Tag Archives: marhaban ya ramadan

Marhaban Ya Ramadan 1447H

Dulu waktu masih sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (SD) sering mendapatkan ceramah yang menerangkan bahwasannya Ramadan itu adalah bulan pendidikan atau bulan pembinaan, bekal kita menghadapi ujian di 11 bulan berikutnya. Ketika itu saya belum terlalu relate. Namanya anak kecil, bagi saya Ramadan itu cukup berat karena saya yang suka main di luar sama teman-teman, entah itu main sepak bola, bentengan, petak umpet, bentengan, atau permainan lain yang banyak lari-lariannya jadi harus mengerem dulu. Saya merasa bulan Ramadan-lah ujiannya karena saya harus menahan godaan dan tetap kuat dalam menjalani puasa seharian.

Nah, seiring usia yang semakin bertambah, ternyata saya semakin relate dengan apa yang dikatakan oleh guru-guru saya itu. Senang sekali rasanya bertemu dengan bulan Ramadan.

Bulan Ramadan selalu menjadi kesempatan untuk saya melakukan recharge, meningkatkan kembali intensitas dan menjaga konsistensi dalam beribadah setelah 11 bulan sebelumnya berkutat dengan berbagai kesibukan di rumah atau pekerjaan. Bukan berarti kesibukan itu hilang ketika Ramadan, melainkan saya merasakan seperti ada energi lebih yang mendorong kita untuk memberikan effort yang lebih baik dan istiqomah dalam beribadah. Mungkin kalau kata anak zaman sekarang, “vibes“-nya beda. Ada sesuatu yang istimewa.

Semoga Allah berikan kelancaran bagi kita dalam menjalani puasa dan meningkatkan ibadah-ibadah lainnya pada Ramadan kali ini. Aamiin ya robbal ‘aalamiin.

Tarawih Pertama Ramadan 1442 H

Tak terasa malam ini kita bertemu kembali dengan bulan Ramadan yang mulia. Bulan Ramadan kali ini memang masih dalam suasana pandemi sebagaimana bulan Ramadan tahun lalu. Namun pada Ramadan kali ini alhamdulillah masjid-masjid sudah mengadakan sholat tarawih berjamaah kembali.

Pada tahun lalu, hampir semua masjid, khususnya masjid-masjid besar, meniadakan kegiatan sholat tarawih untuk umum. Saya sendiri tahun lalu sebulan full cuma bisa tarawih di rumah saja.

Masjid Salman ITB menjadi pilihan saya untuk melaksanakan sholat tarawih pada malam pertama Ramadan ini. Pada tahun lalu Masjid Salman ITB juga termasuk salah satu masjid yang meniadakan kegiatan ibadah full selama bulan Ramadan untuk umum.

Yang menjadi imam tarawih pada malam ini adalah Muzammil Hasballah. Tentunya beliau sudah tidak asing lagi bagi kita semua, seorang qari Al-Quran yang namanya sudah menasional dan juga alumni Arsitektur ITB. Masjid Salman adalah masjid favorit saya untuk tarawih karena bacaan Al-Quran imam-imamnya yang merdu.

Kegiatan sholat tarawih di Masjid Salman ITB ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah tidak asing lagi di era sekarang. Shaf diatur dengan menerapkan physical distancing dengan jarak 1 meter dengan kanan kiri dan selang-seling antar barisnya. Jamaah juga diwajibkan untuk mengenakan masker dan membawa peralatan sholat sendiri.

Jamaah yang mengikuti kegiatan sholat tarawih malam ini didominasi oleh mahasiswa. Saya tidak menyangka ternyata banyak juga mahasiswa yang datang sholat di Masjid Salman ini walaupun selama ini kegiatan perkuliahan masih dilakukan secara virtual.

Ruangan utama Masjid Salman tadi sepengamatan saya terlihat penuh. Untuk tempat sholatnya sendiri panitia Ramadan (P3R) Masjid Salman sudah menyiapkan hingga depan kantin Salman. Koridor depan kantin Salman yang biasanya menjadi tempat lalu lalang orang-orang, kini dijadikan sebagai tempat suci untuk melaksanakan sholat juga.

Jumlah rakat tarawih masih sama seperti kebiasaan yang ada di Masjid Salman, yakni 4 rakaat salam, 4 rakaat salam, dan ditutup dengan Witir 3 rakaat (4-4-3). Bedanya, pada Ramadan kali ini tidak ada ceramah yang biasa dilakukan setelah sholat Isya dan sebelum sholat Tarawih. Namun ceramah tetap ada dengan dilakukan secara online pada pukul 20.30.

Usai sholat Witir, jamaah juga banyak yang langsung pulang. Pada tahun-tahun sebelumnya biasanya masih cukup banyak yang tadarus hingga jam 9 malam. Namun tadi tak lama setelah Witir, pintu-pintu koridor masjid mulai ditutup dan lampu depan mimbar mulai dipadamkan.