar berupa jaring-jaring yang membatasi area permainan. Di area tersebut juga dipasang beberapa ‘aksesoris’ bertempur seperti tong atau tumpukan kayu yang bisa digunakan sebagai tempat untuk berlindung.

Dalam permainan itu lumayan saya bisa menembak tepat sasaran sebanyak 3 kali. Tim saya menjadi pemenangnya karena berhasil menembak tepat sasaran tim lawan lebih banyak.

Selesain bermain paintball, kami menutup jalan-jalan hari itu dengan makan siang bersama di Restoran Sunda Buana yang juga bertempat di Grafika Cikole. Kami memesan paket makan prasmanan untuk 20 orang. Harganya terus terang cukup terjangkau sih. Jauh lebih murah daripada beli di cafe atau rumah makan di kota Bandung pada umumnya.

Makan prasmanan
Makan prasmanan

Bagi rekan-rekan pembaca yang ingin berkunjung ke Grafika Cikole bisa cek website mereka di sini. Di sana terdapat informasi mengenai fasilitas, penginapan, permainan-permainan outbound yang tersedia di sana, serta paket makan yang bisa dipesan juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s