Tag Archives: solo backpacking

Downtown kota Yangon

Catatan Perjalanan Solo Backpacking di Myanmar 4D3N: Day 1 – Yangon (Bag. 1)

Minggu, 16 Agustus 2015

Check-in di Konter AirAsia

Jam baru menunjukkan pukul 5 pagi (waktu lokal Kuala Lumpur) ketika saya mengantri di konter check-in AirAsia di Kuala Lumpur International Airport (KLIA2). Waktu subuh di Kuala Lumpur sendiri baru masuk pukul 6 pagi kurang beberapa menit.

Di konter check-in saya harus menunggu mbak petugas konter berdiskusi dengan rekan-rekan di konter sebelahnya, serta sempat menelepon seorang petugas AirAsia yang entah siapa selama beberapa menit. Mbak petugas konter itu perlu mendapatkan kepastian bahwa saya yang WNI ini memang tidak memerlukan visa untuk memasuki Myanmar.

Saya cukup maklum sih mbak petugas konter tersebut sampai perlu melakukan cross check beberapa kali. Sebab sampai saat ini warga negaranya, Malaysia, yang notabene salah satu negara dengan powerful passport (ranking 7 di dunia), masih harus mengajukan visa untuk berkunjung ke Myanmar. Tapi sebenarnya kebijakan bebas visa kunjungan selama maksimal 14 hari bagi WNI untuk masuk Myanmar sebenarnya sudah berlaku hampir setahun. Namun herannya kenapa petugas konter AirAsia masih belum mengetahui juga.

Saya sudah bersiap-siap menunjukkan website imigrasi Myanmar ini http://evisa.moip.gov.mm/noticetotourists.aspx andaikata mereka menagih visa Myanmar kepada saya. Di situ tertulis jelas Indonesia adalah salah satu negara yang mendapatkan pembebasan visa untuk kunjungan maksimal 14 hari. Untungnya mbak petugas konter tersebut akhirnya mengesahkan boarding pass saya.

Tiba di Yangon

Penerbangan Kuala Lumpur-Yangon berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam. Pesawat dijadwalkan take off dari KLIA2 pukul 06.55 dan tiba di Yangon International Airport pukul 08.00. Namun saat itu kami baru berangkat sekitar 20 menit kemudian karena pesawat masih belum selesai melakukan pengisian bahan bakar. Waktu Myanmar mengikuti timezone GMT+6.5, atau setengah jam lebih lambat dari Waktu Indonesia Barat (WIB) yang berada pada timezone GMT+7.

Mendarat di Yangon International Airport

Mendarat di Yangon International Airport

Di bagian imigrasi kita diharuskan untuk mengisi form kedatangan sebelum menghadap ke petugas. Salah satu poin yang ditanyakan pada form imigrasi tersebut adalah rencana durasi stay di Myanmar dan di mana kita akan menginap. Sebenarnya saya tidak berenana menginap selama di Myanmar karena memang malam-malam di Myanmar Continue reading

Solo Backpacking ke Myanmar 4D3N

Rencana awalnya sebenarnya pingin backpacking ke Nepal Mei lalu. Tapi qadarullah sekitar seminggu sebelum hari keberangkatan, Nepal mengalami gempa yang amat dahsyat. Akhirnya saya dan 3 orang teman saya tidak jadi berangkat. Padahal tiket pesawat (maskapai AirAsia) sudah dibeli setahun sebelumnya. “Curhatan” tentang peristiwa gempa Nepal ini sempat saya tulis ketika itu di sini.

Alhamdulillah tiket ke Nepal tersebut bisa di-refund secara penuh. Sayangnya refund diberikan bukan dalam bentuk cash, melainkan dalam bentuk deposit di akun AirAsia kita atau oleh AirAsia disebut dengan credit shell. Tambahan lagi, credit shell tersebut hanya berlaku sampai 90 hari setelah tanggal refund. Jadi, mau tidak mau credit shell itu harus digunakan untuk pembelian tiket AirAsia lagi agar tidak hangus.

Setelah itu saya pun setiap seminggu sekali mengecek apakah ada promo AirAsia. Ketiga teman saya sepakat untuk ke Jepang. Sementara saya kurang tertarik untuk ke Jepang. Selain itu credit shell saya tidak cukup untuk membeli tiket ke Jepang PP. Maklum saya dapat promo ke Nepal yang jauh lebih murah daripada mereka. Akhirnya saya memutuskan untuk jalan sendiri.

Saya googling-googling negara mana di Asia Tenggara yang Continue reading